Abstract:Stroke merupakan penyakit neurologis yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan memerlukan intervensi yang tepat untuk membantu…
antu meningkatkan kesadaran. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat digunakan sebagai terapi stimulasi untuk merangsang aktivitas otak dan meningkatkan tingkat kesadaran menggunakan rekaman suara familiar bagi pasien. Mengetahui pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design one group without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 21 pasien stroke. Instrumen penelitian menggunakan Glascow Coma’s Scale. Pengukuran tingkat kesadaran dilakukan sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi familiar auditory sensory training (FAST). Analisa data menggunakan analisis univariat meliputi distribusi frekuensi dan tendensi sentral serta dilakukan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p-value sebesar 0,041 < α 0,05 sehingga disimpulkan ada pengaruh terapi familiar auditory sensory training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke. Terapi familiar auditory sensory training (FAST) dapat meningkatkan tingkat kesadaran pasien stroke di ruang ICU RSUP Surakarta.
Abstract:Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial yang sering terabaikan di lingkungan sekolah. Rendahnya aktivitas fisik dan meningkatnya tekanan akademik dapat memicu stres, kecemasan, serta…
a penurunan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik senam kebugaran jasmani terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Sragen. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan control group pretest-posttest design. Sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Pengukuran kesehatan mental dilakukan menggunakan instrumen Mental Health Continuum–Short Form (MHC–SF). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok kontrol (p = 0,524), sedangkan pada kelompok intervensi terdapat peningkatan signifikan (p = 0,000). Selain itu, hasil Independent Sample t-Test menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan intervensi (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik senam kebugaran jasmani berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental remaja, khususnya dalam menurunkan stres dan meningkatkan suasana hati. Dengan demikian, senam kebugaran jasmani dapat dijadikan intervensi promotif dan preventif dalam menjaga kesejahteraan mental di lingkungan sekolah.
Abstract:Kinerja perawat merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah stres kerja. Stres kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada…
penurunan produktivitas dan kualitas pelayanan keperawatan. Mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian menggunakan DASS (Depression Anxiety Stress Scale) untuk mengukur stres kerja dan Kuesioner Kinerja Perawat. Analisis univariat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status kepegawaian, stres kerja dan kinerja. Analisis bivariat menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian didapatkan stres kerja mayoritas pada kategori stres sedang sebanyak 33 responden (61.1%). Kinerja perawat mayoritas pada kategori kinerja sedang sebanyak 28 responden (51.9%). Hasil Uji Kendall Tau didapatkan nilai p value 0,00 < 0,05 dengan hasil korelasi positif 0.676, hal ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki hubungan yang kuat antara stres kerja dengan kinerja perawat. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta.
Abstract:Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih sering terjadi, terutama karies gigi yang dipengaruhi oleh perilaku menyikat gigi. Anak usia 6–8 tahun berada pada fase gigi campuran dengan…
n kemampuan motorik dan pemahaman yang belum optimal, sedangkan anak usia 9–12 tahun memiliki kemampuan yang lebih baik namun tetap berisiko karies akibat kebiasaan konsumsi makanan manis dan kurangnya konsistensi menyikat gigi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak dari total populasi 143 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 6–8 tahun sebanyak 35 responden (59,3%) dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan menyikat gigi kategori sedang sebanyak 38 responden (64,4%). Kesimpulan : Tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah di MI Nurul Huda Pendem Sumberlawang mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 36 responden (61%).
Abstract:Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman yang benar mengenai penularan dan pencegahan. Meskipun informasi…
masi tentang HIV/AIDS sudah banyak tersedia, kesenjangan antara pengetahuan dan sikap pencegahan pada remaja masih sering ditemukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 91 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif. Namun, masih ditemukan beberapa responden dengan pemahaman yang kurang pada aspek jalur penularan dan upaya pencegahan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif.
Abstract:Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian…
enelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.
Abstract:Validitas data klinis merupakan fondasi utama dalam keberlanjutan sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penentuan kebijakan kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi kode diagnosis…
nosis penyakit respirasi dan faktor penyebab ketidaktepatan di Puskesmas X Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif ini mengaudit 90 rekam medis yang dipilih secara acak dari periode Agustus 2025. Analisis akar masalah dilakukan menggunakan pendekatan manajemen 5M (Man, Material, Method, Management dan Money). Hasil ditemukan tingkat akurasi kode sebesar 67% dan ketidaktepatan 33%. Faktor penyebab utama meliputi defisiensi kompetensi koder, kualitas input diagnosis dokter yang rendah, ketidakpatuhan SOP, serta absennya evaluasi mutu internal dan sistem insentif. Kesimpulan penelitian ini terdapat tingkat ketidaktepatan sebesar 33% berimplikasi pada risiko finansial dan manajerial. Diperlukan intervensi melalui pelatihan spesifik dan penegakan SOP untuk optimalisasi mutu data.
Abstract:Pengelolaan risiko likuiditas merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas perbankan syariah, khususnya dalam mengelola ketidaksesuaian jatuh tempo antara aset dan liabilitas. Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank…
k syariah terbesar di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan struktur jatuh tempo pembiayaan dan sumber pendanaan agar kondisi likuiditas tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mismatch jatuh tempo aset dan liabilitas terhadap risiko likuiditas Bank Syariah Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan BSI. Analisis dilakukan melalui pengukuran maturity gap, statistik deskriptif, serta pengujian statistik untuk mengetahui hubungan antara mismatch jatuh tempo dengan kondisi likuiditas yang diproksikan menggunakan Financing to Deposit Ratio (FDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mismatch jatuh tempo memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko likuiditas, yang ditunjukkan melalui hubungan negatif yang kuat antara maturity gap dan FDR. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan struktur jatuh tempo aset dan liabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan likuiditas bank. Oleh karena itu, penerapan strategi manajemen aset dan liabilitas yang efektif diperlukan untuk meminimalkan risiko likuiditas serta menjaga stabilitas operasional perbankan syariah.
Abstract:Artikel ini mengkaji secara tematik hadis-hadis sahih tentang puasa Ramadan dan relevansinya dengan kesehatan. Permasalahan yang diangkat adalah kesenjangan antara tingginya angka penyakit tidak menular di Indonesia—obesitas…
esitas 21,8%, diabetes melitus 10,7%, dan hipertensi 34,1% (Riskesdas, 2018)—dengan potensi manfaat kesehatan puasa Ramadan yang tercermin dalam hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم. Dengan menggunakan metode kajian hadis mawdhuʼi (tematik) dan pendekatan analisis lintas disiplin antara ilmu hadis dan ilmu kedokteran, penelitian ini mengkaji enam hadis berkualitas shahih dan hasan shahih dari kitab-kitab hadis muʼtabar. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis puasa Ramadan memiliki kesesuaian substantif dengan sejumlah temuan sains modern, mencakup induksi autophagy, perbaikan metabolisme, penguatan sistem imun, dan peningkatan regulasi emosi. Kontribusi artikel ini adalah menawarkan kerangka analisis lintas disiplin yang dapat memperkaya kajian hadis kontemporer, sekaligus menyediakan landasan normatif bagi pemahaman yang lebih komprehensif terhadap praktik puasa Ramadan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika identitas budaya mahasiswa Nias dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional di lingkungan kampus multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif…
iptif dengan teknik purposive sampling terhadap delapan mahasiswa Nias di Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya berkembang secara dinamis melalui proses adaptasi dan interaksi sosial. Mahasiswa tidak hanya menyesuaikan diri dengan budaya baru, tetapi juga mempertahankan identitas melalui penggunaan bahasa daerah, praktik alih kode, serta pemertahanan nilai-nilai tradisional. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga, komunitas mahasiswa, dan solidaritas kelompok, sedangkan hambatan berasal dari dominasi budaya mayoritas dan keterbatasan jumlah mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi tidak selalu menghilangkan identitas budaya, melainkan dapat memperkuatnya dalam konteks sosial yang baru.