Abstract:This research aims to explore the meaning of the word "holy" in a Christian context based on the Letter 1 Peter 1:15-16. The concept of holiness has deep theological significance in Christianity, and this text provides an…
n important basis for understanding the concept. This research uses a qualitative approach method, by collecting data through analysis of Bible texts, books, scientific journals and analysis of related documents. Data analysis was carried out thematically to identify patterns and themes in understanding the concept of "holy." The results of this research reveal the complexity of the meaning of the word "holy" in the context of 1 Peter 1:15-16. There are various understandings of this concept, including an understanding of holiness as a call to a different life and an understanding of holiness as a reflection of God's holy nature. The conclusions of this research provide deep insight into how the concept of "holy" can be translated and applied in contemporary Christian life. The implications of this research have strong relevance in the development of Christian spirituality and a deeper understanding of the call to be "holy," as stated in Scripture.
Keywords: Bible, Christian, God, Holy, 1 Peter 1:15-16
Abstract:Penelitian ini membahas tentang konflik sikap yang dialami oleh individu yang mengalami kerasukan setan, terutama dalam konteks menyembah atau menolak Kristus-Ilahi. Kuasa roh-roh jahat ada disekeliling umat manusia untuk…
k menjauhkan umat-Nya dari percaya kepada Allah, namu Allah menunjukan bahwa Ia lebih berkuasa yang sanggup menaklukkan setiap kuasa kegelapan. Penelitian ini berfokus pada analisis naratif pada bagian Alkitab dari Markus 5, di mana seorang pria kerasukan setan berhadapan langsung dengan Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks Alkitab dan pendekatan kualitatif dalam menginterpretasi narasi yang ada. Data dikumpulkan dari teks Alkitab Markus 5 dan kajian literatur lainnya, dengan fokus pada karakteristik dan tindakan individu yang kerasukan setan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sikap dalam cerita Markus 5 mencerminkan perjuangan internal yang mendalam antara kekuatan spiritual yang bertentangan. Di satu sisi, sikap individu yang kerasukan setan cenderung berupaya untuk menyembah Kristus-Ilahi, yang menunjukkan adanya keinginan untuk dibebaskan dari pengaruh jahat setan. Di sisi lain, terdapat sikap menolak Kristus-Ilahi yang berasal dari kekuatan setan yang berusaha untuk mempertahankan dominasinya atas individu tersebut dan masyarakat sekitar.
Abstract:Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Dalam perspektif Islam, khususnya Al-Qur’an, konsep HAM tidak hanya dipandang sebagai hak individual, tetapi juga sebagai bagian dari…
dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia terhadap sesama. Al-Qur’an menempatkan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dan memiliki kedudukan yang sama di hadapan-Nya tanpa membedakan ras, suku, maupun status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Al-Qur’an mengenai HAM dalam konsep kemanusiaan melalui pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengandung prinsip-prinsip HAM seperti hak hidup, kebebasan beragama, keadilan, persamaan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan berperikemanusiaan.
Abstract:Program Desa Ukhuwah Berdaya (DUB) adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, psikologis, dan spiritual warga Desa Patanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Program…
ram ini melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, seperti pelatihan dukungan psikologis awal untuk guru, pelatihan mendongeng untuk guru TK/SD, serta lomba-lomba Islami untuk anak-anak dan ibu-ibu. Melalui pendekatan yang integratif, DUB berfokus pada pemberdayaan individu dan penguatan solidaritas sosial dalam komunitas. Pelatihan Dukungan Psikologis Awal bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada siswa, sementara pelatihan mendongeng bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan edukatif. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan warga dalam aktivitas kolektif serta terbangunnya rasa kebersamaan antaranggota komunitas. Guru-guru mulai mengimplementasikan teknik mendongeng dalam pembelajaran dan memberikan dukungan emosional yang lebih empatik kepada siswa. Selain itu, kegiatan lomba Islami berhasil menggalang partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong. Program ini juga memperlihatkan peran penting mahasiswa magang dalam menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara institusi, organisasi, dan warga desa. Secara keseluruhan, program DUB berperan dalam menciptakan komunitas yang lebih harmonis, peduli, dan berdaya, serta menyediakan model pemberdayaan sosial yang berkelanjutan berbasis pada pendidikan dan pembinaan karakter.
Abstract:Upah merupakan hak dasar pekerja yang wajib dilindungi, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ijarah bi al-’amal dalam hukum Islam sebagai landasan filosofis perlindungan…
erlindungan upah pekerja, serta membandingkannya dengan pengaturan pengupahan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan atas Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih muamalah, peraturan perundang-undangan, serta jurnal hukum mutakhir, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ijarah bi al-’amal menempatkan upah sebagai hak yang harus dipenuhi secara adil, proporsional, dan tepat waktu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Talaq ayat 6, Surah Al-Qashash ayat 26-27, dan hadis riwayat Ibnu Majah. Prinsip tersebut memiliki keselarasan nilai dengan semangat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, meskipun keduanya berbeda pada aspek sumber otoritas, mekanisme penetapan upah minimum, dan bentuk sanksi. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai ijarah bi al-’amal, khususnya prinsip maqashid syariah, diintegrasikan sebagai basis etik dalam pembaruan kebijakan pengupahan nasional, terutama untuk melindungi pekerja pada sektor informal dan ekonomi gig yang belum sepenuhnya terjangkau oleh regulasi ketenagakerjaan formal.
Wages are a fundamental right of workers that must be protected, both from the perspective of positive law and Islamic law. This study aims to examine the concept of ijarah bi al-’amal in Islamic law as a philosophical foundation for wage protection, and to compare it with wage regulations under Indonesia’s Manpower Law. The results show that ijarah bi al-’amal positions wages as a right that must be fulfilled fairly, proportionally, and in a timely manner, as affirmed in the Quran Surah At-Talaq verse 6, Surah Al-Qashash verses 26-27, and the hadith narrated by Ibn Majah. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches, examining legal materials from the Quran, hadith, classical fiqh literature, statutory regulations, and recent legal journals. The findings reveal that the principles of ijarah bi al-’amal align with the spirit of Law Number 13 of 2003 on Manpower as amended by Law Number 6 of 2023 on Job Creation and Government Regulation Number 36 of 2021 on Wages, although they differ in terms of the source of authority, minimum wage determination mechanisms, and forms of sanctions. This study recommends integrating the values of ijarah bi al-’amal, particularly maqashid syariah principles, as an ethical basis for reforming national wage policy, especially to protect informal and gig-economy workers not yet fully covered by formal labor regulations.
Abstract:Abstract: In the world of education, a learning medium is needed, especially in an era that is all technological, it is hoped that students from TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran have a learning medium that is easier to understand…
nderstand and can be applied, for example by applying English learning using Android-based media, The system is designed using Adobe Flash CS6 and Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adoobe Flash CS6 as a tool for making scripts on Android which aree displayed in the form of language and attractive images and sounds, so that children can easily learn basic English and better understand with the presence of images and sound. This application should be able to develop both emotional and spiritual intelligence of children and increase children’s insight in speaking English which was previously through independent learning or with other assistance for learning with Android-based English education, including images and sounds.
Keywords: Android, Learning Media, Picture Dictionary
Abstrak: Dalam dunia Pendidikan sangat dibutuhkan sebuah media belajar, apalagi di zaman yang sudah serba teknologi maka diharapkan murid dari TK Kemala Bhayangkari 08 Kisaran memiliki suatu media belajar yang lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan, adapun contohnya dengan mengaplikasi kan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan media berbasis Android, sistem yang dirancang menggunakan Adobe Flash CS6 dan Action Script 3.0 Android Air Pugin for Adobe Flash CS6 sebagai bahan bantu pembuatan script pada Android yang ditampilkan dalam bentuk bahasa serta gambar yang menarik dan suara, agar anak lebih mudah dalam mempelajari bahasa Inggris dasar serta lebih memahami dengan adanya gambar dan suara. Aplikasi ini harusnya dapat mengembangkan kecerdasan baik emosional dan spiritual anak dan menambah wawasan anak dalam mengucapkan bahasa Inggris, yang tadinya dengan cara belajar mandiri atau dengan pendampingan lain untuk pembelajaran dengan edukasi bahasa Inggris yang berbasis Android disertakan gambar dan suara.
Kata Kunci : Android, Kamus Bergambar, Media Pembelajaran
Abstract:Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable…
tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability.
Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur
Abstract:Abstract: This community service activity aims to address the problem of low digital lit-eracy and limited access to reliable Islamic references among members of the Mothers' Association of PT Bakrie Sumatera Plantations…
Tbk Tanjung Raja Estate 2. The method applied is community education and training by introducing a web-based Islamic infor-mation system, namely the Al-Wa’ie portal. This portal provides comprehensive Islamic solutions and easy-to-understand interpretations of the Quran. The results of the activity showed that technical assistance successfully increased the digital skills of participants in accessing religious information independently (success reached 70% through interview techniques). In addition, the integration of spiritual guidance with technology training has strengthened the spiritual attitudes of the congregation. In conclusion, the use of web-based information systems has proven effective in bridging the gap between technology and spir-ituality, and encouraging the formation of a more knowledgeable and spiritually steadfast community.
Keywords: portal al-wa’ie; digital literacy; perwiritan; religious information; spiritual attitude
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses rujukan keislaman yang tepercaya pada anggota Perwiritan Ibu-ibu Pondok PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Tanjung Raja Es-tate 2. Metode yang diterapkan adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan mem-perkenalkan sistem informasi keislaman berbasis web, yaitu portal Al-Wa’ie. Portal ini menyediakan solusi islami yang komprehensif dan tafsir Al-Qur'an yang mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan teknis berhasil menambah kecakapan digital peserta dalam mengakses informasi keagamaan secara mandiri (keberhasilan men-capai 70% melalui teknik wawancara). Selain itu, integrasi bimbingan spiritual bersama pelatihan teknologi telah memperkuat sikap spiritual jamaah. Simpulannya, penggunaan sistem informasi berbasis web terbukti efektif menjembatani celah antara teknologi dan spiritualitas, serta mendorong terbentuknya komunitas yang lebih berpengetahuan dan teguh secara spiritual.
Kata kunci: portal al-wa’ie; literasi digital; majelis taklim; sikap spiritual; sistem informasi
Abstract:Abstract: This community service program aims to empower the Sumber Harapan Farmers Group located in Gurun Laweh, Nangga-lo District, Padang City through the application of BUDIKDAMBER (Fish Cultivation in Buckets) as a…
form of urban farming innovation. Urban farming is a strategic solution to address the challenges of limited land and increasing food needs in urban areas. The implementation method in this community service program consists of five methods, namely Socialization, Training, Technology Application, Mentoring, Monitoring and Evaluation. And through this activity, the Sumber Harapan Farmers Group was equipped with knowledge and skills in integrating catfish cultivation with vegetable crops (BUDIKDAMBER). The results of the Community Service Program showed an increase in the knowledge and skills of the Sumber Harapan Farmers Group from 20% to 87.31% after the community service program was implemented with a Very Good category. This shows that the application of BUDIKDAMBER technology is able to increase the participation of the Sumber Harapan Farmers Group and support food security as well as strengthen the spirit of household independence of the Farmers Group Towards Golden Indonesia 2045.
Keywords:; budikdamber; food security; community empowerment; urban farming.
Abstrak: Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sumber Harapan yang berlokasi di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang melalui penerapan Teknologi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Lele dalam Ember) sebagai bentuk inovasi pertanian perkotaan (Urban Farming). Urban Farming menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan dalam keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah perkotaan. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian ini terdiri atas lima metode, yaitu Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi. Dan melalui kegiatan tersebut maka Kelompok Tani Sumber Harapan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman sayuran (BUDIKDAMBER). Hasil Program Pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Sumber Harapan dari 20% menjadi 87,31% setelah dilaksanakan program pengabdian dengan kategori Baik Sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi BUDIKDAMBER mampu meningkatkan partisipasi Kelompok Tani Sumber Harapan dan mendukung ketahanan pangan serta memperkuat semangat kemandirian rumah tangga Kelompok Tani Menuju Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: budikdamber; ketahanan pangan; pemberdayaan masyarakat; urban farming.
Abstract:Abstracts The Covid-19 pandemic that hit Indonesia is still leaving an impact on society. One of the sectors affected by the Covid-19 pandemic is the economic sector, especially at the Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
MKM) level. Based on these conditions and the spirit of togetherness, through this community service activity the author wants to make a positive contribution to a group of UMKMs so they can bounce back after Covid-19. One of the efforts the author wants to achieve in this activity is the creation of integrated marketing communications for UMKMs. By collaborating with the Unit Pengumpul Zakat (UPZ) from the Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), the author targeted 20 UMKMs spread across the Jakarta, Bogor and Karawang areas. The results of this activity show that after attending the training, UMKMs' understanding of the concept of effective marketing communication has increased so that they can be more optimal in developing their business in the future. Apart from that, through this activity a number of capital assistance was also provided for UMKMs.
Keywords: communication; HIPMI; marketing; training; UMKM
Abstrak: Pandemi covid 19 yang sempat menghunjam Indonesia masih meninggalkan dampak di masyarakat. Salah satu sektor yang terkena imbas dari pandemi covid 19 adalah sektor ekonomi khususnya pada level Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan berangkat dari kondisi tersebut dan adanya semangat kebersamaan maka melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini penulis ingin memberikan kontribusi positif pada sekelompok UMKM untuk bisa bangkit kembali pasca covid-19. Salah satu upaya yang ingin dicapai penulis dalam kegiatan ini adalah terciptanya komunikasi pemasaran terpadu bagi UMKM. Dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), penulis menyasar 20 UMKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor dan Karawang. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, terlihat adanya peningkatkan pemahaman dari UMKM mengenai konsep komunikasi pemasaran yang efektif sehingga mereka dapat lebih optimal dalam mengembangkan usahanya di masa mendatang. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diberikan sejumlah bantuan modal bagi UMKM.
Kata kunci: HIPMI; komunikasi; pelatihan; pemasaran; UMKM