Abstract:Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah…
dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah Barat hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Inpres 5 Balinggi tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil dapat menigkatkan hasil belajar siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai secara komprehensif mengenai hierarki dan struktur ilmu menurut Imam al-Farabi dan Imam al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan metode liblari research (kepustakaan) dengan pendekatan…
katan konseptual. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang membahas mengenai struktur ilmu menurut Imam al-Farabi dan Imam al-Ghazali. Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Struktur dan hierarki ilmu merupakan aspek krusial dalam memahami hubungan antar cabang ilmu serta proses perkembangan ilmu itu sendiri. Filsafat ilmu dan pandangan ilmu dalam Islam, seperti yang dikemukakan oleh al-Ghazali dan al-Farabi, menawarkan pendekatan yang berbeda terkait topik ini. Filsafat ilmu cenderung berfokus pada peranan akal dan pengalaman dalam proses penggalian pengetahuan. Ilmu dikelompokkan berdasarkan objek kajian dan metode yang digunakan. Sebaliknya, ilmu dalam pandangan Islam dipahami sebagai anugerah wahyu dari Allah SWT, yang wajib dipelajari dan diamalkan demi meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Dalam Islam, struktur dan hierarki ilmu disusun berdasarkan tingkat kebenarannya dan manfaatnya bagi manusia. Memahami perbedaan perspektif ini memberikan pandangan yang lebih menyeluruh tentang ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan manusia. Selain itu, hal ini juga membantu menyelaraskan pengetahuan dengan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga ilmu dapat dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan ontologi, epistemologi dan aksiologi sunnah hadis. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (liblary research) dengan pendekatan konseptual dan teoretis. Data penelitian…
elitian ini bersumber dari data kepustakaan yang membahas tenang ulumul hadis. Kemudian data sekunder berasal dari literatur yang menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, dari tinjauan ontologis, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pengertian sunnah dan hadis. Namun, perbedaan ini tidak bersifat mutlak dan cenderung hanya menjadi masalah peristilahan, khususnya di kalangan ulama mutaqaddimîn. Sebaliknya, ulama muta’akhkhirîn tidak lagi mempermasalahkan perbedaan ini secara signifikan, sebagaimana dijelaskan oleh Shubhi al-Shâlih. Dalam penggunaannya, kedua istilah ini sering dianggap identik, sehingga selama periwayatannya dapat dipercaya atau shahîh, keduanya harus diikuti dan diamalkan. Kedua, dari tinjauan epistemologi, kajian tentang sunnah dan hadis mempertimbangkan bagaimana pengetahuan mengenai keduanya diperoleh, dievaluasi, dan diakui sebagai valid. Proses ini melibatkan analisis terhadap unsur-unsur sunnah dan hadis serta pemahaman terhadap klasifikasinya untuk memastikan bahwa keduanya memiliki dasar yang sahih dan dapat dijadikan pedoman. Ketiga, dari tinjauan aksiologi, sunnah dan hadis mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan pandangan hidup umat Islam. Nilai-nilai ini memberikan pedoman bagi umat untuk meneladani Nabi Muhammad Saw. dan menerapkan prinsip-prinsip luhur seperti kejujuran, keadilan, belas kasih, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sunnah Rasulullah Saw. menjadi sumber rujukan utama dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika Islam.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IV. Penelitian ini menghasilkan…
lkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Perolehan pada siklus I adalah 40% pertemuan I, 46,6% pertemuan II, dan 53,4% pertemuan III. Pada siklus II yang diperoleh yaitu 60% pertemuan I, 66,7% pertemuan 2, dan 100% pertemuan 3 dengan kategori berhasil
Abstract:Penelitian ini mengkaji sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jember Gajah Mada. Mitraguna Berkah menjadi salah satu produk BSI dalam bidang pembiayaan yang ditawarkan oleh…
BSI KCP Jember Gajah Mada, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang bagaimana sistem pembiayaan ini digunakan serta diterapkan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan melibatkan wawancara dengan pihak terkait di BSI KCP Jember Gajah Mada, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait pembiayaan produk BSI Mitraguna Berkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah dan untuk mengevaluasi seberapa efektif dan efisien sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah di Bank Syariah Indonesia KCP Jember Gajah Mada membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumtif. Namun, ada beberapa tantangan dan kendala dalam menerapkan sistem ini, seperti proses administrasi yang sulit dan perubahan peraturan persyaratan yang tidak sesuai, yang dapat mempengaruhi skema sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini dan ingin menyajikannya dalam karya ilmiah berjudul Sistem Pengelolaan Pembiayaan Produk BSI Mitraguna Berkah pada BSI KCP Jember Gajah Mada.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan. Solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan model pembelajaran…
an Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik di kelas VI SD Negeri 24 Lundang.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari alur perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Penelitian ini berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI. Pada siklus I diperoleh persentase 44,44% dan siklus II meningkat menjadi 83,32% dengan peningkatan sebesar 38,88%. Proses pembelajaran siklus I pada aktivitas guru 61,10% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Pada aktivitas peserta didik siklus I diperoleh 55,55% dan pada siklus II meningkat menjadi 77,77%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil terlihat pada peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas VI SD Negeri 24 Lundang Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Penelitian ini di latar belakangi banyaknya siswa kelas IV SDN 15/III Tanjung Pauh Mudik menghadapi kesulitan dalam pembelajaran IPAS. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan…
memperbaiki tindakan pembelajaran dikelas menggunakan model pembelajaran Projeck Based Learning.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 15/III pada semester 1 tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, yaitu berupa data hasil belajar siswa. Data tersebut diperoleh dari hasil tes evaluasi siswa yang dilakukan.
Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas. Pada siklus I indikator keberhasilan didapatkan ketuntasan pembelajaran IPAS 69%. Sedangkan peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus II pembelajaran IPAS 94%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa PTK ini berhasil meningkatkaan hasil belajar IPAS siswa kelas IV.
Abstract:Rendahnya hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada observasi awal sebesar 33% siswa yang tuntas dan siswa yang belum tuntas sebesar 67%, hal tersebut terjadi dikarenakan rendahnya…
ahnya hasil belajar siswa, kurangnya penggunaan pendekatan yang menarik, materi pembelajaran hanya berpusat pada guru, dan siswa menjadi cepat jenuh dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan memperbaiki tindakan pembelajaran di kelas melalui pendekatan saintifik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini siswa kelas II SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci pada semester I tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa dan data kualitatif berupa hasil observasi guru dan siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas. Pada siklus I pertemuan 1 didapatkan ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Pancasila 30% dan pada pertemuan 2 didapatkan ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Pancasila 50%, karena tingkat keberhasilan siswa belum mencapai indikator keberhasilan maka penelitian dilanjutkan pada siklus II, pada siklus II pertemuan 1 diperoleh 80% dan pertemuan 2 diperoleh 90%. Pada pengamatan aspek guru dan aspek siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dilihat pada siklus I aspek guru sebesar 52% dan siklus II 82% sehingga terjadi peningkatan pada aspek guru sebesar 30%, sedangkan pada aspek siswa siklus I sebesar 40% dan siklus II 95% sehingga terjadi peningkatan aspek siswa sebesar 55%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dapat meningkatkan proses dan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai definisi, macam-acam dan syarat serta perbedaan mendasar dari tafsir, takwil dan tarjamah. Penelitian ini menggunakan metode liblary research dengan pendekatan konseptual.…
l. Penelitian ini bersumber dari data primer berupa buku atau literatur yang membahas mengenai tafsir, takwil dan tarjamh. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Tafsir adalah suatu usaha tanggapan, penalaran, dan ijtihad manusia untuk menyikapi nilai-nilai samawi yang terdapat didalam Al- Qur’an. Tafsir terbagi menjadi dua macam yaitu: Tafsir bi Al-ma’tsur dan Tafsir bi Ar-ra’yi. Ta’wil adalah suatu usaha untuk memahami lafazh-lafazh (ayat- ayat) Al-Qur’an melalui pendekatan memahami arti atau maksud sebagai kandungan dari lafazh itu. Ta’wil terbagi menjadi dua macam yaitu: Ta’wil Al- Qur’an atau hadis Nabi dan Ta’wil bagi nash yang khusus berlaku dalam hukum taklifi. Terjemah adalah memindahkan bahasa Al-Qur’an ke bahasa lain yang bukan bahasa ‘Arab dan mencetak terjemah ini kebeberapa naskah agar dibaca orang yang tidak mengerti bahasa ‘Arab, sehingga dapat memahami kitab Allah SWT, dengan perantaraan terjemahan. Terjemah terbagi menjadi tiga macam yaitu: Terjemah maknawiyyah tafsiriyyah, Terjemah harfiyyah bi Al-mitsli dan Terjemah harfiyyah bi dzuni Al-mitsli.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kualitas dan hasil belajar, solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini…
ni untuk medeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 02 Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan selama II siklus, masing-masing siklus 2 pertemuan, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setelah dilakukan penelitian selama dua siklus diperoleh hasil belajar Matematika siklus I pertemuan 1 59,1% pada siklus I pertemuan 2 68,1%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 77,2% pada siklus II pertemuan 2 90,9%. Hasil pelaksanaan aktivitas pendidik siklus I pertemuan 1 75,7% pada siklus I pertemuan 2 81,8%. Meningkat pada siklus II pertemuan 1 87,8% pada siklus II pertemuan 2 93,9%. Aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 69,6% pada siklus I pertemuan 2 75,7%. Meningkat pada siklis II pertemuan 1 84,8% pada siklus II pertemuan 2 87,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.