Abstract:Perseroan Terbatas (PT) kerap kali menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajibannya, sehingga kepailitan sering menjadi solusi. Kepailitan merupakan penyitaan umum atas aset debitur yang dikelola oleh kurator di bawah pengawasan…
ngawasan hakim pengawas. Setelah PT dinyatakan pailit, kreditor akan menuntut pelunasan piutang mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyelesaian hak-hak kreditor pasca putusan pailit sesuai dengan peraturan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan mengkaji undang-undang dan teori hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila rencana perdamaian ditolak, PT akan memasuki fase insolvensi. Aset perusahaan dijual dan dibagikan berdasarkan asas pari passu prorate parte. Namun, regulasi mengenai kepailitan masih memiliki kekurangan, terutama terkait perlindungan terhadap kreditor konkuren.
Abstract:Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus, dengan gejala demam berlangsung lebih dari seminggu disertai dengan masalah dalam ganggaun pencernaan dengan atau tanpa adanya kehilangan kesadaran. Pemeriksaan…
tubex adalah salah satu uji serologi yang menguji aglutinasi kompetitif semikuantitatif untuk mendeteksi adanya antibodi IgM terhadap antigen lipopolisakarida (LPS) O9 Salmonella typhi dan tidak mendeteksi IgG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Hasil Pemeriksaan Tubex Pada Penderita Demam Tifoid di RSI Malahayati Medan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium RSI Malahayati Medan. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2024. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Sampel dalam penelitian ini adalah serum darah dari 73 orang pasien yang melakukan test tubex demam tifoid di RSI Malahayati Medan. Hasil penelitian mennjukkan bahwa dari 73 sampel yang diperiksa diperoleh hasil 28 sampel negatif (38,4%), 23 sampel positif kuat (31,5%) dan 22 sampel positif lemah (30,1%). Berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 39 orang (53,4%) dan laki-laki 34 orang (46,6%). Usia yang paling tinggi terkena demam tifoid yaitu usia 12-25 tahun sebanyak 31 orang (42,5%). Skor yang paling sering ditemukan adalah skor 0-2 (Negatif) dengan frekuensi 28 orang (38,4%).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi inklusif dalam pelatihan dan pengembangan karyawan yang dapat meningkatkan kinerja di tengah keberagaman. Di era globalisasi, keberagaman dalam organisasi semakin meningkat,…
ingkat, dan menjadi tantangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Oleh karena itu, penting untuk merumuskan strategi pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga mendorong keterlibatan, komunikasi efektif, dan kolaborasi antarbudaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan studi literatur atau library research. Temuan menunjukkan bahwa program pelatihan berbasis kesadaran budaya, pelatihan komunikasi antarbudaya, dan lokakarya inklusi dapat secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan dengan menciptakan suasana kerja yang lebih inklusif. Dukungan manajemen, komitmen karyawan, dan fleksibilitas dalam desain program pelatihan merupakan faktor kunci keberhasilan strategi ini. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan mengintegrasikan pendekatan pelatihan inklusif sebagai bagian dari kebijakan pengembangan sumber daya manusia, guna meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam lingkungan yang beragam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan metode kajian…
literatur yang komprehensif, penelitian ini mengungkap bahwa penerapan pelatihan berbasis teknologi, seperti e-learning, tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu tetapi juga efektivitas pelatihan dalam penyampaian materi. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan dengan pendekatan Management by Objectives (MBO) dan Human Resource Scorecard (HRSc) terbukti efektif dalam mendorong kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala yang umum dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya dukungan dari manajerial, yang berpotensi menghambat keberhasilan program pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan perusahaan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan globalisasi. Melalui strategi yang tepat, pelatihan SDM dapat menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.
Abstract:Keterampilan interpersonal, etos kerja, dan sikap profesional sangat penting untuk menciptakan tempat kerja yang bahagia dan efektif. Pengabdian seseorang terhadap pekerjaannya ditunjukkan dalam sikap profesionalnya, yang…
g tidak hanya mencakup perilaku yang pantas tetapi juga menumbuhkan lingkungan kerja yang memberdayakan. Dengan bertindak sebagai kompas moral dan memotivasi orang untuk bekerja secara terhormat dan bertanggung jawab, etika kerja menumbuhkan kepercayaan di antara rekan kerja. Sebaliknya, pengembangan keterampilan antarpribadi sangat penting untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi anggota tim, yang meningkatkan semangat kerja dan meningkatkan hasil. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan saling memperkuat; di satu sisi, keterampilan interpersonal yang kuat dapat membentengi etos kerja dan sikap profesional yang kuat, dan di sisi lain, sikap profesional dan etos kerja yang kuat akan meningkatkan keterampilan interpersonal. Oleh karena itu, dalam dunia kerja yang kejam, mengembangkan ketiga bidang ini sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan baik pada tingkat individu maupun organisasi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan literatur review, yang mengumpulkan referensi dari junal buku, dan penelitian terdahulu untuk melengkapi artikel ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sikap profesional, etika kerja, dan keterampilan interpersonal dalam meningkatkan produktivitas karyawan.
Abstract:Pengembangan keterampilan di era digital melalui program pelatihan merupakan hal perbincangan yang biasa bagi setiap karyawan untuk mengoptimaklan kinerja karyawannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif…
tif Metode ini melibatkan pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan penelitian sebelumnya, untuk membangun landasan teori yang kuat dan komprehensif.. Pentingnya pengembangan keterampilan melalui program pelatihan di era digital merupakan investasi bagi suatu perusahaan untuk masa depan dengan memiliki karyawan yang mampu berkembang dan menyesuaikan diri di era digital. Dengan adanya pelatihan pengembangan keterampilan yang disediakan oleh perusahaan guna menyongsong kinerja karyawan supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain dan mencapai tujuan awal perusahaan.
Abstract:Perkembangan teknologi yang pesat di era digital telah menciptakan tantangan baru bagi sumber daya manusia. Sehingga penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kompetensi yang dihadapi oleh sumber daya manusia…
anusia dalam menghadapi disrupsi digital. Fokus penelitian mencakup tentang strategi organisasi untuk meningkatkan kompetensi SDM di era digital, serta peran pemerintah dan pendidikan dalam meningkatkan kompetensi SDM diera digital. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi organisasi dalam mengembangkan program pelatihan dan pengembangan yang relevan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era digital.
Abstract:Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang berada dilingkungan Kota Tasikmalaya yang mengemban tugas di bidang perhubungan salah satunya mempunyai tugas mengelola mengenai parkir…
rkir oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Parkir. Adapun Peraturan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah Peraturan Walikota No.1 Tahun 2020 tentang Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. Hasil dari retribusi parkir tersebut masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah, namun masih berjalan dengan baik dari peraturan tersebut dikarenakan pencapaian target dari retribusi parkir dari tahun ke tahun tidak mencapai target yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan (Observasi, Wawancara dan Dokumentasi).
Berdasarkan hasil penelitian bahwa evaluasi kebijakan yang digunakan adalah teori William Dunn untuk evaluasi kebijakan yang mencakup 6 sub kajian yaitu: efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 dimensi tersebut 2 sub kajian menunjukkan kondisi yang baik yang mendukung keberhasilan kebijakan yaitu kajian efektivitas dan efisiensi. Sementara terdapat sub kajian yang memiliki kelemahan yaitu responsivitas, perataan, kecukupan dan ketepatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengaji pelatihan, pengembangan, dan keragaman sumber daya manusia di (SDM) di era digital yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dalam organisasi maupun perusahaan. Pelatihan dan pengembangan…
bangan SDM adalah elemen vital untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan daya saing perusahaan. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam manajemen SDM, termasuk penerapan teknologi canggih dan model kerja yang lebih fleksibel. Keragaman dalam SDM, meskipun memberikan peluang untuk inovasi dan pemahaman pasar yang lebih baik, juga menghadirkan tantangan yang memerlukan pengelolaan yang efektif. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan pendekatan manajemen yang tepat, termasuk perencanaan sistem kerja yang optimal dan pengembangan kemampuan karyawan. Model AMO (Ability, Motivation, Opportunity) digunakan sebagai kerangka untuk meningkatkan kinerja karyawan. Organisasi/perusahaan juga harus fokus pada analisis kebutuhan pelatihan, perancangan program, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan strategis, serta menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan efisiensi dan kepuasan kerja di tengah dinamika perubahan teknologi dan tuntutan pasar yang terus berkembang.
Abstract:Evaluasi kinerja adalah elemen krusial dalam meningkatkan perusahaan secara efisien dan efektif. Proses ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan atau program yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya manusia di…
dalam perusahaan. Untuk menilai kinerja setiap karyawan, dilaksanakan penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas kerja mereka agar lebih efektif. Penilaian ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan yang berkelanjutan dan untuk melakukan tindakan perbaikan jika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan deskripsi tugas yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan dengan cara yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang dianalisis adalah data sekunder, yang diambil dari berbagai sumber seperti jurnal. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa manajemen evaluasi kinerja karyawan memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan operasional perusahaan. Dengan kata lain, manajemen evaluasi kinerja karyawan berperan penting dalam mengarahkan proses yang harus dilakukan oleh perusahaan, seperti produksi, penjualan, dan pemasaran, agar dapat beroperasi secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan.