Search Articles & Publications

Showing 335 articles found for "Pari"

Keanekaragaman Dan Peran Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Ekosistem Papua Dan Indonesia

Jesica Agustina Amsamsium, Osiat Saram, Galuh Putri Windhani Utami
Abstract: Tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan non-vaskular yang memainkan peran ekologis kritis namun sering diabaikan dalam kajian biodiversitas hutan tropis Indonesia, khususnya Papua. Penelitian ini bertujuan… mengkaji keanekaragaman jenis, distribusi spasial, serta kontribusi fungsional Bryophyta terhadap ekosistem hutan hujan Papua dan hutan tropis Indonesia secara umum. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif lapangan menggunakan metode plot dan transek belt, dengan analisis kualitatif ekologi berbasis literatur komparatif. Data diperoleh dari survei simulasi realistis di lima tipe habitat hutan Papua (hutan dataran rendah, montane, rawa gambut, riparian, dan hutan sekunder), dilengkapi dengan data sekunder dari 18 jurnal ilmiah internasional dan nasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 312 spesies Bryophyta dari tiga kelas utama (Musci, Hepaticae, Anthocerotae), dengan indeks keanekaragaman Shannon (H') tertinggi ditemukan di zona hutan montane (H' = 4,21). Studi ini menemukan bahwa Bryophyta berkontribusi signifikan terhadap siklus hidrologi mikro (retensi air rata-rata 350-800% dari berat kering), siklus nutrisi, dan penyediaan habitat bagi mesofauna tanah. Research gap yang diisi adalah kurangnya data kuantitatif terpadu mengenai distribusi vertikal dan horizontal Bryophyta di ekosistem Papua yang selama ini terabaikan dalam peta biodiversitas nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya Bryophyta sebagai indikator kesehatan ekosistem dan implikasinya bagi konservasi hutan Papua.

Integration of Neuroscience Principles in Science Learning Media: A PICO-Based Systematic Literature Review

Winarni, Susi, Supena, Asep
Abstract: Science education at the elementary school level plays a crucial role in fostering scientific thinking, curiosity, and problem-solving skills from an early age. Nevertheless, science instruction in elementary schools often… en remains teacher-centered, verbalistic, and insufficient in promoting meaningful scientific literacy. In response to these challenges, neuroscience provides a theoretical and empirical foundation for designing learning media that align with how the brain processes, stores, and retrieves information. This study aims to systematically examine the integration of neuroscience principles into science learning media and their effects on elementary students' scientific literacy. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PICO framework (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Relevant peer-reviewed studies published between 2019 and 2024 were retrieved from Scopus, Google Scholar, ERIC, and DOAJ databases. The review followed four stages: identification, selection, quality appraisal, and thematic synthesis. The results indicate that neuroscience-based interventions—such as Augmented Reality (AR), Brain-Based Learning (BBL), interactive multimedia, and multisensory instructional strategies—consistently improve students' motivation, attention, conceptual understanding, critical thinking, and scientific literacy compared to conventional instructional approaches. The novelty of this study lies in its systematic synthesis of neuroscience-based science learning media through a PICO-oriented framework, highlighting the interaction between cognitive, affective, and technological dimensions of learning. The findings provide important implications for science education, particularly in guiding the development of neuroscience-informed learning media and instructional designs to enhance scientific literacy in elementary schools.

Profil Program Latihan Federasi Arung Jeram Indonesia Kabupaten Cilacap Tahun 2025

Kuat Leksono
Abstract: Olahraga Prestasi adalah Olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.… ragaan. Pembinaan olahraga prestasi memerlukan perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang maksimal. Arung jeram merupakan olahraga prestasi dan olahraga rekreasi yang biasa dilakukan di sungai-sungai yang memiliki arus deras ataupun air tenang dengan menggunakan perahu karet yang dikendalikan atau diarahkan oleh awak perahu. International Rafting Federation. Faktor yang memberikan dukungan agar tercapai prestasi olahra adalah dari pembinaan dan pembangunan olahraga itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan adanya persaingan yang ketat untuk mendapatkan prestasi olahraga yang masimal. Bersaingan ketat tersebut terjalin dalam kanca nasional maupun internasional. Ketertinggalan prestasi olahraga nasional merupakan masalah besar bagi sebuah bangsa. Inti dari tujuan olahraga itu sendiri merupakan pengembangan keharmonisan umat manusia secara paripuna. Kabupaten Cilacap terletak di ujung barat Jawa Tengah, kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten yang memiliki FAJI menjadi salah satu kabupaten yang di aliri air sungai serayu yang berhilir dilaut selatan tepatnya dikabupaten Cilacap. Walaupun kabupaten cilacap merupakan daerah pinggir laut yang dimana tidak memiliki sungai yang berjeram tidak mengurangi potensi kabupaten cilacap untuk tidak bisa berprestasi di olahraga arung jeram, banyak mahasiswa dari kabupaten cilacap yang mencari ilmu diluar kabupaten cilacap seperti di purwokerto kabupaten banyumas, mahasiswa tersebut dapat belajar di pencinta alam ataupun di unit kegiatan mahasiswa cabang olahraga arung jeram misalnya, sehingga menjadi potensi untuk pembinaan prestasi arung jeram untuk kabupaten Cilacap. Perkembangan prestasi Federasi arung jeram FAJI Cilacap dalam pelaksanaan program latihan sudah cukup bagus, dibuktikan dengan adanya program latihan. namun dalam aspek sarana prasarana harus perlu di optimalkan karena sarana prasarana adalah faktor penunjang untuk meraih prestasi yang bagus.  

Curriculum Analysis Of The Character Education System In Indonesia And Malaysia

Retno Anggraini, Ansori Ansori, Natal Kristiono, Rinovian Rais, Budi Mardikawati
Abstract: This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Malaysia, with a focus on the approach, implementation and effectiveness in shaping students' moral values ​​and character.… haracter. The aim is to identify similarities and differences between the two education systems, as well as provide recommendations for improving the quality of character education in Indonesia. The research method used is a literature study with a qualitative approach. The research results show that Malaysia integrates character education through special subjects such as Islamic and Moral Education, while Indonesia emphasizes the integration of character values ​​in all subjects through the 2013 Curriculum. However, both countries face challenges in implementation, such as a lack of teacher training and gaps between theory and practice. The research results also reveal that Malaysia places more emphasis on religious values ​​and multiculturalism in character education, while Indonesia focuses on the values ​​of nationalism and diversity. Nevertheless, both countries agree that character education plays an important role in forming a generation with noble and responsible morals. Recommendations from this research are the need to increase teacher training, strengthen collaboration between schools, families and communities, as well as develop a more contextual and applicable curriculum. By adopting best practices from Malaysia and adapting them to the local context, Indonesia can increase the effectiveness of character education in forming students who are not only academically intelligent but also have strong character.

Curriculum Analysis Of The Character Education System In Indonesia And Finland

Mumu Muzayyin Maq, Nasril Nasril, Oktosiyanti Oktosiyanti, Akhmad Ramli, Bernardus Agus Rukiyanto
Abstract: This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Finland. The focus of the research is to identify differences and similarities in the approach, implementation and effectiveness… ectiveness of character education in the two education systems. The research method used is a literature study with a qualitative approach. Data was collected through reviewing curriculum documents, education policies, and scientific articles related to character education in Indonesia and Finland. The research results show that Finland integrates character education holistically in all aspects of learning, while Indonesia still tends to separate character education as a separate subject. Apart from that, Finland emphasizes the formation of values ​​of independence, responsibility and collaboration through a student-centered approach, while Indonesia places more emphasis on religious values ​​and nationalism. The implication of this research is the need to reorient the character education curriculum in Indonesia to better integrate character values ​​in the entire learning process, as well as adopting best practices from Finland which have been proven effective in shaping students' character.

Islamic Education Management In The Society 5.0 Era: Building A Educational System That Is Responsive To Technological And Social Changes

Qur Rohman, Agus Fawait, Ahmadi Pramuja
Abstract: This research aims to analyze Islamic education management in facing the Society 5.0 era, characterized by the integration of digital technology in social and educational life. Using a mixed-methods approach, this research… ch collected quantitative data through surveys of 150 respondents from Islamic educational institutions and qualitative data through in-depth interviews with 15 school principals and pesantren administrators. The research results show that although technology has been adopted by most Islamic educational institutions, significant challenges arise related to infrastructure limitations, teachers' digital skills, and access disparities in various regions. Adaptive and technology-based leadership plays a crucial role in designing policies that support digital transformation in Islamic educational institutions. Moreover, the integration of Islamic values with technology has also proven to be important in maintaining the identity and morality of Islamic education. This research suggests the importance of intensive training for educators and equitable access to technology so that Islamic education management can be more responsive to social and technological changes, and capable of improving the quality of education in the future.

Pendekatan Analisis Rasio Keuangan Pemerintah dalam Menilai Kinerja Keuangan Daerah

Tuti Dharmawati, Ayu Puspita Rini, Ulvy Restiana Parintak
Abstract: Penelitian ini membahas pendekatan analisis rasio dalam melihat kinerja keuangan daerah melalui laporan keuangan pemerintah. Keuangan daerah yang sehat sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan sumber daya,… ya, sehingga evaluasi yang tepat terhadap kinerja keuangan diperlukan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, yang menganalisis jenis-jenis rasio dalam laporan keuangan pemerintah, serta metode analisis yang dipakai untuk menilai kinerja keuangan daerah. Jenis-jenis rasio yang dianalisis meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis vertikal, horizontal, rasio keuangan, dan benchmarking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun analisis rasio memberikan gambaran objektif dan relevan mengenai kondisi keuangan daerah, tantangan utama terletak pada ketersediaan data yang akurat dan kesesuaian rasio dengan kondisi spesifik daerah. Oleh karenanya, penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan standarisasi rasio dan meningkatkan kualitas laporan keuangan untuk mendukung analisis yang lebih efektif. Kesimpulannya, pendekatan analisis rasio dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk menilai kinerja keuangan daerah, namun memerlukan perbaikan dalam hal data dan standarisasi untuk meningkatkan efektivitas penerapannya.

Analysis of the Performance of Regional Government Treasurers in Compiling Reports and Accountability

Riska Latifa Alauddin Nur, Tuti Dharmawati
Abstract: This study aims to analyze the role of local government treasurers in regional financial management, especially in terms of administration and preparation of accountability reports. Based on the importance of accountability… ity and transparency in public financial management, treasurers play a key role in ensuring that regional budget management runs well. This study uses a qualitative method with a literature study approach . review ), where data were obtained from books, journals, laws and regulations, and regional financial reports. The analysis was conducted by exploring various concepts regarding the types of treasurers, their duties and authorities, and the challenges faced in the process of preparing regional financial accountability reports. The results of the study indicate that there are three types of regional government treasurers, namely expenditure treasurers, revenue treasurers, and goods treasurers, each of which has its own duties and roles in managing regional finances. The treasurer's duties include recording, reporting, and accountability for budget use, with great authority in managing regional funds. However, significant challenges are faced in the administration process , such as the complexity of the accounting system and limited competent human resources. In conclusion, to improve the quality of regional financial reports, improvements are needed in the financial information system, increased treasurer competence, and better coordination between treasurers and related agencies. Thus, regional financial management can be more transparent, accountable , and efficient

The Role of Fiscal Decentralization in Enhancing Regional Financial Independence in Indonesia

Tuti Dharmawati, Wa Ode Muhardiana, Wa Ode Aprisilia Z.A
Abstract: This study aims to analyze the role of fiscal decentralization in enhancing regional financial independence in Indonesia. Using a qualitative approach and literature review methodology, the research examines the role of… fiscal decentralization in promoting regional financial autonomy in Indonesia. The analysis compares the effectiveness of fiscal decentralization policies in fostering financial independence across various regions in the country. Fiscal decentralization has demonstrated positive impacts by granting regions greater freedom to determine development priorities and explore funding sources. Regions with strong economic potential and natural resources can increase their locally generated revenue (Pendapatan Asli Daerah or PAD) to support development. However, this policy also creates disparities among regions, where wealthier regions manage their finances independently while poorer regions remain reliant on central government transfers. Moreover, limited managerial capacity in some regions hampers the policy's effectiveness. Fiscal decentralization can strengthen regional financial independence if accompanied by enhanced financial management capacity and fiscal policy adjustments.

Analisis Tentang Pelatihan Keterampilan Pedgogik Terhadap Kinerja Guru Dalam Menerapan Model Pembelajaran Inovatif di Kelas 5B  MIS Darunnajah Cipining

Nailil Rizka Alfiyana, Khairina Bachtiar, Ahmad Parid
Abstract: Pelatihan dalam pedagogi adalah elemen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk menilai dampak pelatihan guru terhadap kinerja siswa dalam menerapkan… an model pengajaran inovatif di MI Darunnajah 2 Cipining. Sumber informasi untuk studi ini mencakup kepala sekolah, guru, atau siapa pun yang menjabat sebagai wali kelas, serta siswa di Kelas 5B. Teknik pengumpulan data menggunakan metode seperti analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara mendalam. Temuan studi menunjukkan bahwa pelatihan internal (IHT) secara signifikan meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif dan relevan. Lingkungan pembelajaran ini, bersama dengan kurikulum yang kaku dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memungkinkan guru untuk melakukan modifikasi pelajaran dan memanfaatkan teknologi terkini. Sebagai hasilnya, kualitas pendidikan meningkat dengan keterlibatan aktif siswa.