Abstract:Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menimbulkan dampak luar biasa bagi negara dan kelangsungan hidup rakyatnya. Korupsi sebagai kejahatan luar biasa memerlukan upaya penanganan yang luar biasa…
pula, khususnya dalam proses pembuktiannya. Pembuktian tindak pidana korupsi seringkali memerlukan peran dari ahli yang berasal beberapa disiplin ilmu guna memastikan bahwa benar tindak pidana korupsi telah terjadi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi keterangan ahli sebagai alat bukti dalam pembuktian tindak pidana korupsi dan sejauh mana kontribusi alat bukti keterangan ahli dalam meyakinkan hakim bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini adalah diajukannya keterangan ahli ke depan persidangan tindak pidana korupsi akan menambah keyakinan hakim tentang kebenaran dari alat bukti yang lainnya yang diajukan oleh penuntut umum, dan memperkuat keyakinan hakim untuk menjatuhkan putusan pemidanaan jika memang dari alat bukti yang ada terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi
Abstract:Ketidakhadiran siswa merupakan masalah kritis yang memengaruhi kualitas pembelajaran, keterlibatan akademis, dan tanggung jawab belajar. Dalam konteks sekolah menengah pertama swasta, masalah ini sering dipengaruhi oleh…
faktor internal dan eksternal yang saling terkait, sehingga memerlukan intervensi khusus melalui layanan konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling individual dapat meningkatkan kehadiran siswa di SMP Erlangga di Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga siswa dengan tingkat ketidakhadiran tinggi, serta konselor bimbingan, guru wali kelas, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual diimplementasikan melalui tahapan terstruktur, dimulai dari membangun hubungan yang mendukung antara konselor bimbingan dan siswa, eksplorasi mendalam terhadap sumber masalah, dan perencanaan langkah-langkah untuk perubahan perilaku. Ketidakhadiran siswa diketahui berhubungan dengan motivasi belajar yang rendah, tekanan emosional, kondisi keluarga, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung. Proses konseling juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu, penolakan awal dari siswa, dan keterlibatan orang tua yang kurang optimal. Meskipun demikian, layanan konseling menghasilkan perubahan positif dalam pola kehadiran siswa, motivasi, dan pengaturan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual, jika dilakukan secara konsisten dan disertai dengan kolaborasi aktif dengan guru wali kelas dan orang tua, dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kehadiran siswa dan mendukung perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Kampus V Parepare. Self-efficacy dipandang sebagai keyakinan…
yakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, sedangkan kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan penting dalam memahami, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan matematika secara logis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy dan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa PGSD, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,63 dan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan berpikir kritis matematisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Kampus V Parepare. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran matematika di PGSD untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa.
Abstract:berbasis mind mapping. Literasi numerasi merupakan kemampuan penting yang mencakup pemahaman konsep matematika, kemampuan berpikir logis, serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada praktiknya, banyak siswa…
mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan di SDN 50 Bonto Panno Kabupaten Pangkep pada bulan Januari hingga Maret 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi sebelum dan sesudah perlakuan, serta observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada literasi numerasi siswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis mind mapping. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,45 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest. Hasil uji N-gain diperoleh sebesar 0,53 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan mind mapping terhadap peningkatan literasi numerasi siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis mind mapping terbukti efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa sekolah dasar, baik dari segi hasil belajar maupun keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.
Abstract:Keberhasilan dalam pembelajaran tergantung pada metode yang digunakan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan ini membahas beragam metode pembelajaran pendidikan multikultural. Teknik analisanya menggunakan…
nakan analisis isi dengan memilah-milah data yang sesuai dengan fokus penelitian. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa metode untuk mengintegrasikan materi pembelajaran pendidikan multikultural, antara lain: (1) motode kontribusi diimplementasikan pada peserta didik TK dan SD kelas bawah (I, II, III); (2) metode aditif diimplementasikan pada peserta didik SD kelas atas (IV, V, VI) dan SMP yang sudah mulai mampu memahami makna; (3) metode transformasi diimplementasikan dalam melihat konsep, isu, tema, dan problem dari beberapa perspektif dan sudut pandang etnis; (4) metode aksi sosial diimplementasikan untuk peserta didik dalam melakukan kritik sosial, membuat keputusan, memperoleh pendidikan politis, menjadikan peserta didik reflektif dan partisipan terlatih dalam perubahan sosial. Selain itu, ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan multikultural, antara lain: metode pembiasaan, metode keteladanan, metode pemberian ganjaran, metode pemberian hukuman, metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, dan lain sebagainya. Seorang guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran bisa berjalan maksimal.
Abstract:Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk siswa sekolah dasar. Minimnya pemahaman akan literasi digital dan keamanan internet di kalangan siswa usia dini menjadi…
adi tantangan yang perlu segera diatasi untuk mencegah risiko digital seperti perundungan siber, pencurian data, hingga penyalahgunaan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep literasi digital dasar serta membentuk pemahaman siswa terhadap keamanan penggunaan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest dan posttest. Edukasi dilakukan kepada siswa kelas V SD Negeri 024 Rambah Samo dalam dua sesi, masing-masing berdurasi 90 menit, menggunakan modul ringkas dan video edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Instrumen berupa kuesioner divalidasi melalui expert judgment dan diuji cobakan kepada 45 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat capaian skor pemahaman dan paired sample t-test untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata total skor pemahaman siswa mencapai 84,18%, dengan peningkatan signifikan dari pretest (X̄ = 55,20) ke posttest (X̄ = 68,90) dengan nilai t-hitung = 9,452 dan p-value = 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi literasi digital efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan internet. Kesimpulannya, pendidikan literasi digital dasar merupakan strategi preventif yang penting untuk diterapkan sejak dini guna membekali siswa menghadapi dunia digital secara aman dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini difokuskan pada upaya pemetaan pelaksanaan penilaian pembelajaran berbasis teknologi digital pada jenjang sekolah dasar. Kajian ini mencakup jenis platform evaluasi yang digunakan, permasalahan yang dihadapi pendidik…
api pendidik dalam pelaksanaannya, serta sikap dan respons siswa terhadap sistem evaluasi berbasis digital. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara singkat dengan guru, serta penelusuran dokumen pendukung. Lokasi penelitian meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Sumatera Barat dan satu sekolah dasar swasta yang berada di Jakarta. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa penerapan evaluasi digital telah mulai dilakukan, namun tingkat pemanfaatannya berbeda-beda antar sekolah. Sebagian sekolah telah mengadopsi aplikasi berbasis daring seperti Wordwall, Quizizz, dan Google Form sebagai sarana penilaian hasil belajar. Di sisi lain, masih terdapat sekolah yang mempertahankan sistem evaluasi konvensional, meskipun penggunaan teknologi telah diterapkan pada tahap penyampaian materi pembelajaran.Pelaksanaan evaluasi berbasis digital menunjukkan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Penyajian evaluasi yang bersifat interaktif mampu mendorong peningkatan minat, partisipasi aktif, serta semangat siswa dalam mengikuti proses penilaian. Namun demikian, implementasi evaluasi digital belum sepenuhnya berjalan optimal karena adanya keterbatasan sarana pendukung, kendala jaringan internet, serta rendahnya penguasaan teknologi oleh sebagian guru.Secara umum, evaluasi pembelajaran berbasis digital berpotensi meningkatkan kualitas dan efektivitas proses penilaian di sekolah dasar. Agar penerapannya dapat berjalan secara maksimal, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan
Abstract:Penelitian ini bertujuan; Untuk mengetahui peningkatan maharah kalam pada kelompok peserta didik dengan efikasi diri tinggi kelas VIII SMPIT Makassar Islamic School Baruga Antang Makassar. Untuk mengetahui peningkatan maharah…
harah kalam pada kelompok peserta didik dengan efikasi diri rendah kelas VIII SMPIT Makassar Islamic School Baruga Antang Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik tahun ajaran 2022/2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik tahun ajaran 2022/2023. Sampel penelitian ini yaitu kelas VIII A dan B sebagai kelas eksperimen peserta didik SMPIT Makassar Islamic School Baruga Antang Makassar tahun 2023 sejumlah 50 orang. Terdapat perbedaan kemampuan maharah kalam peserta didik dengan efikasi diri tinggi dengan kemampuan maharah kalam peserta didik dengan efikasi diri rendah. Implikasi dalam penelitian ini adalah peserta didik akan mampu mencapai hasil belajar atau maharah kalam akan meningkat apabila peserta didik mempunyai efikasi diri yang tinggi.
Abstract:Selama ini proses kegiatan belajar yang terjadi di SMK Negeri 1 Bayung Lencir, proses pembelajaran hanya berpusat pada guru sedangkan siswa mendengarkan dan menerima konsep saja. Kegiatan belajar bersifat teacher center…
komunikasi hanya terjadi satu arah dan siswa kurang diberi kesempatan untuk membangun pengetahuan tersendiri sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran rendah. Kurang efektifnya penggunaan metode mengajar oleh guru dapat menyebabkan kemampuan siswa menguasai materi pelajaran yang disajikan tidak optimal. Siswa cenderung pasif dan kurang berminat melakukan aktivitas sehingga nilai hasil belajar pun menjadi rendah. Rendahnya hasil belajar PKn merupakan salah satu masalah di SMK Negeri 1 Bayung Lencir. Hal ini dapat dilihat dari hasil ujian semester PKn adalah rata-rata 50 di bawah indikator ketuntasan belajar 60 sebagaimana ditetapkan dalam standar ketuntasan belajar minimal 60. Pada Penelitian ini, penulis bukan hanya berperan sebagai peneliti namun juga sekaligus sebagai guru Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di kelas yang akan di teliti. Oleh karena itu penelitian ini merupakan bentuk penelitian tindakan guru sebagai peneliti. Jadi, peneliti terlibat langsung secara penuh selama proses penelitian, mulai dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model spiral dari Hopkins. Aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan metode Grup Investigation (GI) menunjukkan peningkatan yang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil persentase peserta didik pada siklus I (pertama) 74,7%, pertemuan siklus II (kedua) menjadi 84,1%, dan pertemuan siklus III (ketiga) meningkat menjadi 92%. Respon peserta didik terhadap proses pembelajaran dengan penerapan metode Grup Investigation (GI) pada materi Nilai-Nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara, menunjukkan peserta didik merasa senang dan mudah memahami materi yang diterapkan penelitinHasil belajar peserta didik kelas X TBSM 3 SMK Negeri 1 Bayung Lencir tahun pelajaran 2021/2022 mengalami peningkatan untuk kategori sangat baik dari 36,7 % pada tes akhir pertemuan pertama menjadi 80% pada tes akhir pada pertemuan kedua dan menjadi 90% pada tes akhir pertemuan ketiga.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kesesuaian materi pelajaran konservasi dengan tujuan pendidikan konservasi; 2 mengidentifikasi pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran materi konservasi di SAL;…
AL; dan 3) menilai dampak pendidikan konservasi terhadap perilaku dan kesaran siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Kesesuaian materi pelajaran konservasi dengan tujuan pendidikan yang relevan baik dalam konteks lokal maupun global, serta kemampuan materi tersebut untuk membangkitkan kesadaran dan keterlibatan siswa. Pendekatan pembelajaran yang sangat partisipatif, memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan konservasi praktis seperti penghijauan, pembersihan sekolah, dan jelajah alam. Dampak positif terhadap sikap peduli siswa terhadap lingkungan yang terlihat dalam peningkatan kesadaran dan keterampilan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Namun, ada beberapa kendala yang diidentifikasi, seperti keterbatasan sumber belajar dan kurangnya pengaturan materi yang lebih terperinci, terutama untuk siswa kelas 7, 8, dan 9. Pendidikan konservasi di SMP Alam Leuser dapat dijadikan model yang baik untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain, dengan memperhatikan pentingnya keterlibatan langsung siswa dalam tindakan konservasi serta pembelajaran berbasis kontekstual dan praktis.