Search Articles & Publications

Showing 338 articles found for "Religi"

Strategi Wali Kelas Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas V B MIS Darunnajah Cipining Bogor

Nurul Holifah, Misbakhudin Azka, Khairrina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh wali kelas dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas V B MIS Darunnajah Cipining Bogor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan… kenyataan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, seperti ketidaktepatan dalam tajwid, makharijul huruf, kefasihan bacaan, dan tartil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi wali kelas dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an meliputi: pendekatan individual kepada siswa, pembiasaan membaca setiap hari, kolaborasi dengan guru tahfidz, penguatan motivasi, serta evaluasi berkala. Faktor pendukung dalam strategi ini antara lain adanya kerja sama dengan orang tua dan lingkungan madrasah yang religius. Sedangkan faktor penghambatnya mencakup kurangnya motivasi beberapa siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan perbedaan tingkat kemampuan siswa. Dengan strategi yang tepat dan pendekatan yang menyeluruh, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat meningkat secara bertahap.

Peran Wali Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswi Di Kelas VIII MTs Darunnajah 2 Cipining

Tina Hartini, M. Yogi Saputra, Nur Azizah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam… lam pelaksanaan peran tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor krusial yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya dalam konteks pendidikan pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik wawancara mendalam dengan wali kelas, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining yang mewakili berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas menjalankan peran multidimensional dalam meningkatkan motivasi belajar siswi yang mencakup empat dimensi utama:Peran sebagai motivator dan fasilitator,Peran sebagai komunikator interpersonal, Peran sebagai pembimbing akademik dan personal, Peran sebagai penghubung dengan orang tua melalui sistem komunikasi. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik wali kelas, lingkungan pesantren yang religius dan kondusif, serta sistem pendidikan terpadu yang memungkinkan pembinaan holistik 24 jam. Faktor penghambat mencakup beragamnya latar belakang individual siswa, beban kerja berlebihan wali kelas, tantangan komunikasi dengan orang tua, dan keterbatasan teknologi pembelajaran modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan pendekatan pedagogik modern dengan nilai-nilai pesantren, serta dukungan sistem institusional yang memadai.

Optimizing The Strengthening Of Lecturer’s Professional Commitment Based On Local Wisdom And Organizational Support

Fitri Anjaswuri, Soewarto Hardhienata, Suhendra Suhendra
Abstract: This study aims to construct an integrated constellation model and determine optimal strategies for reinforcing lecturers’ professional commitment at leading private universities in Bogor. Utilizing the POP-SDM (Modeling… ng and Optimization of Management Resources) framework, the research integrates elements of local wisdom and organizational support within a systemic approach to human resource development. The exploratory qualitative phase involved in-depth interviews and focus group discussions to uncover major determinants influencing professional commitment. From the thematic analysis, four principal variables emerged—teamwork, organizational climate, religiosity, and work motivation—which were validated through expert judgment. Quantitative verification was subsequently performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique to examine both direct and indirect relationships among constructs. The analysis confirmed that all variables exert positive and significant effects on lecturers’ professional commitment, with work motivation being the most dominant factor. To refine improvement priorities, the SITOREM (Scientific Identification Theory for Conducting Operational Research in Educational Management) method was applied, identifying indicators that should be improved, maintained, or further developed. The findings offer empirical and practical insights, including: (1) a validated POP-SDM–based commitment model combining cultural and organizational dimensions; (2) evidence-based strategies to enhance lecturer professionalism; and (3) an optimization framework to guide sustainable lecturer development in higher education institutions.

Analisis Hermeneutik Dilthey Pada Antologi Puisi Deru Campur DebuKarya Chairil Anwar Dan Pemanfaatanya Sebagai Bahan Ajar UnsurEkstrinsik Puisi Kelas X

Asyifah, Ahmad Maskur Subaweh, Khoirul Fajri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna puisi-puisi dalam antologi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar dengan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji nilai-nilai yang terkandung… rkandung dalam beberapa puisi, khususnya nilai religius, moral, dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan fokus utama pada interpretasi makna serta penggalian nilai-nilai tersebut dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu. Sumber data yang digunakan dari tujuh puisi, yaitu: (1) Aku, (2) Selamat Tinggal, (3) Doa, (4) Sajak Putih, (5) Sebuah Kamar, (6) Senja di Pelabuhan Kecil, dan (7) Catetan Th. 1946. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dari Wilhelm Dilthey yang mengacu pada tiga konsep utama, yaitu Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ungkapan), dan Verstehen (pemahaman). Teknik analisis data berpusat pada penerapan metode hermeneutik dalam menginterpretasikan makna puisi, yang mencakup proses identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, seperti analisis larik dalam bait, analisis kata dalam larik, interpretasi makna, serta penyampaian pesan atau amanat dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Hermeneutik milik Wilhem Dilthey menunjukan (1) konsep Erlebnis meliputi: (a) pengalaman hidup Chairil Anwar. (2) konsep Ausdruck ini yaitu mendeskripsikan tentang bahasa kiasan, diiksi dan makna yang terdapat pada puisi. (3) konsep Verstehen meliputi: pemahaman tentang puisi karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa tema religius berisi imajinasi penyair tentang kejujuran, taubat, dan kepasrahan kepada Allah swt. Unsur imajinatif dalam puisi yang berhubungan dengan nilai-nilai moral memperlihatkan gambaran perilaku menyimpang, seperti kerakusan, kekuasaan yang dijalankan secara otoriter, penolakan terhadap kebenaran, penyebaran kebohongan, serta kemerosotan nilai-nilai etika dalam masyarakat. Dari perspektif sosial, puisi juga menyoroti realitas kehidupan rakyat yang masih dirundung kesengsaraan dan terbelit kemiskinan. Mereka mengalami kelaparan, kekurangan finansial, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa karya-karya Chairil Anwar merefleksikan beragam sisi kehidupan manusia secara mendalam dan luas.. Gaya penyampaian penyair yang menggunakan bahasa kiasan mampu membangkitkan emosi dan menyentuh hati pembaca, menjadikan puisinya mudah diterima dan dipahami secara mendalam.

Flipped Classroom in Islamic Education: A Systematic Review of Pedagogical Impact at Junior and Senior High School Levels

Syamsudin, Ahmad, Rofiani Rofiani, Andriyana Andriyana, Zul Andrivat, Azizah Nur Islami
Abstract: The flipped classroom model has increasingly been implemented as an alternative instructional approach in the digital era, including in Islamic Religious Education (IRE) at junior and senior high school levels. This article… cle aims to systematically examine eight empirical publications from 2021 to 2025 that explore the application of this model within IRE contexts. The review focuses on instructional design, pedagogical outcomes, and implementation challenges. Findings from the analyzed studies suggest that applying the flipped classroom model in IRE can enhance students’ cognitive understanding, foster learning motivation, and develop critical and collaborative thinking skills. However, the effectiveness of this model depends heavily on the quality of digital learning design, the teacher’s readiness to facilitate active learning, and the ability to meaningfully integrate Islamic values into the learning process. In addition, this model faces several challenges, including limitations in technological infrastructure, lack of professional teacher training, and the need for curriculum adaptation. This study highlights the importance of systemic support and digital competency development among educators to ensure that flipped classroom implementation is not merely a technical strategy, but a means of strengthening the spiritual dimension and core values of Islamic education in the digital age.

Analysis of the Influence of Motivation and Job Satisfaction on Employee Performance in the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs, Maluku Province

Suci Andini Slamet, Mohamad Arsad Rahawarin, Pieter Sammy Soselisa
Abstract: This study examines the influence of motivation and job satisfaction on employee performance at the Ministry of Religious Affairs in Maluku Province. Motivation and job satisfaction are critical factors that drive employee&#8230; ee productivity and create a conducive work environment. Using quantitative methods, data were analyzed through regression tests, including T-test, F-test, and determination coefficient analysis, to explore the relationships between these variables. The results indicate that motivation has a strong and significant positive effect on employee performance, supported by a regression coefficient of 0.661 and a significance level of p < 0.001. Similarly, job satisfaction also significantly impacts performance, with a coefficient of 0.325 and p < 0.001, although its influence is comparatively lower than motivation. The simultaneous effect of motivation and job satisfaction was confirmed by an F-value of 396.748 and an R² of 0.922, indicating that 92.2% of the variation in employee performance can be explained by these two factors. The findings emphasize the importance of fostering both motivation and job satisfaction to improve employee performance effectively. Therefore, organizations should develop policies that enhance motivation through rewards and career development opportunities, as well as improve job satisfaction by ensuring supportive working conditions and recognizing employee contributions.

Integration Of Artificial Intelligence In Learning Islamic Religious Education Based On Emotional Intelligence In Primary Schools

Dwi Priyanto, Annisa Nuraisyah Annas, Andi Fitriani Djollong, Khaerul Khaerul, Yasir Arafat
Abstract: This research aims to analyze the integration of artificial intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) learning based on emotional intelligence (EQ) in elementary schools in order to increase the effectiveness&#8230; s of adaptive and characterful learning. This study focuses on the use of AI to personalize teaching materials, strengthen spiritual values, and develop students' empathy and social skills through an EQ-based approach. The method used is literature study by analyzing various sources such as journals, books and articles related to AI, PAI and EQ-based learning. The research results show that AI integration can facilitate interactive and enjoyable learning, while the EQ approach strengthens students' internalization of religious and emotional values. However, its success depends on collaboration between technology, teachers and a curriculum oriented towards the holistic development of children. 

Curriculum Analysis Of The Character Education System In Indonesia And Malaysia

Retno Anggraini, Ansori Ansori, Natal Kristiono, Rinovian Rais, Budi Mardikawati
Abstract: This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Malaysia, with a focus on the approach, implementation and effectiveness in shaping students' moral values ​​and character.&#8230; haracter. The aim is to identify similarities and differences between the two education systems, as well as provide recommendations for improving the quality of character education in Indonesia. The research method used is a literature study with a qualitative approach. The research results show that Malaysia integrates character education through special subjects such as Islamic and Moral Education, while Indonesia emphasizes the integration of character values ​​in all subjects through the 2013 Curriculum. However, both countries face challenges in implementation, such as a lack of teacher training and gaps between theory and practice. The research results also reveal that Malaysia places more emphasis on religious values ​​and multiculturalism in character education, while Indonesia focuses on the values ​​of nationalism and diversity. Nevertheless, both countries agree that character education plays an important role in forming a generation with noble and responsible morals. Recommendations from this research are the need to increase teacher training, strengthen collaboration between schools, families and communities, as well as develop a more contextual and applicable curriculum. By adopting best practices from Malaysia and adapting them to the local context, Indonesia can increase the effectiveness of character education in forming students who are not only academically intelligent but also have strong character.

Curriculum Analysis Of The Character Education System In Indonesia And Finland

Mumu Muzayyin Maq, Nasril Nasril, Oktosiyanti Oktosiyanti, Akhmad Ramli, Bernardus Agus Rukiyanto
Abstract: This research aims to analyze the comparison of character education system curricula in Indonesia and Finland. The focus of the research is to identify differences and similarities in the approach, implementation and effectiveness&#8230; ectiveness of character education in the two education systems. The research method used is a literature study with a qualitative approach. Data was collected through reviewing curriculum documents, education policies, and scientific articles related to character education in Indonesia and Finland. The research results show that Finland integrates character education holistically in all aspects of learning, while Indonesia still tends to separate character education as a separate subject. Apart from that, Finland emphasizes the formation of values ​​of independence, responsibility and collaboration through a student-centered approach, while Indonesia places more emphasis on religious values ​​and nationalism. The implication of this research is the need to reorient the character education curriculum in Indonesia to better integrate character values ​​in the entire learning process, as well as adopting best practices from Finland which have been proven effective in shaping students' character.

Multiple Burden Perempuan dalam Perspektif Tafsir al-Qurthubi dan al-Maraghi: Studi Komparatif

Ma'rifah, Imroatul, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Tafsir al-Qurthubi dan al-Maraghi tentang "Multiple Burden Women" adalah topik yang menarik untuk melihat bagaimana dua ulama besar ini memaknai dan menafsirkan peran dan tanggung jawab perempuan dalam konteks sosial dan&#8230; religius. Tafsir al-Qurthubi dan Tafsir al-Maraghi adalah dua tafsir Al-Qur'an yang signifikan yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis beban ganda yang dihadapi perempuan dalam masyarakat. Tafsir al-Qurthubi, yang menggunakan pendekatan tradisional, menekankan peran penting perempuan dalam keluarga, seperti mendidik anak dan menjaga rumah tangga. Ia mengakui bahwa banyak perempuan mengalami kesulitan ketika harus menyeimbangkan tanggung jawab rumah tangga dengan keinginan untuk melakukan kontribusi di luar rumah. Sebaliknya, Tafsir al-Maraghi menawarkan perspektif yang lebih kontemporer dan progresif. Al-Maraghi menekankan betapa pentingnya mempertahankan hak-hak perempuan dan mendukung keadilan gender. Ia percaya bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam masyarakat dalam berbagai bidang sosial dan ekonomi, bukan hanya sebagai pengurus rumah tangga. Dia percaya bahwa perubahan sosial dan dukungan masyarakat dapat membantu perempuan mengatasi dua tantangan yang mereka hadapi. Studi ini menunjukkan bahwa, dengan membandingkan kedua tafsir ini, ada perbedaan yang signifikan dalam cara masing-masing tafsir memahami dan menawarkan solusi untuk masalah yang dihadapi perempuan. Hasil penelitian ini juga memberikan wawasan yang berharga untuk membangun pendekatan yang lebih adil dan mendukung perempuan di era modern, serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya peran perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga. Fokus penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang perspektif al-Qurthubi tentang perempuan dalam kaitannya dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan perempuan, khususnya tentang kedudukan dan hak perempuan yang dibahas dalam kitab tafsir al-Qurthubi.