Search Articles & Publications

Showing 3587 articles found for "Serta"

KETIMPANGAN GENDER DALAM IMPLEMENTASI PARTISIPASI PRIA PADA PROGRAM FAMILY PLANNING DI PROVINSI BANTEN

Rafa Thahirah, Amanda Putri Handriyanti, Ika Arinia Indriyany
Abstract: Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Indonesia memerlukan pengendalian melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun, partisipasi pria dalam program KB masih sangat rendah, khususnya di Provinsi Banten, sehingga… beban reproduksi tetap dominan pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran partisipasi pria dalam program KB, menilai responsivitas gender dalam implementasi kebijakan, serta mengidentifikasi kesenjangan antara desain dan praktik di tingkat daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen sebagai sumber data utama, meliputi laporan BKKBN, BPS, dan dokumen kebijakan daerah terkait KB. Analisis dilakukan dengan mengorganisir, mengkoding, dan mengidentifikasi tema utama sesuai kerangka Gender Responsiveness Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kebijakan KB nasional dan daerah sudah peka gender, tetapi implementasinya masih bersifat women-centric, dengan layanan dan sosialisasi lebih fokus pada perempuan. Faktor budaya patriarki, keterbatasan akses layanan untuk pria, dan kurangnya target khusus menyebabkan partisipasi laki-laki tetap rendah. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan dan program berbasis gender-responsive, peningkatan akses layanan KB pria, serta kampanye edukasi yang menargetkan pria untuk mendorong kesetaraan peran reproduksi dan efektivitas program KB di Provinsi Banten.  

Pengaruh Variasi Waktu dan Suhu Oven terhadap Daya Terima serta Kandungan Vitamin C, Kalium, dan Kafein Kopi Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) bagi Penderita Hipertensi

Syahildah, Maya Maulidiyah, Ismawati, Rita
Abstract:   Kopi buah mengkudu merupakan salah satu inovasi pangan fungsional yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman bagi penderita hipertensi karena mengandung kalium dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan mengetahui&#8230; ngetahui pengaruh variasi waktu dan suhu oven terhadap daya terima serta kandungan vitamin C, kalium, dan kafein kopi buah mengkudu ( Morinda citrifolia L. ) bagi penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×2 dengan suhu oven 80°C, 100°C, dan 120°C serta waktu pengovenan 10 dan 15 menit, sehingga diperoleh enam formula. Uji daya terima dilakukan pada 30 panel konsumen berdasarkan warna, aroma, dan rasa menggunakan skala hedonik enam tingkat. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney , sedangkan rumus terbaik ditentukan melalui metode De Garmo, nilai rata-rata, dan Metode Perbandingan Eksponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu dan suhu oven berpengaruh signifikan terhadap daya terima warna (p<0,001), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap aroma (p=0,061) dan rasa (p=0,117). Formula terbaik adalah F6 pada suhu 120°C selama 15 menit dengan rata-rata keseluruhan 4,46. Hasil laboratorium menunjukkan vitamin C 0,6818±0,03 g/100 mL, kalium 4.400,53 mg/100 g, dan kafein tidak terdeteksi. Kopi buah mengkudu berpotensi menjadi alternatif minuman bagi penderita hipertensi. Kata Kunci: kopi buah mengkudu, hipertensi, daya terima, vitamin C, kalium, kafein

Hubungan Antara Asupan Zat Gizi Makro Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya

Putri, Nindya Setyo, Dini, Cleonara Yanuar
Abstract: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya memerlukan keseimbangan antara asupan zat gizi dan aktivitas fisik untuk mempertahankan status gizi optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis&#8230; nganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 98 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan recall 3×24 jam, kuesioner IPAQ-SF, serta pengukuran tinggi dan berat badan. Analisis dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden perempuan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,60), protein (p=0,15) lemak (p=0,13), karbohidrat (p=0,69), maupun aktivitas fisik (p=0,09) dengan status gizi. Pada responden laki-laki, hanya asupan energi yang berhubungan signifikan dengan status gizi (p=0,01; r=0,3), sedangkan asupan protein (p=0,20), lemak (p=0,06), karbohidrat (p=0,47), dan aktivitas fisik (p=0,49). Disimpulkan bahwa asupan energi berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa laki-laki, tetapi tidak pada mahasiswa perempuan. Kata Kunci : aktivitas fisik, asupan zat gizi makro, mahasiswa, status gizi

Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Vitamin B12 dengan Risiko Malnutrisi pada Pasien Parkinson

Pifianigela Sinaga, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko malnutrisi pada pasien Parkinson akibat gejala motorik dan non-motorik yang diperburuk oleh asupan zat gizi makro dan vitamin B12 yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan&#8230; ertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi pada pasien penyakit Parkinson di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik consecutive sampling pada 76 responden. Data dikumpulkan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan kuesioner Mini Nutritional Assessment – Long Form (MNA-LF). Analisis data menggunakan uji Pearson untuk variabel asupan karbohidrat, protein, dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi serta uji Spearman rho untuk variabel asupan lemak dengan risiko malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan arah negatif antara asupan karbohidrat (p=0,001; r=-0,368), asupan protein (p=0,003; r=-0,340), asupan lemak (p=0,003; r=-0,337), dan asupan vitamin B12 (p=0,014; r=-0,282) dengan risiko malnutrisi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi pada pasien penyakit Parkinson di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya.

Hubungan Antara Status Gizi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Keluhan CTS Pada Mahasiswa UKM UNESA Esport

Ayuwaskitowati, Beta, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi gangguan neuropati yang terjadi akibat penekanan saraf medianus pada carpal tunnel di pergelangan tangan dengan gejalanya yaitu nyeri, mati rasa, dan kesemutan. CTS juga merupakan&#8230; upakan salah satu cedera yang dapat dialami oleh para gamer di seluruh dunia akibat gerakan pergelangan tangan yang menekuk dan dipertahankan dalam waktu lama serta gerakan jari yang berulang. Pada beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pemain game online mengalami keluhan CTS dikarenakan aktivitas fisik yang berat, durasi bermain lebih dari dua jam dengan frekuensi bermain lebih dari dua kali dalam seminggu dan melakukan ≥ 30 kali per menit gerakan repetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS pada mahasiswa UKM UNESA Esport. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa anggota UKM UNESA Esport sebanyak 85 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner identitas responden, kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnare Long Form (IPAQ-LF) dan kuisioner keluhan CTS yaitu Boston Carpal Tunnel Syndrom Questionnaire (BCTSQ). Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS (p = 0,258). Sedangkan, untuk tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS dan terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS.

Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Mahasiswa S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya

Ismatul Karimah
Abstract: Gizi kurang dan gizi berlebih menjadi masalah gizi yang terjadi di indonesia saat ini. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu aktivitas fisik dan konsumsi junk food. Pola makan seperti konsumsi&#8230; junk food dapat menyebabkan risiko kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa gizi Universitas Negeri Surabaya tergolong sering mengonsumsi junk food serta memiliki aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain Cross-sectional dengan total sampel berjumlah 87 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-SF dan konsumsi junk food diukur menggunakan FFQ. Status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri, kemudian menghitung IMT untuk melihat status gizi responden. Analisis menggunakan uji normalitas berupa Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis Korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada variabel aktivitas fisik, konsumsi junk food dan IMT yaitu 0,000<0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman rank pada aktivitas fisik yaitu 0,140 >0,05, dan hsil uji hipotesis pada konsumsi junk food yaitu 0,733>0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya.

Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Usia Dewasa Dengan Masalah Utama Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean Sleman Yogyakarta

Ardani Putri, Nareza Alfa, Isnaeni, Yuli
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan&#8230; ngkatkan risiko komplikasi yang serius. Tujuan: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada tahap usia dewasa dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Padukuhan Genitem. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada keluarga Tn. N di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pendekatan keperawatan keluarga. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Tn. N mengalami hipertensi dengan tekanan darah 160/130 mmHg serta memiliki keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, pencegahan, dan perawatan hipertensi. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan dan demonstrasi senam hipertensi. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, keluarga mampu memahami masalah hipertensi dan mampu mendemonstrasikan senam hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga pada penderita hipertensi.   Kata Kunci : asuhan keperawatan keluarga, hipertensi, senam hipertensi, manajemen kesehatan

Hubungan Citra Diri Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang

Rinda Putri Wahyuni, Diana Arianti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak&#8230; pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja.  34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil penelitian  diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh  (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Pengaruh Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization dan Manual Therapy terhadap Penurunan Nyeri Myofascial Pain Syndrome pada Usia Dewasa

Anugrah Perdana, Noraeni Arsyad, Dini Nur Alpiah
Abstract: Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya myofascial trigger point yang menimbulkan nyeri lokal maupun nyeri alih, kekakuan otot, serta keterbatasan fungsi gerak.&#8230; erak. Kondisi ini banyak terjadi pada populasi usia dewasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas kerja. Berbagai intervensi fisioterapi telah digunakan untuk menangani MPS, di antaranya Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) dan manual therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IASTM dan manual therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed pada rentang tahun 2017–2024. Artikel yang dipilih merupakan penelitian dengan desain randomized controlled trial dan quasi-experimental yang mengevaluasi parameter nyeri menggunakan instrumen seperti Visual Analog Scale (VAS), Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Pressure Pain Threshold (PPT), dan Neck Disability Index (NDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa baik IASTM maupun manual therapy mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal pada pasien MPS. IASTM juga menunjukkan peningkatan ambang nyeri tekan dan peningkatan range of motion pada beberapa penelitian. Secara keseluruhan, kedua intervensi tersebut dapat direkomendasikan sebagai pendekatan fisioterapi berbasis evidence-based practice dalam penanganan Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa.

Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang

Anggia Flosty Amarha, Sari Indah Kesuma, Conny Oktizulvia
Abstract: Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya&#8230; a personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.