Search Articles & Publications

Showing 4015 articles found for "Dari"

Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stress Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2025

Fadila, Setiadi Syarli, Tomi Jepisa
Abstract: Lansia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Penuaan juga berdampak pada kondisi psikologis seperti stres. Indonesia sekitar 83,1% lansia mengalami stres diantaranya 49,2% mengalami tingkat stres sedang hingga sangat… angat berat dan 33,9% berada dalam tingkat stres ringan. Sumatera barat lansia yang mengalami stres 18,5%. Salah satu terapi non farmakologi menurunkan tingkat stres terapi relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy eksperiment dengan desain one group pretest-postest. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data data dilakukan tanggal 07 – 11 Juli 2025. Populasi seluruh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih berjumlah 110 dengan sampel 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan Uji Paired T-Test Sample. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif 24,67. Rata-rata stres sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif 13,42. Ada Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terapi relaksasi otot progresif berpengaruh pada terhadap stres lansia Sabai Nan Aluih Sicincin. Diharapkan melalui pimpinan panti sosial tresna werdha dapat menambahkan program terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama 20 menit.

Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang

Salsabilla Putri Gunawan, Diana Arianti, Setiadi Syarli
Abstract: Chronic Kidney Disease (CKD) menimbulkan gangguan fisik dan psikologis, termasuk kelelahan, nyeri, dan keterbatasan aktivitas akibat terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini memicu kecemasan dan gangguan tidur melalui&#8230; i keluhan seperti gatal, nyeri otot, dan sering buang air kecil pada malam hari. Berdasarkan data dari SKI 2023 kasus gagal ginjal kronis sebanyak 638.178 kasus di Indonesia dan di wilayah Sumatera Barat sebesar 0,23%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Populasi penelitian sebanyak 100 pasien. Data dikumpulkan selama 6 hari yaitu tanggal 16-21 April 2025 menggunakan metode total sampling sebanyak 100 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil kurang dari separuh sebesar 42 (42,0%) responden termasuk dalam kecemasan kategori sedang, lebih dari separuh 61 (61,0%) responden termasuk dalam kualitas tidur kategori buruk. Hasil uji  chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur dengan p-value-0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang.  Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap aspek psikologis pasien dan melakukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi spiritual untuk membantu menenangkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien menjadi lebih baik.

Hubungan Citra Diri Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Kelas VIII SMP Negeri 12 Padang

Rinda Putri Wahyuni, Diana Arianti, Edo Gusdiansyah
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak&#8230; pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja.  34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Berdasarkan hasil penelitian  diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh  (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.

Pengaruh Edukasi Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pendidikan Seksualitas Pada Remaja Di SMPN 18 Padang Kota Padang

Sherly Adrianti, Syalvia Oresti, Rischa Hamdanesti
Abstract: Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual&#8230; sual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.

Pengaruh Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization dan Manual Therapy terhadap Penurunan Nyeri Myofascial Pain Syndrome pada Usia Dewasa

Anugrah Perdana, Noraeni Arsyad, Dini Nur Alpiah
Abstract: Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya myofascial trigger point yang menimbulkan nyeri lokal maupun nyeri alih, kekakuan otot, serta keterbatasan fungsi gerak.&#8230; erak. Kondisi ini banyak terjadi pada populasi usia dewasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan produktivitas kerja. Berbagai intervensi fisioterapi telah digunakan untuk menangani MPS, di antaranya Instrument-Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) dan manual therapy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IASTM dan manual therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa. Penelitian menggunakan metode narrative review dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed pada rentang tahun 2017–2024. Artikel yang dipilih merupakan penelitian dengan desain randomized controlled trial dan quasi-experimental yang mengevaluasi parameter nyeri menggunakan instrumen seperti Visual Analog Scale (VAS), Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Pressure Pain Threshold (PPT), dan Neck Disability Index (NDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa baik IASTM maupun manual therapy mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan serta meningkatkan fungsi muskuloskeletal pada pasien MPS. IASTM juga menunjukkan peningkatan ambang nyeri tekan dan peningkatan range of motion pada beberapa penelitian. Secara keseluruhan, kedua intervensi tersebut dapat direkomendasikan sebagai pendekatan fisioterapi berbasis evidence-based practice dalam penanganan Myofascial Pain Syndrome pada usia dewasa.

Pengaruh Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Krja Puskesmas Andalas

Lutfi Dwi Acpa, Ledia Restipa, Rika Syafitri
Abstract: Lansia memiliki risiko jatuh yang tinggi akibat penurunan fungsi keseimbangan dan kekuatan otot postural. Pada Puskesmas Andalas, sekitar 60% lansia tergolong berisiko jatuh sedang hingga tinggi berdasarkan skor Berg Balance&#8230; ance Scale (BBS). Latihan Tandem Walking Exercise (TWE) merupakan metode yang dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TWE dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dari Maret-Agustus 2025 dengan pengambilan data antara 26 Mei-21 Juni 2025. Populasi penelitian ini mencankup seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Sampel yang diambil sebanyak 17 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi TWE dilakukan selama 4 minggu (3 sesi/minggu, 10 menit/sesi), dengan resiko jatuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata resiko jatuh sebelum di lakukan tandem walking exercise pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas yaitu 24.88 dan rata-rata resiko jatuh sesudah di lakukan tandem walking exercise pada lansia yaitu 50.41 dengan selisih 23.59 serta adanya pengaruh signifikan dari latihan tandem walking exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia, dengan p-value 0,000.  Kesimpulan penelitian ini ada Pengaruh Dari Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas untuk menerapkan TWE sebagai intervensi keperawatan guna meningkatkan keseimbangan lansia dan mencegah jatuh pada lansia.

Hubungan Penggunaan Media Sosial (Tiktok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Sman 2 Palu

Dinda Fradina Putri, Sisilia Ramang, Widyawati L. Situmorang
Abstract: Remaja sangat rentan mengalami gangguan pola tidur yang buruk salah satu penyebabnya yaitu penggunaan media sosial dapat mengakibatkan gangguan pola tidur, penglihatan serta gangguan psikologis seperti stress dan depresi,&#8230; , tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 644 orang jumlah sampel 86, dengan teknik pengambilan sampel Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dari 86 responden (siswa) Uji yang dipakai adalah  uji chi square, dengan hasil penelitian mayoritas responden yaitu 72,1%, menunjukkan pengunaan TikTok yang aktif sebanyak 62 responden, dimana terdiri dari 37 orang (43,0%) yang berpendapat bahwa tidak terdapat gangguan pola tidur atau memiliki pola tidur yang baik, dan berdasarkan hasil uji chi square, didapatkan p value: 0,000 (p value ≤ 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada Hubungan Penggunaan Media Sosial (TikTok) Dengan Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu. Kesimpulan sebagian besar Penggunaan Media Sosial (TikTok) secara aktif Pada Remaja SMAN 2 Palu dan sebagian besar Kejadian Gangguan Pola Tidur Pada Remaja SMAN 2 Palu masuk pada ketori buruk. Saran dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan peneliti selanjutnya sebagai masalah baru yang dapat diteliti yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutaman kualitas tidur remaja karena kualitas tidur yang baik dapat meningkatan kestabilan emosional.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penjamah Makanan dalam Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan di Rumah Makan Kelurahan Padang Pasir Tahun 2025

Wela Anggun Sari, Desi Sarli, Alkafi3
Abstract: Penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kota Padang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, hanya 73% cakupan tempat pengolahan makanan yang memenuhi&#8230; emenuhi syarat hygiene sanitasi di Kota Padang. Berdasarkan data Puskesmas Padang Pasir, pada Kelurahan Padang Pasir tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi hanya 66,67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan dari 13 s/d 19 Juni 2025 pada 21 rumah makan di Kelurahan Padang Pasir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjamah makanan di kelurahan Padang Pasir dan sampel sebanyak 52 penjamah makanan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% perilaku penjamah makanan kurang baik, 42,3% mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 48,1% mempunyai sikap negatif, dan 40,4% memiliki pengawasan sanitasi yang kurang baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,006) dan pengawasan (p=0,031) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan. Serta tidak ada hubungan antara sikap (p=0,501) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan tahun 2025.Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pengawasan dengan perilaku penjamah makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada seluruh penjamah makanan tentang penerapan hygiene sanitasi makanan yang baik.

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Insyra Inaya Putri, Ledia Restipa, Helmanis Suci
Abstract: Lansia (lanjut usia) orang yang berusia ≥60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi salah satunya mengalami fungsi penurunan jantung (perubahan fungsional) atau tekanan darah tinggi. Ini adalah masalah&#8230; salah kesehatan umum yang bisa berdampak serius jika tidak dikelola dengan baik. Kota Padang tahun 2023 mencatat kejadian hipertensi mencapai 165.555 jiwa dan Puskesmas Belimbing pada tahun 2023 penderita hipertensi mencapai 4895 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data penelitian dilakukan dari tanggal 7-21 Juli 2025 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia melakukan kunjungan ke Puskesmas Belimbing dari bulan Mei-Juli sebanyak 473 lansia, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 41 responden. Data dikumpul melalui rekam medik dan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square. Hasil penelitian banyak didapatkan (48.8%) mengalami krisis hipertensi dan (29.3%) hipertensi stadium II, banyak didapatkan (39%) mengalami stres berat dan (34.1%) mengalami stres sedang. Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025 (p=0,001). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan Kepada tenaga kesehatan Puskesmas agar melibatkan keluarga dalam perawatan lansia hipertensi dan melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal sebulan sekali. Keluarga diharapkan aktif mengelola stres lansia dengan dukungan emosional, lingkungan tenang, serta mendorong relaksasi dan aktivitas fisik ringan.

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Petugas Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkolosis Paru Di Puskesmas Andalas

Anjeli Sri Murni, Fanny Ayudia, Febby Irianti Deski
Abstract: Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis. Penyakit ini umumnya menyerang pada paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti kelenjar, selaput otak, kulit,&#8230; ulit, tulang, dan persendian. Sumatera Barat tahun 2024 mencatat kasus tuberkulosis paru sebanyak 8.277 kasus dan Puskesmas Andalas menjadi kasus tuberkulosis paru tertinggi yaitu 126 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Andalas tahun 2025. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif desain cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Andalas Kota Padang dari bulan Maret sampai Agustus 2025 dan pengambilan data dilakukan dari tanggal 7-25 Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru sebanyak 33 orang, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian lebih dari separuh (63.6%) tidak patuh minum obat, lebih dari separuh (57.6%) dukungan keluarga tidak mendukung dan lebih dari separuh (60.6%) peran petugas kesehatan kurang baik. Ada hubungan dukungan keluarga (0,0013) dan peran petugas kesehatan (0,040) dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Andalas tahun 2025. Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru. Saran, Melalui kepala Puskesmas dan penanggung jawab program tuberkulosis paru diharapkan dapat meningkat upaya penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara berkala melalui kegiatan edukasi kesehatan,serta diperkuat dengan media informasi seperti leaflet dan poster yang ditempel dipuskesmas,sehingga pasien lebih memahami pentingnya minum obat secara teratur.