Search Articles & Publications

Showing 4015 articles found for "Dari"

Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Briliana Pratiwi, Syalvia Oresti, Hidayatul Rahmi
Abstract: Perilaku perawatan kaki yang kurang baik pada pasien diabetes melitus sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti, selalu memberikan pelembap pada sela jari kaki, menggunakan sendal jepit, berjalan tanpa alas kaki.&#8230; i. Hal ini terjadi karena rendahnya efikasi diri. Rendahnya efikasi diri dapat dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik,seperti penglihatan dan mobilitas, serta adanya penyakit (komorbiditas), membuat pasien kurang yakin untuk melakukan perawatan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 75 responden diambil secara purposive sampling dari total 286 pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing. Pengumpulan data dilakukan pada 16 Mei-05 Juni 2025 menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang baik dan 52% responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi efikasi yang terjadwal, sehingga angka komplikasi seperti ulkus diabetikum dan amputasi dapat diminimalisir, serta kualitas hidup pasien diabetes melitus.

Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Mapaddegat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2024

Isauli Saragi, Fadillah Ulva, Nizwardi Azkha
Abstract: Puskesmas Mapaddegat dalam tiga tahun terakhir dari tahun 2021 sampai 2023 mengalami penurunan jumlah kunjungan. Persentase indeks kepuasan pasien di Puskesmas Mapaddegat tahun 2021 sebesar 31,45%, tahun 2022 sebesar 29,00%,&#8230; 00%, dan tahun 2023 sebesar 18.89%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mapaddegat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-November 2024, pengambilan data dilakukan pada tanggal 18-25 November 2024. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien yang berkunjung ke puskesmas, jumlah sampel sebanyak 96 responden yang diambil secara Quota Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate menggunakan uji statistic. Hasil penelitian menunjukkan 52,1% pasien menyatakan dimensi kehandalan tidak bermutu, 57,3% pasien menyatakan dimensi daya tanggap tidak bermutu, 55,2% pasien menyatakan dimensi jaminan tidak bermutu, 57,3% pasien menyatakan dimensi bukti fisik tidak bermutu, 53,1% pasien menyatakan empati tidak bermutu, 54,2% pasien menyatakan kepuasan pasien tidak puas. Ada hubungan kehandalan (p=0,001 ), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,001), bukti fisik (p=0,001), dan empati (p=0,001) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mapaddegat Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2024. Terdapat hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mapaddegat. Diharapkan Puskesmas Mapaddegat dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan berdampak terhadap kepuasan pasien seperti meningkatkan waktu pelayanan pendaftaran yang cepat, memberikan informasi yang jelas dan mudah di mengerti, dan lebih fokus lagi dalam melakukan pelayanan.   

Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Penggunaan Smartphone Pada Remaja Kelas VIII Di SMP Negeri 25 Padang Pada Tahun 2025

Rani Ramadani, Amelia Susanti, Diana Arianti
Abstract: Penggunaan smartphone di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi, hiburan, dan media sosial. Menurut APJII (2024), 98% remaja menggunakan smartphone, sementara data dari Badan Pusat&#8230; sat Statistik Sumatera Barat (2024) menunjukkan bahwa 67,78% remaja memiliki akses ke smartphone. Penggunaan berlebihan ini membuat remaja kesulitan mengelola waktu, mengurangi konsentrasi, sering menunda-nunda tugas, dan mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang Tahun 2025, dengan pengumpulan data dilakukan pada 26-28 Mei 2025. Populasi penelitian terdiri dari 261 siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang pada tahun 2025. Sampel sebanyak 72 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik sampling acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner MSLQ, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 45,8% remaja memiliki motivasi belajar rendah, sementara 44,4% memiliki penggunaan smartphone yang tinggi. Secara bivariat, terdapat hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Diharapkan guru dapat meningkatkan program pendidikan tentang penggunaan smartphone yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Smartphone use among adolescents is increasing along with easier acces to information, entertainment, and social media. According to APJII (2024), 98% of adolescents use smartphones, while data from the West Sumatra Statistics Agency (2024) shows that 67,78% of adolescents have acces to smartphones. This excessive use makes it difficult for teenager to manage their time, reduces their concentration, causes them to frequently procrastinate, and affects their motivation to learn. This study aims to determine the relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in August 2025, with data collection carried out on May 26-28, 2025. The study population consisted of 261 eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. A sample of 72 respondents was taken using the Slovin formula with random sampling technique. Data collection was conducted using observation sheets and MSLQ questionnaires,analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 45,8% of adolescents had low learning motivation, while 44,4% had high smartphone usage. Bivariate there is a relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. It is hoped that teachers can improve educational programs on healthy smartphone use and create a create a conducive learning environment.

Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli

Asmawati, Sringati, Elin Hidayat
Abstract: Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah.  Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol,&#8230; l, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Rw 5 Dan Rw 9 Kelurahan Jati Kota Padang Tahun 2024

Amanda, Fanny Ayudia, Afzahul Rahmi
Abstract: Puskesmas Andalas merupakan puskesmas dengan kasus hipertensi tertinggi dari 23 puskesmas di Kota Padang tahun 2022 sebanyak 14.161 orang. Puskesmas Andalas menargetkan penderita hipertensi yang dilayani sesuai standar sebanyak&#8230; ebanyak 3.248 orang, dengan pencapaian 3.215 orang (98,98%). Jika hipertensi tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan perkembangan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RW 5 dan RW 9 Kelurahan Jati Kota Padang pada bulan Maret 2024 – Februari 2025. Populasi pada penelitian adalah lansia yang berada di RW 5 dan RW 9 Kelurahan Jati Kota Padang sejumlah 495 orang. Sedangkan, sampel penelitian sebanyak 74 orang diambil dengan teknik cluster random sampling menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (27%) mengalami hipertensi, 7 responden (9,5%) memiliki pola makan yang tidak baik, 36 responden (48,6%) melakukan aktivitas fisik ringan dan 38 responden (51,4%) mengalami stress pada kategori berat. Ada hubungan antara pola makan (p=0,014) dan aktivitas fisik (p=0,021). Selain itu, tidak ada hubungan antara stress (p=0,147) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kejadian hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik dan stress.menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan berlemak serta mampu melakukan aktivitas yang dapat mencegah stress dan hipertensi.

Efektivitas Relaksasi Lima Jari Terhadap Kecemasan Pasien Penyakit Ginjal Kronik Menjalani Hemodialisis: Literatur Review

Adit, Aditya Nugraha, Sriyati, Widiastuti
Abstract: Latar Belakang: Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kecemasan, yang berdampak pada kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Hipnosis lima jari merupakan teknik relaksasi non-farmakologis&#8230; kologis yang potensial untuk mengurangi kecemasan. Tujuan: Meninjau efektivitas teknik relaksasi lima jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode: Literature review dilakukan dengan mengumpulkan dan mensintesis penelitian dari Google Scholar dan Garuda periode 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “five-finger hypnosis relaxation technique,” “anxiety,” dan “chronic kidney disease” beserta padanannya dalam bahasa Indonesia. Kesimpulan: Hipnosis lima jari merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk menurunkan kecemasan pasien PGK yang menjalani hemodialisis, baik secara mandiri maupun dikombinasikan dengan teknik relaksasi lain.

Efektifitas Tindakan Hipnosis Lima Jari Dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Pasien Post Operasi Mastektomi Di Bangsal Cendana 3 Rsup Dr Sardjito Yogyakarta

Muhammad Afif Risky Pradana, Sriyati
Abstract: Latar belakang: Gangguan pola tidur sering terjadi pada pasien paliatif dengan karsinoma mamae akibat nyeri, kecemasan, dan kelelahan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis seperti relaksasi&#8230; ksasi napas dalam dan hipnosis lima jari dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui efektifitas tindakan hipnosis lima jari dan teknik relaksasi napas dalam untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi mastektomi. Metode: studi kasus pada pasien berusia 58 tahun dengan diagnosa gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan meliputi observasi pola tidur, modifikasi lingkungan, serta edukasi teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari selama dua hari. Hasil: Pasien melaporkan tidur lebih nyenyak, tidak mudah terbangun, dan mampu melakukan teknik relaksasi secara mandiri.Skor indikator tidur meningkat dari 3 menjadi 5 pada seluruh aspek. Simpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari efektif meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan pasien paliatif dengan karsinoma mamae. Saran: Disarankan agar perawat menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari sebagai intervensi rutin dalam manajemen gangguan tidur pasien paliatif

Hubungan Kualitas Tidur dan Masa Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Perawat Di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025

Nesa Triyulita Nesa, Gusrianti, Yulia
Abstract: Menurut hasil survey PPNI tahun 2023 didapatkan 50,9% perawat yang bekerja di empat provinsi di Indonesia mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Provinsi Sumatera Barat (2023) didapatkan hasil&#8230; asil kelelahan kerja pada perawat sebesar 59,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Rasidin Padang pada bulan Maret sampai Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD dr. Rasidin Padang sebanyak 180 orang dengan sampel sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,3% perawat mengalami kelelahan kerja, sebanyak 53,8% perawat memiliki kualitas tidur yang buruk dan sebanyak 63,1% perawat memiliki masa kerja yang berisiko (>5 tahun). Terdapat hubungan kualitas tidur (p-value= 0,000) dan masa kerja (p-value= 0,000) dengan kelelahan kerja pada perawat. Terdapat hubungan hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Disarakan kepada Direktur RSUD. dr. Rasidin Padang, agar dapat dijadikan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan khususnya petugas keperawatan tentang hubungan kualitas tidur dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat..

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Bengkel Las

Ahyan Windra Pratama, Nurul Prihastita Rizyana, Dian Paramitha Asyari
Abstract: Kecelakaan dan penyakit akibat kerja, terutama pada sektor informal seperti bengkel las yang memiliki risiko tinggi. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi upaya penting untuk meminimalkan risiko tersebut. Namun, tingkat&#8230; ingkat kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada pekerja bengkel las di Kecamatan Koto Tangah Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bengkel las di Kecamatan Koto Tangah sebanyak 399 orang, dengan sampel 80 orang yang diambil menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,8% pekerja tidak menggunakan APD secara lengkap, 36,3% memiliki pengetahuan rendah, 76,3% memiliki sikap negatif, dan 42,5% pengawasan kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan Tingkat pengetahuan dengan penggunaan APD (p-value = 0,000), Sikap dengan penggunaan APD (p-value = 0,012), Pengawasan dengan penggunaan APD (p-value = 0,026). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan pengawasan dengan penggunaan APD pada pekerja bengkel las. perlunya peningkatan edukasi dan pelatihan K3 secara berkala, pengadaan APD yang sesuai standar, serta pengawasan yang lebih ketat dan konsisten dari pemilik bengkel maupun pihak terkait untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD.  

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dan Peran Kader dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025

Aulia Putri Monika, Gusrianti, Fadhilatul Hasnah
Abstract: Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2024, prevalensi stunting di dunia mencapai 149 juta anak (22%). Di Indonesia, angka stunting masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Di Kota Padang, data Dinas Kesehatan tahun&#8230; ahun 2023 menunjukkan prevalensi di Puskesmas Anak Air sebesar 9,24%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang krusial yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif serta potensi produktivitas masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus tahun 2025. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sebanyak 634 orang. Waktu pengumpulan data di lakukan pada 12 Juli s/d 23 Agustus 2025, dengan sampel 85 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% balita mengalami stunting, 56,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 45,9% kader memiliki peran kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita (p=0,049). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader dengan kejadian stunting pada balita (p=0,122). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Diharapkan Puskesmas Anak Air dapat memberikan informasi dan masukan terkait faktor-faktor penyebab stunting pada balita