Search Articles & Publications

Showing 3124 articles found for "Analisis"

Analisis Emosi Kesedihan Tokoh Jim dalam Novel Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye: Kajian Teori Kubler-Ross

Aulia Hera Yuanti, Dalmashinta Pratidina Sukma Putri, Eva Dwi Kurniawan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bentuk emosi kesedihan yang dialami tokoh Jim dalam novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis emosi  tokoh utama… tama novel Harga Sebuah Percaya menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hasil analisis novel Harga Sebuah Percaya yakni dapat disimpulkan bahwa, emosi tokoh Jim dalam novel Harga Sebuah Percaya karya Tere Liye mengandung unsur emosi negatif atau kesedihan. Faktor utama penyebab emosi tersebut dikarenakan kehilangan kekasihnya bernama Nayla. Jim menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya Nayla yang meminum racun. Jim mengalami depresi yang membuat dirinya mengurung diri dan berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam. Dengan data yang didapat, dianalisis menggunakan teori kesedihan 5 stages of grief yang dikemukakan oleh Elisabeth Kübler-Ross meliputi: penyangkalan, marah, menawar, depresi, dan penerimaan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan [1] membaca keseluruhan isi novel, [2] mendalami teori untuk analisis, [3] mencari dan mencatat bagian-bagian yang penting, [4] mengklasifikasikan data berdasarkan masalah yang diteliti, [5] mengambil kesimpulan.

Efektivitas Pengembalian Kerugian Negara Dari Tindak Pidana Korupsi

Efendi, Edi, Rizky Novridoni, Widodo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dasar hukum dari penerapan pengembalian kerugian negara hasil tindak pidana korupsi, bagaimana efektivitas pengembalian kerugian negara dari hasil tindak pidana korupsi dan faktor-faktor… aktor-faktor yang menghambat pengembalian kerugian negara hasil dari tindak pidana korupsi. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu memahami permasalahan hukum dan kemudian mengkonstuksikannya dalam rumusanrumusan masalah yang akan diteliti secara deskriptif-analitis yang bertujuan untuk menggambarkan putusan pengadilan dari pengembalian kerugian negara hasil tindak pidana korupsi dan dianalisa menggunakan Undang-undang dan Peraturan terkait pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Analisis dengan membandingkan data yang diperoleh melalui bahan hukum primer yaitu Peraturan Perundangundangan mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan bahan hukum sekunder yaitu Putusan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembalian kerugian negara hasil dari tindak pidana korupsi belum efektif. Total kerugian negara dari 3 Putusan yang diteliti adalah sebesar Rp 27.737.325.000 (dua puluh tujuh miliar tujuh ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah), sedangkan total pengembalian kerugian negaranya hanya sebesar Rp 5.478.394.664 (lima miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu enam ratus enam puluh empat rupiah). persentase dari efektivitas pengembalian kerugian negara dari ketiga studi kasus tersebut adalah 19,75 % hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dari laporan Kejaksaan RI Tahun 2016, total pembebanan uang pengganti. Rp 26.055.995.222 (dua puluh enam miliar lima puluh lima juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu dua ratus dua puluh dua rupiah). jumlah uang pengganti yang telah selesai dibayarkan sebesar Rp 103.609.000 (seratus tiga juta enam ratus sembilan ribu rupiah) dari total 109 perkara tindak pidana korupsi yang dibebankan uang pengganti

Analisis Novel Seperti Hujan Yang Jatuh ke Bumi karya Boy Candra Kajian Segitiga Cinta ROBERT J. STERNBERG

Umadiyan, Salsabila, Amelia, Ersa, Eva Dwi Kurniawan
Abstract: Bentuk cinta merujuk pada karakteristik khusus di mana cinta diungkapkan atau dialami dalam hubungan antar individu. menyelidiki konsep cinta yang terdapat dalam novel “Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi” karya Boy Candra… dra dengan menggunakan kerangka teori Sternberg tentang bentuk-bentuk cinta. Penelitian ini menggunakan peran psikologi sastra sebagai analisis penelitian yang penting dalam memahami karakter dan psikologi tokoh, serta dinamika emosi dan interaksi sosial yang terkandung dalam karya sastra. penelitian ini melibatkan analisis mendalam terhadap karakter tokoh, perasaan, dan konflik yang tergambar dalam narasi sastra. Teori Sternberg menggambarkan cinta sebagai suatu kombinasi dari komponen intim, passion, dan commitment.Penelitian ini mengungkapkan bahwa hubungan antara tokoh Kevin dan Nara dalam novel ini mencerminkan bentuk cinta sempurna. Komitmen yang kuat dari Kevin terhadap Nara, hasrat yang mendalam yang mereka miliki satu sama lain, dan kedekatan emosional yang mereka rasakan menegaskan bahwa hubungan mereka adalah bentuk cinta yang sempurna. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang representasi cinta dalam karya sastra.

Strategi Pendidikan Dan Pembelajaran PAI Berbasis Penemuan (Discovery Based Learning) Di Mi Hidayatul Mubtadiin Jrakahpayung Kecamatan Tulis Batang

Winarno, Sugeng Sholehuddin, Muhammad Hufron
Abstract: Artikel ini dibuat bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, mendeskripsikan strategi perencanaan pelaksanaan model pembelajaran PAI berbasis discovery learning, mendskripsikan jenis… pembelajaran berbasis discovery learning, mengetahui kelebihan dan keutamaan model pembelajaran berbasis discovery learning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif . Untuk Analisis data peneliti lakukan dengan cara reduksi data. Dengan adanya strategi pendidikan dan pembelajaran PAI berbasis discovery learning diharapkan proses belajar maupun pembelajaran PAI dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mengajar. Ini bisa saja efektif karena Model discovery learning menempatkan peserta didik pada lingkungan yang dikondisikan dalam bentuk desain pembelajaran yang eksploratif, dimana peserta didik berperan secara aktif dalam belajar di kelas dengan melakukan eksplorasi bahan pelajaran. Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran fikih yang menumbuhkan kemampuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai ajaran Islam dalam bahan pelajaran secara intens yang kemudian dapat diterapkan dan dilaksanakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Discovery Learnin

Pemikiran Essensialisme Dalam Filsafat Pendidikan

Suroso, Sugeng Sholehuddin
Abstract: Essensialisme adalah aliran filsafat. Mazhab esensialisme berpendapat bahwa pandangan-pandangan yang mudah berubah, tidak mempunyai arah dan ketidakpastian, mudah goyah muncul karena pendidikan bertumpu pada landasan pandangan-pandangan… dangan-pandangan yang fleksibel dalam segala bentuknya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan pustaka. Sedangkan pendekatan kepustakaan adalah penelitian yang menggunakan analisis data berdasarkan dokumen teks, bahan pustaka berupa catatan terbitan, buku, jurnal, surat kabar, manuskrip, jurnal atau artikel. Pandangan esensialisme mengenai pembelajaran adalah bahwa pembelajaran dimulai dari jiwa manusia, kemudian jiwa menyesuaikan diri dengan lingkungannya kemudian ditambah dan dikurangi pada generasi berikutnya. Keuntungan dari Esensialisme adalah membantu memulihkan pokok bahasan dan mengakui perubahan dalam masyarakat. Sedangkan kelemahan aliran Esensialisme adalah orientasinya yang terikat pada tradisi, tidak adanya kesatuan pemikiran di antara para tokoh aliran ini, dan terhambatnya kreativitas di kalangan siswa

Komersialisasi Pendidikan Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Alifiani Purwaningrum, Moh Sugeng Sholehuddin, Muhammad Hufron
Abstract: Artikel ini membahas tentang komersialisasi pendidikan di Indonesia mengacu pada dua situasi yang berbeda. Pertama, adanya lembaga pendidikan yang menawarkan program dan fasilitas berkualitas tinggi, namun dengan biaya pendidikan… endidikan yang sangat tinggi sehingga hanya dapat diakses oleh orang-orang kaya yang mempunyai kemampuan ekonomi. Kedua, adanya lembaga pendidikan yang lebih fokus memungut biaya pendidikan tinggi tanpa mengutamakan peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini penulis akan mendalami pengertian komersialisasi pendidikan dan permasalahan komersialisasi pendidikan. Komersialisasi pendidikan atau komersialisasi pendidikan seringkali dikaitkan dengan kebijakan atau langkah yang memposisikan pendidikan sebagai sektor jasa yang diperdagangkan. Penulis menerapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berparadigma kualitatif, sehingga secara historis pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, yaitu tidak melibatkan analisis data kuantitatif. Dari segi objek penelitian, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian sejarah yang melibatkan analisis dokumen terstruktur. Penelitian ini berfokus pada kajian pemikiran seorang tokoh, yang didasarkan pada karya tulis yang dihasilkan oleh tokoh tersebut, seperti buku dan sumber informasi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, sehingga teknik dokumentasi menjadi pendekatan yang relevan. Melalui artikel ini penulis bermaksud menggali lebih dalam, hal ini bertujuan agar kita sebagai pelaku maupun korban dapat memahami permasalahan komersialisasi pendidikan, sehingga buku ini dapat menyikapinya dengan sebaik-baiknya. Komersialisasi pendidikan secara tidak langsung juga menimbulkan kesenjangan di antara pihak-pihak yang terlibat. bermodal dan pihak yang bermodal kecil. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ivan Illlich dalam Benny Susanto (2005: 119), “komersialisasi pendidikan dianggap sebagai misi lembaga pendidikan modern untuk melayani kepentingan pemilik modal dan bukan sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas”. Akibatnya, tidak tercapainya pendidikan yang humanis dalam proses pendidikan karena komersialisasi pendidikan, menurut Satriyo Brojonegoro, hanya bisa dinikmati oleh pihak-pihak tertentu yang mempunyai modal untuk mengakses pendidikan. (Hartini, 2011: 16).

Pengaruh kualitas Pelayanan Dan Kuliatas Produk Tehadap Loyalitas Konsumen Pada Toko Azzahra Parfum Di Kota Sintang

Yeni, Wulan Purnama Sari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap loyalitas konsumen pada Toko Azzahra Parfum di Kota Sintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Toko Azzahra&#8230; zzahra Parfum Kabupaten Sintang dengan sampel berjumlah 100 responden dengan menggunakan teknik pengumpulan sampling purposive. Adapun metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan persamaan regresi yaitu Y= 3,887+0,31x1+0,246x2+e. Koefesien korelasi menunjukkan nilai R sebesar 0,657, yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel kualitas pelayanan (X1) dan kualitas produk (X2) terhadap loyalitas konsumen (Y) memiliki hubungan kuat. Koefesien determinasi menunjukkan nilai R2 sebesar 0,420, yang berarti pengaruh variabel kualitas pelayanan dan kualitas produk secara simultan terhadap variabel loyalitas konsumen adalah sebesar 43,2% dan dipengaruhi variabel lain diluar penelitian sebesar 56,8%. Hasil Uji t menunjukkan nilai sig kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen 0,521 > 0,05 dan nilai t hitung 0,644 < 1,984 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen, nilai sig kualitas produk terhadap loyalitas konsumen adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 5,709 > 1,984 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen. Hasil uji F menunjukkan nilai sig untuk pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk secara simultan terhadap loyalitas konsumen sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 36,877 > F tabel 3,09, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang verarti terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk secara simultan terhadap loyalitas konsumen.

Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Mengenai UU No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kota Padang: Sistematik Literatur Review

Nabila Azzahra, Aldri Frinaldi, Rembrandt
Abstract: Salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi adalah mengenai pengelolaan sampah. pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia masih banyak yang tidak ramah lingkungan. Sebagai pusat Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat,&#8230; Kota Padang menghasilkan timbunan sampah yang sangat banyak, hal ini dapat dilihat pada data timbunan sampah di Kota Padanf pada tahun 2021 yang diperoleh dari  data  SIPSN  (2021)  sekitar  233.385,96  ton/tahun. Kebijakan pengelolaan sampah dalam hal ini sangat memerlukan landasan hukum sehingga pelaksanaan pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien. pemerintah   telah menggunakan   wewenangnya   dalam memberikan   kepastian   hukum   serta   kejelasan   tanggung   jawab   dengan diundangkannya  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2008  tentang  Pengelolaan Sampah  yang  tujuannya  untuk  mengurangi  masalah  sampah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode tinjauan sistematis (Systematic Literatur Review) dengan mendapatkan 11 artikel relevan untuk direview. Hasil dari penelitian tersebut  Pemerintah telah menetapkan kebijakan yang mengatur pengelolaan sampah secara komprehensif, termasuk tanggung jawab pemerintah dalam merancang kebijakan nasional, norma, dan prosedur terkait pengelolaan sampah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah dengan memisahkan jenis sampah, menghindari pembakaran, dan mengikuti peraturan terkait. Selain itu, pengelolaan sampah di Kota Padang melibatkan pengumpulan secara teratur, pengolahan seperti daur ulang dan pengomposan, serta upaya edukasi masyarakat. Regulasi dan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Analisis Potensi Pelanggaran Etika Menuju Pemilu Serentak Tahun 2024

M. Edi Saputra, Aqnes Chandra Kirana, Rama Danti, Puji Lestari, Firdausy Andika Wighuna, Baby Ana Retno Utami
Abstract: Kode Etik Penyelenggara Pemilu, secara umum, merupakan seperangkat prinsip moral, etika, dan filsafat yang bersifat bersatu, berfungsi sebagai pedoman bagi perilaku Penyelenggara Pemilu dalam bentuk kewajiban atau larangan,&#8230; an, tindakan, dan/atau pernyataan yang pantas atau tidak pantas bagi Penyelenggara Pemilu untuk diucapkan. Pemilu serentak tahun 2024 merupakan pemilu yang cukup menantang bagi penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu. Dimana pemilu ini mencakup Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPR dan DPD, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tentu saja, hal ini menambah kompleksitas dalam pelaksanaan, terutama dengan rekrutmen penyelenggara di tengah-tengah tahapan. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap potensi isu etika dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia selama pemilu serentak 2024. Artikel ini didasarkan pada sumber pustaka, data sekunder yang dimiliki oleh penulis, atau data yang diperoleh dari pihak ketiga. Data sekunder dari data yang tersedia mengenai pola pelanggaran etika digunakan sebagai dasar analisis. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, masyarakat umum meyakini bahwa potensi isu pelanggaran etika dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia pada pemilu serentak 2024 tidak akan jauh dari prinsip etika mendasar seperti bersikap mendukung salah satu kekuatan politik, konflik kepentingan, menerima suap, dan menjadi tidak transparan. Beberapa kejadian, seperti yang berkaitan dengan standar profesionalisme KPU dan Bawaslu, pelanggaran terhadap prinsip kepastian hukum, dan pelanggaran terhadap prinsip independensi, kemungkinan akan terulang di masa depan.

Profil Karir Bimbingan Konseling Di Sekolah: Pendekatan Kuantitatif Melalui Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik

Rochani, Tati Maryati, Aisyah Choinun Salsabila, Alfira Putri Sabila, Assifa Sulistia Rahmawati, Dwi Rindiyani, Fawziyah Ikeyashah Mahrani, Febi Handayani, Ilham Ba’iyattulhusna, Widya Rayi Pangestika, Yositria Nopia Rizki, Yunia Rahayu Ningsih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil bidang layanan bimbingan konseling di sebuah lembaga pendidikan, dengan memperhatikan frekuensi dan distribusi peserta didik dalam setiap bidang layanan. Data diperoleh&#8230; dari 844 peserta didik melalui survei yang membagi bidang layanan menjadi empat kategori: Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karir. Hasil menunjukkan bahwa 31,28% peserta didik membutuhkan pelayanan bimbingan pribadi, menyoroti kepentingan besar pada aspek kesejahteraan emosional dan manajemen stres. Bidang layanan sosial memiliki presentase yang lebih rendah (14,10%), mengindikasikan potensi untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan keterampilan interpersonal peserta didik. Bidang layanan belajar menonjol dengan presentase 24,17%, menunjukkan kebutuhan yang signifikan untuk pengembangan strategi pembelajaran dan peningkatan keterampilan akademik. Sementara itu, bidang layanan karir menarik perhatian sebanyak 30,45%, menandakan minat tinggi dalam panduan karir, pemilihan jalur karir, dan persiapan ke dunia kerja. Implikasi temuan ini menyoroti urgensi untuk mengembangkan program bimbingan konseling yang lebih terfokus, mencakup penguatan aspek-aspek pribadi, sosial, dan belajar. Rekomendasi mencakup perluasan program kesejahteraan emosional, merangsang keterlibatan sosial, meningkatkan strategi pembelajaran, dan pengembangan program karir. Dengan merespons temuan ini, lembaga pendidikan dapat meningkatkan efektivitas layanan bimbingan konseling mereka, memastikan pemenuhan kebutuhan peserta didik secara holistik.