Abstract:Abstract: Education is only one area that has felt the effects of the exponential growth in computing power. Data processing and decision-making have grown more dependent on the use of information technology systems. Manually…
ually selecting extracurricular activities at Panti Budaya Private High School causes kids to lose sight of what interests them and what they're good at. Because of this, kids may stop participating in extracurricular activities and never discover their true passions. Hence, it is necessary to have a decision-support system that can appropriately suggest extracurricular activities to kids according to their abilities. The purpose of this study is to develop and construct a recommendation system that makes use of the MCDM technique, more especially the ELCTRE method, which stands for the Elimination and Choice Translation Reality. By applying predefined criteria to a set of alternatives, this approach can choose the optimal one. The goal of this approach is to help students reach their full potential by recommending extracurricular activities that are both relevant and accurate.
Keywords: decision support system; extracurricular activities; student potential; MCDM; ELECTRE
Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu bidang yang merasakan dampak dari pertumbuhan eksponensial dalam daya komputasi. Pemrosesan data dan pengambilan keputusan semakin bergantung pada penggunaan sistem teknologi informasi. Memilih kegiatan ekstrakurikuler secara manual di SMA Swasta Panti Budaya menyebabkan anak-anak kehilangan minat pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka kuasai. Karena hal ini, anak-anak mungkin berhenti berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan tidak pernah menemukan gairah sejati mereka. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat secara tepat menyarankan kegiatan ekstrakurikuler kepada anak-anak sesuai dengan kemampuan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan membangun sistem rekomendasi yang memanfaatkan teknik MCDM, khususnya metode ELCTRE, yang merupakan singkatan dari Elimination and Choice Translation Reality. Dengan menerapkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya pada serangkaian alternatif, pendekatan ini dapat memilih yang optimal. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dengan merekomendasikan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dan akurat.
Kata kunci: sistem pendukung keputusan; kegiatan ekstrakurikuler; potensi siswa; MCDM; metode ELECTRE
Abstract:Abstract: In today's digital era, small businesses like Banana Chips By Risa face significant challenges in enhancing relationships and services to customers. This research identifies various issues related to technology…
adoption, including the lack of an online purchasing system, minimal product information, and limited flavor variations. In an increasingly competitive context, the application of information technology becomes crucial to meet the ever-evolving customer expectations. This study aims to design an E-CRM system that can support more effective customer relationship management. E-CRM is a technology-based tool that collects and stores customer data, enhances communication, personalizes services, and analyzes data for better decision-making. Additionally, this system integrates a digital loyalty program expected to increase customer engagement. Several questions arise from the issues faced, including: how to effectively implement an online purchasing system, steps to improve product information, and how to develop new flavor variations that align with customer preferences. The research results indicate that the implementation of E-CRM not only enhances operational efficiency but also strengthens long-term relationships between the business and customers, supporting success in a business environment increasingly influenced by technology.
Keywords: e-crm; digital technology; customer loyalty; product Information.
Abstrak: Di era digital saat ini, usaha kecil seperti Banana Chips By Risa menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan hubungan dan pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai masalah terkait adopsi teknologi, termasuk kurangnya sistem pembelian daring, minimnya informasi produk, dan keterbatasan varian rasa. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, penerapan teknologi informasi menjadi krusial untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem E-CRM yang dapat mendukung pengelolaan hubungan pelanggan secara lebih efektif. E-CRM adalah alat berbasis teknologi yang mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan, meningkatkan komunikasi, mempersonalisasi layanan, serta menganalisis data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Selain itu, sistem ini juga mengintegrasikan program loyalitas berbasis digital yang diharapkan dapat meningkatkan keterikatan pelanggan. Beberapa pertanyaan yang muncul dari masalah yang dihadapi termasuk: bagaimana cara mengimplementasikan sistem pembelian daring yang efektif, langkah-langkah untuk meningkatkan informasi produk, serta cara mengembangkan varian rasa baru yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-CRM tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang antara usaha dan pelanggan, mendukung keberhasilan dalam lingkungan bisnis yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.
Kata kunci: e-crm; teknologi digital; loyalitas pelanggan; informasi produk
Abstract:Abstract: The rapid advancement of information technology requires companies to enhance efficiency in supply chain management. RO Aquatub, a business engaged in manufacturing bathtubs, often faces issues such as delays in…
n raw material procurement, manual stock recording, and the absence of an integrated system with suppliers. These problems impact the overall production process efficiency. This study aims to develop a web-based Supply Chain Management (SCM) system to optimize the raw material inventory management at RO Aquatub. The system development follows the waterfall model, consisting of requirement analysis, system design, implementation, and testing phases. The system is designed to serve three main entities: admin, supplier, and manager, with key features including stock management, material purchase requests, live chat, and transaction reports. The results of system testing using the black box method indicate that all features function as intended. The system improves stock management efficiency, speeds up communication with suppliers, and supports decision-making by providing accurate and real-time data. With this system, RO Aquatub can manage its production operations more effectively and more controlled manner.
Keywords: Supply Chain Management; Raw Material Inventory; Information System, RO Aquatub; Web-Based System
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok. RO Aquatub merupakan usaha yang bergerak di bidang pembuatan bathub, namun dalam praktiknya sering mengalami kendala seperti keterlambatan pengadaan bahan baku, pencatatan stok yang masih manual, serta tidak adanya sistem terintegrasi dengan supplier. Permasalahan tersebut berdampak pada kurang optimalnya proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) berbasis web guna mengoptimalkan pengelolaan persediaan bahan baku pada RO Aquatub. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan waterfall, dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem dirancang untuk memfasilitasi tiga entitas utama yaitu admin, supplier, dan pimpinan, dengan fitur utama seperti manajemen stok, pengajuan pembelian bahan, live chat, serta laporan transaksi. Hasil pengujian menggunakan metode black box menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berjalan sesuai fungsinya. Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan stok, mempercepat proses komunikasi dengan supplier, serta membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan real-time. Dengan adanya sistem ini, pihak RO Aquatub dapat menjalankan operasional produksi secara lebih efektif dan terkontrol.
Kata kunci: Supply Chain Management; Persediaan Bahan Baku; Sistem Informasi; RO Aquatub; Web
Abstract:Abstract: The development of information technology has significantly influenced various aspects of life, including the way participants are selected for training programs. One example of its application can be seen in the…
he Vocational Skills Education Program (PKK) in the hair beauty sector at LKP LADY in Asahan Regency. The previous manual participant selection process was considered inefficient and prone to errors. Therefore, this study aims to design a Decision Support System (DSS) based on the Additive Ratio Assessment (ARAS) method to support a more objective, transparent, and structured participant selection processThe implementation results show that the system is capable of generating participant rankings. Of the total 25 registered participants, the system successfully displayed 16 participants with the highest scores. The participant with the highest ranking was Kholina Zuhro who obtained a utility value of 0.7688. By implementing this system, the selection process at LKP LADY becomes faster, more efficient, and fairer because decisions are based on systematically determined criteria, thereby improving the quality of training results and confidence in the selection process.
Keywords: : information technology; decision support systems; ARAS; PKK; selection of participants
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi sangat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara dalam menyeleksi peserta pelatihan. Salah satu penerapannya dapat dilihat pada Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bidang kecantikan rambut di LKP LADY Kabupaten Asahan. Proses seleksi peserta yang sebelumnya dilakukan secara manual dinilai kurang efisien dan rawan kesalahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis metode Additive Ratio Assessment (ARAS) guna mendukung proses seleksi peserta secara lebih objektif, transparan, dan terstruktur. Sistem ini dirancang untuk memproses data peserta berdasarkan sejumlah kriteria seperti usia, tingkat pendidikan terakhir, pengalaman kerja, status pekerjaan, riwayat penyakit, dan jarak tempat tinggal dari lokasi pelatihan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan perangkingan peserta. Dari total 25 peserta yang didaftarkan, sistem berhasil menampilkan 16 peserta dengan nilai tertinggi. Peserta dengan peringkat tertinggi adalah Kholina Zuhro yang memperoleh nilai utility sebesar 0,7688. Dengan diterapkannya sistem ini, proses seleksi di LKP LADY menjadi lebih cepat, efisien, dan adil karena keputusan didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan secara sistematis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pelatihan dan kepercayaan terhadap proses seleksi.
Kata kunci: teknologi informasi; sistem pendukung keputusan; ARAS; PKK; seleksi peserta
Abstract:Abstract: Semangat Store, a rapidly growing retail store in Kisaran, faces challenges in inventory management due to its manual system. Ordering is done by contacting suppliers individually, and sales data is recorded conventionally…
nventionally in a general ledger. As a result, the store often experiences overstock, which increases storage costs and the risk of damaged goods, or stockouts that can disappoint customers. To address these issues, this study aims to implement an integrated, web-based Supply Chain Management (SCM) system. This system is designed to accurately record inventory, manage demand, place orders in a timely manner, and support fast, data-driven decision-making. The system was built using the PHP programming language and a MySQL database. The implementation results show that the proposed SCM system is able to improve operational efficiency and inventory management accuracy at Semangat Store. Store owners can monitor sales and order reports directly, and the system provides notifications when inventory reaches the minimum limit. Thus, Semangat Store can reduce the risk of overstocking or understocking, increase profitability, and simplify the restocking process with suppliers through a more structured system.
Keywords: supply chain management (scm); stock management; information systems; semangat store
Abstrak: Toko Semangat, sebuah toko ritel yang berkembang pesat di Kisaran, menghadapi tantangan dalam pengelolaan stok barang karena masih menggunakan sistem manual. Proses pemesanan barang dilakukan dengan menghubungi pemasok satu per satu, dan pencatatan data penjualan masih dilakukan secara konvensional di buku besar. Akibatnya, toko sering mengalami kelebihan stok (over stock) yang meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan barang, atau kekurangan stok yang dapat mengecewakan pelanggan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi dan berbasis web. Sistem ini dirancang untuk mencatat stok barang secara akurat, mengelola permintaan, melakukan pemesanan secara tepat waktu, serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa sistem SCM yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengelolaan stok barang di Toko Semangat. Pemilik toko dapat memantau laporan penjualan dan pemesanan secara langsung, dan sistem memberikan notifikasi jika stok barang mencapai batas minimum. Dengan demikian, Toko Semangat dapat mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok, meningkatkan profitabilitas, dan mempermudah proses restock dengan pemasok melalui sistem yang lebih terstruktur.
Kata kunci: supply chain management (scm); pengelolaan stok; sistem informasi; toko semangat
Abstract:Abstract: The issue of stunting represents a significant obstacle in public health development efforts, particularly in the Asahan Regency area. Stunting not only affects children’s physical growth but also has implications…
tions for intellectual capacity and productivity in the future. This study aims to develop an information system based on a Web Geographic Information System (Web GIS) to monitor the geographic distribution of stunting cases and assist the Asahan Regency Health Office in making data-driven policy decisions. The method applied in this research is a quantitative descriptive approach, encompassing the stages of problem identification, data collection, system requirements analysis, design, implementation, and system evaluation. The research findings show that the developed Web GIS platform successfully displays stunting data by district through interactive digital map representation, facilitates data input and updates by healthcare workers, and provides information accessible to the general public. The system is considered capable of improving the effectiveness and efficiency of stunting case monitoring, while also supporting information transparency and the planning of more targeted intervention programs. With the implementation of this Web GIS, stunting prevention efforts in Asahan Regency can be carried out in a more structured manner and based on accurate spatial data.
Keywords: stunting; geographic information system; monitoring; mapping; asahan regency
Abstrak: Permasalahan stunting merupakan hambatan signifikan dalam upaya pengembangan kesehatan publik, terutama di wilayah Kabupaten Asahan. Stunting tidak hanya mempengaruhi aspek pertumbuhan jasmani anak, namun juga berimplikasi pada kemampuan intelektual dan daya produktif di masa mendatang. Studi ini memiliki tujuan untuk membangun sistem informasi yang berbasiskan Web Geographic Information System (Web GIS) dengan maksud memantau distribusi kasus stunting secara geografis dan memfasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dalam proses pengambilan kebijakan yang berdasarkan data. Metode yang diterapkan dalam riset ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, meliputi fase identifikasi permasalahan, koleksi data, kajian kebutuhan sistem, perancangan, penerapan, dan penilaian sistem. Temuan penelitian menunjukkan bahwa platform Web GIS yang dikembangkan berhasil menampilkan data stunting per kecamatan melalui representasi peta digital yang interaktif, memfasilitasi proses input dan pemutakhiran data oleh tenaga kesehatan, serta menyediakan informasi yang dapat diakses oleh khalayak umum. Sistem tersebut dianggap mampu meningkatkan keefektifan dan keefisienan dalam monitoring kasus stunting, sekaligus mendukung keterbukaan informasi dan perencanaan program intervensi yang lebih tepat sasaran. Dengan adanya implementasi Web GIS ini, langkah-langkah penanggulangan stunting di Kabupaten Asahan dapat dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berdasarkan data spasial yang tepat.
Kata Kunci: stunting; sistem informasi geografis; monitoring; pemetaan; kabupaten asahan
Abstract:Abstract: The advancement of information technology has significantly impacted the business world, including the measurement of sales performance. PT Panca Niaga Jaya Lestari, as a food distribution company, still conducts…
ts performance evaluations manually, which leads to subjectivity and delays in the evaluation process. This study aims to design a web-based decision support system using the MOORA method to produce objective, fast, and accurate assessments. The system is developed using PHP and MySQL, with evaluation criteria including discipline, teamwork, sales volume, and length of service. The implementation results show that the system is capable of performing calculations and ranking sales performance in a measurable manner. This application assists supervisors and managers in conducting evaluations and accelerates decision-making processes. The final results indicate that Afril Handoko achieved the highest score of 0.3802. This system is effective in improving efficiency and reducing subjectivity in sales performance evaluation.
Keywords: decision support system; sales performance; MOORA; PHP; MySQL
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak besar pada dunia bisnis, termasuk dalam pengukuran kinerja sales. PT Panca Niaga Jaya Lestari sebagai perusahaan distributor pangan masih melakukan penilaian secara manual, sehingga menimbulkan subjektivitas dan keterlambatan evaluasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode MOORA untuk menghasilkan penilaian yang objektif, cepat, dan akurat. Sistem dikembangkan dengan PHP dan MySQL, dengan kriteria penilaian meliputi kedisiplinan, kerja sama tim, jumlah penjualan, dan masa kerja. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu melakukan perhitungan dan perangkingan kinerja sales secara terukur. Aplikasi ini memudahkan supervisor dan manajer dalam evaluasi serta mempercepat pengambilan keputusan. Hasil akhir menunjukkan Afril Handoko memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,3802. Sistem ini efektif meningkatkan efisiensi dan mengurangi subjektivitas dalam penilaian kinerja sales.
Kata kunci: sistem pendukung keputusan; kinerja sales; MOORA; PHP; MySQL
Abstract:Abstract: Stunting remains a significant chronic nutritional problem in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2023. The primary cause is a lack of balanced nutritional intake from an early age. This research aims to develop…
evelop an innovative healthy food product in the form of frozen food made from nutrient-rich catfish and moringa leaves, integrated with a QR Code system into the "KA OLIF" application. This application provides educational information on how to prepare and the nutritional benefits of healthy snacks, aimed at increasing parental awareness of children's consumption patterns. The research method used was descriptive qualitative through observation, interviews, and literature studies. The results of the system development show that the integration of QR Code technology and educational applications can facilitate the delivery of information in a practical and interactive manner. This innovation not only provides a healthy food solution but also serves as an educational medium that supports the government's program to reduce stunting rates. By utilizing local potential such as catfish and moringa leaves, along with digital technology, this product is expected to reach a wider community and improve nutritional understanding from an early age.
Keywords: stunting; frozen food; nutrition fortification; QR code; ka olif application.
Abstrak: Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi kronis yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% pada tahun 2023. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi seimbang sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk makanan sehat berbentuk frozen food berbahan dasar ikan patin dan daun kelor yang kaya akan nutrisi, serta diintegrasikan dengan sistem QR Code menuju aplikasi “KA OLIF”. Aplikasi ini menyediakan informasi edukatif mengenai cara penyajian dan manfaat gizi camilan sehat, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pola konsumsi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dari pengembangan sistem menunjukkan bahwa integrasi teknologi QR Code dan aplikasi edukatif dapat mempermudah penyampaian informasi secara praktis dan interaktif. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi pangan sehat, namun juga menjadi media edukatif yang mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Dengan pemanfaatan potensi lokal seperti ikan patin dan daun kelor, serta teknologi digital, produk ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas dan meningkatkan pemahaman gizi sejak dini.
Kata kunci: stunting; frozen food; fortifikasi gizi; QR code; aplikasi ka olif
Abstract:Abstract; This research aims to create and develop a web application as a place of information and complaints for visitors to the Harau European Village tour, which is located in the Harau Valley, Lima Puluh Kota Regency,…
, West Sumatra. This application was created to make tourists feel safe and comfortable. Its main features include problem reporting and an interactive map connected with Google Maps. This helps users search for nearby services and navigate easily. The system was created using the Agile method which includes planning, design, testing, and implementation stages. This research also includes user needs analysis and system testing with the black box method to ensure all functions work properly. The results showed that this application can work well according to user needs. This application makes it easier to access information, send reports online, and monitor reports directly. This application helps improve digital services at tourist attractions and makes the tourist experience safer and more efficient.
Keywords; web application; tourist report; information service; security; convenience; kampung eropa harau
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan aplikasi web sebagai tempat informasi dan pengaduan bagi pengunjung wisata Kampung Eropa Harau, yang berada di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Aplikasi ini dibuat untuk membuat wisatawan merasa aman dan nyaman. Fitur utamanya termasuk pelaporan masalah dan peta interaktif yang terhubung dengan Google Maps. Ini membantu pengguna mencari layanan terdekat dan menavigasi dengan mudah. Sistem dibuat menggunakan metode Agile yang meliputi tahap perencanaan, desain, pengujian, dan pelaksanaan. Penelitian ini juga termasuk analisis kebutuhan pengguna dan pengujian sistem dengan metode black box untuk memastikan semua fungsi bekerja dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini bisa bekerja dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi ini mempermudah akses informasi, pengiriman laporan secara online, dan pemantauan laporan secara langsung. Aplikasi ini membantu meningkatkan layanan digital di tempat wisata dan membuat pengalaman wisatawan lebih aman dan efisien.
Kata kunci; aplikasi web; laporan wisatawan; layanan informasi; keamanan; kenyamanan; kampung eropa harau
Abstract:Abstract: In an increasingly competitive business era, information technology is key to managing data and information. E-SCM emerges as a strategic solution to integrate partners and manage inventory efficiently. This study…
udy focuses on the application of the Lean Software Development method to design an E-SCM system in the Banana Chips industry, which faces challenges in managing inventory and production processes. The main problems faced include the inability to manage raw material inventory and non-computerized records, resulting in inefficient use of time and costs. By applying Lean principles, such as eliminating unnecessary features, fast delivery, and team collaboration, the E-SCM Website is designed to be responsive to market needs and easy to understand by users. Before the E-SCM system is applied by users, developers test the system by measuring how well the system is understood by users. Before being implemented, the system was tested using the Usability Scale System (SUS) and prototype testing. The results of the questionnaire filled out by 5 respondents showed an average SUS score of 78, which was categorized as "Acceptable" and "Good".
Keywords: lean software development method; e-scm; banana chips; inventory management; usability testing
Abstrak: Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, teknologi informasi menjadi kunci dalam pengelolaan data dan informasi. E-SCM muncul sebagai solusi strategis untuk mengintegrasikan mitra kerja dan mengelola stok barang secara efisien. Penelitian ini fokus pada penerapan metode Lean Software Development untuk merancang sistem E-SCM di industri Banana Chips, yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan dan proses produksi. Masalah utama yang dihadapi mencakup ketidakmampuan dalam mengatur persediaan bahan baku dan pencatatan yang belum terkomputerisasi, mengakibatkan inefisiensi penggunaan waktu dan biaya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Lean, seperti menghilangkan fitur-fitur yang tidak perlu, pengiriman cepat, dan kolaborasi tim, Website E-SCM dirancang agar responsif terhadap kebutuhan pasar dan mudah dipahami oleh pengguna. Sebelum sistem E-SCM diaplikasikan oleh pengguna, pengembang melakukan pengujian terhadap sistem tersebut dengan mengukur seberapa baik sistem dimengeri oleh pengguna. Sebelum diterapkan, sistem diuji menggunakan Sistem Usability Scale (SUS) dan pengujian prototype. Hasil dari kuesioner yang diisi oleh 5 responden menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 78, yang dikategorikan sebagai “Acceptable” dan “Good”.
Kata kunci: metode lean software development; e-scm; banana chips; pengelolaan persediaan; usability testing