Abstract:Lembaga Pemasyarakatan Cilegon merupakan lembaga pelatihan penjara sekaligus sarana pelatihan yang melakukan pengawasan terhadap narapidana dengan membekali mereka dengan keterampilan untuk kehidupan di masa depan setelah…
lah menjalani hukuman penjara.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana program Lapas memberikan kegiatan orientasi kepada narapidana, (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Lapas dalam memberikan orientasi kepada narapidana, (3) Solusi apa yang diterapkan Lapas untuk mengatasi kendala dalam melakukan orientasi terhadap narapidana? proses perkembangan narapidana? Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur dan wawancara tatap muka dengan petugas dan narapidana atau mantan narapidana Lapas Cilegon. Tujuan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, terutama untuk mengenal sumber informasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pelatihan di Lapas Cilegon sudah sesuai dengan UU No. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pelayanan Pemasyarakatan merupakan peraturan perundang-undangan yang positif dan harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasyarakatan. Faktor pendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon dalam mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kondisi penjara yang baik, pelatihan narapidana yang bersifat bottom-up, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelatihan berbasis keluarga dan pemberian gaji. . Faktor-faktor yang menghambat upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon untuk mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kurangnya keterampilan penjaga penjara, terbatasnya pemasaran produk keterampilan dan populasi penjara yang kelebihan kapasitas.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan…
Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. (2) Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. (3) Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya ketertampilan dalam berkomunikasi.
Abstract:Bimbingan dan konseling adalah sebuah layanan yang ada di sekolah dimana tugasnya membantu siswa menemukan karakter dan identitas dalam mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Selain itu layanan bimbingan dan konseling…
nseling juga membantu siswa dalam mengoptimalkan pegembangan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meneliti terkait permasalahan siswa yang sering ditangani guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif Penelitian ini menggunakan wawancara, wawancara yang digunakan yakni wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur mengacu pada inti bahasan yang sudah ditentukan oleh peneliti untuk semua responden dalam penelitian. Hasil, a) Siswa SMP memililki beberapa masalah pribadi yakni, masalah pribadi dan sosial yang meliputi: kepercayaan diri rendah dan memiliki kecenderungan memilih kelompok pertemanan. Di sekolah lain ditemukan masalah terkait keluarga, dimana siswa berasal dari keluarga yang broken home. Selanjutnya di SMP terakhir ditemukan masalah terkait kurangnya kemampuan bersosialisasi pada siswa. b). Siswa SMA memiliki beberapa masalah yakni, masalah pribadi dan sosial meliputi, gaya berpacaran yang kurang pantas, siswa dengan kasus broken home, dan masalah pengaturan emosi.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan…
salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Kedai Tahu Bakso Batununggal (Kedai TBB) di Kota Bandung yang menghadapi beberapa permasalahan, antara lain pelayanan yang belum optimal, branding yang masih…
asih fokus pada produk tahu bakso, serta perlunya strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan daya saing.
Kegiatan ini bertujuan membantu mitra dalam mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan
strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Quantitative
Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kedai TBB memiliki skor Internal Factor
Evaluation (IFE) sebesar 2,93 dan External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,90 sehingga berada pada posisi Growth
Stability dalam Matriks Internal-External. Berdasarkan hasil QSPM, strategi penetrasi pasar memperoleh nilai Total
Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,99 dibandingkan strategi pengembangan pasar (5,32) dan
pengembangan produk (4,91). Oleh karena itu, strategi penetrasi pasar direkomendasikan melalui penguatan pemasaran
digital, optimalisasi platform online, serta peningkatan kualitas pelayanan guna mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan.
Abstract:Program magang, salah satu jenis pengabdian kepada masyarakat, membantu menghubungkan antara pembelajaran teoritis di perguruan tinggi dan praktik kerja di lapangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana…
mana program magang mahasiswa hukum dijalankan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan bagaimana program ini berdampak pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam praktik hukum. Selama magang, pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan, dengan observasi langsung dan wawancara digunakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa memperoleh keterampilan yang lebih baik baik dalam kemampuan keras maupun halus. Ini termasuk pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sistem kerja kejaksaan bekerja, keterampilan administrasi hukum yang lebih baik, kemampuan untuk menulis dan menganalisis dokumen hukum, dan peningkatan moral dan sikap profesional. Selain itu, kehadiran mahasiswa magang meningkatkan pelayanan publik dan administrasi di Kejaksaan Tinggi. Dengan demikian, program magang ini membantu mahasiswa belajar praktik hukum dan menjadikan kejaksaan sebagai mitra pengabdian Masyarakat
Abstract:Keberagaman generasi dalam lingkungan kerja merupakan kondisi yang tidak terpisahkan dari organisasi modern, termasuk di sektor jasa transportasi. Perbedaan karakteristik, pengalaman kerja, serta gaya komunikasi antar generasi…
nerasi berpotensi menimbulkan miskomunikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Bosowa Transportation mengenai komunikasi lintas generasi melalui psikoedukasi non-training berbasis infografis. Metode yang digunakan diawali dengan need assessment melalui kuesioner dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi karyawan. Intervensi diberikan dalam bentuk poster infografis bertema “Connect Beyond Age: Cara Berkomunikasi Lintas Generasi”, yang dilaksanakan di unit bisnis Oto Klinik, Oto Rental, dan Taksi Bosowa. Untuk mengukur efektivitas intervensi, dilakukan pre-test dan post-test menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar karyawan belum memahami konsep komunikasi lintas generasi secara menyeluruh. Setelah diberikan intervensi berupa psikoedukasi non training, terjadi peningkatan pemahaman karyawan terkait perbedaan gaya komunikasi antar generasi, hambatan yang sering muncul, serta strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis infografis terbukti efektif sebagai media edukatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi lintas generasi dan mendukung terciptanya interaksi kerja yang lebih harmonis di Bosowa Transportation.
Abstract:Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan…
Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan cinematherapy sebagai metode pengungkapan emosi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi…
i psikososial melalui pemutaran film Miracle in Cell No. 7 yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan emosional. Metode yang digunakan meliputi wawancara pendahuluan, pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan intervensi, pemutaran film, serta diskusi reflektif bersama peserta. Subjek kegiatan terdiri atas 20 orang WBP laki-laki. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika emosi peserta, terutama pada aspek emosi sedih, marah, takut, dan harapan. Emosi sedih dan harapan muncul sebagai respons yang paling dominan, khususnya yang berkaitan dengan hubungan keluarga dan masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran diri, kemampuan untuk mengenali emosi, serta memperkuat komunikasi interpersonal antar peserta. Dengan demikian, cinematherapy terbukti efektif sebagai media alternatif dalam pembinaan psikologis yang mampu memfasilitasi pengungkapan emosi secara positif serta mendukung kesejahteraan mental warga binaan.
Abstract:Program psikoedukasi “Empowered Emotion, Better Performance!” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Hotel Gammara Makassar mengenai regulasi emosi sebagai keterampilan penting dalam menghadapi tuntutan kerja…
erja yang tinggi, khususnya pada departemen Human Resource (HR) dan Security. Karyawan hotel memiliki risiko besar mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tingginya tuntutan pelayanan dan interaksi dengan tamu. Kegiatan diawali dengan need assessment melalui observasi, wawancara, dan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan utama karyawan terkait pengelolaan emosi. Psikoedukasi dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif dengan desain one group pre–post test untuk mengukur efektivitas program. Sebanyak 8 partisipan mengikuti kegiatan ini. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,026 (<0,05), tanpa adanya penurunan skor pada seluruh partisipan. Selain itu, mayoritas peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, termasuk peningkatan kemampuan mengenali dan mengelola emosi dalam situasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan emosional karyawan hotel. Program ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan intervensi lanjutan untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan kualitas layanan di sektor perhotelan.