Abstract:Digital transformation has changed accounting from a transaction-recording function into a data-driven, technology-enabled, and strategic business process. This study aims to examine how digital transformation reshapes accounting…
ccounting practices in Indonesian companies, particularly in financial reporting, management accounting, auditing, internal control, and accountant competencies. The study applies an interpretive qualitative approach through document-based case synthesis and thematic analysis of thirty-five recent national and international studies published within the last five years. The analysis identifies five major themes: automation of routine accounting activities, cloud-based accounting information systems and enterprise resource planning integration, artificial intelligence and robotic process automation in accounting and auditing, the transformation of accountants into digital analysts and business advisors, and governance challenges related to data quality, ethics, cybersecurity, and internal control. The findings indicate that Indonesian companies benefit from digital accounting through faster reporting, improved information quality, more efficient operations, and better decision-making. Nevertheless, the transformation is constrained by uneven digital literacy, limited readiness of accounting human resources, resistance to system change, weak data governance, and the need for stronger ethical safeguards. This study contributes to accounting literature by providing a qualitative synthesis of digital transformation in Indonesian corporate accounting practices and by offering practical implications for companies, accountants, auditors, and accounting education institutions.
Abstract:Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang sangat mengkhawatirkan generasi saat ini. Narkoba sendiri tidak lagi dianggap haram dan sulit ditemukan, namun merupakan produk yang sangat mudah ditemukan. Salah satu cara…
ara yang ditempuh untuk mencegah dan untuk mengetahui adanya indikasi penggunaan Narkoba bagi seseorang. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe secara administratif mengeluarkan surat keterangan hasil pemeriksaan Narkoba. Pelayanan surat keterangan ini adalah bagan pelayanan administratif dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pelayanan Rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe dapat terlaksana dengan dukungan pada aspek produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas
Abstract:Pemberdayaan masyarakat Desa Wunduongohi dalam meningkatkan kesejahteraan penerima Program Keluarga Harapan belum optimal sehingga keluarga yang masuk kategori miskin ini sulit untuk mandiri dan berdaya. Pemerintah Desa…
a Wunduongohi perlu melakukan upaya pembinaan dalam berbagai program kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesejahteraan Penerima program Keluarga Harapan di Desa Wunduongohi Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling penerima Program Keluarga Harapan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam mendorong kesejahteraan penerima manfaat Program Keluarga harapan di Desa Wunduongohi dapat terlaksana melalui (a) kegiatan yang terencana dan kolektif, (b) memperbaiki kehidupan masyarakat, dan (c) prioritas bagi kelompok yang lemah atau kurang beruntung, dan (d) dilakukan melalui program peningkatan kapasitas.
Abstract:Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal yang dikembangkan BKKBN untuk memberdayakan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk lansia…
sia di Indonesia. Selama ini, keberhasilan program tersebut lebih banyak diukur dari tingkat kehadiran peserta, sementara aspek bagaimana lansia benar-benar memahami dan menerima materi yang diajarkan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman dan sikap penerimaan lansia terhadap materi pembelajaran yang diberikan pada Program Sekolah Lansia “Gema Lantang” di Kelurahan Sindang Sari Kota Samarinda. Desain penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan enam informan (empat informan utama, satu informan kunci, satu informan pendukung) yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dan sikap lansia baik terhadap materi yang diberikan selama program berlangsung, tercermin dari rasa senang, antusiasme, dan kebanggaan mengikuti program, kendati sebagian informan sempat terkendala pendengaran yang kemudian diatasi secara mandiri melalui interaksi dengan sesama peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya metode penyampaian yang adaptif agar materi Sekolah Lansia dapat diterima secara optimal oleh peserta lanjut usia.
Abstract:Kualitas pelayanan publik berbasis sistem digital dalam wilayah hukum Polsek Wawonii Polresta Kendari masih terdapat permasalahan. Fenomena di lapangan masih minimnya sarana pelayanan sistem digital dan respon pelayanan…
nan berbasis digitalisasi belum optimal. Dengan demikian kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Polsek Wawonii perlu ditingkatkan agar sesuai dengan harapan masyarakat Wawonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Kepolisian Sektor Wawonii. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik penentuan informan dengan cara purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Kepolisian Sektor Wawonii Polresta Kendari ditinjau dari dimensi berwujud belum optimal karena ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan digital yang masih terbatas sehingga perlu upaya peningkatan sarana dan sistem digital agar sesuai harapan masyarakat. Sedangkan dari dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati telah berkontribusi dalam mendukung kualitas pelayanan publik. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan bagi personel Polsek Wawonii dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital pada Polsek Wawonii Polresta Kendari.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam miskonsepsi yang dialami siswa pada materi gelombang stasioner, khususnya pada konfigurasi ujung bebas, serta mengidentifikasi akar penyebab dan strategi penanganan…
anan yang efektif. Miskonsepsi yang sering terjadi adalah kekeliruan dalam menentukan letak perut dan simpul dari titik asal getaran, padahal seharusnya dihitung dari ujung bebas tali. Penelitian ini mengkaji profil miskonsepsi, metode identifikasi yang relevan seperti Three-Tier Diagnostic Test, dan peran krusial media pembelajaran interaktif seperti simulasi PhET serta praktikum digital dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan mengurangi miskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak hanya bersumber dari kurangnya pemahaman konsep dasar, tetapi juga dari interpretasi soal yang keliru, keterbatasan visualisasi fenomena abstrak, dan kurangnya pengalaman praktis. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kontekstual yang didukung oleh media visual interaktif dan eksperimen virtual sangat direkomendasikan untuk mengatasi miskonsepsi ini secara efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pendidikan fisika.
Abstract:Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media…
a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.
Abstract:Perubahan komunikasi yang dipicu oleh media sosial tidak hanya terbatas pada kecepatan dan aksesibilitas, tetapi juga mencakup perubahan dalam bahasa, gaya komunikasi, dan norma sosial. Namun, di sisi lain, penggunaan media…
dia sosial yang intens juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi langsung, seperti kemampuan berbicara secara tatap muka atau memahami isyarat nonverbal, yang merupakan elemen penting dalam komunikasi tradisional. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan kualitas interaksi sosial secara langsung di kalangan remaja (Khairiah et al., 2025). Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 111 remaja. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner durasi penggunaaan media sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil: Penelitian ini menunjukan mayorirtas durasi penggunaan media sosial instagram tinggi sebanyak 51 responden (46,%). Dan hasirl penenlitian mayorirtas mengalami pola komunikasi interpersonal berpengaruh sebanyak 64 responden (57.7%). Hasil uji Chi-square tets menunjukan nilai p-value 0,001 < α 0,005 serhirngga Ha dirterrirma dan Ho dirtolak yang artirnya ada pengaruh durasi penggunaan sosial media instagram terhadap perubahan komunikasi remaja di SMK Az Zahra Sepatan.
Abstract:Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan proses penting dalam menentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan. Namun, proses seleksi yang masih bergantung pada…
da popularitas dan penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu proses pemilihan Ketua BEM secara objektif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pembina BEM untuk menentukan kriteria dan bobot penilaian. Lima kriteria yang digunakan meliputi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, integritas, dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Tahapan metode MOORA terdiri atas penyusunan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan nilai optimasi, dan proses perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif K1 memperoleh nilai optimasi tertinggi sebesar 0,473 sehingga direkomendasikan sebagai Ketua BEM terpilih. Penerapan metode MOORA mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, transparan, dan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan Ketua BEM berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
The selection of the Student Executive Board (BEM) President is an important process in determining the most qualified student to lead the student organization. However, conventional selection processes often rely on popularity and subjective judgments, which may lead to less optimal decisions. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to support a more objective selection process. Research data were collected through interviews with BEM advisors to determine the assessment criteria and their corresponding weights. Five criteria were used, namely leadership, communication skills, organizational experience, integrity, and grade point average (GPA). The MOORA method consists of decision matrix construction, normalization, optimization value calculation, and ranking. The results indicate that candidate K1 achieved the highest optimization value of 0.473 and was therefore recommended as the selected BEM President. The implementation of the MOORA method provides a more objective, systematic, transparent, and accurate decision-making process, making it an effective tool for supporting the selection of the most suitable BEM President based on predetermined criteria.
Abstract:Neurodiversity conceptualizes autism, attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), dyslexia, and related cognitive differences as natural variations in human cognition rather than individual deficits. Although this perspective…
erspective has gained increasing attention in human resource management (HRM), the intellectual structure and relevance of the existing literature to the Indonesian context remain insufficiently understood. This study maps the development of global research on neurodiversity and HRM and identifies research priorities for Indonesia. A bibliometric analysis was conducted using 993 records retrieved through a Boolean search combining neurodiversity- and HRM-related terms. Following a PRISMA-guided screening process, keyword co-occurrence, density, overlay, and total link-strength analyses were performed using VOSviewer. The analysis identified 43 dominant terms grouped into four thematic clusters: (1) inclusive HRM and diversity management, (2) workplace accommodation and disclosure, (3) intervention and school-to-work transition, and (4) ADHD and occupational mental health. The findings indicate that autism spectrum disorder and ADHD remain the most prominent topics in the literature. The field has gradually shifted from predominantly clinical and educational perspectives in 2020–2021 toward workplace accommodation in 2022 and more strategic HRM-oriented discussions during 2023–2024. However, link-strength analysis reveals that relationships between core HRM concepts and issues of accommodation, disclosure, and occupational mental health remain relatively fragmented. Moreover, Indonesia-specific and developing-country perspectives are absent from the dominant keyword structure. These findings demonstrate a substantial geographical and conceptual research gap. Accordingly, the study proposes five priority research themes to advance neurodiversity-inclusive HRM in Indonesia and provides a foundation for future empirical, policy-oriented, and organizational research.