Search Articles & Publications

Showing 5601 articles found for "Untuk"

PEMBINAAN KERJA KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK RATTAN HANDMADE DI JALAN YOS SUDARSO RUMBAI, KOTA PEKANBARU

Annisa Rahma Denia, Triana Maulidina Putri, Elly Nielwaty
Abstract: Pembinaan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berperan dalam meningkatkan kualitas produk pada suatu usaha. Pada industri kerajinan rotan handmade, kualitas produk sangat… ditentukan oleh kemampuan teknis, ketelitian, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan dalam melaksanakan proses produksi. Oleh karena itu, pembinaan kerja diperlukan untuk membantu karyawan meningkatkan kompetensi dan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan kerja karyawan dalam meningkatkan kualitas produk pada usaha Rattan Handmade di Jalan Yos Sudarso Rumbai, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori pembinaan kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2017) dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kerja dilakukan melalui pendampingan langsung oleh pemilik usaha selama proses produksi berlangsung. Pembinaan tersebut mampu meningkatkan kemampuan teknis, ketelitian kerja, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan sehingga kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, rapi, kuat, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas produksi, perbedaan kemampuan karyawan, dan keterbatasan waktu pembimbing. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi kualitas produk serta meningkatkan daya saing usaha.

PENGELOLAAN WASTE STATION DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP SAMPAH DI RTH TUNJUK AJAR INTEGRITAS KOTA PEKANBARU

Putri Zahira Shifa, Sarah Dwi Angraini, Elly Nielwaty
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan waste station dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya. Latar… atar belakang penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan sampah di RTH sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang diterapkan adalah teori pengelolaan menurut George R. Terry (1958), dengan indikator utama meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan waste station di RTH Tunjuk Ajar Integritas memberikan kontribusi positif dalam mendukung kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Faktor-faktor seperti penyediaan fasilitas waste station, pembagian tugas pengelola, pelaksanaan pengelolaan sampah, serta upaya pengawasan berkontribusi dalam mendukung tujuan tersebut. Namun, tantangan seperti kurangnya pengawasan, minimnya sosialisasi kepada masyarakat, serta rendahnya partisipasi sebagian pengunjung dalam memilah sampah masih perlu diatasi agar pengelolaan waste station dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

PENGELOLAAN SAMPAH DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KELURAHAN PERAWANG, KECAMATAN TUALANG, KABUPATEN SIAK

Mellyza Riani, Hani Salsania, Elly Nielwaty
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah tersebut. Latar belakang… g penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan sampah sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang diterapkan adalah teori pengelolaan sampah menurut Azwar (1990), dengan indikator utama meliputi pewadahan (storage), pengumpulan (collection), pengangkutan (transportation), pengolahan (treatment), dan pembuangan akhir (final disposal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti ketersediaan tempat sampah sebagai sarana pewadahan, kegiatan pengumpulan sampah oleh masyarakat dan petugas kebersihan, proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan, upaya pengolahan sampah, serta sistem pembuangan akhir yang diterapkan berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya fasilitas persampahan, serta meningkatnya jumlah sampah rumah tangga masih perlu diatasi untuk mencapai pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan Di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai

Regina Florince, Putri Dwita, Elly Nielwaty, Dwi Herlinda
Abstract: Pertanian perkotaan urban farming telah muncul sebagai solusi alternatif yang kreatif untuk mengatasi tantangan urbanisasi, khususnya terkait ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru, yang menghadapi… ghadapi kendala berupa keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan tingginya permintaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pertanian perkotaan melalui studi kasus di Jalan Pandak, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, serta mengeksplorasi potensinya dalam menjamin ketahanan pangan rumah tangga di lingkungan perkotaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan warga yang aktif dalam kegiatan pertanian perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian perkotaan dapat meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, mengurangi pengeluaran untuk pangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas secara produktif. Selain itu, kegiatan pertanian perkotaan mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan pengetahuan teknis, kurangnya sumber daya produksi, dan belum memadainya dukungan pemerintah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk mengoptimalkan pengembangan pertanian perkotaan sebagai strategi berkelanjutan bagi ketahanan pangan perkotaan.

Transparansi Anggaran Daerah sebagai Strategi Peningkatan Akuntabilitas Publik

Rafi Danang Rasidayu, Aycen Wulung Pilar, Meirinawati, Meirinawati, Indra Devian Lumban Gaol
Abstract: Transparansi anggaran daerah menjadi salah satu isu penting dalam manajemen publik di Indonesia, terutama dalam tiga tahun terakhir ketika tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, terbuka, dan akuntabel semakin… meningkat. Fenomena aktual seperti keterlambatan distribusi bantuan sosial, ketidakmerataan pelayanan administrasi kependudukan, serta rendahnya kualitas layanan kesehatan menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola birokrasi. Data Badan Pusat Statistik (2025a) mencatat indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik masih berada di angka 73,5, yang menegaskan perlunya perbaikan serius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi anggaran daerah sebagai strategi peningkatan akuntabilitas publik. Penulisan dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan literatur akademik, regulasi pemerintah, serta data sekunder dari BPS dan media nasional. Pembahasan menyoroti faktor kepemimpinan birokrasi, koordinasi antarinstansi, dan kapasitas sumber daya manusia sebagai penentu kualitas tata kelola. Hasil analisis menunjukkan bahwa transparansi anggaran tidak hanya berfungsi sebagai bentuk keterbukaan informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan penerapan transparansi yang konsisten, akuntabilitas publik dapat ditingkatkan, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan lebih mudah tercapai.  

KETIMPANGAN GENDER DALAM IMPLEMENTASI PARTISIPASI PRIA PADA PROGRAM FAMILY PLANNING DI PROVINSI BANTEN

Rafa Thahirah, Amanda Putri Handriyanti, Ika Arinia Indriyany
Abstract: Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Indonesia memerlukan pengendalian melalui program Keluarga Berencana (KB). Namun, partisipasi pria dalam program KB masih sangat rendah, khususnya di Provinsi Banten, sehingga… beban reproduksi tetap dominan pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran partisipasi pria dalam program KB, menilai responsivitas gender dalam implementasi kebijakan, serta mengidentifikasi kesenjangan antara desain dan praktik di tingkat daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen sebagai sumber data utama, meliputi laporan BKKBN, BPS, dan dokumen kebijakan daerah terkait KB. Analisis dilakukan dengan mengorganisir, mengkoding, dan mengidentifikasi tema utama sesuai kerangka Gender Responsiveness Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kebijakan KB nasional dan daerah sudah peka gender, tetapi implementasinya masih bersifat women-centric, dengan layanan dan sosialisasi lebih fokus pada perempuan. Faktor budaya patriarki, keterbatasan akses layanan untuk pria, dan kurangnya target khusus menyebabkan partisipasi laki-laki tetap rendah. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan dan program berbasis gender-responsive, peningkatan akses layanan KB pria, serta kampanye edukasi yang menargetkan pria untuk mendorong kesetaraan peran reproduksi dan efektivitas program KB di Provinsi Banten.  

Hubungan Antara Asupan Zat Gizi Makro Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya

Putri, Nindya Setyo, Dini, Cleonara Yanuar
Abstract: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya memerlukan keseimbangan antara asupan zat gizi dan aktivitas fisik untuk mempertahankan status gizi optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis… nganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 98 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan recall 3×24 jam, kuesioner IPAQ-SF, serta pengukuran tinggi dan berat badan. Analisis dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden perempuan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,60), protein (p=0,15) lemak (p=0,13), karbohidrat (p=0,69), maupun aktivitas fisik (p=0,09) dengan status gizi. Pada responden laki-laki, hanya asupan energi yang berhubungan signifikan dengan status gizi (p=0,01; r=0,3), sedangkan asupan protein (p=0,20), lemak (p=0,06), karbohidrat (p=0,47), dan aktivitas fisik (p=0,49). Disimpulkan bahwa asupan energi berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa laki-laki, tetapi tidak pada mahasiswa perempuan. Kata Kunci : aktivitas fisik, asupan zat gizi makro, mahasiswa, status gizi

Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Vitamin B12 dengan Risiko Malnutrisi pada Pasien Parkinson

Pifianigela Sinaga, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko malnutrisi pada pasien Parkinson akibat gejala motorik dan non-motorik yang diperburuk oleh asupan zat gizi makro dan vitamin B12 yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan… ertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi pada pasien penyakit Parkinson di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik consecutive sampling pada 76 responden. Data dikumpulkan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan kuesioner Mini Nutritional Assessment – Long Form (MNA-LF). Analisis data menggunakan uji Pearson untuk variabel asupan karbohidrat, protein, dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi serta uji Spearman rho untuk variabel asupan lemak dengan risiko malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan arah negatif antara asupan karbohidrat (p=0,001; r=-0,368), asupan protein (p=0,003; r=-0,340), asupan lemak (p=0,003; r=-0,337), dan asupan vitamin B12 (p=0,014; r=-0,282) dengan risiko malnutrisi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dan vitamin B12 dengan risiko malnutrisi pada pasien penyakit Parkinson di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya.

Hubungan Antara Status Gizi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Keluhan CTS Pada Mahasiswa UKM UNESA Esport

Ayuwaskitowati, Beta, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi gangguan neuropati yang terjadi akibat penekanan saraf medianus pada carpal tunnel di pergelangan tangan dengan gejalanya yaitu nyeri, mati rasa, dan kesemutan. CTS juga merupakan… upakan salah satu cedera yang dapat dialami oleh para gamer di seluruh dunia akibat gerakan pergelangan tangan yang menekuk dan dipertahankan dalam waktu lama serta gerakan jari yang berulang. Pada beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pemain game online mengalami keluhan CTS dikarenakan aktivitas fisik yang berat, durasi bermain lebih dari dua jam dengan frekuensi bermain lebih dari dua kali dalam seminggu dan melakukan ≥ 30 kali per menit gerakan repetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS pada mahasiswa UKM UNESA Esport. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa anggota UKM UNESA Esport sebanyak 85 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner identitas responden, kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnare Long Form (IPAQ-LF) dan kuisioner keluhan CTS yaitu Boston Carpal Tunnel Syndrom Questionnaire (BCTSQ). Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS (p = 0,258). Sedangkan, untuk tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan CTS dan terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan keluhan CTS.

Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Mahasiswa S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya

Ismatul Karimah
Abstract: Gizi kurang dan gizi berlebih menjadi masalah gizi yang terjadi di indonesia saat ini. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu aktivitas fisik dan konsumsi junk food. Pola makan seperti konsumsi&#8230; junk food dapat menyebabkan risiko kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa gizi Universitas Negeri Surabaya tergolong sering mengonsumsi junk food serta memiliki aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain Cross-sectional dengan total sampel berjumlah 87 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-SF dan konsumsi junk food diukur menggunakan FFQ. Status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri, kemudian menghitung IMT untuk melihat status gizi responden. Analisis menggunakan uji normalitas berupa Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis Korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada variabel aktivitas fisik, konsumsi junk food dan IMT yaitu 0,000<0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman rank pada aktivitas fisik yaitu 0,140 >0,05, dan hsil uji hipotesis pada konsumsi junk food yaitu 0,733>0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya.