Abstract:In the ever-evolving digital era, technological advancements have affected various aspects of life, including data security. Personal data protection has been crucial, especially for students who actively use the internet…
net and they are vulnerable to cyber threats. However, many students at MA Al Washliyah Kisaran are not fully aware of the digital security risks and the importance of their personal information protection. Therefore, an educational activity was conducted to enhance students’ understanding and skills in maintaining digital security. The methods used in this program were socializing and educating about digital threats such as phishing, data breaches, and social media security. This avticity aims to raise awareness and encourage responsible internet usage among students. Through this activity, students are expected to have better understanding of digital threats and the preventive measures needed to protect their personal data.
Keywords: digital security; personal data protection; MA Al washliyah kisaran
Abstrak: Di era digital yang terus berkembang, kemajuan teknologi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk keamanan data. Perlindungan data pribadi menjadi sangat penting, terutama bagi siswa yang aktif menggunakan internet dan mudah terkena ancaman siber. Namun, banyak siswa di MA Al Washliyah Kisaran yang belum sepenuhnya menyadari risiko keamanan digital serta pentingnya melindungi informasi pribadi mereka. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menjaga keamanan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai ancaman digital seperi phishing, kebocoran data, dan keamanan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong penggunaan internet secara bijak di kalangan siswa. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat lebih memahami potensi ancaman digital serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi data pribadi mereka.
Kata kunci: keamanan digital; perlindungan data pribadi; MA Al washliyah kisaran
Abstract:Community service through real work lectures (KKN) is a form of student contribution in overcoming problems in the community. This service aims to increase the awareness of elementary school students on the importance of…
using environmentally friendly goods as a form of effort to preserve the environment where students do not understand the use of environmentally friendly goods. Socialization is carried out through an educational approach involving presentations, interactive discussions, and practical activities such as the introduction of alternative eco-friendly goods. The target of this activity is grade 6 students at SD Negeri 12 Sesetan. The results of the activity showed that students were able to understand the concept of using environmentally friendly goods and were able to apply them by bringing their own drinking bottles and using cloth shopping bags. This activity is able to have a positive impact on increasing students' understanding of the importance of maintaining an environment from an early age.
Keywords: eco-friendly goods; Socialization; Environmental Awareness; Elementary School Students; Plastic Waste
Abstrak: Pengabdian kepada masyatarat melalui kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan yang ada di masayarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya penggunaan barang ramah lingkungan sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian lingkungan yang mana siswa belum paham penggunaan barang-barang yang ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan presentasi, diskusi interaktif, dan kegiatan praktek seperti pengenalan alternatif barang ramah lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i kelas 6 di SD Negeri 12 Sesetan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa/i mampu memahami konsep penggunaan barang ramah lingkungan dan mampu menerapkannya dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan tas belanja kain. Kegiatan ini mampu memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkugan sejak usia dini.
Kata kunci: Barang Ramah Lingkungan; Sosialisasi; Sadar Lingkungan; Siswa SD; Sampah Plastik
Abstract:This activity was motivated by residents' concerns about dangerous sauce ingredients circulating in the market, so they hope to make a more hygienic home sauce. The purpose of this training is to make papaya sauce with shrimp…
hrimp broth as an additive in Griya Batu Aji Housing in Batam, Riau Islands, with this activity participants gain insight and skills in utilizing papaya, and shrimp broth as a natural additive. Shrimp stock that is usually discarded can be utilized productively, as well as ripe papaya that is easily rotten can now be preserved in the form of sauce. The objective of this training is to make papaya sauce with shrimp stock as additive in Griya Batu Aji Housing Estate, Batam, Riau Islands. The results of the training showed that the women of Griya Batu Aji housing who participated in the training were happy (93.5%) with the training held because the women were enthusiastic because they had just learned that sauce could be made from papaya, they hoped that similar activities could be carried out again. The obstacle faced is the limited time in finding a combination of sauce filling ingredients so that the results obtained are many and have a good taste. Making papaya sauce with shrimp broth is very simple, namely papaya fruit is made into a paste mixed with spices. From this training program, it is hoped that housewives will be able to make sauces using natural ingredients for personal consumption.
Keywords: additives; papaya sauce; shrimp broth
Abstrak: Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan warga terhadap bahan sambal yang berbahaya yang beredar di pasaran, sehingga mereka berharap dapat membuat sambal rumahan yang lebih higienis. Tujuan dari pelatihan ini adalah membuat sambal pepaya dengan bahan tambahan kaldu udang di Perumahan Griya Batu Aji Batam Kepulauan Riau, dengan kegiatan ini peserta memperoleh wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan tambahan kaldu udang, dan pepaya sebagai bahan tambahan alami. Kaldu udang yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan secara produktif, begitu pula dengan pepaya matang yang mudah busuk kini dapat diawetkan dalam bentuk sambal. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ibu-ibu perumahan Griya Batu Aji yang mengikuti pelatihan merasa senang (93,5%) terhadap pelatihan yang diadakan karena ibu-ibu antusias karena baru mengetahui bahwa sambal dapat dibuat dari bahan dasar pepaya, mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan metode ceramah, praktik lapangan, diskusi. Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan waktu dalam mencari kombinasi bahan isi sambal sehingga hasil yang diperoleh banyak dan memiliki cita rasa yang enak. Membuat saus pepaya dengan kaldu udang sangat mudah, yaitu buah pepaya dibuat menjadi pasta yang dicampur dengan rempah-rempah. Dari program pelatihan ini, diharapkan para ibu rumah tangga mampu membuat saus dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk konsumsi pribadi.
Kata kunci: Saus pepaya; Zat aditif; Kaldu udang.
Abstract:Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage…
e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future.
Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students
Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa. Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan.
Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi
Abstract:Personal finance skills are one of the important competencies that young people need to have in facing future economic challenges, given the increasingly complex global financial dynamics and the need to be able to manage…
e resources effectively in order to survive and thrive amid economic uncertainty. However, the level of financial literacy among vocational high school (SMK) students is still relatively low, as reflected in the results of the National Survey on Financial Literacy and Inclusion by OJK (2019) which shows that only 38.03% of Indonesians have adequate financial literacy, including among students. Of the 30 samples used by using the method of sharing, discussion, and case studies on each student, many were still found to be unable to manage their finances. This financial training has succeeded in providing a basic understanding of good financial management to students of SMK Negeri 1 Kisaran. Through the material presented, students can apply the knowledge gained in their daily lives, from managing expenses, saving, to planning for the future.
Keywords: financial literacy; financial skills; training vocational high school students
Abstrak: Keterampilan keuangan pribadi merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, mengingat semakin kompleksnya dinamika keuangan global dan kebutuhan untuk dapat mengelola sumberdaya secara efektif agar dapat bertahan dan berkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tingkat literasi keuangan di kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK (2019) yang menunjukkan bahwa hanya 38,03% masyarakat Indonesia yang memiliki literasi keuangan yang memadai, termasuk di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilakukan oleh team dosen universitas royal dimana sampelnya sebanyak 30 orang yang merupakan siswa Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 1 Kisaran dalam penyampaian materi digunakan dengan menggunakan metode sharing, diskusi, dan studi kasus pada masing-masing siswa. Pelatihan keuangan memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik kepada siswa SMK Negeri 1 Kisaran. Melalui materi yang disampaikan, siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga merencanakan masa depan.
Kata Kunci: Keterampilan keuangan; literasi keuangan; pelatihan siswa SMK, pengelolaan keuangan pribadi
Abstract:The digital startup business incubation program for students is an initiative to support the development of innovative and sustainable businesses. The program aims to help students develop competitive business potential.…
The entrepreneurial landscape at Universitas Sumatera Utara is continuously growing, marked by the emergence of young entrepreneurs from various programs such as the Student Entrepreneurial Program (PMW) and the Student Creativity Program (PKM). In 2023, there were 12 funding opportunities for PKM entrepreneurial schemes and three winners of the P2MW program. However, challenges remain, such as limited networking opportunities, market access, and minimal mentoring and education on financial management. The lack of mentors and supporting resources often causes campus startups to lose motivation. The methods used to address these issues include mentoring to enhance the capabilities of student startups, financial management literacy, the provision of business facilities, and training and guidance in marketing. This program provides valuable opportunities for students to develop digital business ideas and apply sustainable business principles. As a result, students are better prepared to contribute to sustainable economic growth.
Keywords: startup; incubator; digital; sustainable; business
Abstrak: Program inkubasi pengembangan usaha startup digital mahasiswa merupakan inisiatif untuk mendukung pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan program ini adalah membantu mahasiswa mengembangkan potensi usaha yang kompetitif. Situasi kewirausahaan di Universitas Sumatera Utara terus berkembang dengan munculnya wirausahawan muda dari berbagai program, seperti Program Wirausaha Muda (PMW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pada tahun 2023, terdapat 12 pendanaan untuk skema kewirausahaan PKM dan tiga pemenang program P2MW. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan peluang jejaring, akses pasar, serta minimnya pendampingan dan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha. Kurangnya mentor dan sumber daya pendukung menyebabkan startup kampus sering kehilangan motivasi. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ini meliputi pendampingan peningkatan kemampuan startup mahasiswa, literasi pengelolaan keuangan, penyediaan fasilitas usaha, serta pelatihan dan bimbingan pemasaran. Program ini membuka peluang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis digital dan menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan. Hasilnya, mahasiswa lebih siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kata kunci: startup; inkubator; digital; berkelanjutan; bisnis
Abstract:Members of the Klaten Persons with Disabilities Association (PPDK) produce various items but lack experience in product photography for social media marketing. To address this, the training conducted to improve their skills.…
lls. The product photo training methods were lectures, interactive discussions, hands-on practice, and follow-up mentoring. As a result, participants' scores improved by 13.1%, from an average of 80.75 to 91.33, with the best photo scoring 95.00 using only a mobile phone. This training helps PPDK members create better-quality product photos suitable for digital marketing.
Keywords: digital marketing; disability; product photography
Abstrak: Para anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) memiliki berbagai produk yang sudah dipasarkan di lingkungan sekitar PPDK, namun dalam pemasaran digital melalui media sosial mereka mengalami kendala dalam pengambilan foto produk ala kadarnya. Para pengrajin belum memiliki keterampilan teknik pengambilan foto produk yang memadai. Pelatihan foto produk ini bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk anggota PPDK menjadi solusi yang tepat untuk membekali mereka dengan keterampilan foto produk yang mumpuni. Metode pelatihan foto produk yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil dari pelatihan foto produk terjadi peningkatan 13,1% dari nilai rata-rata 80,75 menjadi rata-rata 91,33. Peserta pelatihan mendapatkan skill pengambilan foto produk yang bagus. Hasil foto produk terbaik mencapai nilai 95,00 dengan teknik pemotretan yang bagus hanya menggunakan kamera handphone sudah layak digunakan sebagai konten digital marketing.
Kata kunci: disabilitas; foto produk; pemasaran digital
Abstract:The disabled community group that is part of the PAHDIS organization in Waingapu City faces obstacles in accessing formal education and skills training due to a lack of physical accessibility and inadequate support from…
educational institutions. This activity aims to improve skills to support economic independence and increase the empowerment of target partner communities through mentoring in implementing aquaponic fish and vegetable cultivation technology. The methods used in this PKM are socialization regarding what aquaponic technology is, training in making aquaponic technology, application of aquaponic technology, mentoring. The results of this service show that the members can understand aquaponic technology. In addition, members can also learn new lessons about aquaponic technology.
Keywords: aquaponics; disabled; skills; economic independence
Abstrak: Kelompok masyarakat difabel yang tergabung dalam organisasi PAHDIS di Kota Waingapu menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan formal dan pelatihan keterampilan, baik karena kurangnya aksesibilitas fisik maupun kurangnya dukungan yang memadai dari institusi pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan keterampilan untuk mendukung kemandirian ekonomi dan meningkatkan pemberdayaan komunitas mitra sasaran. Metode yang digunakan dalam pkm ini adalah sosialisasi terkait apa itu teknologi akuaponik, pelatihan pembuatan teknologi akuaponik, penerapan teknologi akuaponik, pendampingan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa para anggota mampu memahami terkait teknologi akuaponik. Selain itu para anggota juga dapat pelajaran baru mengenai teknologi akuaponik.
Kata kunci: akuaponik; difabel; ketrampilan; kemandirian ekonomi
Abstract:Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped…
d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art.
Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding
Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.
Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital
Abstract:The development of digital technology has transformed various aspects of life, including the micro, small, and medium enterprise (MSME) sector. In Sekupang District, the adoption of digital technology by MSME actors faces…
s various challenges, particularly in understanding and accessing such technologies. The purpose of this digital technology outreach is to enhance the knowledge and skills of MSME actors in adopting technology, enabling them to compete in the digital era. This outreach activity includes a basic understanding of business software usage, digital marketing strategies, and the use of social media to expand market reach. The methods used include seminars, hands-on training, and Q&A sessions. The results of the outreach indicate an increase in MSME actors' understanding of the importance of digitalization and readiness to implement technology in daily business operations. This program is expected to increase the competitiveness of MSMEs in Sekupang District in facing the challenges of the digital economy.
Keywords: outreach; digital technology; MSME; digitalization
Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kecamatan Sekupang, pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemahaman dan akses terhadap teknologi tersebut. Sosialisasi teknologi digital bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi, sehingga mampu bersaing di era digital. Kegiatan sosialisasi ini mencakup pemahaman dasar tentang penggunaan perangkat lunak bisnis, strategi pemasaran digital, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan meliputi seminar, pelatihan langsung, dan sesi tanya jawab. Hasil dari sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya digitalisasi, serta kesiapan untuk mengimplementasikan teknologi dalam operasional bisnis sehari-hari. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kecamatan Sekupang dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.
Kata kunci: sosialisasi; teknologi digital; UMKM; digitalisasi