Search Articles & Publications

Showing 55 articles found for "Hubungkan"

PERAN TEKNOLOGI MASA KINI DALAM MENINGKATKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN MELALUI PEMBUATAN BUSINESS PLAN

Azwar Alamsyahdana, Jogi Pras
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi teknologi masa kini terhadap peningkatan minat kewirausahaan, dengan fokus pada peran pembuatan business plan. Hasil analisis menunjukkan bahwa inovasi teknologi… gi memiliki dampak positif yang signifikan pada peningkatan minat kewirausahaan. Lebih lanjut, pembuatan business plan diidentifikasi sebagai faktor kritis dalam menghubungkan inovasi teknologi dengan keberhasilan usaha. Para kewirausahawan yang secara aktif menggabungkan teknologi dalam strategi bisnis mereka cenderung lebih cermat dan terarah dalam merencanakan langkah-langkah bisnis melalui business plan.

WILAYAH KAJIAN FILSAFAT ILMU (INTEGRASI ISLAM DAN SAIN)

Rifan Zaini, Sudirman Sudirman
Abstract: Dalam penulisan di artikel ini, tentu penulis dalam penelitian menggunakan studi literatur atau telaah pada kajian referensi dari buku dan tulisan karya ilmiyah yang mempunyai keterkaitan dengan topik yang diangkat yaitu… pada Wilayah Kajian Filsafat Ilmu (Integrasi Islam dan sains). Kajian dalam penelitian ini tentu mempunyai tujuan untuk mengetahui sejauh mana topik yang berkaitan dengan perkembangan saat ini sehingga bisa menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi terhadap suatu ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi khalayak. Hasil penelitian dari kajian Filsafat Ilmu (Integrasi Islam dan Sains) yaitu; (1) dalam kajian filsafat dan ilmu ditemukan bahwa keduanya mempunyai kesamaan, namun perbedaannya dapat ditemukan dari sudut pandang probolitas, reduksi, dan hepotesis; (2) Dasar-dasar dalam menginterasikan Islam dan Sains adalah harus menggunakan pendekatan epistemologi guna menemukan titik temu tentang paradigma, objek, metode, dan kriterian yang digunakan oleh keduanya dalam memperoleh pengetahuan. (3) berbicara pada masalah hubungan antara dunia Islam setelah kejayaan (1350 M) dan Sains di Barat setelah revolusi ilmiyah (1543-1600 M) adalah upaya dalam menghubungkan dua hal yang dianggap memiliki hubungan diametral dan pradoks. Dengan demikian, adanya perbedaan yang ada di antara keduanya dianggap sebagai integrasi dalam menemukan ilmu pengetahuan yang bersifat dogma dan paradigma.

Peradaban Islam di Asia Tenggara

Mia Maulidiya Rohima
Abstract: Peradaban Islam di Asia Tenggara memiliki peran penting dalam membentuk aspek sosial, budaya, politik, dan ekonomi kawasan ini. Islam pertama kali masuk pada abad ke-13 melalui jalur perdagangan yang menghubungkan Asia Tenggara… enggara dengan pedagang dan ulama dari India, Arab, dan Persia. Proses penyebarannya berlangsung secara damai, dengan pengaruh besar dari para pedagang, ulama, dan sufi yang mengadaptasi ajaran Islam dengan budaya lokal. Islamisasi di kawasan ini ditandai dengan pendirian kerajaan-kerajaan Islam seperti Malaka dan Aceh, yang mengadopsi Islam sebagai agama resmi, serta penerapan prinsip syariah dalam sistem pemerintahan. Islam membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk seni, sastra, arsitektur, dan pendidikan, dengan masjid-masjid megah dan karya sastra Islam yang berkembang pesat. Selain itu, ajaran Islam yang dipengaruhi oleh tasawuf dan fiqh menunjukkan keberagaman dalam praktik keagamaan yang disesuaikan dengan tradisi lokal. Peradaban Islam juga berkontribusi pada pembentukan identitas sosial dan politik masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman antaragama. Penelitian ini menggali pengaruh Islam di Asia Tenggara, memberikan wawasan tentang kontribusinya terhadap kemajuan kawasan ini dan peradaban global, serta menunjukkan bagaimana Islam memajukan ekonomi, pendidikan, dan interaksi antarbudaya.

INOVASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD/MI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER ANAK SEJAK DINI

Dina Salsabila, Asmaiwaty Arief, Rehani Rehani
Abstract: Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) berperan penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menghadapi tantangan era digital, diperlukan inovasi dalam… m pendekatan pembelajaran PAI agar tetap relevan, efektif, dan mampu membangkitkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membahas berbagai strategi inovatif dalam pembelajaran PAI, termasuk integrasi teknologi, penggunaan media visual dan audio interaktif, serta penerapan metode pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa untuk aktif dan kreatif. Selain itu, pendekatan kontekstual yang menghubungkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari anak juga dieksplorasi untuk meningkatkan relevansi dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman. Inovasi-inovasi ini tidak hanya dirancang untuk mengembangkan pengetahuan agama pada anak, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter yang positif seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Berdasarkan hasil studi literatur, inovasi dalam pembelajaran PAI di SD/MI terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman ajaran agama, serta membangun karakter berakhlak mulia. Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan inovasi pembelajaran PAI dapat menciptakan generasi yang religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA KULIAH PENDIDIKAN KARAKTER DI IAIN PALANGKA RAYA

Febrianti, Indah, Riscky Edy Prayetno, Reza Purwadi
Abstract: Pendidikan karakter merupakan usaha mewujudkan individu yang memiliki karakter baik. Pendidikan karakter berperan penting dalam pembentukan karakter individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa… a tentang aktualisasi pendidikan karakter dalam mata kuliah di IAIN Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis Miles and Huberman yang terdiri dari langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pendidikan karakter dalam mata kuliah di IAIN Palangka Raya yakni mahasiswa memandang pendidikan karakter sebagai suatu proses mengajar tentang bagaimana cara individu berperilaku yang mana tercakup komponen pengetahuan, tata nilai, dan perilaku sehingga dapat membentuk karakter yang baik bagi individu tersebut. Pendidikan karakter memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter baik bagi mahasiswa. Dalam mata kuliah pendidikan karakter nilai-nilai karakter yang ditanamkan terdiri dari jujur, sopan santun, disiplin, bertanggung jawab, amanah, rasa hormat, keberanian, adil, tekun, setia kawan, integritas, dan kebangsaan yang sesuai dengan nilai ajaran agama. Bentuk pengaktualisasian pendidikan karakter dalam mata kuliah pendidikan karakter yakni dilakukan dengan memberikan contoh permasalahan di dunia nyata maupun dunia maya yang kemudian dihubungkan dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dinilai efektif dalam meningkatkan karakter mahasiswa.

Dialektika Pendidikan Islam dan Humanisasi: Telaah Kompartif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman

Roihan, Muhammad, Firdaus Mamad, Urwatul Wusqa
Abstract: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan transformasi digital, pendidikan Islam diharapkan tidak hanya mengajarkan tentang agama, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki pemikiran kritis. Dalam hal ini,… ni, pemikiran Al-Ghazali dan Fazlurrahman memiliki kesamaan fokus pada manusia dalam hal pendidikan, meskipun pendekatannya berbeda. Namun, penelitian yang ada cenderung membahas keduanya secara terpisah, sehingga dialog antara konsep dan gagasan mereka belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis persinggungan dan perbedaan pemikiran mereka untuk kontribusi pada humanisasi pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan ( Library Research). Semua data diperoleh dari karya-karya ilmiah terkait dan terbaru, lalu dijelaskan secara komaparatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memandang Pendidikan sebagai proses pembentukan manusia, dengan tekanan Al-Ghazali pada pelatihan moral dan spiritual, sedangkan Fazlurrahman fokus pada integrasi ilmu dan pengembangan nalar kritis. Kedua pradigma saling melengkapi dan dapat diintegrasikan dalam kerangka humanisasi pendidikan Islam, menghubungkan dimensi etis, spiritual, intelektual, serta tanggung jawab sosial.

A Semantic Analysis of Deictic Expressions in “Indonesia Launches Ambitious Free-Meal Program to Combat Stunting” Published by The Jakarta Post

Maria Anjelita Hutauruk, Bernieke Anggita Ristia Damanik
Abstract: Studi ini meneliti bagaimana frasa deiktik digunakan dan apa artinya dalam artikel berita berjudul “Indonesia Siap Meluncurkan Program Makan Gratis Ambitius untuk Memerangi Stunting.” Tujuan utamanya adalah untuk menemukan… emukan berbagai jenis kekurangan dan memahaminya secara bermakna, menggunakan gagasan dari Levinson (1983) dan Huang (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam artikel tersebut: persona, temporal, misalnya; spasial; wacana; dan sosial. Ini berarti bahwa deiksis persona lebih umum daripada yang lain dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bahwa fleksibilitas ini terutama memengaruhi partisipan. Pentingnya ekspresi deiktik berasal dari perannya dalam menghubungkan kata-kata dengan situasi di mana kata-kata tersebut digunakan. Studi ini juga menunjukkan bagaimana analisis semantik dan pragmatik terhubung ketika menjelaskan deiksis, dengan makna semantik yang lebih umum dan makna praktis yang berubah berdasarkan situasi. Oleh karena itu, kedua perspektif tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan. Pada akhirnya, deiksis memainkan peran kunci dalam pelaporan berita karena membantu menyajikan informasi secara jelas dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Mempelajari cara menafsirkan frasa deiktik dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berita. Ini berarti menemukan penyebutan yang terhubung dengan bagian teks lainnya.  

ANALISIS STRATEGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN DI SEKOLAH DASAR

Sella Safitri, Safrida Napitupulu, Dinda Yarshal, Dara Fitrah Dwi, Nurmairina
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan dan taktik murid di tingkat sekolah dasar dalam menyelesaikan tantangan geometri yang tidak rutin. Tantangan yang tidak rutin memerlukan siswa untuk berpikir secara kritis,… tis, kreatif, dan adaptif, karena solusi tidak bisa ditemukan melalui metode atau algoritma yang biasa merekaingat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subyek yang diteliti adalah murid sekolah dasar kelas atas yang diambil secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penyelesaian masalah geometri nonrutin dan wawancara mendalam untuk mengungkap proses berpikir para siswa. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri nonrutin bervariasi dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi cenderung menggunakan strategi visualisasi seperti menggambar kembali bentuk, menciptakan model sederhana, serta memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Siswa dengan kemampuan sedang mengaplikasikan kombinasi strategi percobaan dan penerapan konsep dasar, namun masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep secara menyeluruh. Di sisi lain, siswa dengan kemampuan rendah sering terjebak dalam prosedur yang rutin dan menemui kesulitan dalam memahami maksud dari soal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tantangan geometri nonrutin sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap konsep, kemampuan dalam representasi, serta kelenturan taktik yang mereka gunakan. Oleh karena itu, pengajaran geometri di tingkat sekolah dasar perlu dirancang dengan menerapkan variasi soal nonrutin secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa.

KONSEPTUALISASI UNSUR GEOMETRI DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR

Dilla Silvani, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Tiflatul Husna, Wanoto
Abstract: Rendahnya pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan unsur dasar geometri berupa titik, garis, bidang, dan sudut. Sejumlah penelitian nasional melaporkan bahwa… siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk, menganalisis sifat bangun, serta menghubungkan unsur geometri secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi unsur geometri dalam pembelajaran bangun datar di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran geometri di pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa berakar pada lemahnya fondasi konseptual serta pembelajaran yang terlalu berorientasi pada prosedur perhitungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis hasil penelitian nasional yang menegaskan pentingnya penguatan unsur geometri sebagai dasar sebelum pembelajaran bangun datar yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa penguatan konsep titik, garis, bidang, dan sudut secara sistematis dan kontekstual menjadi kunci peningkatan pemahaman bangun datar siswa sekolah dasar.

Partisipasi Institusi Pedesaan dan Efektivitas Program Bangga Kencana

Hafied Maulana Ibrahim, Muhammad Husein Maruapey, Agus Suarman Sudarsa
Abstract: Penelitian ini menganalisis partisipasi institusi masyarakat pedesaan dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta implikasinya terhadap efektivitas program di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten… en Bogor. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian yang menempatkan institusi masyarakat pedesaan sebagai aktor utama pembangunan keluarga berbasis komunitas dan belum banyaknya penelitian yang menghubungkan pola partisipasi, faktor yang memengaruhi, strategi penguatan, serta outcome program secara integratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif. Data dikumpulkan pada Agustus sampai Oktober 2025 melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan kuesioner pendukung terhadap koordinator program, penyuluh lapangan, aparatur kecamatan dan desa, kader masyarakat, pengurus kelompok bina keluarga, tokoh masyarakat, dan keluarga penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi relatif aktif pada tahap pelaksanaan, tetapi masih lemah pada tahap perencanaan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan institusi masyarakat pedesaan penting untuk menggeser partisipasi dari simbolik menjadi substantif guna meningkatkan efektivitas program, perubahan perilaku, dan kesejahteraan keluarga.