Search Articles & Publications

Showing 42 articles found for "Kemasan"

Analisis Kebutuhan Industri Terhadap Kemasan Plastik Biodegradable Untuk Produk Kopi Bubuk di Wilayah Lampung

Risma Widiastuti, Patria Insani, Sofy Eka Zalianti, Revita Nurfadhillah, Rahma Ismi Fadhillah, Alodia Gita Pratiwi, Nasywa Yasmin, Rizqi Wahyudi
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan industri dan persepsi konsumen terhadap penerapan kemasan plastik biodegradable sebagai solusi pengurangan limbah plastik pada produk kopi bubuk di wilayah Lampung. Pendekatan… endekatan yang digunakan bersifat kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden yang terdiri atas masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha. Masalah pada penelitian ini adalah banyaknya sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan kopi sachet yang sulit terurai sehingga menyebabkan pencemaran dah dapat merusak ekosistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap kemasan biodegradable dengan nilai rata-rata di atas 3 pada skala 4. Berdasarkan hasil relative weight dari perhitungan HOQ menunjukkan bahwa kemasan berlabel “Eco-Friendly” (33,9%) menjadi prioritas utama, diikuti riset pasar regional (27,1%), bahan biodegradable (16,3%), efisiensi biaya (17,6%), dan bioplastik berbasis pati (5%). Hasil ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan aspek estetika, keberlanjutan, efisiensi biaya, dan relevansi pasar agar kemasan kopi bubuk biodegradable tetap menarik dan kompetitif. Faktor yang dianggap paling penting mencakup keamanan bahan, daya tahan kemasan, desain visual, serta kemampuan terurai alami. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar industri kopi di Lampung mengembangkan kemasan berbasis bioplastik pati yang aman, memiliki label “eco-friendly”, dan diproduksi secara efisien agar tetap kompetitif di pasar.

Perancangan Kemasan Paper Bowl Soto Berbahan Serat Bambu Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Dapoer Mimi

Rifaldy, Alvin, Assidiqi, Zaky, wibowo, Daniel Bagus, Manggala, Widagdo Prayoga Manggala, Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata, Pratama, Andhika Ramdhan, Sirait, Steve Zefanya Sirait, Wahyudi, Rizqi
Abstract: UMKM Dapoer Mimi menghadapi permasalahan pada kemasan take away makanan soto yang digunakan saat ini, yaitu desain yang kurang menarik, tidak ramah lingkungan karena berbahan plastik, serta kurang fungsional karena sering… g menyebabkan tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan paper bowl berbahan serat bambu yang mampu memenuhi harapan konsumen dan mengatasi kelemahan kemasan eksisting. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasi Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis desain yang terukur melalui pembangunan House of Quality (HoQ). Hasil analisis HoQ menghasilkan spesifikasi teknis prioritas, yang meliputi: ketahanan suhu hingga 90°C (bobot 8%), ketebalan material 0,8–1,0 mm (bobot 6%), kandungan material daur ulang minimal 20% (bobot 11%), price premium justification (bobot 11%), serta desain yang memuat logo dan informasi produk yang jelas (bobot 6%). Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kemasan dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang meningkatkan kepuasan konsumen, nilai jual, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan bagi UMKM Dapoer Mimi.

Eco-Snack Innovation: Penerapan HOQ pada Produk Keripik Kulit Pisang dengan Kemasan Berkelanjutan

Beltsazar Putra Libertus Gustaf Dupe, Mizanul Khairi, Mohamad Nabiel Priatna, Ahmad Latif Aryo, Saputra, Muhammad Reza, Ray Natanael Jericho Pelawi, Syafran M.S, Malay, Izza Al Fawwaz aldi, Tungga, Syailindra Dwi, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong munculnya berbagai gagasan inovatif dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan… n produk keripik kulit pisang dengan kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap penerapan ekonomi sirkular. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan harapan konsumen terhadap produk keripik kulit pisang yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, serta menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk spesifikasi teknis sebagai dasar pengembangan produk. Pendekatan QFD dipilih karena mampu menghubungkan suara konsumen dengan desain produk secara sistematis, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen. Berdasarkan hasil analisis, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen meliputi rasa, kerenyahan, aroma, mutu bahan baku, serta kemasan yang ramah lingkungan. Hasil penilaian bobot prioritas menunjukkan bahwa unsur pemilihan bahan kemasan menempati posisi paling dominan dengan nilai 29%. Aspek kejelasan informasi pada kemasan berada di urutan kedua dengan nilai 19%, disusul oleh kepemilikan izin edar BPOM sebesar 13%. Harga menjadi faktor berikutnya dengan tingkat kepentingan 12%, sementara penentu cita rasa berupa komposisi bumbu serta pengaturan suhu dan durasi penggorengan memiliki pengaruh yang lebih kecil, masing-masing sebesar 8%. Sebagai rekomendasi pengembangan, produk keripik kulit pisang berkemasan ramah lingkungan dapat ditingkatkan melalui ekspansi pemasaran digital, kemitraan dengan umkm, dan peningkatan sertifikasi mutu untuk memperkuat daya saing pasar.

Analisis Inovasi Desain Kemasan Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kebab: Studi Kasus Mecca Kebab

Derina, Naila Muthi, Syalsyaira, Mariska, Anissa, Dwi Nur, Tahara, Tanthia Putri, Zahradian, Asyifa, Sagala, Caren Foebe Ancilla, Bakara, Christ Yessi Marlina, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi desain kemasan sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM, dengan studi kasus pada produk Mecca Kebab. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM tersebut terletak pada kemasan… masan yang kurang praktis, mudah rusak, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen dari segi higienitas serta kenyamanan penggunaan. Penelitian menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi atribut kemasan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka dan tertutup yang diolah menggunakan matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% responden sangat setuju dan 38,7% setuju terhadap inovasi kemasan dengan lapisan anti-minyak dan desain sleeve khusus. Aspek kebersihan, kehigienisan, dan kenyamanan menjadi faktor dengan prioritas tertinggi, sedangkan daya tarik visual memiliki pengaruh paling rendah. Atribut teknis yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kemasan adalah desain ergonomis (34,50%) dan bahan kemasan (29,80%). Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kemasan fungsional, higienis, dan praktis dapat meningkatkan citra serta daya saing produk UMKM di pasar yang kompetitif.

Analisis Sikap Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Produk Antara Teh Tong Tji Dan Teh.It Berbasis Model Multiatribut Fishbein

Misel Febrianti, Devina Aurelia Azahra, Amanda Edward, Rahmat Fajri Alamsyah, Sultan Muhammad Arkan
Abstract: Perilaku konsumen merupakan studi kompleks yang melibatkan seluruh proses pengambilan keputusan pembelian, mulai dari munculnya kebutuhan hingga evaluasi pasca-pembelian. Penelitian ini menggunakan model multiatribut Fishbein… hbein untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap produk Teh.It dan Teh Tong Tji dengan melibatkan 46 responden. Dengan fokus pada atribut produk seperti rasa, aroma, kemasan, dan harga, serta tingkat keterlibatan konsumen dalam memilih. Hasil menunjukkan bahwa konsumen sangat terlibat dalam menentukan preferensi minat akan produk dalam proses pembelian, serta aroma dan banyaknya isi menjadi faktor utama, sementara perbedaan antar merek tidak terlalu menonjol. Temuan ini memberikan panduan bagi produsen untuk menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi konsumen dan meningkatkan daya saing produk.

Penerapan Model Fishbein Multiatribut Untuk Mengukur Sikap Konsumen Terhadap Produk Sabun Pencuci Piring Dari Cairan Eco Enzyme (Zymora)

Elly Rahmawati, Rairani Rahmasalma Dewi, Nadia Shafa Kamilah, Ahmad Ali Husen, Ronaldi Hasibuan
Abstract: Model Sikap Fishbein berfungsi sebagai kompas yang ampuh dalam riset pasar. Model ini memungkinkan bisnis untuk menavigasi perilaku konsumen, preferensi, dan proses pengambilan keputusan dengan lebih presisi. Pada prinsip-prinsip… p-prinsip pemasaran, sikap merupakan evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang yang secara konsisten menyukai atau tidak menyukai suatu objek atau gagasan(Kotler dan Amstrong, 1997:173). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap sabun cuci piring Zymora dan menentukan atribut dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Survei dilakukan dengan kurang lebih 30 responden berusia 15-20 tahun, yang mengevaluasi atribut  seperti tekstur, warna, kemasan, harga, aroma, tidak membuat iritasi kulit, dan hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan menggunakan model multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling penting bagi konsumen adalah hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan (4,80), tidak membuat iritasi kulit (4,73), kemasan (4,60), aroma (4,50), dan harga (4,46), mempengaruhi sikap kepercayaan konsumen. Pada peringkat pertama yaitu hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan. Sebaliknya, pada atribut  tekstur (4,40) dan warna (3,83) kurang menjadi penilaian bagi konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempertahankan keunggulan dari produk sabun pencuci piring Zymora, fokus utama yaitu pada hasil pemakaian tidak mencemari lingkungan dan  tidak membuat iritasi selanjutnya mengembangkan atribut lain.

Mekanisme Pengelolaan Anggaran Biaya Market Dira Balung Jember Pada Stok Barang

Salsabila Nafa Abyudaya, S.Nabiela Qutsiah Salma, Siti Alfiyah
Abstract: Perhitungan anggaran biaya pada stok barang penting untuk alokasi sumber daya yang efisien, meskipun dihadapi tantangan seperti fluktuasi harga dan perubahan permintaan pasar. Sistem informasi persediaan membantu mengelola… la persediaan gudang dan memfasilitasi pengambilan keputusan pembelian. DIRA Shopping Centre Balung Jember menghadapi tantangan seperti kesalahan data persediaan, kurangnya pengarsipan dokumen, dan ketidakakuratan catatan persediaan. Metode akuntansi biaya FIFO dan rata-rata digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan dengan pendekatan yang berbeda. Penyusunan anggaran biaya stok barang di Market Dira Balung Jember merupakan konsep penting dalam operasi perusahaan, dengan fokus pada manajemen efektif dan pemahaman mendalam terhadap mekanisme pengelolaan anggaran biaya stok barang. Langkah-langkah, strategi, tantangan, dan solusi yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengelola anggaran biaya stok barang juga dibahas dalam laporan ini, dengan harapan memberikan wawasan komprehensif bagi pembaca dalam konteks manajemen operasional perusahaan ritel. Hasil Laporan PKL yaitu, Market Dira Balung Jember memiliki beberapa jenis stok beras dengan kemasan 5 kg per sak dari merek LAHAP, Dua Anak, dan Rajawali. Harga jual berkisar antara Rp 69.000 hingga Rp 70.000 per sak, didasarkan pada kualitas bahan dan kompleksitas pengolahan produk. Minat pelanggan terhadap produk tersebut tetap tinggi, menunjukkan strategi penentuan harga yang tepat dan daya saing yang kuat di pasaran. Anggaran biaya stok beras di Market Dira Balung terdiri dari anggaran pemakaian dan pembelian bahan baku, disusun untuk periode anggaran tahun 2024. Penilaian persediaan barang dagangan menggunakan metode harga pokok. Market Dira Balung menerapkan metode FIFO dalam pengelolaan anggaran biaya stok barang, dengan nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan harga per unit barang terakhir yang masuk. Biaya overhead gudang disusun menggunakan tarif 4% dari jumlah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan.

Membangun Kreativitas Dan Jiwa Wirausaha Siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Kisaran Melalui Pelatihan Canva

Mardalius, Rika Nofitri, Bela Astuti
Abstract: Perkembangan teknologi digital menuntut peserta didik untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas serta jiwa wirausaha yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Siswa Madrasah Aliyah sebagai generasi… asi muda perlu dibekali keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kreativitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha siswa Madrasah Aliyah Al Washliyah Kisaran melalui pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan pembuatan produk desain seperti poster promosi, konten media sosial, dan desain kemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep desain visual, kemampuan menghasilkan karya kreatif berbasis digital, serta munculnya minat untuk memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi digital siswa, tetapi juga menanamkan pola pikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada peluang, sehingga mendukung pembentukan karakter wirausaha sejak dini.

Pemilihan Parfum Terbaik Di Kalangan Masyarakat Menggunakan Metode Weighted Product

Siti Marliah, Nicken Saskia Maharani, Nuriadi Manurung
Abstract: Pemilihan parfum yang sesuai dengan preferensi konsumen merupakan tantangan tersendiri mengingat banyaknya pilihan merek, aroma, dan harga yang tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung… ng Keputusan (SPK) menggunakan metode Weighted Product (WP) dalam menentukan parfum terbaik berdasarkan lima kriteria utama: aroma, ketahanan, harga, kemasan, dan ketersediaan. Data diperoleh melalui observasi pasar dan kuesioner kepada 100 responden pengguna parfum berusia 17–35 tahun. Setiap alternatif parfum dinilai dan dihitung nilai vektor S serta vektor V dengan mempertimbangkan bobot masing-masing kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parfum Morris (A9) menempati peringkat tertinggi dengan nilai vektor V sebesar 0,0728, diikuti oleh parfum racikan (A12) dan kategori lainnya (A16). Metode WP terbukti efektif dalam menghasilkan rekomendasi parfum yang sesuai dengan preferensi masyarakat secara objektif dan terstruktur

Analisis Produk Face Wash Pasaran dengan Metode COPRAS untuk Remaja dan Dewasa

Feri Irawan, Rahmadita, Melly Ayunda Putri Lubis
Abstract: Perawatan wajah kini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi remaja dan dewasa yang memiliki jenis kulit berbeda. Banyaknya produk face wash di pasaran sering kali membingungkan konsumen dalam menentukan pilihan terbaik.… . Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sepuluh merek face wash menggunakan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment), dengan mempertimbangkan preferensi dua segmen konsumen, yaitu remaja dan dewasa. Sebanyak 25 responden dilibatkan dalam survei dengan empat kriteria utama: harga, kemasan, kenyamanan, dan kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas merupakan faktor paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan, diikuti oleh harga. Metode COPRAS terbukti efektif memberikan peringkat objektif terhadap produk yang dievaluasi. Dari hasil evaluasi, lima merek dengan skor utilitas tertinggi adalah Pond’s Men, Garnier, Biore, Nivea, dan Cosrx. Pond’s Men memperoleh skor 4,1025, sementara Garnier dan Biore sama-sama mendapatkan skor 4,1124. Merek lokal seperti Wardah juga menunjukkan performa yang kompetitif, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek internasional. Temuan ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk perawatan wajah sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih responsif terhadap keinginan pasar. Secara keseluruhan, COPRAS terbukti sebagai alat bantu pengambilan keputusan multikriteria yang andal dalam industri kosmetik.