Abstract:Karyawan merupakan aset penting dalam organisasi yang memilikih kebutuhan psikologis termauk kemampuan mengelolah emosi dan berkomunikasi secara efektif dilingkungan kerja. Berdasrkan need assessment dan observasi terhadap…
ap karyawan PT. Primafood Internasional, ditemukan bahwa sebagian besar mengalami kesulitan dalm regulasi emosi yang berdampak pada efektifitas komunikasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi mengenai regulasi emosi untuk meningkatkan komunikasi efektifitas di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah seminar psikoedukatif dengan pendekatan non pelatihan yang dilengkapi pre-test dan post-test pada peserta sebanyak 16 orang karyawan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan seminar. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test adalah 0,00 menjadi 8,50 pada skor post-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.Temuan ini menunjukkan bahwa seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai strategi regulasi emosi dan keterampilan komunikasi.
Abstract:Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) merupakan aspek krusial dalam menunjang kesejahteraan karyawan dan mendukung peningkatan kinerja mereka. PT. Kalla Inti Karsa menghadapi beban…
an kerja yang cukup tinggi, yang berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan para karyawannya. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran karyawan terhadap pentingnya work-life balance melalui pendekatan psikoedukatif menggunakan media poster. Metode yang digunakan meliputi distribusi poster secara daring, disertai dengan pelaksanaan pre-test sebelum intervensi dan post-test sesudahnya untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta. Poster yang disebarkan memuat penjelasan mengenai pengertian work-life balance, penyebab ketidakseimbangan, ciri-ciri work-life balance yang sehat, serta cara meningkatkan work-life balance yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 62 karyawan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pre-test memperlihatkan bahwa sebagian besar karyawan mengalami tekanan, keterbatasan waktu untuk diri sendiri, dan kurangnya fleksibilitas kerja. Pasca intervensi, sebanyak 95,2% menyatakan lebih memahami konsep work-life balance, 85,5% mulai menerapkan pengaturan waktu kerja dan pribadi agar lebih seimbang, dan 74,2% merasa lebih tenang. Sebagian besar juga menganggap informasi dalam poster jelas dan bermanfaat. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi visual efektif dalam meningkatkan kesadaran serta membentuk perilaku kerja yang lebih sehat. Kegiatan ini terbukti memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan psikologis karyawan di lingkungan kerja.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, khususnya anggota Pusat Informasi dan Konseling…
eling Remaja (PIK-R) di MAN 2 Makassar. Permasalahan tekanan teman sebaya diidentifikasi sebagai isu utama berdasarkan hasil survei data awal yang dilakukan terhadap anggota PIK-R. Penelitian ini menggunakan metode pemberian psikoedukasi yang disertai dengan pengambilan data melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 peserta berusia 15–17 tahun mengikuti kegiatan yang terdiri atas pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar peer pressure, aspek dan jenisnya, bentuk bentuk peer pressure serta faktor faktor yang memengaruhi terjadinya peer pressure. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test 3,1 dan post-test 9,2, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan psikoedukasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap dinamika tekanan teman sebaya (Peer pressure). Dengan demikian, kegiatan psikoedukasi ini terbukti efektif dalam membekali remaja dengan keterampilan untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengatasi pengaruh negatif dari lingkungan sosialnya. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya peran aktif remaja sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekolah.
Abstract:Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi…
awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.
Abstract:Rendahnya efektivitas kerja sama tim merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh organisasi, termasuk di lingkungan UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.…
Masalah ini berdampak pada terhambatnya penyelesaian tugas, ketidakseimbangan beban kerja, dan meningkatnya miskomunikasi antarpegawai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode Leaderless Group Discussion (LGD), yaitu metode diskusi kelompok tanpa pemimpin formal yang mendorong keterlibatan setara antaranggota tim. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan kemampuan kerja sama tim yang baik, sesuai indikator yang dikemukakan oleh Davis (2014) mencakup tujuan yang sama, antusiasme, peran dan tanggung jawab, komunikasi efektif, resolusi konflik, pembagian kekuasaan (share power), dan keahlian anggota. Meski masih ditemukan individu yang kurang aktif, secara keseluruhan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, metode LGD dapat menjadi strategi yang relevan dalam membentuk budaya kerja yang lebih kolaboratif dan partisipatif di instansi pemerintahan.
Abstract:Proses rekrutmen dan seleksi merupakan aspek fundamental dalam manajemen sumber daya manusia yang berperan strategis dalam menjamin ketersediaan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan organisasi. Penelitian ini…
ni bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan sistem seleksi karyawan berbasis teknologi, khususnya melalui tes teori online menggunakan platform Google Form, sebagai solusi atas permasalahan efisiensi dan aksesibilitas dalam proses rekrutmen operator tambang di PT GHJ Triagung Mandiri. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan tahapan pelaksanaan mulai dari perancangan alur rekrutmen baru hingga monitoring dan evaluasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penerapan tes online mampu memangkas waktu proses seleksi hampir 50% dibandingkan metode konvensional, memperluas jangkauan pelamar dari luar daerah, serta meningkatkan efisiensi dan objektivitas penilaian. Meskipun ditemukan kendala teknis terkait koneksi internet, solusi teknis telah diterapkan untuk mengurangi dampaknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa digitalisasi proses seleksi, khususnya pada tahap tes teori, merupakan pendekatan strategis yang mendukung efektivitas rekrutmen di sektor industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Rekomendasi untuk pengembangan ke platform digital yang lebih aman dan terintegrasi juga diajukan guna meningkatkan validitas serta perlindungan data dalam proses seleksi daring.
Abstract:Nomophobia adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kecemasan berlebihan saat individu tidak dapat mengakses ponsel, dan menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Rendahnya kesadaran mengenai…
i dampak negatif penggunaan gawai berlebihan menjadi salah satu penyebab kurangnya penanganan dini terhadap nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 33 Makassar mengenai bahaya dan strategi penanggulangan nomophobia. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest kepada 30 siswa kelas VII dan VIII. Materi disampaikan melalui metode ceramah interaktif yang disertai sesi tanya jawab dan refleksi pengalaman penggunaan gawai. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata skor pretest sebesar 14,10 meningkat menjadi 34,46 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan ponsel secara sehat dan pencegahan nomophobia. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi guru Bimbingan dan Konseling, sekolah, dan orang tua dalam menyusun strategi intervensi edukatif berbasis psikologi yang mendukung kesehatan mental remaja.
Abstract:Psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan emosi pada siswa SMPIT Darul Fikri Makassar melalui psikoedukasi berbasis media vosual berupa poster double x-banner. Latar belakang kegiatan…
giatan ini adalah banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengendalikan emosi, sebagaimana teridentifikasi melalui observasi dan Daftar Ceklis Masalah (DCM) di sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi psikoedukasi, diskusi interaktif, dan post-test kepada 90 siswa kelas 7, 8, dan 9. Materi yang diberikan mencakup pengertian emosi, faktor yang memengaruhi emosi, jenis-jenis emosi, ciri-ciri ketidakstabilan emosi, serta teknik pengelolaan emosi. Hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 26,70 dan post-test sebesar 44,54 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster efektif dalam meningkatkan literasi emosional siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan regulasi emosi yang penting untuk mendukung perkembangan psikologis dan prestasi akademik di masa remaja.
Abstract:Pengelolaan arsip pada PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Jember dilakukan secara manual dan digital untuk meningkatkan efisiensi dalam penyimpanan dan pencarian data pensiun. Arsip fisik disimpan secara terorganisir di ruang…
uang arsip, sedangkan arsip digital dikelola melalui aplikasi ELO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan dokumentasi selama 40 hari kerja di PT TASPEN Jember. Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala seperti kesalahan pada sistem ELO yang menghambat proses pengarsipan serta potensi kesalahan input data. Selain itu, peminjaman arsip fisik yang tidak terkendali seringkali menyebabkan keterlambatan pengembalian dokumen, sehingga menghambat akses bagi karyawan lain dan berpotensi kehilangan arsip. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain perbaikan system IT agar lebih stabil, penerapan verifikasi ganda dalam input data, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap peminjaman arsip fisik. Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan sistem kearsipan di PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Jember menjadi lebih efektif dan terstruktur.
Abstract:Akses internet yang stabil dan cepat menjadi kebutuhan utama dalam mendukung aktivitas pariwisata, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur komunikasi konvensional. Wisata Pemandian Pantai Geger…
er di Rantau Prapat merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi kendala akses internet yang terbatas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi internet berbasis Starlink yang didukung oleh sumber energi terbarukan, yaitu solar cell, guna menyediakan akses internet tanpa batas di kawasan wisata tersebut. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup survei awal untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi lingkungan, pemasangan perangkat Starlink dan panel surya, serta pelatihan bagi pengelola dalam managemen dan pemeliharaan sistem. Hasil dari implementasi ini menunjukkan bahwa kombinasi Starlink dan solar cell mampu memberikan konektivitas internet yang stabil dengan kecepatan tinggi, tanpa bergantung pada jaringan seluler atau kabel optik. Selain itu, penerapan teknologi ini juga berkontribusi pada peningkatan daya tarik wisata Pantai Geger serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi promosi dan layanan berbasis internet. Dengan adanya infrastruktur internet berbasis energi terbarukan ini, diharapkan kawasan wisata Pantai Geger dapat menjadi destinasi wisata yang lebih modern dan berdaya saing, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.