Search Articles & Publications

Showing 2421 articles found for "Salah"

Meningkatkan Kesadaran Akan Komunikasi Efektif Di Tempat Kerja Melalui Psikoedukasi Komunikasi Interpersonal

Amirah Amianty Agussalim, Faradillah Firdaus, Andi Miftahul Ginayah, Andi Aqilah, Muh Zhaky Aprillah
Abstract: Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai komunikasi interpersonal&#8230; melalui kegiatan bertema “Talk My Way: From Understanding to Uplifting” di CV X. Metode yang digunakan adalah ceramah partisipatif dan diskusi interaktif, dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Sebelumnya dilakukan need assessment kepada 37 karyawan melalui Google Form untuk mengidentifikasi permasalahan komunikasi yang ada. Kegiatan diikuti oleh 33 partisipan dari berbagai departemen, dengan materi meliputi konsep komunikasi interpersonal, Johari Window, dan kepribadian tangguh. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test (M = 2,85) dan post-test (M = 7,73), dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi mampu meningkatkan pemahaman karyawan terkait komunikasi interpersonal. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kolaborasi kerja yang lebih harmonis, efisien, dan berorientasi pada produktivitas.

Strategi Komunikasi Positif sebagai Upaya Pencegahan Stres di Lingkungan Kerja

Kurnia Rahayu A, A Faizah Aprilia Putri, Ayu Luthfiyah, Rahmat Permadi
Abstract: Stres kerja merupakan masalah utama yang berdampak negatif pada kinerja dan kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan program psikoedukasi berbasis strategi komunikasi positif&#8230; itif di PT. Karya Insani Sejahtera. Melalui analisis kebutuhan awal dan pelatihan sistematis, program ini berfokus pada peningkatan keterampilan karyawan dalam mengelola stres serta membangun komunikasi interpersonal yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, yang tercermin dari perbandingan nilai pre-test dan post-test. Diharapkan, intervensi ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif, kolaboratif, dan produktif bagi seluruh karyawan.

Webinar Sebagai Inovasi Edukasi: Mendorong Budaya Komunikasi Sehat Dalam Mengelola Stres Kerja

Abdul Rahmat, Kalysa Nayla Amin, Siti Latifah Nurkhaeriyah
Abstract: Tekanan atau stres di lingkungan kerja merupakan isu yang kerap ditemui dan berpotensi berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kinerja pegawai. Salah satu penyebab utama munculnya tekanan atau stres tersebut adalah&#8230; lemahnya interaksi dan komunikasi antar individu di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pegawai mengenai peran penting komunikasi yang baik dalam mengatasi tekanan kerja melalui sebuah webinar. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan mencakup penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pengisian formulir evaluasi secara daring. Total terdapat 28 peserta, dengan 18 di antaranya mengisi daftar hadir sekaligus evaluasi kegiatan. Dari hasil evaluasi, sebanyak 63,6% peserta mengaku puas, sementara 36,4% menyatakan sangat puas dengan jalannya kegiatan. Selain itu, 59,1% menyatakan mereka memahami isi materi, sedangkan 40,9% merasa cukup memahaminya. Para peserta juga menilai bahwa isi materi selaras dengan situasi kerja mereka dan memberi pandangan baru mengenai cara berkomunikasi yang lebih efektif untuk mengurangi tekanan atau stres kerja. Hasil ini mengindikasikan bahwa penyuluhan dalam bentuk webinar bisa menjadi pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan kemampuan komunikasi dalam rangka mengelola stres di lingkungan pekerjaan.

Efektivitas Psikoedukasi Toxic Produktivity terhadap Pemahaman Karyawan di Lingkungan Kerja PT. Midi Utama Indonesia, tbk Branch Makassar

Kartika Cahyaningrum, Nurmala, Malikah Ramadhani Mudarwin Putri
Abstract: Dalam era globalisasi dan persaingan kerja yang semakin kompetitif, tuntutan terhadap produktivitas individu mengalami peningkatan signifikan. Salah satu konsekuensi dari kondisi ini adalah munculnya fenomena toxic productivity,&#8230; ctivity, yaitu dorongan berlebihan untuk terus produktif bahkan di luar jam kerja yang seharusnya. Individu yang mengalami toxic productivity cenderung merasa bersalah saat beristirahat, mengabaikan kebutuhan fisik dan psikologis, serta merasakan tekanan internal maupun eksternal untuk terus bekerja tanpa henti (Dwipa, 2023). Penelitian ini dilakukan melalui metode psikoedukasi secara webinar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai toxic productivity. Hasil psikoedukasi menunjukkan peningkatan pemahaman materi yang disampaikan terhadap karyawan di PT. Midi Utama Indonesia, tbk Branch Makasar, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jawaban skor rata-rata peserta pada saat melakukan post-test dibandingkan dengan saat melakukan pre-test

Psikoedukasi: Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik Dalam Menghadapi Penyalahgunaan Narkoba Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Muhammad Nur Hidayat Nurdin, Rahmat Permadi, Kaltsum Adelia Kamal, Irdah R, Riza Putri Aprilia, Rania Insyirah Mahfud
Abstract: Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia, khususnya bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan ketahanan pribadi warga binaan melalui pendekatan&#8230; ekatan psikoedukasi. Kegiatan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar dalam bentuk webinar yang melibatkan 30 warga binaan kasus narkoba. Program ini mencakup sesi pembukaan, ice breaking, penyampaian materi, diskusi, dan refleksi mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak negatif narkoba serta munculnya kesadaran terhadap potensi diri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu merefleksikan sisi negatif serta positif dari diri mereka sebagai langkah awal transformasi pribadi. Psikoedukasi terbukti efektif sebagai intervensi psikologis dalam membangun pola pikir positif, pengelolaan emosi, dan kesiapan kembali ke masyarakat. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berfungsi sebagai wadah rehabilitasi mental melalui pendekatan edukatif yang terstruktur.

Pelatihan Psychological Fisrt Aid (PFA) Kepada Petugas Layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Selatan

Ismalandari Ismail, Dhella Amelia Ruslan, Nurfhatin, Nur Nita Sari
Abstract: Korban kekerasan, baik perempuan maupun anak-anak, sering mengalami dampak psikologis yang memerlukan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Psychological First Aid&#8230; d (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan PFA dalam meningkatkan pemahaman petugas layanan di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan terkait penanganan awal kondisi psikologis korban. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode ceramah dan roleplay. Sebanyak 10 petugas layanan UPT PPA mengikuti pelatihan PFA, dan efektivitasnya diukur melalui hasil pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan PFA dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip dan langkah-langkah dalam memberikan dukungan psikologis awal. Pelatihan ini diharapkan memperkuat keterampilan dasar petugas layanan dalam merespons kondisi psikologis korban secara cepat dan tepat. Implikasi kegiatan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga layanan kekerasan melalui pelatihan berbasis kompetensi psikologis seperti PFA.

Efektivitas Assertive Training dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Pegawai ASN UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan

Ismarli Muis, Khalwat Mukasyfah, Andi St Dzakiyyah Nurhaliza Pangerang, Nurul Fuadi Tahir, Marchanda Sarah Syahputri Jempot
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,&#8230; Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.

Efektifitas Penerapan Emotional Freedom Technique (EFT) Untuk Mengelola Stress Pada Guru SDN Mamajang II Kota Makassar

Andi Halima, Riskia Ruhi Alwati, Andi Zakiah Syafirah, Mufti Hatuljannah
Abstract: Stres merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh guru sekolah dasar, terutama akibat beban kerja yang tinggi, tuntutan administratif, serta tekanan lingkungan kerja. Ketidakmampuan dalam mengelola&#8230; ola stres dapat berdampak pada penurunan kualitas pengajaran dan kesehatan mental guru. Kegiatan Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan intervensi berupa pelatihan Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai metode praktis dalam membantu guru mengelola stres secara mandiri. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain One Group Pre-Test and Post-Test terhadap 11 guru di SD Negeri Mamajang II Kota Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Perceived Stress Scale (PSS) dan dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata stres partisipan menurun dari 24,91 menjadi 17,64 setelah mengikuti pelatihan EFT. Selain itu, tidak ada lagi partisipan yang berada pada kategori stres tinggi setelah intervensi, dan sebagian besar mengalami penurunan ke kategori stres sedang dan rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa EFT efektif sebagai strategi psikoedukatif dalam mengurangi stres guru dan dapat diterapkan dalam program kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan dasar.

Psikoedukasi Time Management Terhadap Quality of life Karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar

Muh. Raihan Darmawan Aprisal, Izzah Laila Hanifah, Nur Ainun Wajangsari, Rohmah Rifani
Abstract: Permasalahan manajemen waktu di lingkungan kerja masih menjadi tantangan yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi&#8230; rvensi guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam mengelola waktu secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar 90004. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen waktu setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 80.2 meningkat menjadi 92.2 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai manajemen waktu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup. Seminar psikoedukasi ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, seimbang, dan memuaskan.

Membangun Versi Terbaik Diri: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Esteem dan Self-Image Klien Rehabilitasi BNNP SULSEL

Andi Firda Tri Sabrina, Jennifer Graciela Turu’allo, Khezia Puspita, Dian Novita Siswanti
Abstract: Permasalahan rendahnya self-esteem dan self-image merupakan salah satu hambatan psikologis yang dialami oleh klien rehabilitasi penyalahguna narkotika, terutama akibat adanya stigma sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan&#8230; ujuan untuk memberikan intervensi psikoedukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri klien terhadap harga diri dan citra diri positif. Kegiatan dilakukan pada klien rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari sesi pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi disampaikan oleh psikolog klinis dengan metode aktif-reflektif, termasuk penulisan versi terbaik diri dan aktivitas eksplorasi kekuatan personal. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test sebesar 1,50 menjadi 3,56 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan setelah mengikuti psikoedukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan non-medis yang efektif dalam mendukung pemulihan psikologis klien dan dapat dijadikan strategi intervensi alternatif dalam proses rehabilitasi narkotika.