Abstract:Posyandu ialah layanan kesehatan masyar akat yang berperan krusial dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, balita, serta lansia. Di Posyandu Puspa Indah 2 Kota Tangerang Selatan, pengelolaan data masih memakai buku register…
r dan KMS secara manual sehingga pencatatan maupun pencarian data berlangsung kurang efisien serta rentan terjadi kesalahan dan kehilangan data. Kajian ini ditujukan guna merancang serta membangun Sistem Posyandu Pintar berbasis web yang mendukung pengelolaan data secara digital serta terintegrasi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka. Sistem dilakukan pengembangan memakai framework Laravel, bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, serta Bootstrap menjadi antarmuka pengguna. Hasil kajian memperlihatkan bahwasannya sistem yang dibangun bisa membantu kader Posyandu mengelola data balita, lansia, kader, serta pemeriksaan kesehatan secara lebih cepat dan akurat, sekaligus memudahkan pembuatan laporan otomatis. Hasil pengujian juga mengindikasikan tiap fitur utama, meliputi login, tambah data, ubah data, hapus data, serta cetak laporan, berfungsi selaras keperluan pengguna.
Integrated Health Post (Posyandu) is a public health service that plays a crucial role in monitoring the health of pregnant women, toddlers, and the elderly. However, data management at Posyandu Puspa Indah 2 in South Tangerang City is still done manually using register books and Health Cards (KMS). This slows down the recording and retrieval process and risks errors and data loss. This reserach was conducted to design and develop a web-based Posyandu Pintar system that facilitates integrated and digitalized data management. The research utilized observation, interviews, and literature review as the primary data collection methods. The system was developed using the Laravel framework, PHP as the programming language, MySQL as the database management system, and Bootstrap for interface design. The results demonstrate that the system effectively supports Posyandu cadres in managing toddler data, the elderly, cadres, and health checks more quickly and accurately, while simplifying the automated reporting process. Testing results show that all key features, such as logging in, adding data, editing data, deleting data, and printing reports, function well according to user needs.
Abstract:Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam…
lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif.
The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami sinergitas antara orang tua dan guru Sekolah Minggu dalam pembinaan iman anak berdasarkan Ulangan 6:6-7. Fokus penelitian diarahkan pada pola komunikasi antara orang tua dan guru Sekolah…
ekolah Minggu serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pertumbuhan iman anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pembinaan iman anak dalam keluarga dan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, rutin, dan berkesinambungan antara orang tua dan guru Sekolah Minggu mampu menciptakan kerja sama yang harmonis dalam pembinaan iman anak. Selain itu, keterlibatan orang tua melalui pendampingan rohani, pengulangan pengajaran firman Tuhan di rumah, dan pemberian teladan hidup Kristen memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan iman anak. Sinergitas antara keluarga dan gereja membantu anak memperoleh pembinaan iman yang lebih konsisten, terpadu, dan sesuai dengan nilai-nilai Kristiani berdasarkan prinsip Ulangan 6:6-7.
This study aims to understand the synergy between parents and Sunday School teachers in children’s faith development based on Deuteronomy 6:6–7. The focus of the study is directed toward the communication patterns between parents and Sunday School teachers, as well as parental involvement in supporting children’s spiritual growth. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation to obtain an in-depth understanding of children’s faith development within the family and church contexts. The results of the study indicate that open, regular, and continuous communication between parents and Sunday School teachers is able to create harmonious cooperation in children’s faith development. In addition, parental involvement through spiritual guidance, reinforcement of God’s Word at home, and the provision of Christian role models has a positive influence on children’s spiritual growth. The synergy between family and church helps children receive faith development that is more consistent, integrated, and aligned with Christian values based on the principles of Deuteronomy 6:6–7.
Abstract:Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri distribusi bahan bangunan menuntut perusahaan tidak hanya menjaga kelancaran distribusi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang guna meningkatkan loyalitas pelanggan.…
an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sales dalam meningkatkan loyalitas pelanggan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peran tersebut pada PT Mitra Maju Mapan Cabang Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan secara purposive yang melibatkan Branch Sales Manager, tenaga sales, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sales berperan strategis dalam membangun loyalitas pelanggan melalui komunikasi adaptif, pelayanan responsif, komitmen, serta keterlibatan dalam membantu kebutuhan pelanggan. Loyalitas tercermin pada pembelian ulang, rekomendasi, dan keberlanjutan kerja sama. Faktor utama yang mempengaruhi efektivitas peran sales meliputi kualitas pelayanan, citra perusahaan, kepercayaan, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kompetensi interpersonal sales dan konsistensi pelayanan sebagai strategi mempertahankan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.
Increasingly competitive competition in the building materials distribution industry requires companies not only to maintain smooth distribution, but also to build long-term relationships to increase customer loyalty. This research aims to analyze the role of sales in increasing customer loyalty and identify factors that influence this role at PT Mitra Maju Mapan Bondowoso Branch. The research uses a qualitative approach with descriptive research type. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation using purposive informant selection techniques involving Branch Sales Managers, sales personnel and regular customers. Data analysis is carried out through data condensation, data presentation, as well as drawing conclusions and verification, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The research results show that sales plays a strategic role in building customer loyalty through adaptive communication, responsive service, commitment, and involvement in helping customer needs. Loyalty is reflected in repeat purchases, recommendations and continued cooperation. The main factors that influence the effectiveness of the sales role include service quality, company image, trust and customer satisfaction. This research implies the importance of strengthening interpersonal sales competence and service consistency as a strategy to maintain customer loyalty on an ongoing basis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.
Abstract:Latar Belakang: Tumor abdomen merupakan pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh neoplasma dan peradangan yang terletak di daerah abdomen sebagai massa abnormal. Nyeri pasca operasi abdomen dapat diatasi dengan strategi…
rategi manajemen nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien dengan tumor intraabdomen. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor intraabdomen, meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua pasien laki-laki dewasa yang terdiagnosis tumor intraabdomen. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa data pengkajian nyeri akut menjadi prioritas yang ditangani pada pasien dengan tumor intraabdomen pasca operasi. Pemberian aromaterapi dan relaksasi Benson efektif membantu mengatasi nyeri pasien. Kesimpulan: Evaluasi kondisi pasien pasca intervensi menunjukkan bahwa masalah nyeri teratasi.
Abstract:Obesitas merupakan sebuah epidemi global karena ekskalasi kasus obesitas di seluruh dunia yang sangat luar biasa. Kelompok usia dengan prevalensi obesitas tertinggi adalah populasi dewasa dan wanita adalah populasi yang…
lebih rentan daripada pria berdasarkan jenis kelamin. Aktivitas fisik merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menanggulangi obesitas, namun populasi dewasa di era modern ini terpapar kehidupan yang nyaman tetapi mengorbankan kebugaran fisik melalui pengurangan aktivitas fisik. Salah satu contoh populasi yang berisiko adalah mahasiswa karena pengaruh kehidupan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik pada subjek dewasa perempuan yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah sampel yang teranalisa sebanyak 79 orang yang didapat melalui total purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) sebagai alat ukur tingkat aktivitas fisik. Analisa data yang digunakan dalam analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan pada analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan aktifitas fisik mahasiswa di mahasiswa dengan usia ≥20 tahun dengan kemungkinan 2,97 kali lebih besar beraktifitas fisik dibandingkan dengan usia <20tahun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswi
Abstract:Pernikahan dini adalah perkawinan yang terdaftar atau tidak terdaftar dimana salah satu atau kedua belah pihak yang memiliki umur kurang dari 19 tahun. Rendahnya informasi pada remaja mengenai kesehatan reproduksi adalah…
salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Studi pendahuluan didapatkan bahwa meningkatnya pernikahan dini yang terjadi di Desa Tinabogan sejak tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 102 remaja putri di Desa Tinabogan. Sampel diambil secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian diperoleh dari 50 responden sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (40%), mayoritas responden tidak berisiko melakukan pernikahan dini sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji alternatif Pearson didapatkan p-value 0,005 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan risiko pernikahan dini pada remaja putri di Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Saran penelitian ini pemimpin Desa sebaiknya berkolaborasi dengan pelayanan kesehatan setempat dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan dampak pernikahan dini kepada remaja putri.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. gejala gangguan jiwa kadang-kadang bisa kembali atau memburuk…
mburuk yang lebih dikenal dengan istilah "kambuh". Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien jiwa dari tahap pengkajian sampai dengan tahap evaluasi. Subjek laporan ini adalah pasien dengan gangguan jiwa dengan diagnosa gangguan persepsi sensori pendengaran. Instrumen yang digunakan dalam asuhan keperawatan ini adalah format ceklist kemampuan pasien dalam terapi generalis (menghardik, bercakap-cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat). Jumlah populasi pada asuhan keperawatan adalah 1 pasien dengan kriteria pasien bersedia menjadi subjek, pasien kooperatif, mau mengikuti kegiatan dan pasien tidak memiliki keterbatasan fisik. Hasil penelitian menunjukan setelah dan sebelum dilakukan intervensi terdapat perbedaan pada pasien halusinasi pendengaran. Setelah dilakukan intervensi terapi generalis (menghardik, bercakap cakap dengan orang yang dipilih, melakukan aktivitas yang disukai dan patuh minum obat) terjadi peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran dan penurunan tanda gejala. Penanganan yang dilakukan menunjukkan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Setelah dilakukan intervensi mengalami penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta mampu memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi pasien setelah melakukan terapi yang sudah diajarkan. Saran untuk penelitian lebih lanjut agar melakukan penelitian lebih dari 1 pasien, bina hubungan saling percaya (BHSP) lebih lama dengan pasien, mengkaji permasalahan yang dialami pada pasien dengan masalah halusinasi pendengaran, serta bisa melakukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien.
Abstract:Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi di dunia. Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan hilangnya fungsi ginjal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan…
an elektrolit sehingga ginjal mengalami penurunan secara bertahap dengan menifestasi darah mengalami penumpukan sisa metabolik. Salah satu penanganan agar hemodinamik pasien tetap stabil adalah terapi sementara dengan hemodialisis. Hemodialisis dapat menyebabkan kram otot, oleh karena itu diperlukan latihan intradialytic exercise untuk dapat mencegah serta mengatasi kram selama proses hemodialisa. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan kram otot selama hemodialisa. Metode: penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional) yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian rekam medis pasien. Hasil: dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data pasien mengeluh mengalami kram otot selama menjalani hemodialisa. Diagnosa utama keperawatan pada pasien kram otot pada saat menjalani hemodialisa adalah nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit. Pencapaian yang diharapkan pada kasus ini dengan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit dilakukan selama 3 hari, intervensi keperawatan diharapkan masalah keperawatan tersebut teratasi. Kesimpulan: asuhan keperawatan yang terencana dan terintegrasi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap keberasilan penanganan nyeri akut pada pasien kram otot saat menjalani hemodialisa melalui edukasi dan demonstrasi.