Search Articles & Publications

Showing 960 articles found for "Tuhan"

Epistemologi Irfani Dalam Tradisi Pemikiran Islam

Ma'rifah, Imroatul, Sudirman Sudirman
Abstract: Pada masa dominasi positivisme dalam ilmu pengetahuan, pendekatan irfani dianggap kurang dapat diterima. Namun, perkembangan filsafat ilmu modern, seperti gagasan Paul Feyerabend, membuka peluang bagi berbagai metode untuk… uk digunakan. Dalam penelitian ini, pendekatan kajian literatur dipilih sebagai metode utama oleh peneliti. Irfani dapat dicapai oleh siapa saja yang menjalani perjalanan spiritual. Lebih dari sekadar pendekatan epistemologis, irfani merupakan pengalaman batin yang mendalam, yang dianggap sebagai bagian penting dari kekayaan spiritual Islam dan perlu dihargai untuk memperbaiki praktik keislaman itu sendiri. Melalui metode irfani, individu didorong untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Benar (al-Haqq). Realitas bukan sekadar sesuatu yang ditemukan, melainkan sesuatu yang dicapai. Pemahaman tentang realitas tercapai ketika para ‘arif melakukan perjalanan spiritual untuk mendekat kepada Yang Mahabenar, baik melalui cara ittihad dan hulul, maupun melalui maqom mukasyafah (penyingkapan) terhadap hakikat-Nya. Dengan membersihkan jiwa, para ‘arif memperoleh pemahaman tentang-Nya, yang kemudian memungkinkan mereka untuk mengerti realitas yang dapat dijangkau oleh panca indera dan nalar. Dalam tradisi pemikiran Islam, epistemologi irfani adalah studi tentang pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman spiritual atau batiniah yang mendalam, dengan fokus pada makrifah atau pencerahan sebagai bentuk pengetahuan tertinggi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji konsep epistemologi irfani dalam konteks tradisi pemikiran Islam, menggali teori-teori utama, dan menyoroti kontribusi tokoh-tokoh penting dalam pengembangannya, seperti Ibn Arabi, Al-Ghazali, dan Jalaluddin Rumi. Epistemologi irfani berbeda dengan epistemologi rasionalis dan empiris karena bergantung pada pengalaman mistik dan intuisi yang melampaui batasan logika dan indera manusia. Epistemologi irfani menawarkan pendekatan komprehensif dalam memahami apa itu pengetahuan, Tuhan, dan eksistensi manusia dengan mengintegrasikan perspektif rasional dan spiritual.

Peran Bahasa Arab dalam Al-Qur'an: Analisis Pencapaian Peningkatan Pendidikan Sustainable Development Goals (SDGs) Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Khairanis, Retisfa, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini mengkaji integrasi karakteristik bahasa Arab Al-Qur'an dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan, khususnya target pendidikan berkualitas. Melalui metodologi penelitian kepustakaan… ustakaan kualitatif, studi ini menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk tafsir Al-Qur'an klasik dan kontemporer, jurnal akademik, dan dokumen resmi SDGs. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa fitur linguistik dan pedagogis bahasa Arab Al-Qur'an berkontribusi signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kompetensi global yang selaras dengan SDG 4.7. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Qur'ani melalui pembelajaran bahasa Arab meningkatkan pencapaian akademik dan pengembangan karakter, mendukung pendekatan pendidikan holistik yang ditekankan dalam SDGs. Lebih lanjut, studi ini mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam mengimplementasikan kajian bahasa Arab Al-Qur'an dalam sistem pendidikan modern, termasuk inisiatif transformasi digital yang meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan mendukung pencapaian SDG 4.5 tentang akses setara terhadap pendidikan berkualitas. Penelitian ini menyediakan kerangka komprehensif untuk pengembangan kurikulum berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pendidikan kontemporer sambil mendukung implementasi SDGs dalam pendidikan.

Analisis Dampak Kebijakan Pendidikan Inklusif Terhadap Sekolah Dan Masyarakat (Studi Kasus Sekolah Kharisma Makassar)

Nasiratunnisaa Mallappiang, Arnita Soevian
Abstract: Pendidikan inklusi adalah pendidikan yang memberikan kesempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus atau difabel untuk bersekolah di sekolah umum dan bergabung dengan peserta didik lainnya. Penelitian ini menggunakan… pendekatan kualitatif dengan fokus pada dampak kebijakan pendidikan inklusi terhadap peserta didik, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Sekolah Kharisma Makassar. Informan dalam penelitian ini meliputi ketua yayasan, kepala sekolah TK, kepala SD, orang tua peserta didik, pengajar, dan pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa dampak positif kebijakan pendidikan inklusi, yaitu: (1) peningkatan kecerdasan peserta didik berkebutuhan khusus; (2) peningkatan kemampuan adaptasi dan interaksi dengan siswa reguler; (3) perkembangan minat dan bakat peserta didik; dan (4) peningkatan kemandirian siswa berkebutuhan khusus. Kelebihan penerapan kebijakan inklusi di Sekolah Kharisma meliputi: (1) meningkatnya sikap toleransi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus; (2) peningkatan kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus; (3) peningkatan kemandirian mereka; (4) memfasilitasi hubungan sosial antara siswa berkebutuhan khusus dengan orang lain; dan (5) memperkaya wawasan pendidik tentang keberagaman. Terdapat beberapa kekurangan, seperti: (1) keterbatasan sumber daya manusia; (2) keterbatasan anggaran yang menghambat implementasi penuh pendidikan inklusi; (3) kurangnya fasilitas dan prasarana yang memadai; dan (4) rendahnya partisipasi warga sekolah dalam mendukung kebijakan ini.

Paradigma Sains dalam Perspektif yang Berbeda: Analisis Ziauddin Sardar dan Archie John Bahm

Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain, Waridatul Maulida Rumdina, Muhammad Abi Hamzah, Helmi Syaifuddin, Imam Muslimin
Abstract: Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan… minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah. 

Kajian Makna Lamastumunnisa' dalam Surat An-Nisa': Studi komparatif Perspektif Madzhab Hanafi dan Syafi’i

Muhammad Fahmi Aziz, Nuril Aida Rodiana, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penafsiran lafadz lamastumunnisa' dalam surat An-Nisa’ ayat 43 telah menjadi sumber ikhtilaf di kalangan ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i. Imam Hanafi menginterpretasikan lafadz ini sebagai bentuk kinayah… uk kinayah yang mengacu pada hubungan jima’ (hubungan seksual) antara suami dan istri, bukan sekadar sentuhan fisik. Berdasarkan adanya alif dalam kata tersebut, Imam Hanafi berpendapat bahwa lamastumunnisa' mencakup makna yang lebih dalam, menunjukkan hubungan yang lebih intim. Sebaliknya, Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menafsirkan kata lamastumunnisa' sebagai "menyentuh" secara literal tanpa melibatkan hubungan seksual, didukung oleh qiro'at dari Hamzah dan Kasa’i yang tidak menyertakan alif. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara mendalam pandangan kedua mazhab melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pandangan tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana metode istinbath hukum yang berbeda memengaruhi praktik ibadah dalam Islam.

Analisis Efektivitas Wasiat Sebagai Instrumen Peralihan Harta Dalam Perspektif Hukum Perdata

Herawati Syamsul, Abd. Basir, Andi Zulkarnain
Abstract: Efektivitas Wasiat sebagai Instrumen Peralihan harta dalam Perspektif Hukum Perdata Wasiat merupakan salah satu instrumen hukum yang digunakan untuk mengatur pembagian harta peninggalan seseorang  setelah yang bersangkutan… tan meninggal dunia. Dalam perspektif hukum perdata, wasiat memiliki posisi penting sebagai sarana peralihan harta yang memungkinkan pewaris untuk menentukan bagaimana harta kekayaannya akan dibagi setelah meninggal dunia, yang dapat memberikan kejelasan dan kepastian bagi ahli waris yang ditinggalkan. Analisis efektivitas wasiat sebagai instrumen peralihan harta dalam perspektif hukum perdata menunjukkan bahwa keberhasilan wasiat dalam menjalankan fungsinya sangat tergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan hukum, perlindungan terhadap hak-hak ahli waris, serta pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya wasiat. Proses hukum yang efisien dan adil juga berperan penting dalam memastikan bahwa wasiat dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan kejelasan serta kepastian bagi semua pihak yang terlibat.

Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik

Sofwan Hadianto Prasetyo, Arieni, Arieni Alfakhaera, Djoko Susanto
Abstract: Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian… ian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.

Bolu Susu: Oleh - Oleh Lembang Berbasis Kearifan Lokal

Vanessa Velma Nugraha, Verliona Novrilieyadi, Cindy Nia Risky, Kevin Vannes Afandi, Steffy Meylinda
Abstract: Bolu Susu Lembang atau​ yang disingkat ​BSL adalah​ bolu ​salah satu produk makanan​ modern khas Bandung dari Lembang dimiliki oleh Rizka Wahyu dan Anggara Kasih Nugroho Jati yang menggabungkan cita rasa tradisional Bandung… ional Bandung dengan sentuhan inovasi, berbahan dasar yang berkualitas, seperti susu. Bolu Susu Lembang memiliki berbagai varian rasa seperti ​original, coklat​, duren, red velvet, vanila, keju, stroberi, blueberry, pisang keju, dll. ​ Permasalahan dalam penelitian ini adalah harga bolu susu lembang yang relatif lebih tinggi karena memakai bahan yang berkualitas dan ketergantungan pada susu segar. Oleh karena itu kami hendak membandingkan bagaimana kualitas Bolu susu Lembang yang ada di gerobak dan yang ada di toko. ​Penelitian ini bertujuan​ untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan mendalam tentang produk Bolu Susu Lembang khas Bandung kepada masyarakat lokal dan internasional terutama turis yang hendak  berkunjung ke Bandung terutama di Lembang. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan ​memakai metode berupa deskriptif kualitatif​. Sampel penelitian ini ​berupa​ penjual yang menjual Bolu Susu Lembang. Hasil penelitian Bolu Susu ​Lembang memiliki cita rasa yang​ lembut karena banyak menggunakan banyak olahan susu dengan tampilan produk yang menarik. Hal ini mencerminkan kualitas produk Bolu Susu Lembang, tren kuliner.  

Upaya Pelestarian Angklung Sebagai Warisan Budaya Di Jawa Barat

Crysti Crysti, Arie Alpiana, Oktaviani, Alya fitri, Kesya Maretha Putri Sutanto, Rivaldo Anastasius Putra Sutanto
Abstract: Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, yang dimainkan secara berkelompok dengan cara digetarkan, mencerminkan kebutuhan akan sinkronisasi dan kerjasama di antara para pemain. Angklung menjadi… enjadi simbol kearifan lokal, sarana hiburan, memegang nilai budaya dan sejarah yang mendalam dalam masyarakat Sunda, serta memiliki peran penting sebagai warisan budaya Indonesia. Permasalahannya, di era modern ini, upaya pelestarian terhadap angklung yang adaptif belum dimiliki oleh masyarakat secara keseluruhan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pelestarian angklung yang telah dilakukan, khususnya di Jawa Barat, dari masa lalu hingga saat ini. Dengan metode deskriptif kualitatif dengan sampel angklung yang dibuat dari saung Mang Udjo di Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa angklung tetap bertahan serta dilestarikan sebagai warisan budaya indonesia, dapat digunakan dalam kehidupan sosial budaya, dan upaya pelestarian yang dilakukan telah berhasil menjaga nilai budaya angklung dalam masyarakat.

Analisis Pandangan Ibnu Katsir Terhadap Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 21 Mengenai Konsep Sakinah Mawaddah Warahmah

hadianto, Sofwan Hadianto Prasetyo, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Pandangan Ibnu Katsir mengenai Surah Ar-Rum ayat 21, khususnya konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai fondasi keluarga Islami. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup dari jenis… nis yang sama, yakni manusia, sebagai manifestasi rahmat-Nya yang bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang antara suami dan istri. Konsep pernikahan dalam Islam, menurut Ibnu Katsir, tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga untuk membangun ikatan emosional dan spiritual yang mendalam. Hubungan yang didasari oleh cinta, ketenangan, dan kasih sayang ini menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai Islami di lingkungan keluarga. Dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif-analitis, artikel ini menyoroti relevansi tafsir Ibnu Katsir dalam konteks modern untuk membangun keluarga yang stabil, seimbang, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.