Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

Pengembangan Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Pada Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu

Safrianti, Sintia, Yunita, Mirna, Puspita, Veny, Pratama, Fadly Wahyu, Ramadhani, Rahmad, Pangestu, Heru Edlifilyas
Abstract: This community service activity was carried out in the Kampung Sejahtera Mangrove Forest, Bengkulu City and partnered with POKDARWIS 212. The Kampung Sejahtera mangrove forest is located in Kampung Melayu District, Bengkulu… ulu City.  This community service aims to solve priority problems that exist in partners, namely: Partners and the community still do not understand the positive impact of the existence of mangrove forest ecotourism on economic improvement; Lack of knowledge of the community around the mangrove forest ecotourism environment regarding the preservation and maintenance of mangrove forests; Lack of integrated information and promotion by mangrove forest POKDARWIS 212 partners. Community service activities are carried out with an initial observation stage through a pre-activity questionnaire, followed by an implementation stage with socialization and training, and the next stage conducts an evaluation. The outputs produced in this community service are: The formation of the 212 mangrove forest POKDARWIS cooperative; The formation of a Joint Business Group (KUBE) of MSMEs from the community around mangrove ecotourism; The existence of 3 mangrove-based creative products; The reforestation of mangrove forests that will be cultivated in the mangrove forest ecotourism of the prosperous village; The existence of an integrated website as a promotional forum; and 6) The existence of signboards as information media. Keywords: ecotourism; community based; mangrove forest of the prosperous village; bengkulu cit   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Hutan Mangrove Kampung Sejahtera Kota Bengkulu dan bermitra bersama POKDARWIS 212. Hutan mangrove Kampung Sejahtera ini berada di Kecamatan Kampung melayu, Kota Bengkulu.  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan prioritas yang ada pada mitra, yaitu: Mitra dan masyarakat masih belum memahami dampak positif keberadaan ekowisata hutan mangrove terhadap peningkatan ekonomi; Kurangnya pengetahuan masyarakat sekitar lingkungan ekowisata hutan mangrove terkait pelestarian dan penjagaan hutan mangrove; Kurangnya informasi dan promosi yang terintegrasi oleh mitra POKDARWIS hutan mangrove 212. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan tahap observasi awal melalui kuesioner pra kegiatan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, dan tahap selanjutnya melakukan evaluasi. Luaran yang dihasilkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Terbentuknya koperasi POKDARWIS hutan mangrove 212; Terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari UMKM masyarakat sekitar ekowisata mangrove; Adanya 3 produk kreatif berbahan dasar mangrove; Adanya reboisasi hutan mangrove yang akan di budidayakan di ekowisata hutan mangrove kampung sejahtera; Adanya website yang terintegrasi sebagai wadah promosi; dan 6) Adanya signboard sebagai media informasi. Kata kunci: ekowisata; berbasis masyarakat; hutan mangrove kampung sejahtera kota bengkulu

Pemberdayaan KTT Jabal Farm Milenial Melalui Teknologi IOT Pemantauan Kolam dan Pakan Ikan Otomatis

Baso, Budiman, Risald, Risald, Ullu, Hevi Herlina, Manek, Patricia G.
Abstract: The Jabal Farm Millennial Taruna Tani Group is located in Kefamenanu City, focusing on freshwater fish farming and agriculture. The conventional fish farming system faces challenges in terms of monitoring pond conditions… and efficient feeding. One of the main problems faced by the group is the difficulty in maintaining optimal water temperature and quality as well as manual feeding management. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with an Android application. This technology allows monitoring of pond conditions such as water temperature and pH automatically, as well as periodic fish feeding settings. This community service aims to build IoT-based automatic monitoring tools and systems, as well as provide training and mentoring to members of the Jabal Farm Taruna Tani Group in using IoT technology for fish pond management. The implementation method in this activity uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach that emphasizes active community participation in all stages of the activity, from problem identification to evaluation and follow-up. With IoT technology, it is expected that fish pond management patterns will become more modern and efficient. This technology can help improve fish farming performance, reduce risks, and facilitate management, thus having a positive impact on the productivity and welfare of farmers. Keywords: kelompok taruna tani jabal farm milenial; fish farming; internet of things (IoT)   Abstrak: Kelompok Taruna Tani Jabal Farm Milenial berada di Kota Kefamenanu, dengan fokus pada budidaya ikan air tawar dan pertanian. Sistem budidaya ikan yang masih konvensional menghadapi tantangan dalam hal pemantauan kondisi kolam dan pemberian pakan yang efisien. Salah satu masalah utama yang dihadapi kelompok ini adalah kesulitan dalam menjaga suhu dan kualitas air yang optimal serta pengelolaan pemberian pakan secara manual. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi kolam seperti suhu dan pH air secara otomatis, serta pengaturan pemberian pakan ikan secara berkala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun alat dan sistem pemantauan otomatis berbasis IoT, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Taruna Tani Jabal Farm dalam menggunakan teknologi IoT untuk manajemen kolam ikan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan tindak lanjut. Dengan adanya teknologi IoT, diharapkan pola pengelolaan kolam ikan akan menjadi lebih modern dan efisien. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan performa budidaya ikan, mengurangi risiko, dan memudahkan manajemen, sehingga memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani. Kata kunci: kelompok taruna tani jabal farm milenial; budidaya ikan; internet of things (IoT)

Penerapan SEO Dalam Pemasaran Digital Produk Kerajinan Tangan Kampung Berkualitas Bangau Putih

Puspita, Sari, Yanto, Gusrino, Putri, Nency Extise, Nofriyon, Virginda Putri, Aprila, Mira
Abstract: Quality Village Bangau Putih in Parupuk Tabing subdistrict, Padang City, has a handicraft business made from coconut fibre. The problems faced by Kampung Berkualitas Bangau Putih in marketing its products include not utilising… lising technology and the internet, not having an e-commerce website and not knowing about Search Engine Optimization (SEO) methods that can be implemented in digital marketing of handicraft products it produces. In addition, the bookkeeping of financial records still uses manual methods. Therefore, the PKM team held a service activity with a method consisting of several stages, namely conducting a survey to the partner's location to find out the partner's problems, then conducting training according to the partner's needs based on existing problems, then evaluating the results of training and mentoring if there are still obstacles. With this PKM programme, Kampung Berkualitas Bangau Putih understand the importance of technology and the internet in marketing their products and understand digital marketing using the SEO method. Keywords: digital marketing, kampung berkualitas, search engine optimization, SEO    Abstrak: Kampung Berkualitas Bangau Putih yang berada di Kelurahan Parupuk Tabing, Kota Padang, memiliki usaha kerajinan tangan yang terbuat dari serabut kelapa. Beberapa masalah yang dihadapi oleh Kampung Berkualitas Bangau Putih dalam memasarkan produknya diantaranya adalah belum memanfaatkan teknologi dan internet, belum memiliki website e-commerce serta belum mengetahui tentang metode Search Engine Optimization (SEO) yang dapat diimplementasikan dalam pemasaran digital produk kerajinan tangan yang dihasilkannya. Selain itu, pembukuan catatan keuangannya masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu, tim PKM mengadakan kegiatan pengabdian dengan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu melakukan survey ke lokasi mitra untuk mengetahui permasalahan mitra, kemudian melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan mitra berdasarkan permasalahan yang ada, selanjutnya melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan pendampingan jika masih terdapat kendala. Dengan adanya program PKM ini, masyarakat Kampung Berkualitas Bangau Putih menjadi paham tentang pentingnya teknologi dan internet dalam pemasaran produknya serta mengerti tentang pemasaran digital dengan metode SEO. Kata kunci: kampung berkualitas; pemasaran digital; search engine optimization, SEO

Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Warung Wawa Kota Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Dahriansah, Dahriansah, Saputra, Endra, Kurniawan, Bagas, Novrijal, Aditya
Abstract: The increase in prices of basic commodities has caused many business actors, especially MSMEs in the culinary sector, to decide to stop their businesses. The increase in the price of rice, the main staple in the culinary… business, is one of the contributing factors. Several MSME entrepreneurs in the culinary sector have canceled plans to continue their business because of the high prices of basic commodities which are not commensurate with their income. Not to mention that the application of digital technology in marketing a business is very rarely implemented. Many MSME activists, especially in urban areas, have not implemented website or application technology to promote their businesses. So their business is less popular and does not rule out the possibility of a lack of buyers. Warung Wawa's culinary business is an MSME activist in the city, especially the culinary catering business, which has quite a lot of experience in running its business. Partner problems, including the lack of application and use of technology in running the business, are just one of the impacts of the lack of interest in the Wawa stall catering business. The methods applied include identifying problems with partners and then providing solutions in implementing the website. Next, hold outreach to partners in implementing the website and implementing the system that has been created. Next, evaluate the system. The aim of community service in applying information technology in creating a website will be to make it easier and provide detailed & real-time information, making it easier for Wawa stall partners to run a digital catering business. Keywords: website; UMKM; warung wawa   Abstrak: Kenaikan harga bahan pokok telah menyebabkan banyak pelaku usaha terutama UMKM sektor kuliner memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. Kenaikan harga beras bahan pokok utama dalam bisnis kuliner menjadi salah satu faktor penyebabnya. Beberapa pengusaha UMKM bidang kuliner membatalkan rencana untuk melanjutkan usaha mereka karena tingginya harga bahan pokok yang tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Belum lagi penerapan teknologi digital dalam memasarkan sebuah usaha sangatlah jarang diterapkan. Banyak pegiat UMKM khususnya dikota kisaran belum menerapkan teknologi website ataupun aplikasi dalam mempromosikan usahanya. Sehingga usaha mereka kurang populer dan tak menutup kemungkinan sepi pembeli. Usaha kuliner warung wawa merupakan pegiat UMKM dikota kisaran khususnya usaha catering kuliner yang sudah cukup banyak merasakan pengalaman dalam menjalankan usahanya. Permasalahan mitra diantaranya kurangnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya merupakan salah satu dampak sepinya peminat usaha catering warung wawa. Metode yang diterapkan diantaranya mengidentifikasi permasalahan pada mitra kemudian memberikan solusi dalam penerapan website. Selanjutnya mengadakan soialisasi terhadap mitra dalam penerapan website dan implementasi system yang telah dibuat. Selanjutnya evaluasi terhadap system. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan teknologi informasi dalam pembuatan website nantinya dapat mempermudah dan memberikan informasi secara detail dan realtime sehingga mempermudah mitra warung wawa dalam menjalankan usaha catering digital. Kata kunci: website; UMKM; warung wawa

Pendampingan Anak Putus Sekolah Memanfaatkan Limbah Kayu Jadi Keramba Ayam Dengan Digital Marketing

Irianto, Irianto, Sudarmin, Sudarmin, Santoso, Santoso, Firmansyah, Firmansyah, Syahputra, Arman
Abstract: Abstract: Support for out-of-school children often faces challenges in facilitating skills and job opportunities. This project aims to provide practical solutions through the utilization of wood waste by processing it into… to chicken coops. The support program employs activity methods that include training, hands-on practice in website management with partners, as well as simulations and trials throughout the activities. This initiative not only teaches technical skills and entrepreneurship but also prepares participants to become competent business actors. By involving out-of-school children in the production process of chicken coops, they gain direct experience in business management and product marketing. Furthermore, digital marketing training is provided to expand market reach and enhance participants' digital skills. This approach is expected to open job opportunities and improve the economic independence of the participants. Keywords: dropout, chiken coop; digital marketing   Abstrak: Pendampingan bagi anak putus sekolah sering menghadapi tantangan dalam memfasilitasi keterampilan dan kesempatan kerja. Proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis melalui pemanfaatan limbah kayu dengan mengolahnya menjadi keramba ayam. Program pendampingan menggunakan metode kegiatan yang meliputi pelatihan, praktik langsung dalam pengelolaan website bersama mitra, serta simulasi dan uji coba selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknik dan kewirausahaan tetapi juga mempersiapkan peserta untuk menjadi pelaku usaha yang kompeten. Dengan melibatkan anak putus sekolah dalam proses produksi keramba ayam, mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan usaha serta pemasaran produk.Selanjutnya, pelatihan pemasaran digital diberikan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan keterampilan digital peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi peserta. Kata kunci: putus sekolah, keramba; pemasaran digital

Pelatihan Legalitas Usaha dan Sertifikat Halal Keripik Ubi di Desa Sei Bluru

Harmayani, Harmayani, Siregar, Emiel Salim, Andriani, Dian Ayu, Apdilah, Dicky, Sinambela, Nur Isnaini, Sartika, Sartika
Abstract: In Sei Beluru Village, Meranti District, there are still problems in understanding the legality of business permits and the importance of halal certification. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the village… ge do not yet have official business legality and halal certification, which is one of the inhibiting factors in expanding the market and increasing consumer confidence. The process of registering business legality and halal certification is considered complicated and requires adequate knowledge and assistance. The method used in this community service activity is direct training and assistance to cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village. The training includes socialization regarding the importance of business legality and halal certification, a guide to registration procedures and a simulation of the process of managing business permits and halal certification. Assistance is provided to assist participants in filling out forms, completing documents, and carrying out the application process independently. The purpose of this activity is to increase the understanding of entrepreneurs regarding the importance of business legality and halal certification and to assist them in the process of managing both aspects. After this activity is carried out, it is hoped that cassava chip entrepreneurs in Sei Bluru Village can increase the competitiveness of their products in the market, especially markets that prioritize product halalness and clear business legality. Keywords : business legality; halal certificate; training; cassava chips; UMKM   Abstrak : Di Desa Sei Beluru Kecamatan Meranti masih mengalami masalah pemahaman mengenai legalitas izin usaha dan pentingnya sertifikasi halal.  Banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut yang belum memiliki legalitas usaha resmi dan sertifikasi halal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pendaftaran legalitas usaha dan sertifikasi halal dianggap rumit dan memerlukan pengetahuan serta pendampingan yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha keripik ubi di Desa Sei Bluru. Pelatihan meliputi sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal, panduan tata cara pendaftaran serta simulasi proses pengurusan izin usaha dan sertifikasi halal. Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta dalam mengisi formulir, melengkapi dokumen, dan melakukan proses pengajuan secara mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal serta membantu mereka dalam proses pengurusan kedua aspek tersebut.   Kata kunci: legalitas usaha; sertifikat halal; pelatihan; keripik ubi; UMKM

Membangun Kemandirian Karang Taruna Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Melalui Pelatihan Kewirausahaan

MA Syaripudin, MA Syaripudin, Wibowo, Tegar, Apriada, Yulis Juncy, Romadhoni, Ahmad, Dewi, Tri Marita, Santika, Mita, Azzahra, Aisyah, Septia, Septia, Asmara, Mira
Abstract: The KKN program as a model of Community Service can be directed at efforts to build community capacity to be more advanced, independent and highly competitive. In accordance with the potential of Bumi Asih Village, Palas… South Lampung District, KKN is intervened through Entrepreneurship Training for Management and Members of Karang Taruna. The training will motivate Karang Taruna members to continue to innovate and adapt to market conditions, dare to try new products, maximize services and expand markets to face competition and create new, more creative markets. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in developing villages. Karang Taruna Bumi Asih Village is committed to improving youth welfare through Entrepreneurship training to provide various skills and knowledge to spur innovative and inspiring creativity. The method applied is the ABCD (Assets Base Community Development) Pattern with stages; Discovery, Dreams, Design, and Destiny. With the ABCD pattern, youth organizations are directed to be able to recognize and identify social problems that occur, understand, formulate and implement appropriate resolution techniques. With training, Karang Taruna administrators and members will have a strong organizational foundation, be visionary, and have integrity in directing a better life in society. Karang Taruna's real actions can direct the lives of the younger generation in a way that can reduce the unemployment rate in Bumi Asih Village.  Keywords: entrepreneurship; karang taruna, and youth independence.   Abstrak: Program KKN sebagai model Pengabdian kepaad Masyarakat, dapat diarahkan pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih maju, mandiri dan berdayasaing tinggi. Sesuai potensi Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Lampung Selatan, KKN diintervensikan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pengurus dan Anggota Karang Taruna. Pelatihan akan memotivasi anggota Karang Taruna untuk terus melakukan inovasi dan penyesuaian dengan kondisi pasar, berani mencoba produk baru, memaksimalkan layanan dan memperluas pasar guna menghadapi persaingan serta menciptakan pasar baru yang lebih kreatif. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun Desa. Karang Taruna Desa Bumi Asih berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda melalui pelatihan Kewirausahaan guna membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan guna memacu kreatifitas yang inovatif dan inspiratif. Metode yang diterapkan adalah Pola ABCD (Assets Base Community Development) dengan tahapan; Discovery, Dreams, Design, dan Destiny. Dengan pola ABCD, karang taruna diarahkan agar mampu menemukenali serta mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi, memahami, merumuskan dan mengimplementasikan teknik penyelesaiannya secara tepat. Dengan Pelatihan, pengurus dan anggota Karang Taruna akan memiliki dasar organisasi yang kuat, visioner, dan memiliki integritas dalam mengarahkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Aksi nyata Karang Taruna dapat mengarahkan kehidupan generasi muda secara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Bumi Asih. Kata Kunci: kewirausahaan; karang taruna, dan kemandirian pemuda.  

Strategi Diversifikasi Produk Gerabah Tuban Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar

Irawatiningrum, Satya, Bulqiyah, Hasanul, Rohid, Nibrosu
Abstract: Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which… has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media.  Keywords: training; pottery; marketing    Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial.  Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran

Pembuatan Website Sebagai Media Promosi Produk UMKM di Desa Wringin Anom

Kuswardhani, Nita, Hidayatulloh, Hidayatulloh, Putri, Azizah Rayya Kartiko, Izzeta, Muhammad Izzeldin, Utami, Sabrina Dinda, Ramadani, Fadillah Sauma
Abstract: Technological advancements can harness the potential of an area, particularly micro, small, and medium enterprises (UMKM). Many micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Wringin Anom Village, Panarukan Subdistrict,… Situbondo Regency, situated along the Pantura Road, remain undigitized, thereby hindering their potential to expand their customer base. Therefore, through the use of the WordPress platform, the 206 Community Service Students Group of Jember University introduced e-DIMMA, which stands for ‘Electronic List of Wringin Anom UMKM’ with the aim of providing information related to potential UMKM in the Wringin Anom Village area along with supporting data related to the products of the UMKM concerned. Thus, e-DIMMA will simplify the process for consumers to access information necessary for conducting buying and selling transactions. We use a method of science and technology diffusion, which involves three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation of activities commences with the analysis of problems, the socialization of work programs, the collection of data from UMKM, the development of websites, the training of website administrators, and the evaluation process. We will coordinate with the village government to assess the effectiveness of creating UMKM websites for product marketing with the goal of increasing market access for partner. Keywords: digitalization; MSME; website   Abstrak: Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada suatu daerah salah satunya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang terletak di sepanjang Jalan Pantura memiliki banyak UMKM yang belum terdigitalisasi sehingga potensi peningkatan konsumen belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, melalui pemanfaatan platform WordPress Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat 206 Universitas Jember memperkenalkan e-DIMMA yang merupakan singkatan dari Elektronik Daftar UMKM Wringin Anom dengan tujuan menyediakan informasi terkait UMKM berpotensi di wilayah Desa Wringin Anom dengan disertai informasi penunjang terkait produk dari UMKM yang bersangkutan. Sehingga, akan memudahkan konsumen dalam mengakses informasi hingga melakukan transaksi jual beli. Metode yang digunakan berupa difusi ipteks dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis masalah, sosialisasi program kerja, pengumpulan data UMKM, pembuatan website, pelatihan admin website dan evaluasi. Efektifitas pembuatan website UMKM sebagai sarana untuk pemasaran produk akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dengan capaian berupa peningkatan akses pasar bagi mitra. Kata kunci: digitalisasi; UMKM; website

Mentoring Pengelolaan Website DSP3A: Meningkatkan Kinerja Berbasis Internet

yuliana, Yuliana, Cahyaningtyas, Christian, Thomas, Santi, Manggara, Angga Domeos
Abstract: The future of the internet is the main destination for connecting people with ideas and information. Through the technology sector, which is growing rapidly, it plays an important role in increasing the progress of a region.… ion. Various platforms work together to change the way humans interact through website technology which is the fastest and widest media in presenting and accommodating information. Government institutions, namely DSP3A, really need this technology, in addition to functioning as a promotional media, displaying institutional profiles and accommodating institutional activities. The method applied is through direct socialization and training to admins. The purpose of this service is to mentor the admin, one of the service devices that still has minimal knowledge about web management, totaling 4 people. The results of the mentoring are Mentoring for Admins/Operators, Explanation of Website Functions, Introduction to WordPress Dashboard Features, Collecting and preparing Data and Information for use in creating Social Media Content, Introduction to Manual Books as Learning Modules in using the WordPress Dashboard. Introduction and explanation of Cpanel and Hpanel. Keywords: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website    Abstrak: Masa depan internet menjadi tujuan utama untuk menghubungkan orang dengan ide dan informasi. Melalui sektor teknologi yang pertumbuhannya semakin berkembang pesat, sehingga menjadi peran penting untuk meningkatkan kemajuan suatu daerah. Berbagai platform saling bekerja sama untuk mengubah cara manusia berinteraksi melalui melalui Teknologi website yang merupakan media tercepat dan terluas dalam menyaji dan menampung informasi. Lembaga pemerintah yaitu DSP3A sangat membutuhkan teknologi tersebut, selain berfungsi sebagai media promosi, menampilkan profil lembaga dan menampung kegiatan lembaga. Adapun metode yang diterapkan adalah dengan sosialisasi dan pelatihan kepada admin secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan mentoring kepada admin, salah satu perangkat dinas yang masih minim pengetahuan tentang pengelolaan web berjumlah 4 orang. Hasil mentoring adalah Pendampingan kepada Admin/Operator, Pemaparan Fungsi Website, Pengenalan Fitur Dashboard wordpress, Mengumpulkan dan mempersiapkan Data dan Informasi untuk digunakan dalam pembuatan Konten Sosial Media, Pengenalan Manual Book sebagai Modul Pembelajaran dalam penggunaaan Dashboard Wordpress. Pengenalan dan penjelasan Cpanel dan Hpanel. Kata kunci: company profile; CMS wordpress; internet; mentoring; website