Search Articles & Publications

Showing 1325 articles found for "Luas"

Making Use of Flashcards In Teaching English Vocabulary In Southern Region of Sumatera

Iman, Jaya Nur
Abstract: Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,… , mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants. Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners    Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta. Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda

Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri

Prafitri, Lia Dwi, Budiarto, Eka, Suparni, Suparni, Zuhana, Nina
Abstract: Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through… gh a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results. Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women    Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal. Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri

Pendampingan Umkm Arifin Snack Pati Dalam Pembuatan SPP-IRT

Firdaus, Firdaus, Jumai, A.M, Sitti Nurrahmah, Wa Ode, Roby Jatmiko, M., Sulistiyaningsih, Sri, Proborini, Ellen, Effendi, Meizar
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the local economy but often face challenges in legality and product standardization. One of the essential requirements for food-related MSMEs is the Home… e Industry Food Production Certificate (SPP-IRT) as a guarantee of food safety. This community service activity aims to assist Arifin Snack MSME in Pati in obtaining the SPP-IRT certification to comply with applicable regulations. The methods used include socialization, administrative assistance, and guidance in fulfilling technical requirements and laboratory testing. The results indicate that Arifin Snack MSME successfully understood the licensing procedures and met the requirements set by the relevant authorities, enabling them to obtain the SPP-IRT. With this certification, it is expected that Arifin Snack MSME can enhance consumer trust and expand its market reach.   Keywords:  assistance; business legality; food safety; MSME; SPP-IRT    Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun seringkali menghadapi kendala dalam legalitas dan standarisasi produk. Salah satu persyaratan penting bagi UMKM makanan adalah Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bentuk jaminan keamanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Arifin Snack di Pati dalam proses pembuatan SPP-IRT agar dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pendampingan administrasi, serta asistensi dalam pemenuhan persyaratan teknis dan uji laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM Arifin Snack berhasil memahami prosedur perizinan serta memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dinas terkait, sehingga dapat memperoleh SPP-IRT. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan UMKM Arifin Snack dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Kata kunci:  keamanan pangan; legalitas usaha; pendampingan; SPP-IRT; UMKM  

Pelatihan Manajemen Keuangan Dalam Meningkatkan Daya Saing Serta Keberlanjutan Bisnis UMKM di Desa Burai

Purnamasari, Endah Dewi, Aziatul, Reny, Asharie, Asmawati
Abstract: Abstract: Burai Village in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, has significant potential in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, particularly in the creative industry, culinary arts, and handicrafts. However,… wever, MSMEs in this village face various challenges, especially in financial management, such as unstructured bookkeeping, low financial literacy, and limited access to formal capital. This community service program aims to enhance MSME actors’ understanding of the importance of sound financial management and the use of technology in managing their finances. The program was implemented in three stages: preparation (survey and material development), implementation (socialization and training), and evaluation to ensure participants' understanding and application of financial management practices. The training results showed a significant improvement in MSME actors' knowledge of financial recording, separation of personal and business finances, and the use of digital tools such as Sepran accounting apps and e-wallets. MSME actors also began preparing more structured financial reports to facilitate access to funding. This program successfully improved the competitiveness and sustainability of MSMEs in Burai Village. Keywords: financial management; UMKM; digital technology   Abstrak: Desa Burai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi besar dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan. Namun, UMKM di desa ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan yang tidak terstruktur, rendahnya literasi keuangan, serta kesulitan dalam mengakses permodalan formal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya manajemen keuangan yang baik dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan mereka. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survey dan penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan), serta evaluasi  untuk memastikan pemahaman dan implementasi pengelolaan keuangan oleh pelaku UMKM di Desa Burai Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi akuntansi sepran dan e-wallet. Pelaku UMKM juga mulai mempersiapkan laporan keuangan yang lebih terstruktur untuk mempermudah akses modal. Program ini berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis UMKM di Desa Burai. Kata kunci: manajemen keuangan; UMKM; teknologi digital

Transformasi Digital Dalam Pembukuan: Pelatihan Akuntansi Dengan Teknologi Modern

Andriani, Juwita, Wahyuningsih, Adityas, Indani, Farinza Tiara, Sulistyowati, Andita, Mufatichien, Hilmawan Arief
Abstract: The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia plays a crucial role in the economy; however, many of them face challenges in managing their finances efficiently. One solution offered is financial… cial digitalization through the application of modern accounting technology, which can improve the accuracy and efficiency of financial record-keeping. This study aims to explore the impact of bookkeeping and accounting training with technology on UMKM in Sendangtirto Village, Berbah, Sleman. The methods used include identifying technology, interactive training, and evaluation and feedback to assess the effectiveness of the technology used. The training results show that the adoption of technology can accelerate financial management processes and improve the competitiveness of UMKM. The training had a significant positive impact, as seen from the data showing that the participants' answer accuracy level reached 81%, with an average completion time of 2.03 minutes, not only in technical aspects but also in enhancing understanding of the importance of accounting and more professional financial management. Thus, UMKM become more prepared to face the challenges of the digital economy and strengthen the sustainability of their businesses. Keywords: digital transformation; bookkeeping; accounting; modern technology; training   Abstrak: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan secara efisien. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah digitalisasi keuangan melalui penerapan teknologi akuntansi modern, yang dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pelatihan pembukuan dan akuntansi dengan teknologi pada UMKM di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, SlemanMetode yang digunakan meliputi identifikasi teknologi, pelatihan interaktif, serta evaluasi dan umpan balik untuk menilai efektivitas penggunaan teknologi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa adopsi teknologi dapat mempercepat proses pengelolaan keuangan dan meningkatkan daya saing UMKM. Pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan dilihat dari data tingkat akurasi jawaban peserta mencapai 81% dengan rata-rata waktu penyelesaian 2,03 menit jadi tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya akuntansi dan pengelolaan keuangan yang lebih profesional. Dengan demikian, UMKM menjadi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: transformasi digital; pembukuan; akuntansi; teknologi modern; pelatihan

Penguatan Peran Aparatur Desa Dalam Perencanaan Strategis Untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan di Desa Kurungkambing

Purwanto, Agus Joko, Nasution, Vivi Indra Amelia, Hakim, Nong Ayu Triyanti Utami, Budiman, Rahmat, Akadira, Tora, Rachman, Ace Sriati, Wiradharma, Gunawan
Abstract: Kurungkambing Village, located in Mandalawangi District, Banten, has significant local potential that remains underutilized due to the lack of structured data and limited village planning capacity. The gap between local… resource mapping and strategic planning poses a major challenge in achieving sustainable development. To address this issue, the Community Service Program (PkM) of Universitas Terbuka was designed to strengthen the capacity of village officials through training and mentoring in village potential mapping based on village planning worksheets. This approach follows four key stages: input, process, output, and impact, aimed at establishing a more systematic, data-driven, and sustainable village development plan. The PkM activities include field surveys, socialization, technical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The primary objective of this program is to develop a village potential database as a foundation for formulating more accurate policies and development strategies. Village officials can create more effective and strategic data-driven policies with this database. The program's sustainability requires synergy between academics, local government, and the village community to ensure data-driven development that enhances community welfare. Keywords: database, planning capacity, strategic planning, sustainable development, village potential.   Abstrak: Desa Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Banten, memiliki potensi lokal yang belum optimal karena keterbatasan data terstruktur dan kapasitas perencanaan desa. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan dalam pemetaan potensi desa berbasis lembar perencanaan desa. Pendekatan ini mengacu pada empat alur utama: masukan, proses, hasil, dan dampak, yang bertujuan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan desa yang lebih sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan. Kegiatan PkM ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk survei lapangan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Tujuan utama program ini adalah mengembangkan database potensi desa sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih akurat. Dengan adanya database ini, aparatur desa dapat merumuskan kebijakan berbasis data yang lebih efektif dan strategis. Keberlanjutan program membutuhkan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa guna memastikan pembangunan berbasis data yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: database, kapasitas perencanaan, perencanaan strategis, pembangunan  berkelanjutan, dan potensi desa.

Menciptakan Collaborative Learning Guru dan Peserta Didik Melalui Aplikasi Padlet Pada Sekolah Menengah Atas Pekanbaru

Jollyta, Deny, Nasien, Dewi, Nora Marlim, Yulvia, Gustientiedina, Gustientiedina, Adiya, M. Hasmil, Mukhsin, Mukhsin, Rahmadian Yuliendi, Rangga, Kamal, Ahmad, Hajjah, Alyauma, Johan, Johan
Abstract: Collaborative Learning requires teachers and students to maintain an engaging learning environment at all times. Problems emerge when teachers, notably high school teachers in Pekanbaru, employ learning material that do… not support this. Teachers' creativity is pushed to constantly update how they present materials and evaluate students' knowledge in order to foster a collaborative and pleasurable learning environment. This community service project will help Pekanbaru high school instructors create collaborative and real-time learning tools. The Community Service Team employed an observation strategy to get a sense of learning at Santa Maria High School, which served as an example school. The proposed solution is technologically based, making use of the Padlet application. The Community Service Team offers training methods on smartphones and computers to help people grasp Padlet. The community effort resulted in a polished Padlet that teachers may use to study with students at any time. It is intended that studying using the Padlet application would boost teacher innovation and student learning results at Santa Maria High School, as well as high schools around Pekanbaru. Keywords: Teacher; padlet; collaborative learning; learners;SMA.   Abstrak: Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) mengarahkan guru dan peserta didik dalam suasana belajar yang interaktif setiap saat. Permasalahan muncul pada saat media pembelajaran yang digunakan guru tidak mendukung hal tersebut, termasuk guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru. Kreativitas guru ditantang untuk selalu memperbaharui cara penyampaian materi, cara mengevaluasi pemahaman peserta didik hingga penilaian, demi terciptanya suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu guru SMA di Pekanbaru dalam mempersiapkan bahan pembelajaran yang kolaboratif dan real time. Tim Pengabdian melakukan metode observasi untuk mendapatkan gambaran pembelajaran melalui SMA Santa Maria yang dijadikan sebagai sekolah sampel. Metode yang diusulkan berbasis teknologi melalui pemanfaatan aplikasi Padlet. Untuk memudahkan pemahaman Padlet, Tim Pengabdian menggunakan metode pelatihan, baik melalui komputer maupun smartphone. Hasil pengabdian adalah Padlet jadi yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran bersama peserta didik setiap waktu. Diharapkan pembelajaran melalui aplikasi Padlet mampu meningkatkan kreativitas guru dan hasil belajar peserta didik SMA Santa Maria khususnya dan SMA di Pekanbaru umumnya. Kata kunci: guru; padlet; pembelajaran kolaboratif; peserta didik; SMA.

Counseling and Training to Improve The Level of Dental and Oral Health in Junior High School Taman Siswa Belawan Medan

Manja, Cek Dara, Nasution, Rini Octavia, Kartika, Dewi, Sitanggang, Maria NH
Abstract: SMP Taman Siswa Belawan Medan, North Sumatra, faces significant dental and oral health issues, particularly among students who suffer from cavities and periodontal problems. Additionally, anxiety about dental visits and… radiographic examinations further complicates efforts to improve oral health. This community service program aims to enhance knowledge and skills related to oral health through counseling, proper tooth-brushing training, and intra-oral radiographic examinations. The program was conducted in two phases: the first phase involved counseling and training, while the second phase focused on evaluation. The evaluation results indicated a significant increase in knowledge. In the pre-test, 28% of students had good knowledge, 56.67% had sufficient knowledge, and 15.33% had poor knowledge; following the intervention, 60% had good knowledge, 30.67% had sufficient knowledge, and 9.33% had poor knowledge. For teachers, the pre-test showed 52.94% with good knowledge, 47.06% with sufficient knowledge, and 0% with poor knowledge, which increased to 100% with good knowledge in the post-test. This program was effective in raising awareness and knowledge about oral hygiene, cavity prevention, and the importance of dental check-ups, which ultimately contributed to reducing the prevalence of dental problems among students and teachers, thereby improving overall oral health. Keywords: Counseling, Dental and Oral Health, Training    Abstrak: SMP Taman Siswa Belawan Medan, Sumatera Utara, menghadapi masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama di kalangan siswa, yang banyak menderita gigi berlubang dan gangguan jaringan periodontal. Selain itu, kecemasan terhadap kunjungan ke dokter gigi dan pemeriksaan radiografi juga menjadi hambatan dalam upaya perbaikan kesehatan gigi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi melalui penyuluhan, pelatihan cara menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan radiografi intra-oral. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama berupa penyuluhan dan pelatihan, sedangkan tahap kedua adalah evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 28% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 56.67% cukup, dan 15.33% kurang; sedangkan pada post-test, 60% memiliki pengetahuan baik, 30.67% cukup, dan 9.33% kurang. Pada guru, hasil pretest menunjukkan 52.94% memiliki pengetahuan baik, 47.06% cukup, dan 0% kurang, yang meningkat menjadi 100% pada post-test. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut, pencegahan gigi berlubang, serta pentingnya pemeriksaan gigi, yang pada akhirnya dapat menurunkan prevalensi masalah gigi di kalangan siswa dan guru serta meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.   Kata kunci: Kesehatan Gigi dan Mulut, Penyuluhan, Pelatihan

Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Sebagai Pendukung Urban Farming Tanaman Toga

Azka, Muhammad, Basransyah, Basransyah, Habibie, Fadeli Muhammad
Abstract: The low level of public awareness about the importance of waste management has caused waste in Mentari Village Housing, km 21, not to be managed properly. Making Liquid Organic Fertilizer (POC) is one solution to overcome… e this problem. The process of making POC produces a liquid that can be used as organic fertilizer, while the solids produced can be used as a garden media. The focus of the community service activities carried out is the cultivation of TOGA plants and the use of household organic waste as fertilizer for TOGA plants. The implementation of this activity program consists of several stages of activity, namely observation of existing conditions, socialization of activities, training in making liquid organic fertilizer, mentoring and evaluation. With this activity, the Mentari Willage km 21 housing community is marked by a change in knowledge for the better regarding the cultivation of TOGA gardens and the importance of processing household waste into organic fertilizer which can contribute to sustainable agriculture. Keywords: liquid organic fertilizer; organic waste; TOGA plants.   Abstrak: Masih rendahnya kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan sampah di Perumahan Mentari Village km 21 belum terkelola dengan baik. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Proses pembuatan POC menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pupuk organic, sedangkan padatan yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai media tanam. Fokus dari kegiatan pengadian masyarakat yang dilakukan adalah budidaya tanaman TOGA dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman TOGA. Pelaksanaan program kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yaitu observasi kondisi eksisting, sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan pupuk oraganik cair, pendampingan dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat perumahan Mentari Willage km 21 yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan menjadi tebih baik terkait budidaya tamana TOGA dan pentingnya pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat berkontribusi dalam pertanian berkelanjutan. Kata kunci: pupuk organik cair; sampah organik; tanaman TOGA  

Optimalisasi Kemampuan Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun

Hutahaean, Berman, Gultom, Candra Ronitua, Silitonga, Parasian D.P., Ginting, Dicky Alpredo, br. Tarigan, Monica Marcelina, Sihite, Jernyta, Lasmarito Saruksuk, Hotti Sanogaria
Abstract: The main problem faced by SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar in implementing the Independent Curriculum is the readiness and competence of teachers in implementing innovative learning methodologies that are in accordance with… th the demands of the curriculum. This community service activity aims to improve teacher competence, strengthen learning infrastructure, and support school readiness in implementing the Independent Curriculum in the school. The implementation of this activity consists of several stages: socialization, training, technology procurement, mentoring, and periodic evaluation. Socialization introduces the essence of the Independent Curriculum and the role of teachers in its implementation. Intensive training is provided regarding innovative learning methods, including flipped classrooms and project-based learning. The procurement of technological devices such as CCTV, digital library applications, and laptop speakers aims to support an interactive and modern learning environment. Mentoring is also carried out in the preparation of teaching modules that are relevant to the new curriculum. The results of the activity show an increase in teacher competence in implementing innovative learning methods and strengthening technological infrastructure in schools. This activity emphasizes the importance of ongoing training and monitoring to ensure effective and sustainable curriculum implementation. Keywords: Merdeka Curriculum; teacher training; learning innovation; learning technology; project-based learning.   Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi oleh SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah kesiapan dan kompetensi guru dalam menerapkan metodologi pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan tuntutan kurikulum tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat infrastruktur pembelajaran, dan mendukung kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap: sosialisasi, pelatihan, pengadaan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala. Sosialisasi memperkenalkan esensi Kurikulum Merdeka dan peran guru dalam penerapannya. Pelatihan intensif diberikan terkait metode pembelajaran inovatif, termasuk flipped classroom dan pembelajaran berbasis proyek. Pengadaan perangkat teknologi seperti CCTV, aplikasi perpustakaan digital, dan pengeras suara laptop bertujuan mendukung lingkungan belajar yang interaktif dan modern. Pendampingan juga dilakukan dalam penyusunan modul ajar yang relevan dengan kurikulum baru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif dan penguatan infrastruktur teknologi di sekolah. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pemantauan untuk memastikan penerapan kurikulum yang efektif dan berkesinambungan. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pelatihan guru; inovasi pendidikan; teknologi pendidikan; pembelajaran berbasis proyek.