Abstract:Abstract: The Dadimulyo Village, West Kisaran District, Asahan Regency, which is located at PD. Indah street No.17 Sei Renggas, Kota Kisaran Barat District has Quality Family Cadres, the problem that occurs to these cadres…
adres is that there is still a lack of knowledge about technology that allows them to use information delivery media to information users and vice versa. This is an obstacle due to the pandemic situation Covid 19 is currently requiring everyone to work from home. From the results of the training that we have done to family planning cadres in Dadimulyo Asahan Village, it is felt to be very useful. This is based on the results of the knowledge of the cadres who are enthusiastic in participating in this activity and gain useful experience and knowledge which can then be utilized at the Dadimulyo village office.
Keywords: cadre; Covid-19 pandemic; Google Meet.
Abstrak: Desa Dadimulyo kabupaten Asahan yang beralamat dijalan PD. Indah No.17 Sei Renggas memiliki kader keluarga berkualitas, Permasalahan yang terjadi pada para kader tersebut yaitu masih kurangnya ilmu pengetahuan tentang teknologi yang memungkinkan dapat menggunakan media penyampaian informasi kepada pengguna informasi begitupun sebaliknya. Hal ini menjadi sebuah kendala karena situasi pandemi covid-19 saat ini yang mengharuskan semua kalangan bekerja dari rumah. Dari hasil pelatihan yang telah kami lakukan kepada para kader keluarga berkualitas di kelurahan Dadimulyo Asahan dirasakan sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan hasil dari pengetahuan para kader yang antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan pengalaman serta ilmu yang bermanfaat kemudian dapat dimanfaatkan di kelurahan Dadimulyo.
Kata kunci: Google Meet; kader; pandemi Covid-19.
Abstract:Abstract: training in cost accounting and calculating the cost of goods sold (CoGS) for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Ponggok Tourism Village was carried out to provide understanding and training in calculating…
culating CoGS. Based on the initial survey conducted by the community service team, information was obtained that seller in Ponggok Village did not calculate CoGS properly because they based their selling price on market prices. This is because MSMEs have a similar business, namely a culinary business. This unsuitable selling price determination will result in suboptimal profit achievement because each business has a different total cost. For this reason, this service carries out four training sessions to guide MSME players in deermining the appropriate selling price. The four sessions covered the delivery of concepts and materials, discussions, training in calculating CoGS, and evaluation. This community service is expected to increase understanding and skills in calculating CoGS so that optimal profit can be achieved.
Keywords: cost accounting;cost of good sold; Ponggok Village
Abstrak: pelatihan akuntansi biaya dan penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada pelaku UMKM di Desa Wisata Ponggok dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan penghitungan HPP. Berdasarkan survei awal yang dilakukan tim pengabdian, didapatkan informasi bahwa para pelaku UMKM di Desa Ponggok tidak melakukan penghitungan HPP karena mendasarkan harga jualnya sesuai harga pasar. Hal ini dikarenakan para pelaku UMKM memiliki usaha yang sejenis, yaitu usaha kuliner. Penentuan harga jual yang tidak sesuai ini akan menyebabkan pencapaian laba yang tidak optimal karena setiap usaha memiliki berbagai total biaya yang berbeda. Untuk itu, pengabdian ini melaksanakan empat sesi pelatihan untuk memandu para pelaku UMKM menentukan harga jual yang sesuai. Keempat sesi tersebut meliputi penyampaian konsep dan materi, diskusi, pelatihan penghitungan HPP, dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan ketrampilan menghitung HPP sehingga laba yang optimal dapat tercapai.
Kata kunci: akuntansi biaya, harga pokok penjualan, Desa Ponggok
Abstract:Abstract: Training on word processor and spreadsheet is needed for government employees at UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba in making reports such as annual report, financial report, performance report, and etc.…
The government employees have had the basic knowledge of using word processor and spreadsheet, but there are still many advanced fiture that never used before to fastened the process of reporting making. The lecturer team of Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal is making a community service in UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba in February 2021. Training method is a practical training to allow the participants implement the given knowledge. The training is running well and get the positive result from the participants and the head of UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba. The training result is shown by enhancement of the ability in understanding and practising the training materials of word processing and spreadsheet for making reporting during the session.
Keywords: government employee, reporting; spreadsheet; word processor
Abstrak: Pelatihan pemantapan pengolah kata dan angka sangat dibutuhkan oleh pegawai pemerintahan khususnya di UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba dalam pembuatan laporan seperti laporan tahunan, laporan keuangan, laporan kinerja dan lain-lain. Para pegawai sudah memiliki pengetahuan dasar tentang pengolah kata dan angka, tetapi masih banyak fitur pada perangkat lunak yang belum diketahui dan dipergunakan untuk dapat mempermudah dan mempercepat pembuatan laporan di instansi terkait. Oleh karena itu, tim Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal melakukan kegiatan pengabdian kepada mas-yarakat dengan memberikan pelatihan kepada para pegawai di UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba pada Februari 2021. Metode pelatihan diberikan dalam bentuk practical training sehingga para peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat respon yang positif dari para peserta dan pimpinan UPT Pengelolaan Irigasi Asahan Danau Toba. Hasil kegiatan pelatihan dapat dilihat dari peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan mempraktekkan secara langsung materi pengolahan kata dan angka untuk pembuatan laporan yang disampaikan selama pelatihan.
Kata kunci: laporan; pengolah angka; pengolah kata
Abstract:Abstract: Educational Counseling in Increasing the Interest of Santri / wati to Continue Education to Higher Education aims to provide knowledge to students about the Higher Education system and the introduction of several…
al campuses and scholarships provided by the government to encourage the government's mission of entrepreneur santri. Of course, the students have different talents and abilities. So it is necessary to have an approach or self-evaluation of what interests will be chosen to continue to higher education. This counseling opportunity becomes an arena to motivate students to continue their education at higher education. He also explained that lectures are not only related to knowledge but also determine the future which will determine a better life. On this occasion the community service team presented various information including describing what study programs and faculties are available. In addition, what is important information is information related to tertiary entry pathways. There are three pathways described, namely the SMPTN, SBMPTN, SPMB, and achievement pathways. Keywords: education; extension; students.
Abstrak: Penyuluhan Pendidikan Dalam Meningkatkan Minat Santri/wati Untuk Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada santri-santriwati tentang sistem Pendidikan Tinggi dan pengenalan beberapa kampus serta beasiswa yang disediakan pemerintah demi terdorongnya misi pemerintah santri entrepreneur. Para santri tentu memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga perlu adanya pendekatan atau evaluasi diri minat apa yang akan dipilih untuk melanjutkan ke perguruan Tinggi. Kesempatan penyuluhan ini menjadi ajang untuk memotivasi para santri untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Juga menjelaskan bahwa perkuliahan tidak hanya mengejar terkait ilmu tapi menentukan masa depan yang nantinya akan menjadi penentu kehidupan yang lebih baik. Pada kesempatan kali ini tim pengabdian masyarakat memaparkan berbagai infor-masi diantaranya menjabarkan prodi dan fakultas apa saja yang ada. Selain itu yang menjadi infromasi penting adalah informasi terkait jalur masuk perguruan tinggi. Ada tiga jalur yang dipaparkan yakni jalur SMPTN, SBMPTN, SPMB, dan juga jalur prestasi.
Kata kunci: pendidikan; penyuluhan; santri.
Abstract:Abstract: Spelling Bee is a word spelling game which assessed the accuracy of words and the pronunciation of the letters in English. MTSN 7 Bungus, Padang was chosen as PKM partners due to the students’ low English language…
h language skills and interest. Therefore, through the Spelling Bee competition, the team tried to improve the students’ skills and interest in learning English language, especially their ability to write and spell words correctly. In this competition, there were 280 students previously trained before join the competition. This competition is divided into three rounds, namely the preliminary round, the semi-final round and the final round. In addition, the English teachers also helped to coordinate the competition. During the activity, students were also given lessons on writing and spelling correctly. As a result, students’ enthusiasm in participating in competition can be one of the factors that triggers the enthusiasm and interests in learning so that they get more satisfying learning outcomes. During the competition, students were guided by the English teachers and given clear instructions. After participating in Spelling Bee competition, the students were not only given rewards but also some improvement in their English writing and spelling skills.
Key Words: Spelling Bee, writing, spelling.
Abstrak : Spelling Bee merupakan permainan mengeja kata dengan menilai keakuratan kata dan ketepatan pengucapan huruf yang disebutkan dalam Bahasa Inggris. MTSN 7 Bungus, Padang dipilih sebagai mitra PKM karena kemampuan dan minat Bahasa Inggris siswanya yang sangat rendah. Oleh karena itu, lewat kompetisi Spelling Bee, Tim PKM berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa terhadap Bahasa Inggris terutama pada kemampuan menulis dan mengeja kata. Dalam Kegiatan Spelling Bee ini, sebanyak 280 siswa dilatih sebelum mengikuti kompetisi Spelling Bee yang terbagi atas tiga babak, yaitu preliminary Round, Semi Final Round dan yang terakhir Final round. Selain itu, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut turut membantu demi kelancaran kegiatan kompetisi ini. Siswa diberikan pelajaran tentang menulis dan mengeja bahasa Inggris dengan benar. Antusias siswa dalam mengikuti kompetisi dapat merupakan salah satu faktor yang memicu semangat dan daya tarik siswa dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang jauh lebih memuaskan. Selama kompetisi, siswa dipandu oleh guru bahasa Inggrisnya dan diberikan instruksi yang jelas. Setelah mengikuti kompetisi Spelling Bee ini, siswa siswi MTSN 7 Bungus tidak hanya diberikan reward namun juga dapat meningkatkan kemampuan menulis dan mengeja Bahasa Inggrisnya.
Kata Kunci: spelling bee; writing; spelling.
Abstract:Abstract: Stunting refers to a chronic undernutrition that make children look smaller than children in their age. In the program of community service, role of cadre (a health volunteer) is very important to disseminate the…
he information about stunting to community. Increase cadre’s knowledge and encourage them to be more confidence when giving the information to community about stunting and local food that can meet childreen nutrition requirement to prevent stunting in community. This program is the second year program of community service to continue the evaluation from last year program. This program is specilally for cadre in Sumberkalong village. Each meeting was conducted through focus discussion group about prevention of stunting. Then, cadres disseminated the information to community including, pregnant women, newly marriage couple and toddler moms by visiting their home or door-to-door. There were 10 cadres who participate in the communitity service in the phase of year 1 until year 2 thouroughly. Three cadres were active and often asked some questions during meeting sessions. Some others were active if they were encouraged to ask or to give an opinion. Cadres explained that cadres' knowledge increase after joining several meeting session and focus group discussion. The cadres disseminated the information to the community with confidence. Program of community service which using a focus group discussion is considered effective to increased cadres’ knowledge. Focus group discussion can be employed in encouraging cadres in the community service program.
Keywords: cadre’s knowledge; focus group discussion; stunting.
Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak yang diakibatkan keadaan kurang gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak stunted memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak normal seusianya. Peran kader kesehatan sangat penting dalam mendesiminasikan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan stunting anak balita di masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kemampuan kader kesehatan tentang stunting dan zat gizi lokal yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah stunting di masyarakat. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakan tahun ke-2 yang berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan Desa Sumberkalong Kecamata Kalisat Kabupaten Jember. Setiap pertemuan kegiatan dilaksanakn Focus Group Discussion (FGD) bersama para kader kesehatan yang membahas pencegahan stunting. Kemudian, kader kesehatan mendesiminasikan informaasi yang telah diperoleh dari tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia balita, ibu hamil dan pasangan usia subur dengan melakukan kunjungan ke secara door-to-door ke rumah. Terdapat 10 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke-1 dan tahun ke-2. Sebanyak 3 kader yang aktif bertanya selama proses pertemuan dengan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebagain kader bertanya atau memberikan pendapatnya jika diminta. Seluruh kader menyampaikan bahwa pengetahuan kader meningkat selama mengikuti rangkaian pertemuan dan FGD.
Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD); pengetahuan kader; stunting.
Abstract:Abstract: Technology plays an important role in various sectors of life, including in finding income. Existing technological developments can be seen and felt in every field, such as industry, education, tourism and others…
rs with the emergence of various kinds of social media applications. The problem faced by partners is the lack of understanding of the village community regarding the use of information technology which is apparently able to help various kinds of work and increase income. So we see the need to provide socialization and training on the use of social media that can increase income which will have an impact on the welfare of the community, especially women in the village. This activity is carried out by first presenting the material and then providing training to participants on the concepts and benefits of technology through social media. The result of the service is that the village community consisting of PKK and IRT women get additional knowledge about the use of social media. PKM participants understand the material and feel motivated by the material presented by the presenter with training to develop their business through social media
Keywords: Social Media; Women's Welfare
Abstrak: Teknologi sangat berperan penting dalam berbagai sektor kehidupan termasuk dalam mencari penghasilan. Perkembangan teknologi yang ada sudah bisa dilihat dan dirasakan di setiap bidang, seperti industri, pendidikan, pariwisata dan lainnya dengan munculnya berbagai macam aplikasi media sosial. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu minimnya pemahaman masyarakat desa mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang ternyata mampu membantu berbagai macam pekerjaan serta meningkatkan penghasilan. Sehingga kami memandang perlunya pemberian sosialisasi serta pelatihan mengenai pemanfaatan media sosial yang mampu meningkatkan penghasilan yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama kaum perempuan di desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemaparan materi terlebih dahulu kemudian memberikan pelatihan kepada peserta mengenai konsep serta manfaat dari teknologi melalui media sosial. Hasil pengabdian yaitu masyarakat desa yang terdiri dari ibu PKK dan IRT mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan media sosial. Peserta PKM memahami materi dan merasa termotivasi dengan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan adanya pelatihan untuk mengembangkan usaha melalui media sosial
Kata kunci: pelatihan; media sosial; kesejahteraan perempuan
Abstract:Abstract: The exclusive breastfeeding coverage in the work area of North Community Health Center (Puskesmas Purwokerto Utara) 2 had only reached 76% by mid-2020. To pursue the target of achieving 90% by the end of the year,…
ar, cross-sectoral cooperation is needed. Lecturers of The Communication Science Study Program of Universitas Amikom Purwokerto took the initiative as facilitators by partnering with North Community Health Center staff to conduct a community service as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education. In this event, the facilitators conducted socialization and training methods for health cadres on how to communicate assertively with breastfeeding mothers by emphasizing acceptance, empathy, support and openness. The training was carried out for one week, included four villages within the Community Health Center working area, namely Grendeng, Bancarkembar, Sumampir and Pabuwaran. This community service has a good impact to the health cadres and The Community Health Center. The 90% target of exclusive breastfeeding will be reviewed by the end of 2021. However, the health cadres and The Community Health Center have more self-confidence to convince breastfeeding mothers to look after their children better by giving them the exclusive breastfeeding. In turn, the target will be achieved.
Keywords: assertive communication; cross sectorial cooperation; exclusive breastfeeding.
Abstrak: Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara 2 baru mencapai 76% pada pertengahan tahun 2020. Untuk mencapai target 90% cakupan ASI Eksklusif pada akhir tahun, dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto berinisiatif menjadi fasilitator dengan bermitra dengan Puskesmas dalam melakukan pengabdian masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada kegiatan ini fasilitator menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan kepada kader kesehatan tentang bagaimana berkomunikasi secara asertif dengan mengedepankan penerimaan, empati, dukungan dan keterbukaan kepada ibu menyusui. Pelatihan dilakukan selama satu minggu, dan meliputi empat desa yang berada dalam wilayah kerja puskesmas, yaitu Grendeng, Bancarkembar, Sumampir dan Pabuwaran. Pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai dampak baik terhadap kader kesehatan dan Puskesmas. Target 90% ibu menyusui memberikan ASI eksklusif akan direview pada akhir tahun 2021. Namun, para kader kesehatan dan Puskesmas merasa lebih percaya diri dapat meyakinkan kepada para ibu menyusui untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya dan pada gilirannya target tersebut dapat tercapai.
Kata kunci: ASI eksklusif; kerja sama lintas sektoral; komunikasi asertif
Abstract:Abstract: One of the subdistricts in Magelang regency which has a problem with the Diabetes Mellitus Disease in the Sawangan District, especially in the area of Sawangan Public Health Center, namely Kalangan, Gondowangi…
Village. So as the resolve this problem must be done various efforts of early detection in solve the problem of Diabetes Mellitus. One of the solutions to solve this problem is the dissemination as early detection and utilization of Diabetes Mellitus herbal plants. With the socialization and utilization of herbal medicinal plants on Diabetes Mellitus, it is expected that the community can pay attention to healthy lifestyles in the future, reduce the incidence of Diabetes Mellitus in the community and can take advantage of herbal treatments around the house so that people are not dependent on chemical or synthetic treatments that have side effects in the body.
Keywords: diabetes mellitus; early detection; herbal medicinal plants
Abstrak: Salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang yang terdapat masalah Diabetes Mellitus yaitu Kecamatan Sawangan khususnya di wilayah kerja Puskemas Sawangan II yaitu Dusun Kalangan desa Gondowangi. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut harus di lakukan berbagai upaya Deteksi Dini dalam mengatasi masalah Diabetes Mellitus. Salah satu dalam mengatasi masalah tersebut di lakukan sosialisasi sebagai bagian deteksi dini Diabetes Mellitus dan pemanfaatan tanaman herbal Diabetes Melitus. Dengan di adakannya sosialisasi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) tentang Diabetes Melitus di harapkan mayarakat kedepannya dapat memperhatikan pola hidup sehat, mengurangi kejadian penyakit Diabetes Melitus di masyarakat dan dapat memanfaatkan pengobatan herbal di sekitar rumah agar masyarakat tidak ketergantungan dengan pengobatan kimia atau sintetik yang mempunyai efek samping dalam tubuh.
Kata kunci: deteksi dini; diabetes mellitus; tanaman obat keluarga
Abstract:Abstrak: Teachers of Palembang 130 Elementary School still use one-way learning patterns where the teacher explains the material in front of the class and only relies on textbooks. Based on the results of interviews and…
discussions, the ability of SDN 130 Papuan teachers is still lacking. One contributing factor is age, besides the lack of availability of supporting facilities and infrastructure. SDN 130 Palembang teachers are more comfortable using conventional learning methods. They consider that conventional learning methods are easier, less difficult, and assume the material in the book is sufficient. This community service is aimed at providing training to teachers in SDN 130 Palembang in order to make the internet an alternative source of learning. The target to be achieved is to raise the motivation of teachers to recognize the internet as an alternative source of learning. The method used is counseling, direct practice, and discussion. The result of this activity is that teachers are greatly helped in the use of the internet as an alternative source of learning and developing teaching materials. So they don't just use my text as a learning resource.
Keywords: alternative learning resources; IT; internet utilization
Abstract: Guru-guru di SD Negeri 130 Palembang masih menggunakan pola pembelajaran satu arah dimana guru menjelaskan materi di depan kelas dan hanya mengandalkan buku teks. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi, kemampuan guru SDN 130 Papua masih kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah usia, selain kurangnya ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendukung. Guru SDN 130 Palembang lebih nyaman menggunakan metode pembelajaran konvensional. Mereka menganggap bahwa metode pembelajaran konvensional lebih mudah, tidak sulit, dan menganggap materi dalam buku ini sudah cukup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru di SDN 130 Palembang untuk menjadikan internet sebagai sumber belajar alternatif. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan motivasi guru untuk mengenali internet sebagai sumber belajar alternatif. Metode yang digunakan adalah konseling, praktik langsung, dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru sangat terbantu dalam penggunaan internet sebagai sumber belajar alternatif dan mengembangkan bahan ajar. Jadi mereka tidak hanya menggunakan teks saya sebagai sumber belajar.
Kata kunci: alternatif sumber belajar; IT; pemanfaatan internet