Abstract:Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja menjadi perhatian khusus terutama tiga risiko yang terjadi yaitu seksualitas, penyalahgunaan NAPZA, dan HIV/AIDS. Hal ini membutuhkan upaya yang berkelanjutan…
kelanjutan untuk memberikan pendidikan yang relevan dan pengetahuan yang komprehensif. Tujuan kegiatan ini adalah promosi kesehatan melalui pendidikan teman sebaya (Peer Educator) dengan konsep Juventum Health Advocates (JHA) atau "Advokat Kesehatan Remaja" dimana sekelompok remaja bertugas untuk mempromosikan, mendukung, dan memperjuangkan kesehatan remaja, terutama terkait dengan isu-isu seperti seks pranikah, NAPZA, dan HIV/AIDS. Kegiatan ini berupa pelatihan dengan memfasilitasi peserta dengan materi disertai modul pembelajaran. Remaja yang tergabung dalam JHA ini akan berperan sebagai volunteer yang terjun langsung untuk pro-aktif dengan lingkungan sekitar seperti berperan sebagai konselor dan membagikan ilmu seputar kesehatan reproduksi, seksual berisiko. Pendekatan Peer Education telah membawa perubahan positif dalam pengetahuan, yang nantinya akan berdampak pada perilaku, dan sikap remaja. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pre test dan post test tentang pengetahuan remaja yang samakin meningkat setelah diberikan materi. Keseluruhan kegiatan memberikan memberikan hasil yang efektif dan berdampak positif baik pada pembangunan karakter remaja dan lingkungan sekolah.
Abstract:Stunting is a health problem currently the government's primary concern because it affects the quality of human resources. One of the areas that is still being targeted for handling stunting is Maskuning Wetan Village, Pujer…
ujer District, Bondowoso Regency, East Java, with 14.36% of stunting cases. Diet, including the food type, is important in managing stunting. Most mothers in this area have lack knowledge in healthy food processing. Therefore, in this service program, several steps to handle stunting related to healthy food processing were carried out through counselling and training activities. The main ingredient used is the Moringa plant, which is known in many countries to overcome malnutrition because it is rich in nutrients, obtained easily, and affordable. The activity program is hoped to support the government's efforts in reducing the prevalence of stunting in Maskuning Wetan Village.
Keywords: healthy food; moringa; stunting
Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah hingga saat ini karena berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu daerah yang masih menjadi sasaran penanganan stunting adalah Desa Maskuning Wetan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dengan kasus stunting sebanyak 14,36%. Pola makan termasuk jenis makanan berperan penting dalam penanganan stunting. Sebagian besar ibu di daerah tersebut masih banyak yang belum mengetahui cara pengolahan makanan sehat. Oleh karena itu, pada program pengabdian ini dilakukan beberapa langkah penanganan stunting terkait pengolahan makanan sehat berupa kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Bahan utama yang digunakan adalah tanaman kelor yang telah dikenal di berbagai negara untuk mengatasi malnutrisi karena kaya akan kandungan nutrisi, mudah diperoleh, dan terjangkau. Dengan adanya program kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Desa Maskuning Wetan.
Kata kunci: kelor; makanan sehat; stunting
Abstract:The narrow marketing reach of organic vegetable products produced by the Mama Romi group is a problem in itself for the Mama Romi group because the vegetables they obtain are traditionally traded to the surrounding community…
nity and local traders who come to the location. It is known that the Mama Romi group is still limited in terms of digital marketing knowledge and product photography training, and also limited knowledge and skills in the field of ICT, namely the use of web-based e-commerce applications and WhatsApp e-commerce as a direct communication medium with potential buyers. The method for implementing Community Service activities through the Community Partnership Program (PKM) is carried out in 4 stages, namely (1) Preparation Stage; (2) Implementation Stage; (3) Evaluation; (4) Sustainability Program. This PKM activity can help independent partners in the process of developing ICT-based product promotions to the wider community, thereby creating new benefits that have an impact on increasing income.
Keywords: organic vegetables; web e-commerce; whatsapp e-commerce
Abstract:NAM Al-Mulk Vocational School is one of the Islamic-based vocational schools. In this school, there is learning about making appropriate products that can be used as entrepreneurial learning. However, there is still no education…
ducation on product creation that can be used as an entrepreneurial object that can be utilized for everyday economic needs. This service activity aims to provide training for NAM Al-Mulk Vocational School students in making solid soap that is safe for health and environmentally friendly. Solid soap is made by adding seaweed extract which has a multitude of benefits, one of which is to help moisturize the skin and treat irritation. The methods used are lectures, discussions, and direct practice during training. The results of the service received a good response from the participants based on the questionnaire results after the training, 75% of the training participants were satisfied with the soap-making training with the addition of seaweed extract because it met the participants' expectations. The results of ANOVA with Sig support this. equal to 0.000 < 0.05, it means that there is a difference in the average understanding of service participants before and after being given training in making solid soap with seaweed extract.
Keywords: solid soap; seaweed extract; enterpreneurship
Abstrak: Sekolah SMK NAM Al-Mulk merupakan salah satu sekolah SMK yang berbasis islam. Di sekolah ini terdapat pembelajaran mengenai pembuatan produk tepat guna yang dapat digunakan sebagai pembelajaran wirausaha. Namun, masih belum ada edukasi pembuatan pruduk yang bisa dijadikan sebagai objek berwirausaha yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SMK NAM Al-Mulk dalam pembuatan sabun padat yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Sabun padat yang dibuat dengan menambahkan ekstrak rumput laut yang memiliki segudang manfaat salah satunya untuk membantu melembabkan kulit dan mengatasi iritasi. Metode yang digunakan yakni ceramah, diskusi dan melakukan praktek langsung saat pelatihan. Hasil dari pengabdian mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta berdasarkan hasil kuesioner setelah pelatihan sebesar 75% yaitu peserta pelatihan merasa puas dengan pelatihan pembuatan sabun dengan penambahan ekstrak rumput laut karena sesuai dengan harapan peserta. Hal ini didukung dengan hasil ANOVA dengan Sig. sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat diartikan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman peserta pengabdi sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pembuatan sabun padat dengan ekstrak rumput laut.
Kata kunci: ekstrak rumput laut; produk tepat guna; sabun padat
Abstract:The purpose of this Community Partnership Empowerment (PKM) activity is to increase partner knowledge in reducing household organic waste by cultivating maggot as an alternative feed and the application of kasgot which can…
an be used as planting media and organic fertilizer. The partner's problem is that the partner's knowledge is low in processing organic waste; poultry feed and fertilizers commonly used by partners are very expensive. The method used in overcoming the problem is socialization with lectures and discussions to increase understanding of the role of maggot in reducing household organic waste, can be used as animal feed and kasgot as a planting medium and organic fertilizer; as well as direct practice of maggot cultivation and making organic fertilizer with kasgot raw materials. The conclusion from the results of these activities is that the PKM activity partner participants have seen an increase in partner understanding of the role of maggot in reducing household organic waste and other benefits it produces after socialization (with lectures and question and answer discussions) and partners understand how to cultivate maggot and make organic fertilizer with kasgot raw materials.
Keywords: kasgot; maggot; household organic waste.
Abstrak: Tujuan dari kegiatan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk menambah pengetahuan mitra dalam mengurangi sampah organik rumah tangga dengan budidaya maggot sebagai pakan alternatif serta aplikasi kasgot yang dapat dijadikan media tanam dan pupuk organik. Permasalahan mitra adalah pengetahuan mitra rendah dalam pengolahan sampah organik; pakan ternak unggas dan pupuk yang biasa digunakan mitra harganya sangat mahal. Metode yang dilakukan dalam mengatasi masalah yaitu dengan sosialisasi dengan ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang peran maggot dalam mengurangi sampah organik rumah tangga, dapat dijadikan pakan ternak serta kasgot sebagai media tanam dan pupuk organik; serta praktek langsung budidaya maggot dan pembuatan pupuk organik dengan bahan baku kasgot. Kesimpulan dari hasil kegiatan tersebut bahwa peserta mitra kegiatan PKM terlihat adanya peningkatan pemahaman mitra tentang peran maggot dalam mengurangi sampah organik rumah tangga serta manfaat lain yang dihasilkannya setelah dilakukan sosialisasi (dengan ceramah dan diskusi tanya jawab) dan mitra memahami cara budidaya maggot serta pembuatan pupuk organik dengan bahan baku kasgot.
Kata kunci: kasgot; maggot; sampah organik rumah tangga.
Abstract:Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum diterapkan dalam kehidupan siswa di Sekolah Dasar Negeri 08 Tanjung Bonai Aur, dapat menghasilkan permasalahan kesehatan, seperti masalah diare, cacingan, dan Saluran Pernafasan…
nafasan Akut (ISPA). Tim Mahasiswa Universitas Andalas melaksanakan kegiatan edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap manfaat menjaga Kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tim pengabdian melakukan penjelasan kepada siswa mengenai pembiasaan dalam mencuci tangan yang benar. Seluruh peserta diajak untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar dan membilasnya hingga bersih. Materi diberikan dengan cara komunikatif sehingga siswa merasa tidak bosan. Setelah pemaparan materi, kegiatan selanjutnya melakukan praktek cuci tangan secara bersama. Semua siswa selain pesrta diajak ikut serta malakukan cuci tangan yang benar berdasarkan aturan yang sudah disampaikan. Semua proses dalam rangkaian pengabdian ini telah berjalan dengan baik. Para guru dan Kepala Sekolah mendukung penuh kegiatan pengabdian ini, diharapkan semua peserta akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih baik di sekolah maupun di rumah.
Abstract:The COVID-19 pandemic has had a significant impact on many business sectors throughout the world, both large businesses and MSMEs. Mr. Selamat owns the Asahan Selasih Chips business, a souvenir business in the city of Kisaran…
saran that sells various types of processed chips, such as sweet potatoes, bananas, and other tubers. This company relies on direct sales from its production house and retailing at kiosks, minimarkets, and supermarkets in Kisaran, Asahan Regency. Also, they have to face the impact of the pandemic by surviving and trying to continue producing their products. One of the causes of declining sales during the post-COVID-19 pandemic is the need for promotional media to expand the market. Just expecting regular customers significantly influences declining sales because the economic turnover of the people in Asahan Regency is limited due to the impact of COVID-19. Apart from that, digital business competition is also a challenge for the Kisaran souvenir chips business.
Using observation methods and providing direct training to partner locations, implementing a website and e-catalog is essential for the Selasih Chips business in facing business challenges after the COVID-19 pandemic. Technology can help companies to improve operational efficiency, increase customer trust, and expand their markets in this digital era. Implementing a website and e-catalog can also help Pak Selamat expand its customer reach.
Keywords: website; e-catalog; umkm
Abstrak: Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar bagi banyak sektor bisnis di seluruh dunia, baik bisnis besar maupun UMKM. Bapak Selamat adalah pemilik usaha Keripik Selasih Asahan yaitu usaha oleh-oleh kota Kisaran contohnya yang menjual berbagai jenis olahan keripik seperti ubi, pisang, dan umbi-umbian lainnya, usaha yang mengandalkan penjualan langsung dari rumah produksinya dan mengecer ke kios-kios maupun minimarket dan supermarket yang ada di kota Kisaran Kabupaten Asahan, juga harus menghadapi dampak pandemi dengan bertahan dan berusaha untuk tetap memproduksi produknya. Salah satu penyebab menurunnya penjualan dimasa pasca pandemi COVID-19 dipengaruhi kurangnya media promosi untuk memperluas pasar. Hanya dengan mengharapkan pelanggan tetap, menjadi pengaruh besar terhadap menurunnya penjualan disebabkan perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Asahan menjadi terbatas akibat dampak COVID-19. Selain itu persaingan bisnis secara digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi usaha keripik oleh-oleh Kisaran. Dengan metode observasi dan memberikan pelatihan langsung ke lokasi mitra maka penerapan website dan e-katalog merupakan langkah penting bagi usaha Keripik Selasih dalam menghadapi tantangan bisnis pasca pandemi COVID-19. Dalam era digital ini, teknologi dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan memperluas pasar mereka. Penerapan website dan e-katalog juga dapat membantu Pak Selamat untuk memperluas jangkauan pelanggan mereka.
Kata kunci: website; e-katalog; umkm
Abstract:Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus mengalami kemajuan pesat dan memiliki potensi yang luar biasa dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Dalam rangka pengembangan ekstrakurikuler di KIR 03,…
dilaksanakan sosialisasi inovasi AI dengan memanfaatkan robot personal assistant guna mendorong digitalisasi. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat dan potensi penggunaan teknologi AI dalam konteks kegiatan ekstrakurikuler. Pendekatan yang digunakan meliputi penyampaian materi presentasi yang mendalam, interaksi tanya jawab yang aktif, serta dokumentasi kegiatan secara komprehensif. Hasil analisis data dari kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah dilakukan sosialisasi. Respon positif peserta terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan robot personal assistant menggambarkan kesuksesan sosialisasi ini. Sosialisasi ini memberikan implikasi potensial yang kuat dalam mendukung digitalisasi di KIR 03 dan berkontribusi bagi masyarakat pada umumnya.
Abstract:The population increase in urban areas will be directly proportional to the increase in the number of settlements and housing, so a lot of lands will change its function resulting in damage to water catchment areas. Technological…
nological developments and development are increasing, disrupting rainwater catchment areas and reducing the ability of rainwater to infiltration. When the rainy season, the problem in RT 18 is a lot of runoff that cannot quickly absorb into the reservoir, resulting in stagnant water which is quite disturbing to residents' activities. Meanwhile, during the dry season, the borehole water discharge is greatly reduced and seawater intrusion occurs into the well. To overcome this there must be a solution offered to overcome these problems. Therefore one method to build public awareness is through counseling about the importance of infiltration wells. The results of the implementation showed that before counseling the participants' understanding test results were only 14.17% and after counseling the participants' understanding was 77.5%. There was an increase in participants' understanding of 63.33%.
Keywords: infiltration wells; runoff; water conservation, water absorption
Abstrak: Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pemukiman dan perumahan, sehingga banyak lahan akan beralih fungsi yang berakibat pada rusaknya daerah resapan air. Perkembangan teknologi dan pembangunan yang makin meningkat, membuat lahan resapan air hujan terganggangu dan mengurangi kemampuan air hujan meresap kedalam tanah. Pada saat musim penghujan tiba permasalahan yang terjadi di RT 18 yaitu banyak limpasan air yang tidak bisa cepat menyerap ke dalam tahan sehingga terjadi genangan air yang cukup mengganggu aktivitas warga. Sedangkan ketika musim kemarau debit air sumur bor sangat berkurang serta terjadi instrusi air laut ke dalam sumur. Untuk mengatasi hal tersebut harus ada solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu salah satu metode untuk membangun kesadaran masyarakat yaitu melalui penyuluhan tentang arti penting sumur resapan. Hasil pelaksanaan menunjukkkan sebelum dilakukan penyuluhan hasil test pemahaman peserta hanya 14,17% dan setelah penyuluhan pemahaman peserta 77,5%. Terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 63,33%.
Kata kunci: limpasan; pelestarian air, resapan air, sumur resapan,
Abstract:Character education is one of the mental revolution efforts made to instill character in students. Teachers play an important role in producing generations of noble character and morality, including elementary school teachers.…
chers. Instilling character from an early age is expected to be able to strengthen the foundation in building the nation. The process of cultivating character must be adapted to the stages of student development and the times, so that integrating it into interactive teaching materials will be preferred by students, students can more easily understand the material and have skills that are balanced between science and technology and IMTAQ. To realize this, teachers are required to be able to integrate it into PBM such as teaching materials. However, the facts on the ground show that teachers in partner schools do not really understand the context of character building and apply it to teaching materials. The purpose of this activity is to increase teacher knowledge and skills in designing and integrating character education in digital teaching materials. This service activity is carried out through lecture methods, outreach, training, and discussions involving approximately 17 elementary school teachers. The results of the activity show that in general the teacher already knows the concept of character education, examples of assistive applications in making teaching materials and teachers have been able to design and integrate character education into teaching materials in accordance with the subjects being taught which are then ready to be made into digital teaching materials
Keywords: socialization; digital teaching materials; character education
Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya revolusi mental yang dilakukan untuk menanamkan karakter pada siswa. Guru memegang peranan penting dalam menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak terkecuali guru SD. Penanaman karakter sejak usia dini diharapkan mampu memperkuat pondasi dalam membangun bangsa. Proses penanaman karakter harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan perkembangan zaman, sehingga mengintegrasikannya ke dalam bahan ajar interaktif akan lebih disukai siswa, siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki keterampilan yang seimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Untuk mewujudkan hal ini guru dituntut mampu mengintergasikannya ke dalam PBM seperti bahan ajar. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah mitra belum terlalu memahami konteks pendidikan karakter serta menerapkannya ke dalam bahan ajar. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam bahan ajar digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode ceramah, sosialisasi, pelatihan, dan diskusi dengan melibatkan lebih kurang 17 orang guru SD. Adapun hasil kegiatan menunjukkan secara garis besar guru sudah mengetahui konsep pendidikan karakter, contoh aplikasi bantu dalam membuat bahan ajar dan guru telah mampu mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yang kemudian siap untuk dibuat ke dalam bahan ajar digital.
Kata kunci: sosialisasi; bahan ajar digital; pendidikan karakter