Search Articles & Publications

Showing 1578 articles found for "Telah"

A Teacher Training on Digital Assessment Strategies for Meaningful Learning Outcomes at Buranakarn Suksa Witya School, Thailand

Aziez, Feisal, Sadeli, Elly Hasan, Anjarani, Shelia, Hawanti, Santhy, Setianti, Dika, Rinjani, Rinjani
Abstract: Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries.  as in many other developing countries, there are major challenges in adapting… adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices.  Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.  Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand   Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang. Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan

Peran Digitalisasi Administrasi Dalam Manajemen Gudang Penerimaan Tiara Dewata Yeh Aya

Krismadhita, Angga Putera, Muna, Nilna
Abstract: Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still… ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse. Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya   Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan;  Tiara Dewata Yeh Aya      

Perancangan dan Pengembangan Web Profile SMP Negeri 1 Teriak Kabupaten Bengkayang

p, noviyanti, Gudiato, Candra, Kusnanto, Kusnanto
Abstract: The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity… entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.             Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency   Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa. Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.

Pemanfaatan Buah Kelapa Menjadi Virgin Coconut Oil Bagi Kaum Perempuan Jemaat Marturia Kupang NTT

Bunyani, Nur Aini, Roman, Maya Fitriani, Finmeta, Abdonia, Kerihi, Eka C.G, Tunmuni, Deglori, Neolaka, Frengki
Abstract: Virgin Coconut Oil (VCO) is extracted coconut oil containing medium chain fatty acids that have been believed to have many health functions. These fatty acids are easily digested and absorbed by the intestines because the… e size of the molecules is relatively small so that they can be directly burned by the body to produce energy. In addition, VCO contains lauric acid which can dissolve the virus membrane in the form of lipids so that it will interfere with the immunity of the virus, so that the virus becomes inactive. VCO is processed without heating, no additional chemicals, dyes, and preservatives so that it can survive as pure vegetable oil so that it does not change the composition or characteristics of the oil. VCO has high economic value. The manufacturing process is easy. The methods in this Community Service are Counseling, direct Practice and discussion. It is hoped that the use of coconuts will not only be sold in the form of unprocessed fruit but coconuts are processed into pure coconut oil or Virgin Coconut Oil and can be developed more widely through group entrepreneurship programs so as to increase the income of the congregation, especially the Women's group in the GMIT Marturia Oesapa Selatan Congregation, Kelapa Lima District, Kupang City. Keyword: coconut fruit; processing; utilization; virgin coconut oil   Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diekstraksi yang mengandung asam lemak yang memiliki rantai sedang yang telah dipercaya memiliki banyak fungsi untuk kesehatan. asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga dapat  langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus menjadi inaktif. VCO diproses tanpa pemanasan, tidak  ada  tambahan  bahan  kimia,  pewarna,  dan  pengawet  sehingga  dapat bertahan sebagai minyak nabati murni sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO  mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses pembuatannya mudah. Metode dalam Pengabdian Masyarakat  ini adalah  Penyuluhan,  langsung Praktek dan diskusi. Diharapkan pemanfaatan buah kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah tanpa diolah tetapi buah kelapa diolah menjadi minyak kelapa  murni atau  Virgin Coconut Oil dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi melalui program kewirausahaan kelompok  sehingga meningkatkan pendapatan jemaat, khususnya kelompok Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan,  Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kata kunci: buah kelapa; pengolahan; pemanfaatan; virgin coconut oil

Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana Di Desa Rembitan

Ibrahim, Ibrahim, Pratama, Inka Nusamuda, Zitri, Ilham
Abstract: The main problem in partner locations is the lack of community awareness in responding to disasters; residents do not yet understand the risks and impacts of natural disasters and preventive measures that can be taken to… reduce losses. This lack of knowledge makes the community unprepared and slow to respond to emergencies, ultimately increasing their safety and well-being risk. The training includes counselling sessions, workshops, and disaster simulations. Each session is designed to provide an in-depth understanding of the types of disasters, mitigation techniques, evacuation, and first aid steps. The results of this training showed a significant increase in the preparedness and response of the Rembitan Village community to emergencies. The post-disaster simulation evaluation also showed an increase in the participants' practical abilities in dealing with disasters. This program strengthens social structures and solidarity between residents and creates a model that can be applied in other villages with similar disaster risks. With ongoing support, Rembitan Village is expected to become a successful example of building community resilience to disasters, ultimately improving its residents' welfare and security.   Keywords: capacity; strengthening; mitigation; disaster resilient     Abstrak: Masalah utama yang terjadi ditempat mitra yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi bencana, selain itu warga belum memahami risiko dan dampak dari bencana alam, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi kerugian. Kurangnya pengetahuan ini membuat masyarakat tidak siap dan lambat dalam merespons situasi darurat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pelatihan mencakup sesi penyuluhan, workshop, dan simulasi bencana. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, teknik mitigasi, serta langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dan respons masyarakat Desa Rembitan terhadap situasi darurat. Kegiatan pelatihan di Desa Rembitan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat kini lebih memahami risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diambil, Selain itu, mereka telah mempraktikkan simulasi bencana yang meningkatkan kemampuan mereka merespons situasi darurat.   Kata kunci: kapasitas; penguatan; mitigasi; tangguh bencana    

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Melalui Program Pelatihan Pemetaan Menggunakan Teknologi Drone Di Kecamatan Pemali

Fitriansyah, Hadi, Zulkia, Dwi Rizka, Setiawan, Fahri, Hartati, Lasmi, Syarani, Desti, Tamami, Khoirul, Cahyani, Dwi Rizky, Caesar, Muhammad Yusuf
Abstract: The lack of ability to operate advanced mapping technology such as drones creates limitations for village communities in Pemali District, resulting in low community participation and contribution in the planning and management… gement process of village areas. In fact, active community participation is very important to ensure that every development program is in accordance with local needs and conditions to achieve regional development planning as stated in the 2020-2024 RPJMN. For this reason, it is necessary to use drone technology to provide solutions by providing fast and accurate spatial data, as well as improving the technical skills of village communities in mapping and managing areas. Through drone training, it is hoped that village communities can be more independent and actively participate in development planning, as well as opening up new opportunities in the field of technology that can improve their welfare and quality of life. Meanwhile, the method used in community service is in accordance with POAC or Planning, Organizing, Actuating, Controlling. From all the activities and evaluations that have been carried out, the results and conclusions obtained are that training and outreach on the use of drones through community service is considered effective and useful in developing community capabilities and increasing insight into the Pemali sub-district. Keywords: community service; drone; pemali district   Abstrak: Kurangnya kemampuan untuk mengoperasikan teknologi pemetaan canggih seperti drone membuat Keterbatasan Masyarakat desa di Kecamatan Pemali ini menyebabkan rendahnya partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah desa. Padahal, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi local untuk mencapai perencanaan pembangunan kawasan seperti yang tertera pada RPJMN 2020-2024. Untuk itu perlu peran penggunaan teknologi drone dapat memberikan solusi dengan menyediakan data spasial yang cepat dan akurat, serta meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa dalam pemetaan dan pengelolaan wilayah. Melalui pelatihan drone, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan, serta membuka peluang baru dalam bidang teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Adapun, untuk metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini sendiri sesuai dengan POAC atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Dari keseluruhan kegiatan dan evaluasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa pelatihan serta sosialisasi penggunaan drone melalui pengabdian masayarakat ini diniai efektif dan bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dan menambah wawasan pada kecamatan pemali. Kata kunci: drone; pengabdian masyarakat; pemali

Pendampingan Sustainable Livelihood Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Rembitan

Pratama, Inka Nusamuda, Subandi, Azwar, Imam, Sadrul, Pratiwi, Yupitari Estu, Aprileana, Lady, Oktriani, Elisa
Abstract: The sustainable livelihood assistance program in Rembitan Village aims to improve community welfare based on local wisdom. The activity stages include initial identification of socio-economic and environmental conditions… of the village, preparation of activity plans based on community participation, as well as implementation of training and workshops. After the training, intensive mentoring is provided to help people apply new skills in their daily practice. The results achieved include increasing community capacity in sustainable agricultural techniques, developing better quality handicraft and traditional food products, as well as diversifying family income sources. Program evaluation shows a positive response from the community to training and mentoring activities, with indications of an increase in the local economy and awareness of the importance of sustainable natural resource management. This service activity not only succeeded in improving the economic welfare of the Rembitan Village community, but also strengthened local capacity in facing the challenges of sustainable development in the future.   Keywords: sustainable livelihoods; local wisdom; well-being; economy     Abstrak: Program pendampingan sustainable livelihood di Desa Rembitan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis kearifan lokal. Tahapan awal kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan Desa, penyusunan rencana kegiatan berbasis partisipasi masyarakat, serta implementasi pelatihan dan workshop. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif untuk membantu masyarakat menerapkan keterampilan baru dalam praktiknya sehari-hari. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pertanian berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan tangan dan makanan tradisional dengan kualitas yang lebih baik, serta diversifikasi sumber pendapatan keluarga. Evaluasi program menunjukkan respons yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan, dengan indikasi peningkatan ekonomi lokal dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Rembitan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang.   Kata kunci: sustainable livelihood; kearifan lokal; kesejahteraan; ekonomi

Pengolahan Sampah Organik Sederhana Menjadi Kompos Dengan Teknologi Rolling Composter di Kelurahan Teritip

Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo, Gunawan, Adrian, Arman, Arman, Lodan, Maria Patricia Bale, Rachmalita, Nur Cholilah, Aini, Rifqi Irza Noor
Abstract: Sampah merupakan sisa dari produk yang sudah tidak digunakan lagi dari berbagai kegiatan manusia. Namun, sampah masih bisa bernilai ekonomis apabila dapat diolah menjadi produk tertentu. Permasalahan banyaknya sampah di… suatu daerah sejalan dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Balikpapan Timur dalam rentang waktu setahun, maka diperlukan teknologi komposting sederhana yang dapat mengolah sampah organik semaksimal mungkin. Salah satu alternatif penanganan sampah menjadi pupuk kompos dengan metode rolling composter disertai dengan pemilahan. Peralatan pengolahan sampah organik berupa rolling composter ini akan diperkenalkan kepada warga. Melalui kegiatan ini yang dilakukan bermaksud memberikan informasi terkait pengolahan limbah organik dengan menggunakan metode rolling composter. Proses dimulai dengan warga mengumpulkan sampah organik yang dihasilkan pada 1 hari ketempat rolling composter. Setelah EM4 dimasukkan warga akan menutup rolling composter dan memutar menggunakan tuas yang bertujuan untuk mencampurkan sampah secara merata. Hasil dari rolling composter yang siap dipanen akan dimanfaatkan sebagai pupuk. Tanaman hias merupakan salah satu media tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pemberian pupuk.

Penerapan Lemari Sterilisasi Teknologi Ozon Dan Uvc Untuk Gugus Tugas Covid Di Puskesmas Salawu Kabupaten Tasikmalaya

Priatna, Edvin, Hiron, Nurul, Naim, Nidar Nadrotan, Rahman, Abd, Annashr, Nissa Noor, Rahayu, Andri Ulus
Abstract: Officers' readiness to prevent the spread of COVID-19 through document exchange is a problem in the community. This article discusses how the social engineering of COVID-19 cluster officers and Salawu Health Center officers… ers in Tasikmalaya Regency in receiving and implementing document sterilization cabinet technology to suppress the transmission of the COVID-19 virus through document exchange. The use of ozone and UVC as sterilization media is beneficial but can negatively impact humans in the long term. Therefore education is needed for partners to avoid these negative impacts. This service activity method is partner situation analysis, pre-test, partner education, post-test, and conclusion. The result of this service is that partners have received document sterilization cabinets and UVC as room sterilizers. The results of measuring partner knowledge before and after participating in webinar activities using pre-test and post-test instruments, showed an increase in knowledge, skills and awareness by partners regarding the use of UVC and Ozone on average 83% from the initial condition of not understanding to understanding and skill.     Keywords: covid-19; ozone; uvc; health community center    Abstrak: Kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran dokumen menjadi masalah di masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana rekayasa sosial pada petugas Gugus COVID-19  dan petugas Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya dalam penerima dan implementasi teknologi lemari sterilisasi dokumen guna menekan penularan virus COVID-19 melalui pertukaran dokumen. Penggunaan ozon dan UVC sebagai media sterilisasi sangat efektif, tetapi dapat menghasilkan dampak negatif dalam jangka Panjang, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada mitra agar terhindar dari dampak negatif tersebut. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi mitra, post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra telah menerima lemari sterilisasi dokumen dan UVC sebagai sterilisasi ruangan. Hasil pengukuran terhadap pengetahuan mitra sebelum dan setelah mengikuti kegiatan webinar menggunakan instrumen pre-test dan post-test, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kewaspadaan oleh mitra terkait penggunaan UVC dan Ozon rata-rata 83% dari kondisi awal tidak memahami menjadi paham dan terampil. Kata kunci: covid-19; ozone; uvc; puskesmas

Bahaya Sering Mengonsumsi Mie Instan Pada Remaja Di Sma Santo Lukas Penginjil Jakarta Utara

Cahya, Aloysius Prima, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih, Rasmada, Sada, Dampang, Damelya Patricksia, Wulandari, Agnes Maharani Puji
Abstract: Healthy behavior is related to efforts to maintain and improve health. One of the healthy behaviors is eating with a balanced menu. A healthy consumption pattern must be applied to meet daily nutrition. The provision of… special education to adolescents is expected to be able to provide knowledge, especially about nutritious food. Activities to provide education about nutritious food and nutritious food categories, Health Education about the benefits of nutritious food, Health Education about the recommendation to consume instant noodles, and Health education about the dangers of consuming excessive amounts of instant noodles to 33 respondents. The method used is the test work before and after the intervention. The delivery of material using the media continued with questions and answers from the presenters. The data results showed that the level of knowledge before the intervention was 15.2% and after the intervention showed an increase of 54.5%. The purpose of providing this education is expected that respondents will not only understand but also be able to apply it in their personal and family habits. Keywords: instant noodles; balanced nutrition; msg   Abstrak: Perilaku sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu perilaku sehat adalah makan dengan menu seimbang. Pola konsumsi yang sehat harus diterapkan untuk dapat memenuhi nutrisi sehari-hari. Pemberian edukasi khusus kepada remaja diharapkan mampu memberikan pengetahuan khususnya tentang makanan yang bergizi. Kegiatan pemberian edukasi mengenai makanan bergizi dan kategori makanan bergizi, Pendidikan Kesehatan tentang manfaat makanan bergizi, memberikan Pendidikan Kesehatan tentang anjuran mengonsumsi mie instan, memberikan edukasi Kesehatan tentang bahaya mengonsumsi mie instan dalam jumlah yang berlebih kepada 33 responden. Metode yang digunakan yaitu pengerjaan test sebelum dan sesudah intervensi. Penyampaian materi dengan menggunakan media dan dilanjutkan dengan tanya jawab dari pemateri. Hasil data menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan sebelum diberikan intervensi 15,2% dan setelah dilakukan intervensi menunjukan peningkatan sebesar 54,5%. Tujuan dari pemberian edukasi ini diharapkan responden tidak hanya mengerti, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kebiasaan pribadi maupun keluarga. Kata kunci: gizi seimbang; mie instan; msg