Abstract:Paparan debu dan polusi udara di lingkungan pertambangan menjadi faktor risiko penting terjadinya gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pada pekerja tambang. Desa Lambuluo, Kecamatan Motui,…
, Kabupaten Konawe Utara merupakan wilayah yang berada di sekitar aktivitas pertambangan sehingga pekerja berpotensi mengalami pajanan debu secara terus-menerus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja tambang tentang bahaya polusi udara di tempat kerja serta mendorong perilaku pencegahan ISPA melalui pembagian masker dan media edukasi leaflet. Sasaran kegiatan adalah 40 pekerja tambang yang berdomisili di Desa Lambuluo. Kegiatan dilaksanakan pada 24–25 Juli 2025 dengan pendekatan door to door. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, penyusunan dan pencetakan leaflet, penyiapan masker percontohan, distribusi paket masker dan leaflet, serta edukasi singkat mengenai bahaya debu tambang, dampaknya terhadap kesehatan pernapasan, cara penggunaan masker yang benar, dan pentingnya mengganti masker apabila kotor atau rusak. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan cakupan penerima masker dan leaflet, dengan indikator keberhasilan minimal 80% dari sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 38 dari 40 pekerja tambang menerima masker dan leaflet, dengan capaian sebesar 95%. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan door to door efektif menjangkau pekerja dan memungkinkan penyampaian pesan kesehatan secara lebih personal. Kegiatan ini menjadi langkah awal promotif-preventif dalam pencegahan ISPA, namun perlu dilanjutkan dengan edukasi berkala, pemantauan kepatuhan penggunaan masker, dan pengendalian debu yang lebih komprehensif di lingkungan kerja tambang secara berkelanjutan oleh pihak terkait.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Kedai Tahu Bakso Batununggal (Kedai TBB) di Kota Bandung yang menghadapi beberapa permasalahan, antara lain pelayanan yang belum optimal, branding yang masih…
asih fokus pada produk tahu bakso, serta perlunya strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan daya saing.
Kegiatan ini bertujuan membantu mitra dalam mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan
strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui observasi,
wawancara, dokumentasi, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Quantitative
Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kedai TBB memiliki skor Internal Factor
Evaluation (IFE) sebesar 2,93 dan External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,90 sehingga berada pada posisi Growth
Stability dalam Matriks Internal-External. Berdasarkan hasil QSPM, strategi penetrasi pasar memperoleh nilai Total
Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,99 dibandingkan strategi pengembangan pasar (5,32) dan
pengembangan produk (4,91). Oleh karena itu, strategi penetrasi pasar direkomendasikan melalui penguatan pemasaran
digital, optimalisasi platform online, serta peningkatan kualitas pelayanan guna mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan.
Abstract:Pelayanan prima merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada industri jasa, termasuk agen perjalanan umrah. Namun, karyawan PT Haramainku Palembang belum memiliki pemahaman yang sistematis mengenai…
nilai-nilai perusahaan terkait pelayanan kepada jamaah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan service excellence awareness karyawan melalui pelatihan berbasis Appreciative Inquiry. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode 4D Appreciative Inquiry yang meliputi tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Metode ini dipilih karena berfokus pada identifikasi kekuatan, pengalaman positif, serta perumusan visi bersama untuk pengembangan organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pelayanan prima. Pada setiap tahapan 4D, peserta mampu mengidentifikasi praktik pelayanan terbaik yang telah dimiliki perusahaan, merumuskan harapan pelayanan di masa depan, menyusun strategi penguatan budaya layanan, serta berkomitmen untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Luaran utama kegiatan ini adalah tercapainya kesepakatan bersama mengenai nilai pelayanan prima perusahaan, yaitu menjadi perusahaan yang melayani jamaah sepenuh hati dan sesuai sunnah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Appreciative Inquiry efektif dalam membangun kesadaran dan komitmen karyawan terhadap budaya pelayanan prima.
Abstract:Konflik merupakan bagian dari interaksi sosial yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan, nilai, kebutuhan, dan tujuan, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Di sekolah, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat…
enghambat kerja sama, menurunkan kualitas komunikasi, dan berdampak pada kinerja guru maupun pegawai. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen konflik penting diberikan agar konflik tidak hanya dipandang sebagai masalah yang harus dihindari, tetapi sebagai situasi yang perlu dikelola secara bijak dan konstruktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan pegawai mengenai manajemen konflik melalui seminar psikoedukasi. Kegiatan diikuti oleh 19 peserta dari berbagai tingkatan jabatan di lingkungan sekolah. Materi yang diberikan mencakup faktor penyebab konflik, dampak konflik dalam organisasi, serta strategi manajemen konflik yang meliputi menghindari, mengakomodasi, mengkompromikan, berkompetisi, dan mengkolaborasikan. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seminar psikoedukasi memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola perbedaan dan memilih strategi penyelesaian konflik yang sesuai dengan situasi. Dengan demikian, psikoedukasi melalui seminar dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu guru dan pegawai mengembangkan keterampilan dasar dalam mengelola konflik di lingkungan pendidikan.
Harun, Hilda, Ruslan Majid, Rizkita Nur Ainun, Yasrul, Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani, Sitti Nur Afridasari, Siti Nurfadilah, Paridah, Fifi Nirmala, Rastika Dwiyanti Liaran
Abstract:Latar Belakang: Mahasiswa perantauan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk pergaulan bebas dan masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengawasan orang tua dan tekanan adaptasi…
i sosial di lingkungan baru. Jauh dari keluarga, mahasiswa perantauan sering kali menghadapi krisis identitas, pengaruh negatif teman sebaya, serta paparan konten digital yang tidak tersaring, sehingga meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan strategi adaptasi sehat di perantauan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang partisipatif dan berbasis media PowerPoint dan e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain kuasi-eksperimen pre-test post-test tanpa kelompok kontrol (one-group pre-test post-test design). Peserta berjumlah 54 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) Angkatan 2025, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan interaktif menggunakan media PowerPoint, e-leaflet berbasis barcode yang dapat diakses melalui smartphone, serta sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner 15 item pilihan ganda melalui Google Form sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan batas kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,63 pada pre-test menjadi 13,88 pada post-test, disertai peningkatan nilai median dari 14 menjadi 15 dari total skor maksimal 15. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,536; p = 0,011). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman nyata di lingkungan perantauan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan partisipatif berbasis media PowerPoint, dan e-leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa perantauan tentang adaptasi sehat, pergaulan bebas, dan kesehatan reproduksi. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh infografis edukatif terhadap persepsi Gen Z mengenai employer attractiveness PT. X. Target pengabdian adalah fresh graduate dan mahasiswa tingkat akhir yang berpotensi menjadi…
adi calon tenaga kerja perusahaan. Data awal menunjukkan bahwa tingkat pengenalan, ketertarikan bekerja, persepsi reputasi, budaya kerja, dan peluang pengembangan karir responden masih terbatas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, di mana responden menilai persepsi mereka terhadap perusahaan sebelum dan sesudah diperkenalkan dengan infografis yang menyajikan informasi tentang budaya kerja, nilai-nilai organisasi, peluang pengembangan karir, dan manfaat bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan infografis edukatif efektif meningkatkan daya tarik perusahaan bagi calon karyawan muda, sekaligus memberikan dasar bagi strategi komunikasi visual yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Abstract: pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan era 4.0 (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan kualitas publikasi di Lembaga Paspama Institute. Selama ini, proses penyusunan…
penyusunan naskah, pengolahan data, dan penyuntingan artikel masih dilakukan secara konvensional, sehingga memerlukan waktu lama dan sering kali menghasilkan kualitas tulisan yang tidak konsisten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan praktis peserta dalam memanfaatkan teknologi AI guna memperbaiki efektivitas serta mutu publikasi ilmiah di lingkungan Paspama Institute. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan interaktif, meliputi tiga tahapan utama: (1) pengenalan konsep dasar AI dan potensinya dalam bidang publikasi, (2) workshop penerapan aplikasi AI seperti ChatGPT, Grammarly, dan Copilot untuk asistensi penulisan akademik, serta (3) pendampingan penyusunan artikel ilmiah berbasis AI secara etis dan bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam menulis dan mengedit naskah, dengan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 32% dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital untuk kegiatan publikasi. Kegiatan ini berdampak positif terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia Paspama Institute dalam menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital
Abstract:Program kerja sosialisasi diabetes melitus dan screening gula darah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan sosialisasi diabetes melitus serta screening…
ening gula darah dan tekanan darah. Berdasarkan hasil observasi awal di Desa Bandung Baru Barat, diketahui bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan masih rendah, khususnya pemeriksaan gula darah dan tekanan darah secara rutin. Metode pelaksanaan program kerja dilakukan dalam satu hari melalui sosialisasi kesehatan dan dilanjutkan dengan screening kesehatan yang meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu dan pengukuran tekanan darah, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan gula darah menghasilkan 62,8% kategori normal, 22,8% pra diabetes, dan 14,2% diabetes. Sementara itu, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 80% normal, 8,5% pra hipertensi, dan 11,4% hipertensi. Program kerja screening kesehatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Silau Dunia melalui penanaman apotek hidup sebagai upaya peningkatan kesehatan, pemanfaatan lahan pekarangan, serta penguatan kemandirian…
herbal masyarakat. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu survei, sosialisasi, dan demonstrasi penanaman tanaman obat. Pada tahap sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat, jenis, dan teknik budidaya tanaman herbal, sedangkan tahap demonstrasi dilakukan melalui praktik langsung penanaman bibit jahe, kunyit, kencur, lidah buaya, sereh, dan temulawak. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengikuti seluruh rangkaian program. Program ini berhasil meningkatkan literasi masyarakat mengenai tanaman obat, memberikan keterampilan budidaya herbal, serta mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai ruang hijau produktif. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan, lingkungan, dan potensi ekonomi rumah tangga di Desa Silau Dunia.
Abstract:Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di tingkat global, nasional maupun di Kota Kendari. Pneumonia tidak hanya menyerang balita, tetapi juga dapat terjadi…
di pada remaja, terutama bila literasi kesehatan pernapasan rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan pneumonia melalui penyuluhan kesehatan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Desember 2025 dengan sasaran 25 siswa kelas X. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, serta penyusunan instrumen pre-test dan post-test. Pelaksanaan dilakukan melalui ceramah menggunakan media presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab atau diskusi. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi berdasarkan hasil pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan peserta dimana sebelum penyuluhan masih terdapat 8% peserta berpengetahuan kurang dan setelah penyuluhan seluruh peserta (100%) memiliki pengetahuan baik mengenai pneumonia. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan berbasis sekolah efektif sebagai strategi promotif-preventif untuk memperkuat kewaspadaan dini, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah pneumonia. Program serupa direkomendasikan dilakukan rutin dan berkala dengan media edukasi yang lebih interaktif agar retensi pengetahuan tetap terjaga dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.