Abstract:Adolescents represent a high-risk group for HIV/AIDS infection due to limited knowledge of transmission mechanisms and appropriate prevention strategies. Health information exposure plays a critical role in shaping adequate…
ate knowledge as the foundation for preventive behavior. This study aims to determine the level of HIV/AIDS prevention knowledge among adolescent students and to analyze its association with health information exposure. A cross-sectional study was conducted among 189 students at Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia in 2026, recruited via random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test (α = 0.05). A total of 66% of respondents had sufficient knowledge of HIV/AIDS prevention; however, 48% had never been exposed to related health information. A significant association was found between health information exposure and knowledge level (p = 0.04; OR = 3.4; 95% CI: [complete]). Health information exposure is significantly associated with HIV/AIDS prevention knowledge among adolescent students. Health education institutions should strengthen structured and sustainable HIV/AIDS education programs to prepare students as future health professionals.
Abstract:Pancasila, US the fundamental ideology of the Indonesian nation, plays a central role in shaping the character and direction of national life. However, the rapid development of digital technology presents new challenges…
for the younger generation generation, particularly Generation Z, in internalizing Pancasila values. This generation lives technologically amidst advancements, a culture of globalization, and the rapid flow of information. US a result, there has been a shift in values, a decline in nationalism, and an increase in individualism and social polarization. This article aims to explain how Pancasila values can be re-actualized in the lives of Generation Z in the digital era. Through a qualitative descriptive approach and literature analysis, this article highlights the importance of Pancasila education, digital literacy, and the role of educational institutions in strengthening national character. The study's results indicate that collaboration between families, schools, and communities needs to be strengthened so that Pancasila is not only cognitively understood but also practiced in the social behavior of Generation Z.
Abstract:Digital transformation has changed accounting from a transaction-recording function into a data-driven, technology-enabled, and strategic business process. This study aims to examine how digital transformation reshapes accounting…
ccounting practices in Indonesian companies, particularly in financial reporting, management accounting, auditing, internal control, and accountant competencies. The study applies an interpretive qualitative approach through document-based case synthesis and thematic analysis of thirty-five recent national and international studies published within the last five years. The analysis identifies five major themes: automation of routine accounting activities, cloud-based accounting information systems and enterprise resource planning integration, artificial intelligence and robotic process automation in accounting and auditing, the transformation of accountants into digital analysts and business advisors, and governance challenges related to data quality, ethics, cybersecurity, and internal control. The findings indicate that Indonesian companies benefit from digital accounting through faster reporting, improved information quality, more efficient operations, and better decision-making. Nevertheless, the transformation is constrained by uneven digital literacy, limited readiness of accounting human resources, resistance to system change, weak data governance, and the need for stronger ethical safeguards. This study contributes to accounting literature by providing a qualitative synthesis of digital transformation in Indonesian corporate accounting practices and by offering practical implications for companies, accountants, auditors, and accounting education institutions.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam miskonsepsi yang dialami siswa pada materi gelombang stasioner, khususnya pada konfigurasi ujung bebas, serta mengidentifikasi akar penyebab dan strategi penanganan…
anan yang efektif. Miskonsepsi yang sering terjadi adalah kekeliruan dalam menentukan letak perut dan simpul dari titik asal getaran, padahal seharusnya dihitung dari ujung bebas tali. Penelitian ini mengkaji profil miskonsepsi, metode identifikasi yang relevan seperti Three-Tier Diagnostic Test, dan peran krusial media pembelajaran interaktif seperti simulasi PhET serta praktikum digital dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan mengurangi miskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak hanya bersumber dari kurangnya pemahaman konsep dasar, tetapi juga dari interpretasi soal yang keliru, keterbatasan visualisasi fenomena abstrak, dan kurangnya pengalaman praktis. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kontekstual yang didukung oleh media visual interaktif dan eksperimen virtual sangat direkomendasikan untuk mengatasi miskonsepsi ini secara efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pendidikan fisika.
Abstract:Air bersih yang aman dari kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat, namun capaian akses air minum aman di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan akses air minum layak…
ak secara umum. Penelitian ini bertujuan memetakan tren tahun publikasi, sebaran jenis sumber air, sebaran wilayah, dan peluang riset kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis pada sumber air bersih di Indonesia melalui analisis literatur. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar menggunakan Harzing's Publish or Perish dengan kata kunci kontaminasi mikrobiologis dan cemaran bakteri air bersih Indonesia, dibatasi pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Setelah skrining judul, pemeriksaan duplikasi, dan pengecekan kelengkapan metadata mengikuti alur seleksi bergaya PRISMA, diperoleh 115 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat tajam pada 2024 dan 2025, menyumbang lebih dari separuh total artikel. Air minum umum dan depot air minum isi ulang mendominasi objek penelitian dengan proporsi 73,9%, sementara Coliform dan Escherichia coli menjadi parameter yang paling banyak diuji sebesar 66,1%, umumnya menggunakan metode Most Probable Number. Wilayah penelitian masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan tidak satu pun artikel yang secara eksplisit meneliti kontaminasi parasitologis ditemukan sepanjang periode tersebut. Temuan ini menunjukkan penelitian kontaminasi air bersih di Indonesia masih terkonsentrasi secara tematik, objek, dan wilayah, sehingga membuka peluang riset yang luas pada aspek parasitologis, sumber air non-komersial, serta wilayah di luar Pulau Jawa.
Abstract:Penelitian ini menyajikan simulasi komputasi untuk menganalisis kinematika dan dinamika partikel dalam ruang terbatas. Metode Euler digunakan untuk memodelkan gerak partikel, sementara logika kondisional diimplementasikan…
n untuk mendeteksi dan merespons tabrakan dengan batas ruang. Simulasi ini berhasil mereplikasi fenomena Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), menunjukkan bahwa komputer dapat meniru fenomena fisika menggunakan logika matematika sederhana. Peran logika komputasi dititikberatkan sebagai representasi gaya reaksi dari dinding terhadap partikel. Potensi pengembangan lebih lanjut mencakup ekspansi dimensi ruang, integrasi gaya seperti gesekan udara, dan sistem multi-partikel. Aplikasi masa depan dari konsep simulasi ini sangat luas, meliputi pengembangan physics engine dalam aplikasgame dan realitas virtual, otomatisasi robotika dan kendaraan otonom, nanoteknologi untuk simulasi medis, serta efek visual (CGI) dalam industri perfilman.
Abstract:Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media…
a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.
Abstract:Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis…
s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.
Abstract:Digital transformation has become a strategic priority for organizations seeking to enhance competitiveness and achieve sustainable performance in dynamic business environments. This study examines the effect of digital…
leadership on sustainable performance through the mediating role of employee agility within the context of human capital development. A quantitative explanatory approach was employed using survey data collected from employees involved in digital transformation initiatives. Data were gathered through a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to assess the direct and indirect relationships among the proposed constructs. The findings indicate that digital leadership significantly enhances employee agility by fostering adaptability, continuous learning, and responsiveness to technological change. Employee agility was found to have a strong positive effect on sustainable performance, suggesting that agile employees contribute substantially to organizational resilience, innovation capability, and long-term effectiveness. Furthermore, employee agility partially mediates the relationship between digital leadership and sustainable performance, demonstrating that the influence of leadership on sustainability outcomes operates largely through workforce adaptability. These results highlight the critical role of human capital development in digital transformation and provide empirical evidence that sustainable organizational performance can be achieved when digital leadership is effectively translated into agile employee behavior. The study contributes to the growing literature on digital transformation and human resource management by offering an integrated framework that links leadership, employee capabilities, and sustainability-oriented organizational outcomes.
Abstract:Neurodiversity conceptualizes autism, attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), dyslexia, and related cognitive differences as natural variations in human cognition rather than individual deficits. Although this perspective…
erspective has gained increasing attention in human resource management (HRM), the intellectual structure and relevance of the existing literature to the Indonesian context remain insufficiently understood. This study maps the development of global research on neurodiversity and HRM and identifies research priorities for Indonesia. A bibliometric analysis was conducted using 993 records retrieved through a Boolean search combining neurodiversity- and HRM-related terms. Following a PRISMA-guided screening process, keyword co-occurrence, density, overlay, and total link-strength analyses were performed using VOSviewer. The analysis identified 43 dominant terms grouped into four thematic clusters: (1) inclusive HRM and diversity management, (2) workplace accommodation and disclosure, (3) intervention and school-to-work transition, and (4) ADHD and occupational mental health. The findings indicate that autism spectrum disorder and ADHD remain the most prominent topics in the literature. The field has gradually shifted from predominantly clinical and educational perspectives in 2020–2021 toward workplace accommodation in 2022 and more strategic HRM-oriented discussions during 2023–2024. However, link-strength analysis reveals that relationships between core HRM concepts and issues of accommodation, disclosure, and occupational mental health remain relatively fragmented. Moreover, Indonesia-specific and developing-country perspectives are absent from the dominant keyword structure. These findings demonstrate a substantial geographical and conceptual research gap. Accordingly, the study proposes five priority research themes to advance neurodiversity-inclusive HRM in Indonesia and provides a foundation for future empirical, policy-oriented, and organizational research.