Abstract:Guru sebagai pendidik yang profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogis yang dimaksud meliputi kemampuan…
puan dalam memahami karakter peserta didik, kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, serta kemampuan mengembangkan peserta didik. Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran berkaitan dengan kemampuan guru dalam menyusun Modul Ajar (RPP Plus dalam Kurikulum Merdeka) dan menyiapkan media pembelajaran yang menarik. Tujuan utama pengguanan media pembelajaran berbasis ICT ialah efisiensi waktu dan pemahaman siswa dalam memahami materi. Selain itu berkesinambungan dengan orientasi SDGs (Sustainable Development Goals) dalam pendidikan yaitu “Tujuan 4: Pendidikan berkualitas (Quality education)-Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang, dan mempromosikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan”. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran serta memberi pengalaman kepada guru dalam menyusun Modul Ajar berbasis ICT (E-Modul Ajar). Adapun metode kegiatan ini yaitu metode diskusi presentasi (sharing pengetahuan) dan simulasi penyusunan Modul Ajar dengan Canva dan FlipHTML5. Evaluasi keberhasilan dari program ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner setelah dilakukan kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mendapat respons positif dari guru untuk melanjutkan kegiatan serupa serta kemampuan guru bertambah dengan adanya pelatihan penyusunan Modul Ajar.
Abstract:Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa (KEMAS) merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan perguruan tinggi untuk menumbuhkan jiwa kreatifitas mahasiswa melalui acara kesenian yang dipadukan dengan kegiatan berwirausaha. Tujuan…
ujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengalaman nyata kepada para mahasiswa untuk menjalankan usaha dan meningkatkan daya minat berwirausaha mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan program kewirausahan dari Ndou dan metode pembelajaran kewirausahaan dari Esmi, yang mempunyai 4 tahap dan metode sebagai berikut; ) Fase Inspirasi (Inspiration); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran langsung dengan cara mengundang tamu pengusaha (inviting guest entrepreneurs), seminar kewirausahaan (entrepreneuship talks), dan bimbingan wirausaha (entrepreneurship tutoring), 2) Fase Keterlibatan (Engagement); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran operasional praktek yaitu memulai bisnis (starting business), 3) Fase Eksploitasi (exploitation); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran operasional praktik dengan cara melakukan kelas praktek (class practice). 4) Fase Keberlanjutan (Sustainment); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran interaktif dengan cara membangun jaringan relasi (networking). Secara keseluruhan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terlaksana dengan baik. Kami memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Stiami (KEMAS) yakni; a) Perguruan tinggi harus membuat inkubator bisnis sebagai wadah kolaborasi para wirausaha mahasiswa, b). Perguruan tinggi perlu menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan berwirausaha mahasiswa seperti kantin khusus produk-produk mahasiswa, c) Perguruan tinggi perlu membentuk tim khusus terkait event-event dan workhshop kewirausahaan agar memotivasi dan meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, d) perguruan tinggi perlu mensosialisasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memfasilitasi kegiatan wirausaha mahasiswa seperti Wirausaha Merdeka, Porgram Kreatiftas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) agar daya minat mahasiswa berwirausaha semakin meningkat dan melahirkan para mahasiswa yang berminat untuk menjadi pengusaha.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi guru yang efektif dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Minat siswa yang optimal terhadap mata pelajaran ini dianggap krusial untuk…
uk membentuk karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa sekolah menengah. Pendekatan interaktif, penggunaan teknologi, dan kontekstualisasi materi dengan kehidupan sehari-hari siswa diidentifikasi sebagai strategi utama dalam peningkatan minat siswa. Melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis hasil survei siswa, penelitian ini menggambarkan implementasi strategi-strategi tersebut dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi kelompok dan proyek berbasis masalah, efektif dalam membangkitkan minat. Penggunaan teknologi, terutama multimedia dan platform daring, memperkaya pengalaman belajar siswa dan menjadikan materi lebih menarik. Kontekstualisasi materi dengan mengaitkannya dengan realitas kehidupan siswa memberikan dimensi praktis pada ajaran agama Kristen. Dalam merespon temuan penelitian ini, guru dapat memperkaya repertoar metode pengajaran , memastikan penggunaan teknologi yang efektif, dan senantiasa mencari cara untuk membuat pembelajaran lebih relevan bagi siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan berharga untuk pengembangan strategi pembelajaran di bidang Pendidikan Agama Kristen, memotivasi siswa untuk lebih aktif dan antusias dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari .
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak inovasi dalam penilaian pendidikan Agama Kristen terhadap pengembangan pemahaman konseptual, kreativitas, dan perubahan sikap siswa. Dengan fokus pada…
penerapan metode penilaian yang berbasis inovasi, penelitian ini melibatkan partisipasi siswa dalam proyek-proyek kreatif, diskusi kelompok, dan tugas kolaboratif yang menekankan aplikasi nilai-nilai agama Kristen dalam konteks kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi penilaian memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konseptual siswa terkait nilai-nilai agama Kristen. Siswa tidak hanya mampu menghafal ajaran, tetapi juga dapat mengaitkannya dengan pengalaman nyata dan menghasilkan pemahaman yang mendalam. Inovasi penilaian juga merangsang kreativitas siswa, terlihat dalam ekspresi seni, presentasi digital, dan proyek-proyek kolaboratif yang mencerminkan pemahaman mendalam terhadap ajaran agama Kristen, perubahan positif dalam sikap siswa juga terlihat melalui partisipasi aktif dalam proyek pelayanan sosial dan diskusi kelompok. Siswa mengembangkan sikap empati, kepedulian, dan keberbagian terhadap masyarakat sekitar, menciptakan dampak positif dalam pembentukan karakter . Penelitian ini memberikan bukti bahwa inovasi penilaian dalam pendidikan Agama Kristen dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang perkembangan holistik siswa, tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga afektif dan moral. Implikasi dari penelitian ini mendukung upaya untuk terus mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran Agama Kristen guna mencapai pembentukan generasi yang kritis, kreatif, dan berintegritas moral.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan dalam kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan. Sedangkan sumber data yang digunakan…
adalah data sekunder yang diperoleh dari buku referensi, jurnal penelitian, internet dan lain-lain. Proses pengambilan keputusan dalam kelompok merupakan perjalanan kompleks yang melibatkan serangkaian langkah kritis untuk mencapai keputusan yang informasional dan efektif. Artikel ini merinci tahap-tahap utama dalam proses tersebut, dimulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan pembelajaran pasca-implementasi. Langkah awal mencakup pemahaman masalah dan konteks organisasi, diikuti oleh fase kreatif dalam generasi alternatif solusi. Evaluasi alternatif dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan kriteria dan risiko, untuk kemudian memilih alternatif terbaik. Implementasi keputusan memerlukan perencanaan tindakan dan komunikasi efektif, sementara evaluasi dan pembelajaran menjadi langkah akhir untuk memetakan kesuksesan dan memperoleh wawasan yang berharga. Artikel ini menekankan keterlibatan kelompok, komunikasi yang terbuka, dan evaluasi berkelanjutan sebagai kunci keberhasilan. Kesimpulannya, proses ini menciptakan dasar untuk pertumbuhan dan pembelajaran organisasi dalam menghadapi tantangan pengambilan keputusan yang kompleks.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengexplorasi peran berpikir kritis dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), mengidentifikasi faktor-faktor pendukung pengembangan berpikir kritis,…
, dan menyoroti integrasi berpikir kritis dalam pendekatan pengajaran. Metode penelitian kualitatif digunakan, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis cenderung memiliki kemampuan analisis yang baik, mengajukan pertanyaan reflektif dan interaktif, dan merespons positif terhadap lingkungan pembelajaran yang mendukung berpikir kritis. Peran guru sebagai fasilitator juga terbukti penting dalam mengembangkan berpikir kritis siswa. Kesimpulannya, berpikir kritis memiliki peran krusial dalam membentuk fondasi pemahaman matematika yang kompleks di masa depan, dan integrasi berpikir kritis dalam pendekatan pengajaran SD/MI dapat menjadi landasan penting bagi pembentukan pemahaman matematika yang mendalam dan relevan untuk kehidupan sehari-hari siswa.
Abstract:Voice of Democracy merupakan salah satu dari tujuh tema Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila atau P5 sebagai upaya mewujudkan profil mahasiswa pancasila dengan menggunakan paradigma pembelajaran baru berbasis proyek.…
ek. (Kemendikbud, Ristek, 2021). Voice of Democracy merupakan tema yang strategis untuk mengenalkan kepada mahasiswa sebagai subjek pembelajaran agar terbiasa dengan sikap-sikap demokratis, seperti: berpikir kritis, kebebasan berekspresi dan bersikap egaliter. Dalam hal menempatkan manusia sebagai subjek dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta mendorong aktualisasi potensi manusia secara optimal, perspektif humanisme Ki Hajar Dewantara sedikit banyak dapat membantu para siswa dalam mengembangkan karakter mereka dengan Pancadarma Taman Siswa yang terdiri dari asas kemerdekaan berketuhanan, kebangsaan, dan kemanusiaan. (Pelu, Musa, 2020). Ki Hajar Dewantara mengembangkan sikap egaliter atau kesetaraan dalam pendidikan. Baginya, pendidikan harus terbuka terhadap keberagaman dan dapat diakses oleh siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya dengan lima unsur, yaitu: 1) Kesetaraan, 2) Inklusifitas, 3) Keaslian, 4) Pembelajaran yang berpusat pada siswa, 5) Kebebasan Fisik dan Mental. (Aryati, Aryati, 2023). Artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi dan menganalisis relevansi perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanisme di masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang mencoba mendalami konsep pendidikan kritis Paulo Freire: Penyadaran dan Pembebasan (Aryati, Aryati, 2023) dan konsep pendidikan empatik Carl Rogers yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis seberapa relevan dan signifikan sumbangsih perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanisme terhadap Proyek Suara Demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Kajian pustaka bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang mendalam dengan cara mengeksplorasi literatur yang relevan dengan konsep pembahasan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman, perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanis, jika ingin digunakan sebagai kerangka acuan teoritis bagi proyek Suara Demokrasi, perlu dilengkapi dan dipertajam dengan konsep pendidikan empatik-kritis yang disingkat "Titis".
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perkembangan Pendidikan Agama Kristen di SMAN 12 Malinau dan mengeksplorasi pentingnya pengembangan sikap kritis dalam konteks pendidikan agama Kristen. Metode penelitian yang…
ng digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan metode pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen di SMAN 12 Malinau mengalami perkembangan yang positif dengan komitmen yang kuat dari pihak sekolah dan staf pengajar. Kurikulumnya dirancang holistik, mencakup aspek teologis, etika, dan spiritualitas. Kegiatan ekstrakurikuler seperti diskusi kelas, ibadah, dan proyek sosial menjadi bagian integral dari pendekatan pendidikan agama Kristen di sekolah ini. Pemanfaatan teknologi dan sumber daya pembelajaran kreatif meningkatkan pengalaman siswa dalam memahami ajaran agama Kristen. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengembangkan sikap kritis dalam pendidikan agama Kristen. Sikap kritis memberikan siswa kemampuan untuk menganalisis dan memahami ajaran agama Kristen secara mendalam, menghadapi dilema etis, dan merespons isu-isu kontemporer dengan bijaksana. Kemampuan berpikir kritis menjadi kunci untuk mempersiapkan siswa menjadi individu yang beragam, terbuka, dan mampu membawa dampak positif dalam masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika Pendidikan Agama Kristen di SMAN 12 Malinau dan menunjukkan bahwa pengembangan sikap kritis dalam pendidikan agama Kristen memegang peran sentral dalam membentuk siswa menjadi individu yang berpikiran kritis, moral, dan religius.
Abstract:Penelitian dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam di kelas VII MTsN 2 Kota Padang tahun pelajaran 2021/2022. Sebagian besar nilai peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal…
l (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 80. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan model kooperatif tipe Take and Give pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Tujuan dalam penulisan skripsi ini yaitu: Tujuan dalam penulisan skripsi ini yaitu; Untuk melihat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dengan model pembelajarankonvensional pada matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII MTsN 2 Kota Padang. Jenis penelitian adalahsemu eksperimen (Quasi Eksperimen Resech). Pengambilan Sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yang dilakukan dengan cara simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen diperoleh 64,53 dengan nilai tertinggi 80 dan kelas kontrol 63,34 dengan nilai tertinggi 80 sedangkan rata-rata nilai post-test hasil belajar kelas eksperimen 89,22dengan nilai tertinggi 100 dan kelas kontrol 75,78 dengan nilai tertinggi 95. Berdasarkan uji hipotesis dengan SPSS Versi 26 diperoleh dua arah sig α dalam dua sisi (2-tailed) sebesar = 0,000, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa (0,000 < 0,05). Hal ini berarti Ha yang berbunyi artinya ada perbedaan hasil belajar model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII di MTsN 2 Kota Padang diterima dan Ho ditolak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan, kendala, dan strategi efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMAN 14 Malinau. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan…
n melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMAN 14 Malinau dilakukan secara terencana dengan melibatkan metode yang bervariasi. Namun, beberapa kendala teridentifikasi, termasuk keterbatasan sumber daya materi dan teknologi, kurangnya motivasi siswa, serta tantangan dalam mengatasi isu-isu keagamaan kontemporer. Dalam menghadapi kendala tersebut, strategi efektif yang dapat diterapkan mencakup peningkatan keterlibatan siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif, pemanfaatan teknologi untuk membuat pembelajaran lebih dinamis, dan penguatan kerjasama dengan komunitas keagamaan setempat. Pembimbing rohani juga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan spiritual dan moral kepada siswa. Metode penelitian ini meggunakan metode kualitatif dan studi pustaka dengan observasi langsung dan wawancara terhadap aspek yang diteliti. Dengan demikian, strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Kristen dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan harmonis. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan pelatihan guru dalam metode pembelajaran inovatif, pengembangan materi ajar yang kontekstual, peningkatan sumber daya dan akses teknologi, serta pelibatan orang tua dalam mendukung pendidikan agama Kristen. Implikasi penelitian ini memberikan panduan untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan agama Kristen yang lebih efektif di SMAN 14 Malinau dan sekolah-sekolah serupa.