Abstract:Pasar Rawa Village has diverse natural potential, namely horticulture, fisheries to tourism, especially mangrove forests that promise as tourist destinations. Potential needs to be identified in depth to determine sustainable…
nable agroecotourism development. The problem in managing the potential of mangrove tourism is the management, involvement and support of local communities. The purpose of Community Service activities is to provide understanding, knowledge, about agroecotourism and the management and development of agroecotourism in Pasar Rawa Village. The methods carried out are field surveys, socialization, training using refractometers and mangrove planting. The socialization activity was carried out with participants being members of the LPHD group totaling 27 people. In the socialization presentation, the community was very enthusiastic in exploring the existing potentials such as local culture and typical food of the region. Training on the use of refractometers was carried out so that group members could find out the exact value of the sweetness in melons that could be sold and used as an attraction for tourists to try melons that have a unique taste so that they became the selling point of ecotourism and agro-tourism. One of the conservation efforts is mangrove planting.
Keywords: agro-ecotourism; community empowerment; mangrove forest
Abstrak: Desa Pasar Rawa memiliki potensi alam beragam, yaitu hortikultura, perikanan hingga pariwisata, terutama hutan mangrove menjanjikan sebagai destinasi wisata. Potensi perlu diidentifikasi secara mendalam untuk menentukan pengembangan agroekowisata berkelanjutan. Permasalahan dalam mengelola potensi wisata mangrove yaitu pengelolaan, keterlibatan dan dukungan masyarakat lokal. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, tentang agroekowisata dan pengelolaan serta pengembangan menjadi agroekowisata di Desa Pasar Rawa. Metode yang dilakukan adalah survei lapangan, sosialisasi, pelatihan menggunakan refraktometer dan penanaman mangrove. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan peserta adalah anggota kelompok LPHD yang berjumlah 27 orang. Dalam presentasi sosialisasi, masyarakat sangat antusias dalam menggali potensi yang ada seperti budaya lokal dan makanan khas daerah tersebut. Pelatihan penggunaan refraktometer dilakukan agar anggota kelompok dapat mengetahui nilai pasti dari rasa manis pada melon dapat dijual dan dijadikan daya tarik bagi wisatawan mencoba melon yang memiliki rasa unik sehingga menjadi nilai jual ekowisata dan agrowisata. Salah satu kegiatan upaya konservasi adalah penanaman mangrove.
Kata kunci: agro-ekowisata; hutan mangrove; pemberdayaan masyarakat
Abstract:This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce…
uce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency.
Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.
Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan.
Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.
Abstract:This community service activity aims to reduce the environmental impact of plastic bottle waste by turning it into an economically valuable product, namely paving blocks. Plastic waste, especially plastic bottles, is one…
of the biggest contributors to environmental pollution. This program uses a collaborative governance method that involves Buha Village officials, thus the surrounding community is given education and training on how to process plastic bottle waste into paving blocks, starting from collection, shredding, mixing with materials such as sand and cement, to the printing process. The results of this activity show that the paving blocks produced have strength and quality that are suitable for light construction. In addition to reducing the amount of plastic waste, this program also opens up business opportunities for the local community. The active participation of the community in this program has a positive impact on increasing environmental awareness and local economic welfare. The community will collect plastic bottle waste through a waste Automatic Teller Mechine machine which will later become the basis for calculating royalties from the sale of paving blocks. The recycling process that has been carried out from plastic waste into paving blocks is very beneficial for the community and the environment itself.
Keywords: plastic waste; paving blocks; waste management;environment
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari limbah botol plastik dengan mengubahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis, yaitu paving block. Limbah plastik, khususnya botol plastik, menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan. Program ini menggunakan metode collaborative governance yang melibatkan perangkat Kelurahan Buha, dengan demikian masyarakat sekitar diberikan edukasi dan pelatihan tentang cara pengolahan limbah botol plastik menjadi paving block, mulai dari pengumpulan, pencacahan, pencampuran dengan bahan-bahan seperti pasir dan semen, hingga proses pencetakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa paving block yang dihasilkan memiliki kekuatan dan kualitas yang layak digunakan untuk konstruksi ringan. Selain mengurangi jumlah sampah plastik, program ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Partisipasi aktif masyarakat dalam program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Masyarakat akan mengumpulkan sampah botol plastic melalui mesin Automatic Teller Mechine sampah yang nantinya menjadi dasar perhitungan royalty dari penjualan paving block. Proses daur ulang yang telah dilakukan dari sampah plastik menjadi paving block sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kata kunci: limbah plastik; paving block; pemberdayaan masyarakat
Abstract:Nutritional problems in pregnant women can affect the mother's health, also influence fetus’s growth and development while in the womb. The role of cadres in supporting pregnant women has a big influence so it is necessary…
necessary to empower cadres through education to reduce nutritional problems in pregnant women. Community service activities aim to enhance the understanding of cadres' concerning proper nutrition for pregnant women. The initial activity was carried out by assessing cadres' knowledge about balanced nutrition through pre-test before education, then providing material and after education with a post-test. The results conducted with 32 cadres showed that the cadres' knowledge of balanced nutrition had significantly increased in the average knowledge score by 20 point after balanced nutrition education (p<0.001). The results of activities related to balanced nutrition for pregnant women showed a positive response from cadres and good communication was established between presenters and cadres. The conclusion was an increase in cadres' knowledge after providing nutritional education about balanced nutrition for pregnant women. Continuous provision of balanced nutrition education by cadres can increase knowledge about nutrition among cadres and overcome nutritional problems in pregnant women.
Keywords: balanced nutrition; nutrition education; pregnant women
Abstrak: Masalah gizi yang dialami oleh ibu hamil dapat memengaruhi kesehatan sang ibu serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Peran kader dalam mendampingi ibu hamil memiliki pengaruh besar sehingga diperlukan pemberdayaan kader melalui penyuluhan untuk menurunkan masalah gizi pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan kader terkait gizi seimbang pada ibu hamil. Kegiatan penyuluhan melalui media ZOOM Meeting dengan metode ceramah menggunakan powerpoint dilakukan untuk menilai pengetahuan kader tentang gizi seimbang. Soal pre-test diberikan sebelum penyuluhan dan diakhiri dengan post-test. Sejumlah 32 kader mengikuti pre-post test yang diberikan, dan didapatkan hasil pengetahuan mereka mengenai gizi seimbang meningkat secara signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan naik sebesar 20 poin sebelum dan setelah edukasi tentang gizi seimbang dilakukan (p<0,001). Kader memberikan respon yang positif pada kegiatan penyuluhan terkait gizi seimbang ibu hamil dan terjalin komunikasi yang baik antara pemateri dan kader. Kesimpulan yang dihasilkan setelah kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang ibu hamil dilakukan, pengetahuan kader meningkat dibandingkan sebelum penyuluhan. Pemberian penyuluhan gizi seimbang oleh kader yang berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada kader dan mengatasi permasalahan gizi ibu selama masa kehamilan.
Kata kunci: gizi seimbang; penyuluhan gizi; ibu hamil
Abstract:This community service aims to realize the MSME’s products of Dalu 10 B Tanjung Morawa Village residents as partners to be marketed online through an application-based e-commerce platform called Dalu 10 Store. Some of…
e of the problems faced in marketing MSME’s products, such as promotions only implementing in offline and online systems that utilize simple social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp without knowing the working system in depth. The implementation method of this activity includes counseling in the form of introducing the Dalu 10 Store application to village officials and residents; and training on the use of the Dalu 10 Store application to MSME owners. The result of this activity is the application of science and technology in the form of implementing the Dalu 10 Store application which is equipped with features that are easy to use by residents new to e-commerce applications to promote their MSME products. In addition, MSME owners have also used the application to promote their processed products. The system has several users, namely buyers who play a role in viewing, ordering products, and providing assessments. Meanwhile, MSME owners can view stock and income, upload product content, and process orders.
Keywords: e-commerce; product marketing; MSME; dalu 10 b village; dalu 10 store.
Abstrak: PKM ini bertujuan untuk membantu mewujudkan produk UMKM warga Desa Dalu 10 B Tanjung Morawa sebagai mitra untuk dipasarkan secara online melalui platform e-commerce berbasis aplikasi yang bernama Dalu 10 Store. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan produk UMKM, seperti promosi hanya menerapkan sistem offline dan online yang memanfaatkan media sosial sederhana seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp tanpa mengetahui sistem kerjanya secara mendalam. Metode pelaksanaan kegiatan ini diantaranya penyuluhan berupa pengenalan aplikasi Dalu 10 Store kepada perangkat desa dan warga; dan pelatihan penggunaan aplikasi Dalu 10 Store kepada para pemilik UMKM. Hasil dari kegiatan ini adalah penerapan iptek berupa implementasi aplikasi Dalu 10 Store yang dilengkapi dengan fitur yang mudah digunakan oleh warga yang baru mengenal aplikasi e-commerce untuk mempromosikan produk UMKM nya. Selain itu, pemilik UMKM juga sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan promosi produk olahannya. Sistem memiliki beberapa pengguna yaitu pembeli berperan untuk melihat, memesan produk serta memberikan penilaian. Sedangkan, pemilik UMKM dapat melihat stok dan pendapatan, mengunggah konten produk dan memproses pemesanan.
Kata kunci: e-commerce; pemasaran produk; UMKM; desa dalu 10 b; dalu 10 store.
Abstract:Binjai Baru Village, Datuk Tanah Datar District has great potential to be developed through entrepreneurship training, the absence of skills training, is one of the obstacles hindering economic progress. Many village youth…
th choose to travel, while many women working from home have free time that has not been used effectively. Seeing this situation, we feel encouraged to conduct training on making dish soap as a form of innovation in community empowerment, especially housewives, with the ultimate goal of improving skills in creating products of economic value and increasing the family budget by eliminating the need to buy dish soap every day. The methods used in this training are socialization, training or trials, and discussions or consultations. The purpose of this activity is to encourage creativity and provide knowledge in making dish soap, so that it can save expenses and open up new business opportunities. It can be concluded that the training activities have been successful and successfully carried out well. Villagers have mastered the material provided in the dish soap training activity.
Keywords: binjai baru village; empowerment; soap making.
Abstrak: Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar mempunyai potensi besar untuk untuk dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, tidak adanya pelatihan keterampilan, merupakan salah satu hal kendalamenghambat kemajuan ekonomi. Banyak pemuda desa yang memilih merantau, sementara itu banyak ibu-ibu bekerja dari rumah memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Melihat situasi ini, kami merasa terdorong untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan dalam menciptakan produk bernilai ekonomi serta meningkatkan anggaran keluarga dengan menghilangkan kebutuhan untuk membeli sabun cuci piring setiap hari. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah sosialisasi, Pelatihan atau uji coba, dan diskusi atau konsultasi. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah mendorong kreativitas dan memberikan pengetahuan dalam membuat sabun cuci piring, sehingga dapat menghemat pengeluaran serta membuka peluang usaha baru. Dapat disimpulakan bahwa kegiatan pelatihan telah sukses dan berhasil dilaksanakan dengan baik. Warga desa telah menguasai materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan sabun cuci piring.
Kata kunci: desa binjai baru; pemberdayaan; pembuatan sabun.
Abstract:Coconut fiber or coir is the outer part of the coconut fruit that is often considered as waste after the meat and water are extracted. Without proper processing, discarded coconut fibers will accumulate in the surrounding…
g environment and creating a number of environmental problems. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the students through training in processing coconut fiber waste into cocopeat using a chopping machine. This cocopeat product can be used as an organic planting medium. This training was held at the Al Mimbar boarding school in Jombang, East Java, which can create an alternative source of income for the boarding school and foster environmental awareness among students. The methods used in this training include socialization and hands-on practice in making cocopeat. The results of this activity show that the students are increasingly aware of the environment, are able to process coconut fiber waste into quality cocopeat, and understand the economic value of the product as well as the market potential that can be utilized by the pesantren to get additional sources of funding from the sales of cocopeat. Thus, this program can be the first step for pesantren in developing sustainable environment-based businesses, as well as making a positive contribution to improving the local economy.
Keywords: ecopreneurship; coconut fiber; cocopeat
Abstrak: Serabut kelapa atau sabut kelapa adalah bagian luar dari buah kelapa yang sering dianggap sebagai limbah setelah diambil daging dan airnya. Tanpa pengolahan yang tepat, serabut kelapa dibuang akan menumpuk di lingkungan sekitar sehingga menciptakan sejumlah masalah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para santri melalui pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dengan menggunakan mesin pencacah. Produk cocopeat ini dapat digunakan sebagai media tanam organik. Pelatihan ini diselenggarakan di pondok pesantren Al Mimbar Jombang Jawa Timur yang dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi pesantren dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan santri. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi sosialisasi dan praktek langsung pembuatan cocopeat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para santri semakin sadar akan lingkungan, mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi cocopeat berkualitas, dan memahami nilai ekonomis dari produk tersebut serta potensi pasar yang dapat dimanfaatkan pesantren mendapatkan tambahan sumber pendanaan dari pendapat penjualan cocopeat. Dengan demikian, program ini dapat menjadi langkah awal bagi pesantren dalam mengembangkan usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan perekonomian lokal.
Kata kunci: ecoprenuership; sabut kelapa; cocopeat
Abstract:Many vocational college graduates got difficulties during job interview process. Therefore, this community service activity aims to enhance vocational college students’ English communication skills, especially in public…
public speaking, during the job interview process. It was done online through a Zoom meeting, which was opened for vocational college students in Madiun City, East Java. The activity was done in May 2024, starting from the preparation, implementation, and evaluation process. It ran well and benefited vocational college students by equipping them with and broadening their knowledge regarding the job interview process. The participants’ feedback was positive, in which the survey results showed that the community service activity improved their public speaking skills and confidence. The participants also provided a rough description of the job interview process through mock interviews. It is hoped that a similar activity will be carried out continuously in the future.
Keywords: English, Public Speaking, Training, Vocational College, Vocational Students
Banyak lulusan kampus vokasi yang kesulitan saat menjalani proses interviu kerja. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris mahasiswa vokasi terutama pada public speaking di proses wawancara kerja. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom meeting yang dibuka bagi mahasiswa vokasi di kota Madiun, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei 2024 yang dimulai dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi para mahasiswa vokasi dalam memperlengkapi dan memperluas wawasan mereka mengenai proses wawancara kerja. Umpan balik dari para peserta menunjukkan nilai positive dimana hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kemampuan public speaking para peserta dan rasa percaya diri mereka. Para peserta juga mendapatkan gambaran kasar mengenai proses wawancara kerja melalui kegiatan mock-interview. Diharapkan bahwa kegiatan sejenis dapat diadakan berkelanjutan di masa mendatang.
Kata kunci: Bahasa Inggris, Public Speaking, Pelatihan, Kampus Vokasi, Mahasiswa Vokasi
Abstract:Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries. as in many other developing countries, there are major challenges in adapting…
adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices. Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.
Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand
Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang.
Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan
Abstract:Virgin Coconut Oil (VCO) is extracted coconut oil containing medium chain fatty acids that have been believed to have many health functions. These fatty acids are easily digested and absorbed by the intestines because the…
e size of the molecules is relatively small so that they can be directly burned by the body to produce energy. In addition, VCO contains lauric acid which can dissolve the virus membrane in the form of lipids so that it will interfere with the immunity of the virus, so that the virus becomes inactive. VCO is processed without heating, no additional chemicals, dyes, and preservatives so that it can survive as pure vegetable oil so that it does not change the composition or characteristics of the oil. VCO has high economic value. The manufacturing process is easy. The methods in this Community Service are Counseling, direct Practice and discussion. It is hoped that the use of coconuts will not only be sold in the form of unprocessed fruit but coconuts are processed into pure coconut oil or Virgin Coconut Oil and can be developed more widely through group entrepreneurship programs so as to increase the income of the congregation, especially the Women's group in the GMIT Marturia Oesapa Selatan Congregation, Kelapa Lima District, Kupang City.
Keyword: coconut fruit; processing; utilization; virgin coconut oil
Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diekstraksi yang mengandung asam lemak yang memiliki rantai sedang yang telah dipercaya memiliki banyak fungsi untuk kesehatan. asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga dapat langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus menjadi inaktif. VCO diproses tanpa pemanasan, tidak ada tambahan bahan kimia, pewarna, dan pengawet sehingga dapat bertahan sebagai minyak nabati murni sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Proses pembuatannya mudah. Metode dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah Penyuluhan, langsung Praktek dan diskusi. Diharapkan pemanfaatan buah kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk buah tanpa diolah tetapi buah kelapa diolah menjadi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi melalui program kewirausahaan kelompok sehingga meningkatkan pendapatan jemaat, khususnya kelompok Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Kata kunci: buah kelapa; pengolahan; pemanfaatan; virgin coconut oil