Abstract:Kekerasan terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan masih sering tidak disadari oleh korban maupun masyarakat akibat minimnya pemahaman mengenai dinamika viktimisasi, relasi kuasa, serta manipulasi…
si psikologis yang dilakukan pelaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai kekerasan terhadap perempuan ditinjau dari perspektif psikologi forensik melalui kegiatan webinar edukatif. Kegiatan dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar berjudul “Kekerasan terhadap Perempuan: Menurut Psikologi Forensik” dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemberian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, serta sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan psikologi forensik, viktimologi, relasi pelaku-korban, serta konsep grooming dan manipulasi psikologis. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti webinar. Temuan ini menunjukkan bahwa webinar edukatif berbasis psikologi forensik efektif sebagai sarana psikoedukasi dan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Abstract:Pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga tidak terlepas dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah pemanfaatan…
nfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan pekarangan di Posyandu Permata Anawai, Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 28 September 2025 di Posyandu Permata Anawai, Wilayah Puskesmas Wua-Wua, Kota Kendari, peserta kegiatan yang hadir sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2 kader Posyandu dan 9 Ibu Balita. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan bergizi, melalui metode ceramah dan tanya jawab selama sekitar 60 menit, pendampingan praktik budidaya tanaman sayuran di pekarangan, serta penyaluran bibit tanaman kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif berdasarkan pengamatan terhadap keterlibatan peserta, tingkat antusiasme, dan respons selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran dan sikap peserta terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Partisipasi aktif kader Posyandu turut memperkuat proses edukasi gizi dan membuka peluang keberlanjutan kegiatan di lingkungan masyarakat. Meskipun belum didukung oleh pengukuran kuantitatif, kegiatan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan Posyandu berpotensi menjadi strategi pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penerapan metode evaluasi yang lebih terstruktur guna menilai dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kemandirian pangan rumah tangga.
Abstract:Penyalahgunaan narkotika di Indonesia merupakan masalah kompleks yang berpotensi menimbulkan relapse tinggi pasca rehabilitasi. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan instrumen evaluasi terstandar untuk menilai kesiapan…
apan perubahan perilaku dan kualitas hidup klien secara sistematis. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dalam meningkatkan motivasi perubahan perilaku dan kualitas hidup klien. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif quasi-experimental pretest-posttest pada 37 klien yang mengikuti program rehabilitasi selama 8–12 pertemuan. Kesiapan perubahan diukur dengan University of Rhode Island Change Assessment (URICA) dan kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor URICA dari 9,39 menjadi 10,77 dengan gain score 1,38 dan WHOQOL dari 248,59 menjadi 309,19 dengan gain score 60,59. Analisis statistik yang menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p < 0,001 untuk kedua variabel, menandakan efektivitas program secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa program rehabilitasi BNNP Sulawesi Selatan efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas hidup klien, sehingga dapat dijadikan model intervensi rehabilitasi berbasis bukti.
Abstract:Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan…
Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Abstract:Peningkatan penggunaan obat herbal di masyarakat tidak selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai aspek keamanan, mutu, dan potensi interaksi dengan obat medis. Kondisi ini menyebabkan masyarakat rentan mengonsumsi produk…
roduk yang tidak memiliki izin edar, mengandung klaim berlebihan, atau bahkan berisiko secara kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemilihan obat herbal yang aman melalui penyuluhan langsung dan distribusi leaflet edukatif. Kegiatan dilaksanakan kepada pasien dan keluarga pasien di Apotek rawat jalan RSUD Bahteramas kota Kendari. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara memverifikasi izin edar BPOM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta dalam menilai legalitas, keamanan, dan klaim produk herbal, termasuk pemahaman terhadap potensi interaksi dengan obat medis. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat melakukan swamedikasi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Abstract:Kegiatan psikoedukasi tentang etika dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dilakukan di PT Bumi Karsa sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap komunikasi inklusif di lingkungan kerja. Berdasarkan…
kan hasil need assessment melalui penyebaran kuesioner dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar karyawan masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan rekan penyandang disabilitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim BKP melaksanakan intervensi psikoedukasi menggunakan media poster karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami. Poster memuat materi mengenai pengertian disabilitas, jenis-jenis disabilitas, serta etika komunikasi yang tepat. Poster dipasang pada area strategis dan diunggah melalui portal internal perusahaan. Hasil observasi lanjutan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan mengenai komunikasi inklusif, ditandai dengan respons positif serta meningkatnya kepercayaan diri karyawan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam memperluas wawasan karyawan, mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, dan memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa BKP dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi mengenai manajemen stres dan beban kerja yang disajikan dalam bentuk infografis pada karyawan PT Kalla Inti Karsa. Latar belakang kegiatan ini didasarkan…
pada hasil observasi lapangan dan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa karyawan mengalami tekanan kerja tinggi serta beban tugas yang berdampak pada munculnya stres, kelelahan mental, dan menurunnya motivasi kerja. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peneliti mengembangkan media psikoedukatif berupa infografis yang ditampilkan dalam standing banner sebagai sarana informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh seluruh karyawan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner Google Form, sedangkan evaluasi efektivitas psikoedukasi dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyajian informasi melalui infografis mampu meningkatkan pemahaman karyawan mengenai stres kerja, faktor penyebabnya, serta strategi pengelolaannya. Selain itu, karyawan melaporkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengaturan beban kerja dan manajemen diri dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa infografis merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi psikoedukatif secara praktis dan mudah diterima di lingkungan kerja.
Abstract:Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement…
ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
Abstract:Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan perilaku pemilahan sampah siswa SDN 04 Gumukmas, Kabupaten Jember, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kondisi awal menunjukkan rendahnya kesadaran…
sadaran siswa terhadap pemilahan sampah akibat minimnya edukasi lingkungan dan ketiadaan fasilitas tempat sampah terpilah di sekolah. Program dilaksanakan selama 39 hari (14 Oktober - 21 November 2025) dengan sasaran kurang lebih 50 siswa kelas 3-5, meliputi kegiatan sosialisasi interaktif menggunakan media kardus dan miniatur sampah, simulasi praktik pemilahan, pengadaan tempat sampah terpilah, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan 71,4% siswa mencapai pemahaman kategori tertinggi dengan perubahan perilaku nyata dalam membuang sampah sesuai kategori organik, anorganik, dan B3. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan siswa mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah sebagai agen perubahan. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan PAR dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini melalui kombinasi edukasi, penyediaan fasilitas, dan pembentukan kebiasaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain.
Abstract:Paparan debu tambang merupakan salah satu faktor lingkungan yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada masyarakat pesisir, terutama di wilayah dengan aktivitas pertambangan yang intensif seperti Desa Banggina, Kecamatan…
amatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut, sementara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan masker sebagai upaya pencegahan paparan debu tambang. Penyuluhan dilakukan melalui media poster dan diskusi interaktif, yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pekerja tambang dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 15% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan nilai rata-rata 6,5500 pada pre-test menjadi 8,1500 pada post-test. Nilai p=0,00 mengindikasikan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku protektif melalui penggunaan masker sebagai langkah mitigasi risiko paparan debu tambang.