Search Articles & Publications

Showing 2927 articles found for "Meningkat"

Psikoedukasi Etika Berkomunikasi Dengan Kawan Disabilitas Dalam Bentuk Poster Di PT Bumi Karsa

Hilwa Anwar, Abdul rahmat, Ahmad Mujahid, Nur Ainunnisa
Abstract: Kegiatan psikoedukasi tentang etika dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dilakukan di PT Bumi Karsa sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap komunikasi inklusif di lingkungan kerja. Berdasarkan… kan hasil need assessment melalui penyebaran kuesioner dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar karyawan masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan rekan penyandang disabilitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim BKP melaksanakan intervensi psikoedukasi menggunakan media poster karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami. Poster memuat materi mengenai pengertian disabilitas, jenis-jenis disabilitas, serta etika komunikasi yang tepat. Poster dipasang pada area strategis dan diunggah melalui portal internal perusahaan. Hasil observasi lanjutan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan mengenai komunikasi inklusif, ditandai dengan respons positif serta meningkatnya kepercayaan diri karyawan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam memperluas wawasan karyawan, mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, dan memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa BKP dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan.

Efetivitas Manejemen Stres Dan Beban Kerja Dalam Bentuk Infografis

St. Hadjar Nurul Istiqamah, Ismalandari Ismail, Andi Akbar Awaluddin, Zhifa Ainun Fathia, Alwan Asyqar Tahir
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi mengenai manajemen stres dan beban kerja yang disajikan dalam bentuk infografis pada karyawan PT Kalla Inti Karsa. Latar belakang kegiatan ini didasarkan… pada hasil observasi lapangan dan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa karyawan mengalami tekanan kerja tinggi serta beban tugas yang berdampak pada munculnya stres, kelelahan mental, dan menurunnya motivasi kerja. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, peneliti mengembangkan media psikoedukatif berupa infografis yang ditampilkan dalam standing banner sebagai sarana informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh seluruh karyawan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner Google Form, sedangkan evaluasi efektivitas psikoedukasi dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyajian informasi melalui infografis mampu meningkatkan pemahaman karyawan mengenai stres kerja, faktor penyebabnya, serta strategi pengelolaannya. Selain itu, karyawan melaporkan adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengaturan beban kerja dan manajemen diri dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa infografis merupakan media yang efektif untuk menyampaikan informasi psikoedukatif secara praktis dan mudah diterima di lingkungan kerja.

Penerapan Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Sikap Profesionalisme Dalam Service Excellence

Psikoedukasi, Halima Sukri, Rahmawati Syam, Andi Nasrawati Hamid
Abstract: PT Mallomo, sebagai unit bisnis dari Bosowa Transportation di Maros, Sulawesi Selatan, berfokus pada jasa trucking dan sangat mengandalkan ketepatan serta kecepatan pelayanan dalam aktivitas pengiriman muatan. Kualitas pelayanan,… elayanan, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam industri jasa logistik ini. Namun, hasil wawancara dengan bagian HR Bosowa Transportation mengidentifikasi adanya tantangan terkait kualitas pelayanan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar divisi, kerja sama, dan sikap profesionalisme karyawan. Untuk merespons kebutuhan ini, diselenggarakan program psikoedukasi mengenai Service Excellence. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di PT Mallomo Trucking pada 27 November 2025 , melibatkan 15 orang karyawan. Materi psikoedukasi dirancang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal, membangun kepercayaan tim, serta menanamkan pemahaman mendalam tentang Service Excellence. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Peserta menilai dan menyatakan Sangat Puas 38% dan sisanya merasa Puas 62% terhadap penyelenggaraan kegiatan. 54% peserta menilai materi yang dibahas Sesuai dan 46% Sangat Sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Peserta menunjukkan tingkat Paham 54% hingga Sangat Paham 46% terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga menilai penjelasan pemateri Jelas 46% dan 54% Sangat Jelas. Oleh karena itu, psikoedukasi ini dinilai efektif dalam membangun fondasi pengetahuan yang kuat, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan sikap profesionalisme dan kualitas Service Excellence PT Mallomo secara menyeluruh.

Analisis Work Engagement Karyawan sebagai Program Kerja Mahasiswa Magang di PT. Baruga Asrinusa Development

Marwani Saputri, Rahman Abidin, Widyastuti, Nur Akmal
Abstract: Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement… ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.

Peningkatan Pemahaman Konsep Pemilahan Sampah Melalui Sosialisasi dan Pengadaan Tempat Sampah Terpilah di SDN 04 Gumukmas

Doni Ilham Syakh Putra, Ari Irawan Sholeh, Lailatul Vinca Amelia, Moh Supriady Ali Sahbana, Hera Sherlyana, Intan Salsabila, Ahmad Rahmatullah, Wafiq Masruroh, Helmi Mufidah, Mizyala Firnasul Hikmah
Abstract: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan perilaku pemilahan sampah siswa SDN 04 Gumukmas, Kabupaten Jember, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kondisi awal menunjukkan rendahnya kesadaran… sadaran siswa terhadap pemilahan sampah akibat minimnya edukasi lingkungan dan ketiadaan fasilitas tempat sampah terpilah di sekolah. Program dilaksanakan selama 39 hari (14 Oktober - 21 November 2025) dengan sasaran kurang lebih 50 siswa kelas 3-5, meliputi kegiatan sosialisasi interaktif menggunakan media kardus dan miniatur sampah, simulasi praktik pemilahan, pengadaan tempat sampah terpilah, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan 71,4% siswa mencapai pemahaman kategori tertinggi dengan perubahan perilaku nyata dalam membuang sampah sesuai kategori organik, anorganik, dan B3. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan siswa mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah sebagai agen perubahan. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan PAR dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak dini melalui kombinasi edukasi, penyediaan fasilitas, dan pembentukan kebiasaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain.

Penyuluhan Penggunaan Masker untuk Mengurangi Dampak Paparan Debu Tambang pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Konawe Utara

Akib, Nurhijrianti, Hariati Lestari, Putri Patricia, Listy Handayani, Siti Nurfadilah H, Akib, Nur Illiyyin, Halik, Rifa'atul Mahmudah
Abstract: Paparan debu tambang merupakan salah satu faktor lingkungan yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada masyarakat pesisir, terutama di wilayah dengan aktivitas pertambangan yang intensif seperti Desa Banggina, Kecamatan… amatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah tersebut, sementara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan masker sebagai upaya pencegahan paparan debu tambang. Penyuluhan dilakukan melalui media poster dan diskusi interaktif, yang melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pekerja tambang dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 15% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan nilai rata-rata 6,5500 pada pre-test menjadi 8,1500 pada post-test. Nilai p=0,00 mengindikasikan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong perilaku protektif melalui penggunaan masker sebagai langkah mitigasi risiko paparan debu tambang.

Pengawasan Badan Kehormatan Dewan (BKD) Provinsi Riau Terhadap Kinerja Badan Kehormatan Dewan (BKD) Kabupaten Bengkalis Dan Kabupaten Kepulauan Meranti Dalam Meningkatkan Akuntabilitas

Bunga Dewi Prestiani, Syaprianto
Abstract: Badan Kehormatan merupakan alat kelengkapan DPRD sebagaimana tugasnya untuk menegakkan kode etik terhadap anggota dewan. DPRD Provinsi sudah tentu berperan sebagai koordinatif kepada DPRD kabupaten untuk memastikan kinerjanya… janya sesuai dengan kebijakan dengan visi provinsi. Maka untuk mewujudkannya diperlukan pengawasan kinerja DPRD kabupaten, apakah sudah sesuai dengan kebijakan DPRD provinsi dan tentu saja melihat apakah kinerja yang sudah di lakukan DPRD kabupaten tidak melanggar kode etik dan tetap menjaga martabat, kehormatan dan kredibilitas DPRD. Adapun metode yang digunakan adalah dengan melakukan kunjungan insidentil dan berdiskusi dengan cara bertatap muka. Diharapkan kepada dprd kabupaten agar tetap sesuai dengan kebijakan DPRD provinsi yaitu bekerja dengan baik sebagai wakil rakyat dan masyarakat.

Psikoedukasi PLN UP3 Makassar Selatan: Dari Teknisi Menjadi Komunikator Andal: Membangun Koneksi, Bukan Sekedar Transaksi

Widya Putri. H, Yelandari Liling, Azzahra Rahmatan Anwar, Lukman, Rahmawati Syam
Abstract: Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas interaksi antara pegawai dan pelanggan di bidang Niaga dan Pemasaran UP3 Makassar Selatan dengan fokus pada strategi komunikasi interpersonal adaptif dan… manajemen stres. Permasalahan utama yang dihadapi pegawai adalah kesulitan dalam menyampaikan maksud secara jelas kepada pelanggan, terutama yang tidak memahami istilah kelistrikan, yang berujung pada kesalahpahaman dan stres kerja yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner, intervensi edukatif diperlukan untuk mengembangkan komunikasi interpersonal adaptif dalam konteks pelayanan pelanggan. Psikoedukasi berjudul "Dari Teknisi Menjadi Komunikator Andal: Membangun Koneksi, Bukan Sekedar Transaksi" dilaksanakan pada 04 November 2025 dengan 22 pegawai hadir. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi roleplay kasus. Hasil evaluasi peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip komunikasi efektif REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humility). Meskipun mayoritas peserta (70%) dapat menjelaskan dengan baik, masih terdapat 6 peserta yang dinilai belum maksimal dalam menyampaikan penjelasan kepada pelanggan awam. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat keterampilan komunikasi pegawai, membantu mengelola stres, dan berkontribusi pada peningkatan citra pelayanan UP3 Makassar Selatan.  

Edukasi Resiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Guru Di SMP Negeri 1 Huamual Maluku

Reva Arfa Dwiyani Samal, Bayu Prastowo
Abstract: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal akibat kompresi saraf medianus akibat aktivitas tangan berulang. Guru termasuk kelompok profesi berisiko tinggi karena aktivitas mengetik, menulis, dan menggunakan… gunakan alat bantu ajar. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan deteksi dini CTS pada guru di SMP Negeri 1 Huamual melalui edukasi dan pemetaan CTS. Metode pengabdian ini adalah edukatif partisipatif dengan media leaflet serta evaluasi pre and post test. Program pengabdian mencakup pemeriksaan CTS secara spesifik guna memperoleh pemetaan kondisi aktual. Pemeriksaan menunjukkan 40% responden positif CTS melalui Phalen’s Test. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru meningkat signifikan dari 0–10% menjadi 100% pada seluruh aspek. Sehingga edukasi dan pemeriksaan rutin CTS perlu diterapkan secara berkala untuk profesi berisiko.

Edukasi Penggunaan Media Penyebaran Pupuk Terhadap Efisiensi Waktu Pada Petani Masyarakat Lombok Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso

Darian Fahris Ghofur, Ainan Salsabila, Ayu Mafifah Sahila, Inayatul Fadiyah, Muhammad Zainur Roziqin, Alfiah Nuril Hidayah, Dinda Qurratul A’yuni, Shefi Anggraini, Shevira Tiara Pertiwi, Rosita Ali Nasiroh, Aulia Dewi Awwalina, Muhammad An’im Maulana, Madinatul Munawarah, Muslimatul Afiyah, Nor Hendra Safutra Bin Nuratim, Moh Syafri Ramdana
Abstract: Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian masyarakat di daerah pedesaan, termasuk di Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu faktor kunci… nci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, dalam praktiknya, proses pemupukan seringkali memakan waktu lama dan kurang efektif akibat keterbatasan pengetahuan serta metode penyebaran pupuk yang kurang optimal. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan media penyebaran pupuk menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat petani mengoptimalkan waktu dan tenaga dalam proses pemupukan. Adapun tujuan dari adanya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Wetan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses pemupukan tanaman melalui pemanfaatan media penyebar pupuk, mensosialisasikan jenis dan cara kerja media penyebaran pupuk sederhana yang dapat membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan pemupukan dan memberikan pelatihan atau demonstrasi langsung tentang penggunaan alat/media penyebaran pupuk yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kondisi pertanian lokal. Metode pengabdian yang diterapkan ialah menggunakan metode PAR atau yang biasa disebut dengan Participatory Action Research. Metode PAR merupakan pendekatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan langsung masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana proses sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan serta pengaruhnya terhadap efisiensi waktu masyarakat dalam kegiatan pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus dengan petani di Lombok Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang efektif dan edukasi yang berkelanjutan  mampu  meningkatkan  pemahaman  dan  keterampilan  masyarakat  dalam menggunakan media penyebaran pupuk sehingga proses pemupukan menjadi lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan waktu bagi masyarakat petani Lombok Wetan.