Search Articles & Publications

Showing 1731 articles found for "Antar"

Tata Kelola TI Dalam Meningkatkan Pembangunan Kapasitas Kota Bekasi: Studi Keterlibatan Komunitas Lokal

Bintang Wijaya, R Wisnu Prio Pamungkas
Abstract: Perkembangan teknologi informasi (TI) telah membawa dampak yang signifikan terhadap tata kelola pemerintahan, terutama dalam mendukung pembangunan kapasitas di tingkat kota. Kota Bekasi, sebagai salah satu kota besar di… Jawa Barat, terus berupaya mengimplementasikan berbagai inisiatif berbasis TI untuk meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas pelayanan publik, transparansi, serta keterlibatan komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola TI dalam mendukung pembangunan kapasitas di Kota Bekasi dengan menyoroti aspek kebijakan, infrastruktur, literasi digital masyarakat, keterlibatan perangkat lokal seperti RT/RW, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara, survei kebutuhan, dan observasi terhadap program TI, termasuk analisis peran smart city dalam mendukung tata kelola berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bekasi telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, seperti implementasi aplikasi e-government dan peningkatan partisipasi perangkat RT/RW dalam pelayanan publik. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, dan kurangnya kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur TI, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi aparat pemerintahan dan perangkat RT/RW, serta perluasan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital dan pembangunan kapasitas secara berkelanjutan.

Strategi Bisnis Dan Inovasi Dalam Pengelolaan Sate Taichan Di Kabupaten Karawang

Neneng Fadilah, Suci Rosalia Dewi, Stevani May Gultom, Hany Farhania
Abstract: Sate Taichan adalah sebuah inovasi dalam dunia kuliner yang berasal dari hidangan sate tradisional Indonesia, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis sate lainnya. Hidangan ini menggunakan daging ayam… yang dipanggang tanpa tambahan bumbu kacang, kecap manis, atau rempah-rempah yang berat seperti pada sate tradisional. Sebagai alternatif, Sate Taichan disajikan dengan sambal pedas, perasan jeruk nipis, dan taburan garam, yang menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan segar yang khas. Proses pembuatannya melibatkan marinasi yang minimal pada daging, umumnya hanya dengan garam dan merica, untuk mempertahankan rasa asli dan menciptakan tekstur yang empuk. Salah satu ciri khas dari Sate Taichan adalah warna dagingnya yang putih bersih, yang dihasilkan dari proses pemanggangan tanpa menggunakan kecap atau rempah yang pekat. Sate Taichan pertama kali menjadi populer di Jakarta dan dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia, menjadi fenomena kuliner yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Daya tarik Sate Taichan tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kesederhanaan bahan, penyajiannya yang modern, serta kesesuaian dengan tren makanan yang lebih ringan dan sehat. Popularitasnya juga didukung oleh kemudahan dalam penyajian dan fleksibilitas untuk berinovasi, seperti penambahan variasi rasa, pelengkap, dan teknik memasak. Dalam konteks hubungan antara manusia dan budaya, Sate Taichan mencerminkan perubahan preferensi masyarakat Indonesia terhadap makanan yang lebih praktis, estetis, dan memiliki cita rasa global, sambil tetap mempertahankan unsur lokal. Kehadirannya membuka peluang baru dalam bisnis kuliner, baik dalam skala restoran, gerai kaki lima, maupun usaha rumahan. Dengan kombinasi rasa pedas, segar, dan penampilan yang menarik, Sate Taichan tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kreativitas dan adaptasi kuliner Indonesia di era modern.

Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Credit Union Anggota Puskopcuina

Maria Helen Supit, Mulyati Akib
Abstract: Salah satu indikator utama dalam mengukur perkembangan koperasi dari tahun ke tahun adalah dengan melihat besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh modal sendiri terhadap… adap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi Credit Union anggota Pusat Koperasi Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan mengandalkan data yang diperoleh dari laporan keuangan, seperti Neraca dan Laporan Laba Rugi tahun 2023. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh modal sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dengan koefisien R sebesar 0,894, yang berarti Modal Sendiri memiliki pengaruh terhadap SHU sebesar 89,4%, sementara 10,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara modal sendiri dan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Makna Simbolik Dui’ Menre’ dalam Pernikahan Masyarakat Suku Bugis: Perspektif Hukum Islam

Nurhikmah Nurhikmah, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik dui’ menre’ dalam adat pernikahan masyarakat Bugis dan bagaimana agama Islam memaknai adat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan… dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dengan lima orang informan, dan sejumlah artikel ilmiah yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya simbolis dui’ menre’ dalam pernikahan Bugis sebagai tanda kesungguhan dan kerja keras seorang pria dalam melamar seorang wanita. Pekerjaan calon pengantin perempuan, status sosial, tingkat pendidikan, kondisi fisik, dan faktor-faktor lain memainkan peran penting dalam menentukan berapa banyak dui’ menre’ yang pantas diberikan. dui’ menre’ dan mahar merupakan hal yang berbeda. Meskipun keduanya diwajibkan, dui’ menre’ tidak sama dengan mas kawin karena menurut adat masyarakat Bugis, dui’ menre’ adalah sebuah kewajiban, sedangkan mas kawin adalah sebuah kewajiban menurut tradisi Islam. Dari sudut pandang Islam, seorang pria tidak diwajibkan untuk memberikan dui’ menre’, melainkan hanya diharapkan untuk memberikan mahar kepada wanita yang akan dinikahinya. Tradisi ini diperbolehkan selama tidak memberatkan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, meskipun tidak diatur oleh hukum Islam. Agar pernikahan dapat berlangsung dengan baik dan damai, masyarakat harus menyeimbangkan antara tradisi dan ajaran agama.

Representasi Perjuangan Perempuan dalam Patriaki Studi Analisis pada Film Wanita Berkalung Sorban

Hana Mumtazah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perjuangan perempuan dalam film "Wanita Berkalung Sorban" dan dampaknya terhadap kesadaran gender di masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi… kasus, penelitian ini mengkaji karakter utama, Nurul, yang berjuang melawan norma-norma patriarkal yang membatasi kebebasannya. Data diperoleh melalui analisis konten film dan wawancara mendalam dengan penonton untuk menggali pandangan mereka mengenai isu-isu gender yang diangkat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara efektif menggambarkan berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami oleh perempuan, serta pentingnya solidaritas antar perempuan dalam menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, film ini juga menyoroti aspek interseksionalitas, memperlihatkan bagaimana latar belakang sosial dan ekonomi mempengaruhi pengalaman individu dalam menghadapi patriarki. Dengan demikian, "Wanita Berkalung Sorban" tidak hanya merepresentasikan perjuangan individu tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mendorong diskusi tentang hak-hak perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kajian gender dan media, serta mengajak penonton untuk merefleksikan peran perempuan dalam konteks sosial yang lebih luas.

Eksplorasi Konsep Moderasi dalam Al-Qur'an sebagai Alternatif Solusi Rasisme Antar Suku di Sosial Media

moch ubaidillah, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Fenomena rasisme berbasis suku di media sosial, seperti diskriminasi terhadap Suku Madura yang sering dikaitkan dengan stereotip negatif, menunjukkan urgensi solusi berbasis nilai untuk meredam konflik sosial. Artikel ini… i mengeksplorasi konsep moderasi (wasathiyah) dalam Al-Qur'an sebagai pendekatan alternatif untuk menangani permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur dengan pendekatan kualitatif, menelaah ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan seperti Al-Baqarah: 143 dan Al-Hujurat: 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi, seperti toleransi, keadilan, dan inklusivitas, memberikan panduan praktis untuk menciptakan harmoni sosial di media sosial. Studi kasus diskriminasi terhadap Suku Madura memperkuat pentingnya pendekatan ini dalam menghilangkan stereotip negatif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nilai moderasi dapat diterapkan melalui kampanye edukasi, moderasi konten, dan dialog lintas komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan konseptual untuk mengatasi rasisme di media sosial sekaligus mempromosikan interaksi yang inklusif.

Analisis Bahan Ajar PAI Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik

Sari, Novita Diana, Junaidi, Riskan, Mustajada, Nafaisul, Rukmini, Reni Dianti, Kurniawan Kurniawan, Indrawari, Karliana
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multimedia interaktif dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif… if kualitatif. penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi yang melibatkan peserta didik dan pengajar. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa materi pembelajaran berbasis multimedia interaktif, yang menggabungkan teks, gambar, suara, dan unsur interaktif, efektif dalam mendorong minat belajar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas bahan ajar ini meliputi kualitas konten, desain antarmuka, serta dukungan teknis dan pedagogis dari pengajar. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan resistensi terhadap metode pembelajaran baru masih menjadi hambatan dalam penerapannya. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan bahan ajar PAI yang lebih efektif dan menarik, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran di era digital.

Analisis Kriminologi Terhadap Fenomena Love Scamming

Rahayu Sri Utami, Farrah Rahma Azarine, Apriara Vonnie Kartika
Abstract: Peristiwa love scamming atau penipuan berbasis hubungan asmara di dunia maya telah menjadi perhatian serius dalam kajian kriminologi, terutama pada era digital saat ini. Pelaku love scamming sering kali memanfaatkan platform… form digital, seperti media sosial dan aplikasi kencan, agar dapat membentuk hubungan emosional palsu dengan korban. Dengan identitas palsu dan cerita yang telah dirancang dengan apik, pelaku kemudian berhasil membohongi korban, mendapat kepercayaan para korban, kemudian akan meminta bantuan berupa uang. Dalam pandangan kriminologi, peristiwa ini menggambarkan adanya kejahatan berbasis teknologi yang memainkan kepekaan emosional setiap individu. Unsur-unsur seperti kesepian, perasaan untuk dicintai, serta kurangnya literasi digital korban ikit serta berfungsi dalam meningkatkan kerentanannya terhadap penipuan ini. Selain itu, sifat tidak beridentitas serta jarak fisik dalam interaksi digital memungkinkan pelaku bertindak tanpa diketahui, sehingga menyulitkan proses penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena love scamming melalui sudut pandang kriminologi yang fokus pada unsur- unsur pendorong, dampak psikis, serta langkah pencegahan yang dapat diambil. Pendidikan serta peningkatan literasi digital menjadi kunci dalam pencegahan kasus ini, selain penguatan regulasi terhadap platform daring yang digunakan oleh pelaku. Kerjasama antar negara juga sangat dibutuhkan untuk menangani love scamming, mengingat kejahatan ini sering melibatkan jaringan lintas negara yang kompleks, sulit dilacak, serta memiliki dampak jangka panjang pada korban dan Masyarakat.

Persepsi Guru Pai Tentang Augmented Reality Dalam Pembelajaran PAI

Hafizah, Tamama, Wijaya, Sukma Eka, Nasution, Aida Rahmi, Kristina, Epa
Abstract: Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan terus berkembang pesat, salah satunya adalah Augmented Reality (AR). Teknologi ini memungkinkan integrasi antara dunia nyata dengan dunia virtual, memberikan pengalaman belajar… yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap penerapan AR dalam pembelajaran PAI. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada guru-guru PAI tingkat SMP di berbagai sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AR dalam pembelajaran PAI, dengan 75% responden menyatakan AR dapat meningkatkan minat belajar siswa. Namun, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dan keterampilan teknis masih menjadi kendala utama. Kesimpulannya, teknologi AR memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, tetapi membutuhkan dukungan lebih lanjut berupa pelatihan intensif dan peningkatan fasilitas.

Analisis Sosio-Linguistik Terhadap Perbedaan Bahasa Gender Dalam Karakter Kartini Di Film Kartini: Princess Of Jawa

Nabila Salsabilla, Azza Aulia Rahmi Daud
Abstract: Film Kartini: Princess of Java (2017), yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, menggambarkan perjuangan Raden Adjeng Kartini dalam menghadapi norma sosial patriarkal di masyarakat feodal Jawa pada masa kolonial. Melalui… pendekatan sosio-linguistik, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bahasa digunakan untuk mencerminkan ketimpangan gender sekaligus menjadi alat perjuangan bagi perempuan. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan data utama berasal dari dialog dan narasi dalam film serta data sekunder berupa literatur tentang gender, budaya Jawa, dan teori sosio-linguistik. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisis dialog yang mencerminkan perbedaan bahasa gender. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa dalam film ini mencerminkan struktur sosial patriarkal yang memengaruhi pola komunikasi berdasarkan gender. Karakter laki-laki, seperti ayah Kartini, menggunakan bahasa formal dengan nada otoritatif untuk menegaskan otoritas mereka, sementara perempuan menggunakan bahasa yang lebih lembut dan tunduk, mencerminkan subordinasi. Kartini, sebagai tokoh utama, menunjukkan penggunaan bahasa yang progresif, memadukan penghormatan terhadap tradisi dengan keberanian menyuarakan ide-idenya terkait emansipasi perempuan. Film ini juga memperlihatkan bagaimana Kartini menggunakan bahasa sebagai alat untuk memberdayakan perempuan di sekitarnya melalui pendidikan dan surat-suratnya. Kesimpulannya, bahasa dalam film ini bukan hanya mencerminkan norma sosial yang ada, tetapi juga menjadi medium bagi Kartini untuk menantang patriarki dan mendorong perubahan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman hubungan antara bahasa, gender, dan kekuasaan dalam konteks budaya Jawa dan relevansinya untuk analisis media lain.