Abstract:Respon time perawat sangat mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan, waktu tanggap yang baik apabila memiliki respontime kurang dari 5 menit, Complaint handling dapat mempengaruhi kepuasan dan persepsi pasien terhadap mutu…
u pelayanan, complaint handling dapat ketahui dengan bagaimana cara menangani keluhan dari pasien. Tujuan penelitian ini teranalisisnya Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode Penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1016 orang Tahun 2023. Sampel berjumlah 87 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian Respon time tepat waktu berjumlah 60 orang (69%), Complain handling puas berjumlah 56 orang (64,4%) hasil Uji Wilcoxon Ada Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling di Ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Simpulan Ada Hubungan Respon Time Perawat terhadap Complaint handling di Ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran diharapkan dengan diketahuinya faktor yang mempengaruhi Complain handling kepuasan pasien diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi rumah sakit untuk menyusun kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam hal daya tanggap dan empati petugas dalam melayani pasien yang datang.
Abstract:Penerapan code blue system bertujuan untuk mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kembalinya sirkulasi spontan yang memerlukan pengenalan awal dari kasus henti jantung. Dalam hal ini, pengetahuan akan code blue…
ue system dan bantuan hidup dasar. Keahlian seorang perawat bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan sebagai salah satu responden (tim code blue lokal). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu berjumlah 48 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian dari 48 responden mendapatkan sebanyak 19 responden (39,6%) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dan pelaksanaan code blue yang dilakukan dengan kurang baik sebanyak 14 responden (73,7%). Hasil analisis data secara statistik menggunakan uji chi-square memperlihatkan hasil 0 cells (,0%) dengan expected count >5 dan nilai p value = 0,001 < 0,05. Simpulannya adalah tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system pada kategori cukup. Saran bagi RSUD Anutapura Palu agar dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk pihak rumah sakit mengenai pelaksanaan code blue dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Anutapura Palu.
Abstract:Asfiksia neonaturum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami gagal napas secara spontan dan teratur segera pasca kelahiran, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang…
ang dari tubuhnya. Umumnya akan mengalami asfiksia setelah lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 38 perawat yang terdiri dari ruangan perinatologi, IGD umum, dan ruang kamar oprasi RSUD Kabelota. Total Sampel 38 perawat, Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Total Sampling. Hasil penelitian Pengetahuan perawat sebagian besar pengetahuan Baik berjumlah 30 orang (78,9%), Sikap sesuai sebagian besar berjumlah 32 orang (84,2%). Hasil uji statistik Chi square diperoleh nilai p=0,000 (<p=0,05) yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia di RSUD Kabelota. Saran Perawat dapat menambah wawasan mengenai pengetahuan dan sikap tentang penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia, serta meningkatkan tindakan perawatan penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia. Peningkatan pengetahuan bisa dengan cara pembuktian pemberian tindakahan perawatan Asfiksia
Abstract:Indonesia memiliki berbagai macam ragam tradisi. Hal ini ditandai dengan setiap daerah mempunyai perbedaan dan keunikannya tersendiri. Misalnya pada Hari Raya Lebaran, setiap daerah berbeda dalam memeriahkannya. Salah satunya…
tunya di kota Pontianak, yang terdapat suatu tradisi yang saat masih ini dilakukan yakni tradisi berbalas kunjong/kunjung. Adapun perbedaan lebaran khususnya di Pontianak berbeda dengan daerah lainnya yakni lebarannya lebih lama waktunya dan bisa sampai sebulan lamanya. Penelitian ini lebih memfokuskan kepada berbalas kunjung pada keluarga. Sebelum Kota Pontianak menerapkan sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di masa pandemi Covid, maka sebagian dari masyarakat masih melaksanakan kegiatan berbalas kunjung sebagaimana mestinya. Adapun hasil penelitian ini yaitu tradisi berbalas kunjung merupakan suatu tradisi (kebiasaan) dengan kunjung dan mengunjungi. Prosesi pada tradisi ini yaitu berkunjung kerumah, sungkeman, mendengarkan tausiah, menikmati hidangan, dan salam tempel. Terdapat nilai budaya dalam prosesi yaitu nilai kebersamaan dan keberagaman. Sedangkan Nilai Islam dalam prosesi yaitu Silaturahmi dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Kemudian, Nilai Pendidikan dalam prosesi yakni menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Pada Eksitensi budaya tradisi berbalas kunjung tetap dilaksanakan sampai kapan pun karena sudah menjadi rutinitas lebaran oleh Masyarakat Kota Pontianak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Geographic Artificial Intelligence (Geo-AI) dalam identifikasi daerah rawan banjir di Kota Ambon. Geo-AI merupakan kombinasi teknologi kecerdasan buatan dengan data geospasial, termasuk…
ermasuk citra satelit dan data cuaca, yang memungkinkan analisis yang lebih akurat dan efisien dalam mengidentifikasi daerah rawan banjir. Melalui Google Earth Engine, data citra satelit dan data geospasial lainnya diolah dan dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi pola banjir dan daerah yang rentan tergenang air. Penelitian menggunakan data JRC Global Surface Water Mapping Layers, v1.4, data NASA SRTM Digital Elevation 30m, data USGS Landsat 8 Level 2, Collection 2, Tier 1. Pegolahan dan analisis data penelitian sepenuhnya di lakukan di Geogle Earth Engine. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah berpontensi banjir memiliki luas 12.991.33 ha dan daerah yang tidak berpotensi banjir yaitu seluas 18.924,24 ha. Daerah potensi rawan banjir kemudian diklasifikasi berdasarkan batas administrasi dimana Kecamatan Teluk Ambon memiliki daerah yang berpotensi tergenang banjir seluas 5.149.37 ha, Kecamatan Nusaniwe seluas 2.034.23 ha, Kecamatan Serimau seluas 1.914.18 ha, Kecamatan Leitimur Selatan seluas 1.180.13 ha dan Kecamatan Teluk Ambon Baguala seluas 2.713.42 ha. Peta daerah potensi banjir di Kota Ambon kemudian dioverlay dengan data sebaran permukiman di Kota Ambon dan diketahui bahwa permukiman penduduk yang diprediksi berada pada daerah yang berpotensi banjir seluas 3.400.65 ha. Dengan analisis yang lebih akurat, sistem peringatan dini yang efektif, dan pengetahuan yang ditingkatkan, penelitian ini dapat berkontribusi dalam mitigasi risiko banjir, melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak banjir, serta menciptakan kota yang lebih aman dan berkelanjutan
Abstract:Kegagalan menyusui sering menjadi masalah yang dihadapi ibu ketika ASI yang keluar tidak selancar yang diharapkan, sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dan kekhawatiran yang menyebabkan terhambatnya hormon oksitosin.…
sin. Salah satu cara mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu dengan melakukan pijat oksitosin. Hormon oksitosin akan keluar melalui rangsangan ke puting susu, melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu bayi. Artikel ini menggunakan metode desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan pengumpulan data secara menyeluruh dan menyertakan berbagai sumber data dengan teknik yang meliputi wawancara, observasi dan studi dokumentasi sesuai dengan pedoman 3S (SDKI, SLKI, SIKI). Hasil studi kasus yang dilakukan selama 1x24 jam didapatkan evaluasi payudara teraba keras dan padat, tetesan dan suplai ASI mulai meningkat dibandingkan sebelum diberikan pijat oksitosin, klien menjadi lebih rileks dan nyaman. Kesimpulan dari studi kasus pijat oksitosin yang dilakukan pada ibu post partum (nifas) dapat meningkatkan produksi ASI karena dapat memicu pengeluaran hormon oksitosin yang sangat penting dalam peran mengeluaran ASI.