Search Articles & Publications

Showing 754 articles found for "Jenis"

Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Penyakit Typhoid Pada Siswa Kelas 5 Di SDN Sindang Jaya III Kabupaten Tangerang

Putri Nurdiani, Ida Faridah, Ria Setia Sari
Abstract: Pendahuluan: Penyakit typhoid adalah penyakit infeksi yang disebebkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini berhubungan erat dengan perilaku hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Demam typhoid merupakan penyakit&#8230; kit yang terbesar hampir di seluruh dunia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit typhoid. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah Total Random Sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 115 responden. Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid dengan p-value sebesar 0,013 < 0,05 artinya terdapat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid Kesimpulan: Personal hygiene yang baik dapat mempengaruhi angka kejadian penyakit typhoid Saran: Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah siswa/siswi/masyarakat diharapkan meningkatkan praktek cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan unruk mrncegah penyakit typhoid.

Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Dysmenorrhea Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu

Maya Diningrat, Vidya Urbaningrum, Mikaela Delpin Fristalia
Abstract: Dysmenorrhea  dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. pada penderita dysmenorrhea  Penggunaan kompres hangat di area perut bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah&#8230; arah kebagian nyeri, dan menurunkan ketegangan otot sehingga mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk diketahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea  Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu.Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design, dengan  one grub prettst-posttest design. Populasi pada penelitian ini 71 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Sampel didapatkan menggunakan rumus slovin dengan presisi 0,15, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan uji data paired t test. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata penurunan dysmenorrhea  yang dimana sebelum diberikan kompres hangat berada dalam skala nyeri berat sebanyak 19 responden (63,3%) setelah diberikan kompres hangat selama 20 menit sebanyak 20 responden (66,7%) berada dalam skala nyeri ringan. Hasil uji paired t test dengan model pengukuran sebelum dan sesudah diberikan intervensi, didapatkan nilai p= 0.000, nilai ini < α 0,05. Kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea  pada mahasiswa program studi D-III Keperawatan Palu.

Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS Di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang

Neni Alfidah, Nuryani, Cicirosnita J.Idu
Abstract: Pendahuluan: HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh yang rusak atau lemah akan rentan terserang berbagai penyakit. Kumpulan&#8230; berbagai penyakit yang menyerang tubuh disebut AIDS. Jumlah kasus penyakit HIV/AIDS terus bertambah khususnya pada anak-anak, remaja hingga dewasa adalah permasalahan yang serius. Keingintahuan yang besar dikombinasikan dengan kondisi fisik dan mental yang belum matang sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada fase peralihan remaja terutama faktor risiko infeksi HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 124 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 53 orang (42,7%) dalam kategori pengetahuan cukup dan menunjukkan sikap pencegahan HIV/AIDS sebanyak 76 orang (61,3%) dalam kategori sikap pencegahan positif. Hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS didapatkan nilai P Value sebesar <0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang.

Hubungan Tingkat Stress Dengan Gangguan Menstruasi Pada Remaja Di SMPN 17 Kota Tangerang

Nabella Oktaviani, Siti Rochmani, Ida Faridah
Abstract: Latar Belakang: Masa remaja adalah sebuah periode pencarian identitas diri, sehingga remaja sangat mudah berpengaruh oleh lingkungan. Pada remaja putri terjadi perubahan fisik yaitu perubahan organ-organ reproduksi yang&#8230; ditandai dengan datangnya menstruasi. Pada umumnya remaja mengalami menstruasi diusia 12-13 tahun. Hal ini merupakan proses fisiologis yang dialami oleh setiap wanita remaja dengan rentang usia 12-13. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada remaja di sekolah penelitian ini dilakukan di SMPN 17 Kota Tangerang. Metode Penelitian:  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan penelitian cross- sectional Desain Penelitian: menggunakan penelitian jenis kuantitatif dengan metode cross- sectional, serta analisis uji chi-square. Teknik Sampel : Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 159 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisa bivariate dengan menggunakan uji chi-square bahwa p-value,0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada remaja di SMPN 17 Kota Tangerang.

Hubungan Antara Pola Makan Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di RSIA Nasana Pura Kota Palu

Peranika, Agnes Erlita Distriani Patade, Vidya Urbaningrum
Abstract: Anemia kehamilan disebut potential danger to mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak). Pola makan pada ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus memiliki jumlah kalori dan zat-zat gizi yang&#8230; ang sesuai dengan kebutuhan serta mengkonsumsi vitamin tablet penambah darah. Studi pendahuluan mengatakan para ibu hamil tersebut memiliki pola makan yang tidak baik selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil di RSIA Nasana Pura. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang datang di RSIA Nasana Pura dengan penentuan sampel menggunakan rumus estimasi proporsi yang jumlah populasinya tidak diketahui didapatkan sebanyak 44 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 19 responden yang pola makannya kurang terdapat 17 orang (89,5%) yang mengalami anemia dan 2 orang (10,5%) yang tidak mengalami anemia, 11 responden yang pola makannya cukup terdapat 2 orang (18,2%) yang mengalami anemia dan 9 orang (81,8%) yang tidak mengalami anemia dan 14 responden yang pola makannya baik terdapat 1 orang (7,3%) yang mengalami anemia dan 13 orang (92,9%) yang tidak mengalami anemia. Berdasarkan hasil uji Chi-Square nilai didapatkan p value 0,000 ≤ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulannya ada hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil. Saran bagi RSIA Nasana Pura agar dapat meningkatkan pencegahan mengenai anemia dalam kehamilan sehingga faktor risiko anemia dapat diatasi dan ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan dan juga dijadikan informasi tentang hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.

Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Poster Leaflet Dan Permainan Index Card Match Terhadap Perubahan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Gizi Seimbang

Ahmad Yuda, Solihati, Zahrah Maulida Septimar
Abstract: Pendahuluan: Anak-anak Indonesia belum menunjukkan sikap kritis dan hati-hati saat memilih makanan mereka. Oleh karena itu, anak-anak di sekolah dasar harus dididik lebih banyak tentang nutrisi melalui pendidikan Pedoman&#8230; Gizi Seimbang (PGS). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media poster, leaflet dan permainan index card match terhadap perubahan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang. Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi eksperimental one grup pre-test post-test without control yaitu metode penelitian yang dalam pelaksanaannya menggunakan test awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) tanpa adanya kelompok kontrol atau pembanding. Tehnik Sampel: Sampel jenuh atau total sampling. Jumlah Sampel: 50 orang. Analisa Data: Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan dari hasil Uji Wilcoxon menunjukan gambaran pengetahuan (Asymp.sig = 0,000), sikap (Asymp.sig = 0,000) dan perilaku (Asymp.sig = 0,000) yang artinya bahwa ada pengaruh pendidikan gizi seimbang melalui media poster leaflet dan permainan index card match terhadap perubahan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku gizi seimbang.

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Sukawali Kecamatan Pakuhaji Tahun 2024

Carsilah Carsilah, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Latar belakang: faktor resiko dari hipertensi salah satunya adalah pola makan. Beberapa perilaku makan-makanan yang beresiko menyebabkan hipertensi adalah sering makan makanan asin, sering makanan manis dan sering makan&#8230; makanan berlemak. Kondisi prilaku makan makanan beresiko pada komunitas lansia terjadi peningkatkan presentasenya dari tahun 2007 ke tahun 2013, hanya pada prilaku makan-makanan yang ternyadi penurunan 9,4%, sedangkan pada prilaku makan makanan asin meningkat tajam sebesar 1,7%. Tujuan:  Mengetahui hubungan pola dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas sukawali kecamatan pakuhaji kabupaten tangrang tahun 2024, Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik yang digunakan pada lansia di puskesmas sukawali tahun 2024 adalah probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden, Analisis data menggunakan statistik Uji Rank Spearman Correlation. Hasil: Hasil Rank Spearman Correlation hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi nilai signifikansi/p-value sebesar 0,000 dengan nilai 0,585 kategori baik sebanyak (14.7%), kategori Buruk (85.3%). Dalam Uji Rank Spearman Correlation didapatkan hasil tersebut menunjukan nilai P value sebesar 0,000 (P < 0,05). Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas sukawali kecamatan pakuhaji kabupaten tangerang tahun 2024. Apabila seseorang memiliki pola makan yang buruk maka orang tersebut beresiko mengalami hipertensi 0,585 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki pola makan yang baik

Hubungan Karakteristik Responden Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Posyandu RW 08 Periuk

Alsa Azzahra Medi, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Pendahuluan: Populasi bumi semakin menua. Proporsi populasi umur 65 tahun ke atas melonjak lebih cepat dibandingkan penduduk di bawah usia tersebut. Lansia yang memiliki masalah kesehatan namun memutuskan untuk tidak melakukan&#8230; akukan rawat jalan, mereka merasa tidak perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk. Metode: Penelitian menggunakan kuatitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 104 responden. Teknik Sampel: Menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu data demografi, kuesioner dukungan keluarga dan keaktifan lansia. Hasil penelitian: Didapatkan mayoritas umur responden mayoritas antara 60-69 tahun sebanyak 67 responden (64,4%), jenis kelamin perempuan sebanyak 67 responden (64,4%), responden tidak bekerja sebanyak 46 responden (44,2%), sebanyak 44 (42,3%) mendapatkan dukungan keluara cukup, dan sebanyak 55 (52,9%) responden aktif mengikuti posyandu lansia. Hasil analisis menggunakan spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk.

Hubungan Kebiasaan Menyikat Gigi Pada Anak Laki-Laki Dan Perempuan Usia 7-9 Tahun Dengan Kejadian Karies Gigi Di SDN Keroncong Mas Permai

Alvira Aulia Halim Az-Zahra, Nanang Prasetyo Budi, Rina Puspita Sari
Abstract: Pendahuluan: Tingginya angka karies saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor perilaku masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan&#8230; huan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meningkatkan insidensi penyakit gigi dan mulut. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif korelasi. Metode pendekatan cross-sectional variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Hasil analisis hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berdasarkan Spearmen Rank didapatkan hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001 <0,05 dan antara kedua variabel adalah 0,298.  Kesimpulan: Menunjukkan keeratan hubungan antara kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berkorelasi cukup kuat dan bersifat positif.

Pengaruh Self Esteem Dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir

Jihan Mutia, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Pendahuluan: Self esteem merupakan penilaian individu tentang nilai personal diri sendiri. Self confidence merupakan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki. Academic burnout merupakan&#8230; kondisi dimana individu merasakan kelelahan yang diakibatkan tuntutan akademik. Jika self esteem dan self confidence berada pada kategori tinggi maka academic burnout pada mahasiswa akan rendah. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Self Esteem dan Self Confidence Terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Tingkat Akhir. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian desain penelitian kuantitatif. Teknik Sampel: Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 192 mahasiswa tingkat akhir. Jumlah Sampel: Sampel berjumlah 192 responden. Analisis Data: Analisis data menggunakan Chi-Squere. Hasil Penelitian: Dari 192 mahasiswa mayoritas berusia 20-24 tahun, berjenis kelamin perempuan 84,4% dan laki-laki 15,6%, self esteem dan self confidence pada mahasiswa tingkat akhir dominan masuk kategori sedang sebanyak 56,8% dan 53,1%, serta mayoritas masuk dalam academic burnout rendah sebanyak 66,1%. Hasil uji Chi-Squere diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara self esteem dan self confidence terhadap academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir. Kesimpulan: Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mendapatkan gambaran antara ketiga variabel tersebut sehingga dapat memberikan intervensi keperawatan pada mahasiswa.