Abstract:Philology has been utilized to study Islam which focusing mainly on early texts. Some debates from post-Orientalist, anthropological, and decolonial perspectives not only broaden the discourse but also introduced new challenges,…
llenges, such as separating text from practice and neglecting indigenous from outsider views. This article tries to show that these discourse and debates reveal a bigger issue where there is no clear way to examine how research methods influence our understanding of Islam. This study employs a qualitative method, conceptual approach to review relevant key words in Islamic studies and related fields, such as Orientalism, discursive tradition, lived religion, cosmopolitanism, and self-reflexity method. Instead of commenting methods as appropriate or not, the analysis looks at what each approach helps scholars notice, what it overlooks, and how it fits into larger systems of knowledge and power. Drawing on this analysis, the article introduces a self-reflexive framework with three main parts: epistemological reflexivity, positional reflexivity, and dialogical reflexivity. This framework is meant to help researchers plan and review Islamic studies projects, especially in Muslim-majority and less-explored areas, by encouraging them to consider texts, practices, and local ideas without making them too simple. The article contributes to ongoing debates by offering a new approach that moves beyond basic divisions and encourages a more open and thoughtful study of Islam.
Abstract:Artificial intelligence (AI) integration in language education offers new opportunities to address challenges in English as a Foreign Language (EFL) contexts. This study examines the effectiveness of Copilot in enhancing…
academic English literacy among Indonesian undergraduates. Using a quantitative quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group, 60 students were divided into experimental and control groups. Instruments included comprehension tests, learner autonomy questionnaires, and rubric-based writing assessments. Results showed significant improvements in the experimental group. Academic text comprehension increased, particularly in vocabulary mastery (+12%), rhetorical structures (+15%), and recognition of formal registers (+10%). Copilot usage positively predicted learner autonomy, with gains in goal-setting (+14%), strategy selection (+11%), and self-evaluation (+13%). Writing performance also improved, especially in coherence (+13%), argumentation (+16%), and adherence to conventions (+12%). The findings confirm Copilot’s role as both corrective aid and developmental partner, fostering academic literacy and learner autonomy. Implications suggest integrating AI tools into EFL curricula to strengthen academic discourse and independent learning.
Abstract:Muaro Sentajo possesses the potential to be developed as a production hub for native orchid species due to its location within the natural habitat of orchid species in Kuantan Singingi Regency, directly bordering the Sentajo…
tajo Raya protected forest. Furthermore, the village has an underutilized female labor potential, organized within the Family Welfare Movement (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga / PKK) as the foundational collective for rural women in Muaro Sentajo. This initiative aims to provide knowledge on native orchid species, cultivation techniques, integrated systems with stingless bees (kelulut), and digital marketing. The program implemented a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of asset mapping, practical cultivation workshops, e-commerce platform development, and four months of intensive mentoring. This empowerment program successfully established an active orchid breeding group managing more than 15 native orchid species. Additionally, 83.66% of the participants demonstrated proficiency in operating digital marketing channels (Instagram and Shopee), resulting in the first independent commercial sales of local orchid products. The integration of local ecological assets with modern digital marketing proved effective in enhancing the economic independence of rural women and promoting sustainable community development.
Abstract:Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi…
tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung.
Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs.
Abstract:Kematangan karier merupakan salah satu aspek penting yang perlu dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun pekerjaan di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan…
dengan kematangan karier adalah keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kematangan karier antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Negeri Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 404 siswa yang berasal dari MAN 1 Kota Serang dan MAN 2 Kota Serang, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kematangan karier yang disusun berdasarkan enam aspek kematangan karier yaitu orientasi karier, informasi dan perencanaan karier, konsistensi pilihan karier, pemantapan karakteristik diri, kemandirian dalam memilih karier, serta kebijaksanaan dalam memilih karier. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa secara umum berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 194,16. Namun demikian, hasil pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (Sig. = 0,347 > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler bukan merupakan faktor yang membedakan tingkat kematangan karier siswa. Kematangan karier diduga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pemahaman diri, dukungan keluarga, pengalaman belajar, layanan bimbingan karier, dan akses terhadap informasi karier.
Career maturity is an important aspect that students need to develop in preparing for future educational and occupational choices. One factor that is assumed to be related to career maturity is participation in extracurricular activities. This study aimed to examine the differences in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not in State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in Serang City. This study employed a quantitative approach using a comparative research design. The sample consisted of 404 students from MAN 1 Serang City and MAN 2 Serang City selected through stratified random sampling. Data were collected using a career maturity questionnaire six dimensions of career maturity: career orientation, career information and planning, consistency of career preferences, crystallization of self-characteristics, career independence, and wisdom in career choice. Data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and comparative analysis. The results indicated that students' career maturity was generally at a good level, with a mean score of 194.16. However, the hypothesis testing revealed no significant difference in career maturity between students who participated in extracurricular activities and those who did not (Sig. = 0.347 > 0.05). These findings suggest that participation in extracurricular activities is not a distinguishing factor in students' career maturity. Career maturity is likely influenced by other factors, including self-understanding, family support, learning experiences, career guidance services, and access to career information.
Abstract:Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi masih melakukan pengelolaan surat tugas dan monitoring tugas pegawai secara manual sehingga menghambat pengelolaan data, pemantauan progres pekerjaan, dan penyampaian…
yampaian informasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Surat Tugas (SITUGAS) berbasis web untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan surat tugas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Pengembangan sistem menggunakan metode Prototype, sedangkan pengujian dilakukan dengan Black Box Testing menggunakan teknik Equivalence Partitioning (EP). Sistem dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SITUGAS mampu mempermudah pengelolaan data surat tugas, monitoring pekerjaan, pencarian data, dan penyajian informasi secara lebih cepat, akurat, efektif, dan terintegrasi. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
The Regional Office of the National Land Agency (BPN) of Jambi Province still manages task assignments manually, making it difficult to manage data, monitor work progress, and deliver information. This study aims to design and develop a web-based Task Assignment Information System (SITUGAS) to improve the effectiveness and efficiency of task assignment management. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies. The system was developed using the Prototype method and tested using Black Box Testing with the Equivalence Partitioning (EP) technique. The application was developed using PHP and MySQL. The results show that SITUGAS facilitates task assignment management, work monitoring, data retrieval, and information delivery in a faster, more accurate, effective, and integrated manner. The testing results also indicate that all main system functions operate according to user requirements.
Abstract:Research is the systematic and planned process of collecting, processing, and analyzing data in accordance with scientific principles to seek truth, solve problems, or discover new knowledge. Conducting research often serves…
rves as a final project for undergraduate students to complete their studies; for Educational Technology undergraduates, in particular, development research is highly recommended. Development research—or Research and Development (R&D)—is a scientific method used to create new products or improve existing ones, as well as to test their effectiveness. These products may take the form of media, models, modules, or tools. Specifically for Educational Technology undergraduates, this type of research involves a scientific approach to designing, producing, and testing the feasibility of instructional products—such as interactive media, learning models, or digital modules—to address learning challenges. The primary objective of R&D for Educational Technology undergraduates is to produce instructional products that are valid, practical, and effective in solving learning problems and enhancing the quality of the learning process and performance. The benefits of such research include improved skills in creating instructional products, the ability to solve real-world learning problems, and the development of a professional portfolio.
Abstract:Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai menjadi salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Bank sampah hadir sebagai solusi berbasis komunitas, namun keberlanjutannya…
lanjutannya sering kali terbentur keterbatasan modal dan manajemen. Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki potensi strategis untuk mengatasi kendala tersebut, meskipun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penerapan CSR pada bank sampah di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan utama yang menghambat efektivitas program tersebut. Metode yang digunakan adalah [kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bank Sampah X / metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review)]. Data dikumpulkan melalui [wawancara mendalam dengan pengelola bank sampah dan perwakilan perusahaan, serta analisis dokumen laporan CSR]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR telah memberikan kontribusi positif dalam bentuk penguatan infrastruktur (seperti penyediaan mesin pencacah plastik dan kendaraan angkut) serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pembukuan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan krusial, meliputi sifat program CSR yang masih bersifat filantropi jangka pendek, kurangnya monitoring berkala dari pihak korporasi, dan terjadinya penurunan partisipasi warga akibat ketergantungan pada insentif program. Kesimpulannya, keberhasilan jangka panjang CSR pada bank sampah memerlukan transformasi model dari bantuan karitatif menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian ekonomi sirkular masyarakat.
Abstract:Penumpukan sampah di kawasan wisata pesisir masih menjadi permasalahan lingkungan yang serius karena berdampak terhadap kualitas ekologi, kesehatan masyarakat, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan aktivitas wisata lokal.…
kal. Pantai Marthafons yang terletak di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, merupakan salah satu kawasan wisata pesisir yang menghadapi persoalan sampah secara berulang akibat aktivitas pengunjung, limbah rumah tangga, serta sampah kiriman yang terbawa arus laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kesadaran spiritual dan etika lingkungan dalam membentuk perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah di Pantai Marthafons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci yang memahami kondisi lingkungan pantai. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi temuan, interpretasi, dan penarikanklasifikasi temuan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran spiritual mendorong sebagian masyarakat memandang pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan religius terhadap ciptaan Tuhan. Etika lingkungan juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan pantai. Namun, pengelolaan sampah masih terkendala oleh keterbatasan fasilitas, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta sampah kiriman dari arus laut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran spiritual dan etika lingkungan dapat menjadi modal sosial penting dalam memperkuat pengelolaan sampah pesisir secara berkelanjutan.
Abstract:Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan…
alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.