Abstract:Tri Hita Karana adalah filosofi Hindu Bali yang mencakup tiga hubungan utama: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan harmonis antara manusia dengan sesama manusia (Pawongan), dan hubungan harmonis…
armonis antara manusia dengan lingkungan (Palemahan). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Tri Hita Karana telah diterapkan dengan baik melalui berbagai kegiatan sekolah, yang berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang religius, peduli sosial, dan ramah lingkungan. Artikel ini memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam pendidikan karakter.
Abstract:Akses Internet pada zaman saat ini merupakan kebutuhan yang krusial, dimana Internet banyak digunakan dalam segala hal, baik untuk pekerjaan, pendidikan, bisnis, serta kebutuhan yang lainnya. Khususnya pada dunia pendidikan,…
kan, peranan konektivitas internet memegang peranan penting, dimana pada saat ini kegiatan belajar dan mengajar dilakukan dengan bantuan konektivitas internet. Atas dasar tersebut, keberadaan akses internet pada kampus merupakan hal yang wajib. Namun, kualitas koneksi internet pada kampus dipengaruhi oleh banyak faktor, khususnya pada pengaturan lalu lintas internet. Tanpa pengaturan yang sesuai dengan kebutuhan, maka kualitas koneksi internet dapat menurun serta mengganggu aktifitas pembelajaran pada kampus.
Abstract:Kehidupan dewasa di era modern menuntut manusia untuk bersaing dalam memenuhi berbagai kebutuhan fisik, psikis, emosional, material, dan spiritual. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami tekanan…
kanan jiwa berupa stres. Stres merupakan hal yang melekat dalam kehidupan manusia tanpa memandang usia, kekayaan, jabatan, atau kesalehan seseorang. Stress merupakan peristiwa atau tuntutan internal atau eksternal yang melebihi kapasitas adaptif manusia baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menguatkan religiusitas dapat menjadi strategi efektif dalam mengelola stres akademik. Dalam konteks ini, regulasi emosi yang baik dan kedekatan dengan agama dapat membantu individu menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai dalam konteks Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang…
ang bersifat deskriptif, dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang perilaku dan persepsi pegawai terkait dengan kinerjanya. Teknik pengumpulan data yang diterapkan mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tasikmalaya dinilai memadai dan mencerminkan komitmen terhadap kualitas, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan, dan komunikasi yang baik. Pegawai menunjukkan kepatuhan terhadap standar dan prosedur kerja, tingkat akurasi yang tinggi, efisiensi, dan inovasi dalam pekerjaan, disamping telah memiliki manajemen waktu yang baik, konsistensi dalam memenuhi tenggat waktu, serta respons yang cepat terhadap tenggat waktu yang mendesak. Selain itu telah memiliki kemampuan teknis yang relevan, fleksibilitas dalam belajar dan beradaptasi, serta keterampilan komunikasi yang baik. Secara keseluruhan, kinerja pegawai tersebut dianggap penting untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan organisasi.
Abstract:ini menganalisis dampak fasilitas pelayanan dan keamanan di bandara terhadap tingkat kepuasan pelanggan, mengingat peran strategis bandara sebagai pintu gerbang utama bagi suatu daerah atau negara. Bandara tidak hanya berfungsi…
rfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai titik pertama dan terakhir yang berinteraksi dengan pelanggan, sehingga kualitas pelayanan dan keamanan yang ditawarkan sangat mempengaruhi persepsi pelanggan. Melalui metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai teori yang relevan serta hubungan antara berbagai variabel yang menjadi fokus kajian. Analisis literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana fasilitas dasar, keamanan, dan fasilitas pendukung di bandara mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas dasar seperti ruang tunggu yang nyaman, area check-in yang efisien, dan petunjuk arah yang jelas memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Keamanan juga merupakan faktor krusial; keberadaan perangkat keamanan seperti X-ray, detektor logam, dan personel keamanan yang terlatih menambah rasa aman bagi pelanggan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, dan akses bagi penyandang disabilitas juga memainkan peran penting. Faktor keamanan juga mencakup prosedur dan kebijakan yang diterapkan untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks, bandara harus dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai, keamanan yang terjamin, dan fasilitas pendukung yang sesuai. Meskipun tidak ada bandara di dunia yang mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan, peningkatan terus-menerus terhadap fasilitas dan layanan merupakan kunci dalam upaya memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus berkembang. Hal ini mencakup investasi dalam teknologi baru, peningkatan kualitas layanan, dan pelatihan berkelanjutan bagi staf bandara.
Abstract:Keunggulan kompetitif berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan jangka panjang suatu organisasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Artikel ini menguraikan konsep keunggulan kompetitif berkelanjutan, dengan fokus pada…
ada Resource Based View (RBV) yang menekankan peran sumber daya manusia (SDM) sebagai elemen kunci. RBV menyoroti nilai, kelangkaan, ketidakmampuan untuk ditiru, dan ketidakutuhan substitusi sebagai indikator keunggulan kompetitif. Keberlanjutan keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui inovasi, keunggulan ekonomi, dan ketidakmampuan pesaing untuk meniru strategi. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menjadi fokus strategis dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Praktik MSDM, seperti keamanan pekerjaan, seleksi karyawan, pembentukan tim mandiri, pelatihan ekstensif, dan pengurangan perbedaan status, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Perusahaan perlu mengembangkan, melibatkan, dan memanfaatkan sumber daya manusia secara efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif yang bersifat jangka panjang. Melalui penerapan MSDM, organisasi dapat menciptakan tim yang memiliki keterampilan kritis dalam teknologi tertentu, menjadi sumber potensial bagi keunggulan kompetitif. Keseluruhan, artikel ini menyajikan wawasan komprehensif tentang peran MSDM dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan dan mengatasi tantangan di pasar yang dinamis
Abstract:Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajar di pendidikan vokasi terhadap kompetensi lulusan di industri penerbangan Indonesia, serta membandingkannya dengan pendidikan…
non-vokasi. Fokus utama adalah untuk menilai sejauh mana elemen-elemen tersebut berkontribusi terhadap kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri. Kajian pustaka digunakan sebagai metode penelitian dengan analisis mendalam terhadap teori serta kepustakaan yang berkaitan. Pada penelitian ini hasilnya ditunjukkan bahwa kurikulum yang adaptif, fasilitas yang memadai, dan kualitas pengajar yang tinggi berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Pendidikan vokasi yang mengutamakan pendekatan berbasis praktik mampu menjembatani kesenjangan keterampilan antara pendidikan dan industri, berbeda dengan pendidikan non-vokasi yang cenderung lebih teoritis
Abstract:Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur untuk menyelidiki penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di industri konstruksi di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2024. Penelitian…
elitian ini bersumber dari jurnal dan artikel berbahasa Indonesia yang diambil dari Google Scholar, dengan memilih dan menganalisis 10 studi yang relevan. Temuan ini menyoroti faktor-faktor utama yang mempengaruhi implementasi OHSMS, termasuk kepatuhan terhadap standar keselamatan, identifikasi dan pencegahan risiko, pelatihan dan kesadaran, budaya keselamatan, tantangan implementasi, evaluasi peningkatan berkelanjutan, peran teknologi, beban kerja, dan pengaruh pemerintah. Faktor-faktor ini menggarisbawahi kompleksitas dan pentingnya mengelola kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan konstruksi. Studi ini menekankan pentingnya menerjemahkan kebijakan ke dalam praktik yang efektif dan menumbuhkan budaya keselamatan yang kuat di semua tingkat organisasi.
Abstract:Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SMK3…
K3 melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh yang signfikan terhadap Kinerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan, mengurangi tingkat absensi dan turnover, serta mendorong kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. SMK3 membentuk budaya keselamatan yang kuat, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kinerja individu dan organisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjabarkan bagaimana pelaksanaan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada program sekolah penggerak di SMPN 11 Kota Serang mulai dari proses, kurikulum yang digunakan,…
n, strategi, penyesuaian materi, produk, faktor pendukung dan penghambat serta evaluasinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 (tiga belas) orang terdiri dari tiga guru penggerak di SMPN 11 Kota Serang (yakni Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum yang juga merupakan guru mapel dan guru mapel), empat guru mapel dan enam orang peserta didik. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dan empat teknik analisis data yaitu reduksi data, pengumpulan data, dokumentasi dan penyajian data. Terdapat tiga triangulasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan informan SMP Negeri 11 Kota Serang mengungkapkan bahwa sekolah sudah menerapkan pendekatan pembelajaran yang di harapkan dalam kurikulum merdeka dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Ini menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan tujuan dari kurikulum merdeka, yaitu memfasilitasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda, dan pembelajaran yang berpusat membuat peserta didik lebih aktif dibanding pendidik dalam proses pembelajarannya, salah satunya dengan di adakannya Profil pelajar Pancasila.