Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di MAN 2 Karawang melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara yang mendalam dengan…
an Guru BK sebagaimana ditampilkan dalam video dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di MAN 2 Karawang telah dilaksanakan secara sistematis melalui empat komponen layanan, yaitu layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem. Dukungan utama diperoleh dari kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, dan pimpinan sekolah, serta adanya kepercayaan siswa terhadap guru BK. Namun demikian, penelitian juga menemukan tantangan berupa rasio guru BK dengan jumlah siswa yang tidak seimbang, keterbatasan waktu karena tugas ganda, serta adanya kecenderungan siswa untuk mencari alternatif konseling kepada guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Analisis menunjukkan bahwa praktik layanan BK di MAN 2 Karawang relatif selaras dengan teori layanan BK komprehensif, meskipun terdapat kesenjangan pada aspek sumber daya dan beban kerja. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan kelembagaan dan sinergi antar guru untuk mewujudkan layanan BK yang optimal di sekolah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi resiprositas budaya mappaenre’ bola mengenai hubungan budaya masyarakat, untuk menjabarkan penerapan hubungan sosio- kultural dalam budaya mappenre’ bola dan untuk mengelaborasikan…
gelaborasikan fungsi dan nilai budaya mappaenre’ bola dalam menjaga sosio- kultural dan hubungan resiprositas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahap yaitu mengkaji teori, reduksi data, dan penyusunan data. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiprositas dalam budaya mappaenre’ bola terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara masyarakat karena karena saling memberi dan menerima merupakan bagian dari praktik budaya yang diterima secara sosial. Budaya mappaenre’ bola terdapat penerapan hubungan sosio-kultural di dalamnya yang dapat memperkuat hubungan antara warga masyarakat desa Mario serta memberikan manfaat besar bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Fungsi dan nilai budaya yang penting dalam menjaga sosio-kultural dan hubungan resipositas masyarakat dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, dengan mempertahankan nilai-nilai budaya di masyarakat akan memperkuat jati diri sebuah bangsa serta meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok, dalam menjaga fungsi dan nilai budaya sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di Leveine Aesthetic Clinic Surabaya. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, kepuasan pelanggan menjadi salah satu…
tu faktor kunci yang menentukan keberhasilan suatu klinik estetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung kepada pelanggan dan staf klinik.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi Leveine Aesthetic Clinic Surabaya dalam upaya mengembangkan strategi layanan yang lebih optimal untuk mencapai kepuasan pelanggan yang maksimal
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan yang disusun melalui Sistem Informasi Penataan Kelembagaan dan Analisis Jabatan (SI-PKJ) pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah…
ah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SI-PKJ telah dimanfaatkan dalam proses penyusunan peta jabatan dan pemetaan beban kerja, namun implementasinya belum berjalan secara optimal. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi antara lain adalah: (1) keterbatasan pemahaman operator dalam menyusun uraian tugas yang belum sepenuhnya selaras dengan tugas dan fungsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur mengenai Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja masing-masing perangkat daerah; (2) metode penentuan volume kerja yang seharusnya didasarkan pada rata-rata beban kerja tiga tahun terakhir, namun dalam praktiknya masih mengacu pada jumlah pegawai yang tersedia, sehingga terjadi penyesuaian volume kerja secara artifisial untuk mencapai jumlah yang diharapkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil; serta (3) integrasi SI-PKJ dengan sistem informasi kepegawaian lainnya yang masih belum optimal.
Meskipun demikian, SI-PKJ memiliki potensi sebagai instrumen strategis dalam mendukung perencanaan formasi dan pemenuhan kebutuhan pegawai yang berbasis data. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan integrasi sistem lintas sektor, serta penyempurnaan proses perencanaan sumber daya aparatur secara menyeluruh.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pentingnya semangat kerja karyawan dalam upaya meningkatkan produktivitas di PT. Citra Terang Abadi. Semangat kerja diyakini memiliki peran krusial dalam membentuk…
tuk kinerja dan produktivitas karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam metode kualitatif, yang memanfaatkan teknik wawancara mendalam sebagai sumber data utama dengan sejumlah karyawan dan observasi. Analisis tematik mengungkapkan bahwa lingkungan kerja yang suportif, pengakuan atas kinerja, dan kesempatan pengembangan karir adalah faktor-faktor kunci yang meningkatkan semangat kerja. Karyawan dengan semangat kerja tinggi menunjukkan inisiatif lebih besar, kolaborasi yang lebih baik, dan dedikasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan humanistik dalam manajemen untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.
Abstract:Pengawasan internal memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan efektivitas tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
ngidentifikasi tantangan utama dalam pelaksanaan pengawasan internal serta merumuskan strategi penguatan yang sesuai dengan konteks lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap Inspektorat Daerah dan OPD terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah auditor bersertifikasi, sulitnya akses geografis, minimnya alokasi anggaran, dan lemahnya tindak lanjut hasil audit menjadi kendala utama dalam efektivitas pengawasan. Strategi penguatan yang direkomendasikan mencakup peningkatan kapasitas auditor, digitalisasi audit berbasis risiko, penguatan regulasi lokal, serta kolaborasi lintas lembaga. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengawasan yang adaptif dan responsif terhadap karakteristik wilayah 3T guna mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Abstract:Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau…
au serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, serta penerapan model Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program-program yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara komunal berhasil diintegrasikan dalam pelatihan, produksi, dan pemasaran produk UMKM, seperti tas noken, minyak kemiri, serta kerajinan dari biji hutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan solidaritas sosial komunitas.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pasar karena infrastruktur yang minim, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta belum optimalnya implementasi regulasi pendukung. Temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis lokal yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan SAK EMKM. Fokus penelitian…
n dilakukan pada Koperasi Putera Bahagia sebagai salah satu entitas mikro yang belum menerapkan standar akuntansi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAK EMKM secara signifikan dapat membantu koperasi dalam menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur, akurat, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi entitas UMKM lainnya dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan mereka.
Abstract:Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian konseptual (conceptual research). Penelitian konseptual adalah jenis penelitian non-empiris yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas pemahaman terhadap suatu konsep…
ep atau teori melalui kajian literatur dan analisis pemikiran para ahli, bukan melalui pengumpulan data lapangan secara langsungArtikel Ini Membahas Secara Khusus Model-Model Penelitian Kualitatif, Dengan Fokus Pada Fenomenologi, Termasuk Tujuan, Fokus Kajian, Metode Yang Digunakan, Dan Contoh Penerapannya. Selain Itu, Dibahas Pula AlatAlat Pengumpulan Data Yang Umum Digunakan Dalam Penelitian Kualitatif Seperti Wawancara, Observasi, Dan
Dokumentasi, Serta Analisis Data Yang Meliputi Naratif, Tematik, Hingga Grounded Theory Dan Etnografi. Validitas Data Dalam Penelitian Ini Dibangun Melalui Kredibilitas, Transferabilitas, Dependabilitas, Dan Konfirmabilitas. Kajian Ini Menunjukkan Bahwa Model-Model Penelitian Kualitatif Sangat Berguna Untuk Menggali Kompleksitas Sosial Yang Tidak Dapat Dijelaskan Secara Statistik, Serta Memberikan Wawasan Yang Kaya Dan Mendalam Bagi Dunia Akademik Dan Praktis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi organisasi pimpinan Dekranasda Kota Pasuruan dalam mengembangkan inovasi produk UMKM selama periode 2021–2024 dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Data dikumpulkan…
kumpulkan melalui laporan kegiatan resmi Dekranasda, wawancara mendalam, dan focus group discussion, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif dalam perencanaan dan koordinasi, pelatihan peningkatan kapasitas, promosi produk melalui pameran, penyediaan infrastruktur pameran, serta pemberian apresiasi dan penghargaan, merupakan kunci keberhasilan mendorong inovasi UMKM. Proses komunikasi ini tidak hanya sebagai pertukaran informasi, melainkan juga sebagai pengalaman bersama yang memperkuat keterikatan emosional dan komitmen pelaku UMKM, sehingga inovasi produk dapat berkembang secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran komunikasi organisasi dalam membangun sinergi dan inovasi di sektor UMKM.