Search Articles & Publications

Showing 2979 articles found for "Oleh"

Workshop Maket Sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pembuatan Maket Bagi SMKN 1 Kalipucang

Putri, Tabita Febriawaty Kartika, Pilar Abadi, Vincensius Oktsaga
Abstract: Abstract: SMKN 1 Kalipucang is one of the vocational high schools in Indonesia that offers a major in Building Information Modeling Design (DPIB). Students in the DPIB major are educated to be ready to work in terms of presenting… resenting building information visually in the form of mockups and animations. However, students at SMKN 1 Kalipucang still need information about the steps of making mockups that are in line with the standards of the real working industry. The Architecture Study Program at UKDW has an Architectural Communication Techniques class that learns about making model mockups for architectural presentations. Therefore, SMKN 1 Kalipucang in collaboration with the Architecture Study Program of UKDW held a workshop on mockup making for the 11th grade students of the DPIB Department of SMKN 1 Kalipucang so that students can develop knowledge in making mockups. This activity used a training method that began with an explanation and continued with a workshop held in groups. From the workshop, 100% of students were able to make a simple building mockup in a limited time. Keywords: Building mockup; vocational high school; workshop   Abstrak: SMKN 1 Kalipucang merupakan salah satu SMK di Indonesia yang menawarkan jurusan Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB). Siswa pada jurusan DPIB dididik agar siap untuk bekerja dalam hal menyajikan informasi bangunan secara visual dalam bentuk maket maupun animasi. Namun demikian, siswa di SMKN 1 Kalipucang masih membutuhkan informasi tentang langkah-langkah pembuatan maket yang sesuai dengan standar dunia kerja. Program Studi Arsitektur UKDW memiliki kelas Teknik Komunikasi Arsitektur yang mengajarkan tentang salah satunya pembuatan maket model dalam presentasi arsitektur. Oleh karena itu, SMKN 1 Kalipucang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur UKDW mengadakan workshop pembuatan maket bagi siswa Kelas XI Jurusan DPIB SMKN 1 Kalipucang agar siswa dapat mengembangkan ilmu dalam membuat maket. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan dengan penyuluhan dan workshop secara berkelompok. Dari workshop yang telah dilakukan, 100% siswa mampu untuk membuat maket bangunan sederhana dalam waktu yang terbatas. Kata kunci: Maket bangunan; SMK; workshop  

Penerapan Teknologi Composting Ember Tumpuk Dan Digital Marketing UMKM Pada RT. 38 Kelurahan Teritip

Musfirah Khairiyah, Nurul, Apriani, Endang Sri, Handa Sari, Dessy, Lulu Agustin, Kety, Rahmawati, Patria, Zulkifli, Zulkifli
Abstract: Based on the results of initial observations, two main problems faced by the target community were found, namely the high volume of unmanaged kitchen waste and the lack of digital marketing knowledge in household businesses.… ses. These problems were brought to be analyzed in order to determine the form of problem-solving. The results of the analysis of the observation of this activity were that the organizers provided training in managing organic waste from household activities and training related to digital marketing. This training was practiced directly and provided with adequate equipment as a form of facilitating the community's steps. The training also provided digital marketing material by credible speakers and continued with direct practice. This activity increased knowledge and skills, and the community became empowered to implement sustainable solutions that were beneficial for their households and the wider community. The importance of waste management is how the waste is processed into useful compost so that every daily cooking activity in residents' homes does not have an impact on waste accumulation. Meanwhile, the delivery of digital marketing materials provides references to applications and sites that can be used to expand the network of businesses run by residents. By integrating this strategy, residents can not only improve their living conditions but also make a positive contribution to the ecosystem in the community. Keywords: waste management; digital marketing; UMKM   Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan dua permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sasaran, yaitu tingginya volume sampah dapur yang tidak terkelola dan kurangnya pengetahuan pemasaran digital dalam usaha rumah tangga. Permasalahan ini dibawa untuk dianalisis guna mengetahui bentuk penyelesaian masalah. Hasil analisis dari observasi kegiatan ini adalah penyelenggara memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik dari kegiatan rumah tangga dan pelatihan terkait pemasaran digital. Pelatihan ini dipraktikkan secara langsung dan diberikan perlengkapan yang memadai sebagai bentuk kemudahan langkah masyarakat. Pelatihan juga disampaikan materi pemasaran digital oleh narasumber yang kredibel dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Kegiatan ini menambah pengetahuan dan keterampilan serta masyarakat menjadi berdaya untuk menerapkan solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi rumah tangganya maupun masyarakat luas. Pentingnya pengelolaan sampah adalah bagaimana sampah tersebut diolah menjadi kompos yang bermanfaat sehingga setiap kegiatan memasak sehari-hari di rumah warga tidak berdampak pada penumpukan sampah. Sedangkan penyampaian materi pemasaran digital memberikan referensi aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan usaha yang dijalankan warga. Dengan mengintegrasikan strategi ini, warga tidak hanya dapat meningkatkan kondisi kehidupan mereka tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem di masyarakat. Kata kunci: pengelolaan sampah; digital marketing; UMKM

Penguatan Kader Dan Guru Paud Dalam Edukasi Gizi Cegah Stunting di Wilayah Puskesmas Prambon

Aulia, Salma Shafrina, Nurjanah, Hanna, Utami, Fista, Dewi, Novianti Tysmala, Sholakhuddin, Ahmad, Andini, Novias Kemala
Abstract: Child stunting remains a significant public health concern, partly attributed to the suboptimal role of community health cadres and early childhood education teachers in delivering nutrition education. Inadequate training… g and various challenges in community engagement have limited the effectiveness of stunting prevention efforts. This outreach program aimed to improve the knowledge of posyandu (community health post) cadres and early childhood education (PAUD) teachers on stunting prevention and the importance of balanced nutrition to support child development. A total of 63 participants, including 50 posyandu cadres and 13 PAUD teachers, attended the activity, which included interactive lectures, discussions, and pre- and post-tests. The materials covered exclusive breastfeeding, balanced complementary feeding (MPASI), and regular monitoring of child growth and development. The results showed a significant increase in participants’ understanding, particularly regarding the impact of stunting and monitoring of child growth and development. Nutrition education proved effective in enhancing the capacity of cadres and teachers as strategic partners at the community level. It is recommended that regular follow-up training with practical approaches, such as menu planning and supplementary feeding management, be conducted to ensure program sustainability. Keywords: child development; community health post cadres ; early childhood teachers; nutrition education; stunting prevention   Abstrak: Stunting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya peran kader dan guru PAUD dalam edukasi gizi. Minimnya pelatihan serta kendala saat mendampingi masyarakat membuat upaya pencegahan stunting belum maksimal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan guru PAUD mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebanyak 63 peserta terdiri atas 50 kader posyandu dan 13 guru PAUD mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi ASI eksklusif, pemberian MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama terkait dampak stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak. Edukasi gizi terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader dan guru sebagai mitra strategis di tingkat komunitas. Disarankan agar pelatihan lanjutan dengan pendekatan aplikatif seperti penyusunan menu dan pengelolaan PMT dilakukan secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program. Kata kunci: tumbuh kembang anak; posyandu; guru PAUD; edukasi gizi; kader posyandu; pencegahan stunting

Pelatihan Penguatan Karakter Siswa Melalui Program Kreatif-Edukatif Di SMPN 3 Slahung Ponorogo

Prayogo, Tonny Ilham, Utama, Arya Bakti, Mahira Ks, Muhammad Izza, Mafaza, Ibrahim Putra
Abstract: SMPN 3 Slahung Ponorogo has been facing major challenges in character implementation, especially regarding integrating moral values with interesting learning methods for students. The continuous loss of innovation in character… racter learning approaches can lead to a lack of effectiveness in the formation of students' personalities to think logically, critically and innovatively. Therefore, the implementation of creative-educative programmes as an effort to strengthen students' character through innovative and enjoyable activities. This study aims to analyse the effectiveness of the creative-educative program in strengthening student character at SMPN 3 Slahung, Ponorogo. The research method employed is qualitative research with a post-positivism paradigm on students. The approach in this research employs an interpersonal approach to be able to meet face-to-face directly with students. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation to obtain an in-depth description of the implementation of the programme. The findings of this study show that the creative-educative program at SMPN 3 Slahung, Ponorogo is able to significantly improve students' discipline, responsibility and literacy attitude to be able to internalise moral values, especially in the fields of fiqh and tahfidz al-Qur'an. This confirms that the creative-educative approach can be an effective model for character learning in junior secondary schools.    Keywords: character; creative-educative; educational technology; student training   Abstrak: SMPN 3 Slahung Ponorogo menghadapi tantangan utama dalam penerapan karakter, terutama terkait mengintegrasikan nilai-nilai moral dengan metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. Kurangnya inovasi dalam pendekatan pembelajaran karakter dapat menyebabkan kurangnya efektivitas dalam pembentukan kepribadian siswa untuk berpikir secara logis, kritis dan inovatif. Oleh karena itu, penerapan program kreatif-edukatif sebagai upaya untuk memperkuat karakter siswa melalui kegiatan yang inovatif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program kreatif-edukatif dalam penguatan karakter siswa di SMPN 3 Slahung, Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan paradigma post-positivisme pada siswa. Adapun pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan interpersonal untuk dapat bertatap muka secara langsung bersama siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mendalam mengenai implementasi program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program kreatif-edukatif di SMPN 3 Slahung, Ponorogo mampu meningkatkan disiplin,tanggung jawab dan sikap berliterasi siswa secara signifikan untuk dapat menginternalisasi nilai-nilai moral khususnya bidang fiqh dan tahfidz al-Qur’an. Kata kunci: karakter; kreatif-edukatif; teknologi pendidikan; pelatihan siswa

Making Use of Flashcards In Teaching English Vocabulary In Southern Region of Sumatera

Iman, Jaya Nur
Abstract: Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,… , mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants. Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners    Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta. Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda

Pendampingan Umkm Arifin Snack Pati Dalam Pembuatan SPP-IRT

Firdaus, Firdaus, Jumai, A.M, Sitti Nurrahmah, Wa Ode, Roby Jatmiko, M., Sulistiyaningsih, Sri, Proborini, Ellen, Effendi, Meizar
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the local economy but often face challenges in legality and product standardization. One of the essential requirements for food-related MSMEs is the Home… e Industry Food Production Certificate (SPP-IRT) as a guarantee of food safety. This community service activity aims to assist Arifin Snack MSME in Pati in obtaining the SPP-IRT certification to comply with applicable regulations. The methods used include socialization, administrative assistance, and guidance in fulfilling technical requirements and laboratory testing. The results indicate that Arifin Snack MSME successfully understood the licensing procedures and met the requirements set by the relevant authorities, enabling them to obtain the SPP-IRT. With this certification, it is expected that Arifin Snack MSME can enhance consumer trust and expand its market reach.   Keywords:  assistance; business legality; food safety; MSME; SPP-IRT    Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, namun seringkali menghadapi kendala dalam legalitas dan standarisasi produk. Salah satu persyaratan penting bagi UMKM makanan adalah Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bentuk jaminan keamanan pangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Arifin Snack di Pati dalam proses pembuatan SPP-IRT agar dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pendampingan administrasi, serta asistensi dalam pemenuhan persyaratan teknis dan uji laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM Arifin Snack berhasil memahami prosedur perizinan serta memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dinas terkait, sehingga dapat memperoleh SPP-IRT. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan UMKM Arifin Snack dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Kata kunci:  keamanan pangan; legalitas usaha; pendampingan; SPP-IRT; UMKM  

Sosialisasi Pencegahan Cybercrime Untuk Guru SD Negeri 132408 di Tanjung Balai Selatan

Maulina Azmi, Sri Rezki, Siagian, Yessica, Kurniawan, Reza
Abstract: The advanced innovation has essentially expanded the danger of cybercrime, driving to issues such as personality robbery, work misfortune, and disturbances to basic framework. In the interim, cybercriminals proceed to create… eate modern procedures and methodologies in committing their criminal acts. The reason to depict the degree of cybercrime dangers in Indonesia. Common cyber dangers in Indonesia incorporate malware assaults, refusal of benefit (DoS), dispersed refusal of benefit (DDoS), and phishing. These dangers are frequently exacerbated by a need of mindfulness and instruction almost cybersecurity and constrained requirement of cybercrime laws. In conclusion, cybercrime dangers in Indonesia are right now considered genuine and profoundly unsafe due to their potential to make national issues. The action was carried out through the arrangement of socialization counseling with address and discourse strategies, as well as address and reply with members. Accommodation of fabric within the frame of control point slides that are displayed amid the action and conveyed to instructors as members . Therefore, it is crucial to recognize the importance of understanding these issues cybercrime anticipation socialization has to be passed on to the educator SD Negeri 132408 di Tanjungbalai Selatan. With this preparing, it is trusted that they can gotten to be web clients who can maintain a strategic distance from the potential to ended up culprits or casualties of cyber wrongdoings.  Keywords: cybercrime; socialization; prevention    Abstrak: Pengembangan teknologi digital telah secara signifikan meningkatkan risiko cybercrime karena mempengaruhi pencurian identitas, kehilangan tempat kerja, dan infrastruktur kritis. Sementara itu, pelaku cybercrime terus mengembangkan teknologi dan strategi baru untuk inspeksi perilaku kriminal. Ini dilakukan dengan memeriksa dan menganalisis literatur dalam kaitannya dengan dengan cybercrime di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa publikasi teknologi dari di Indonesia telah mengambil ancaman terbaru dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Penulis menyimpulkan bahwa cybercrime di Indonesia diklasifikasikan sebagai serius (sangat berbahaya) karena dapat menyebabkan masalah nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, serta bertanya jawab bersama peserta. Bentuk dalam penyampaian materi yaitu slide powerpoint yang dipaparkan dan di edarkan pada saat kegiatan berlangsung.  Oleh karena itu, pemahaman mengenai sosialisasi pencegahan cybercrime sangat penting untuk disampaikan kepada para guru di SD Negeri 132408, Tanjungbalai Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka dapat menjadi pengguna internet yang lebih bijak dan mampu menghindari risiko sebagai pelaku maupun korban kejahatan cybercrime. Kata kunci: cybercrime; sosialisasi; pencegahan

Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Jurusan Tata Boga tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP)

Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih, Rasmada, Sada, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Wulandari, Agnes Maharani Puji, Dampang, Damelya Patricksia, Miensugandhi, Aloysius Prima
Abstract: Food Additives (BTP) are materials added to food to affect the taste, color, aroma, shape and properties of a food product, as well as maintain or improve nutritional value, inhibit food damage, maintain food freshness,… improve food appearance. Vocational high school students majoring in culinary arts often use BTP for food products. This activity aims to improve students' knowledge about BTP at SMKN 33 Jakarta. The theme raised is ACETATE: Observe Carefully Food Additives that are Safe for the Body. The number of participants involved was 56 students. The series of activities began with a pretest, presentation of materials, discussion, games and posttest. The materials provided include; session 1: understanding and types of BTP, session 2: BTP that is safe to use and dangerous, session 3: characteristics of foods that use dangerous BTP and the impact of BTP on the body. The method used was counseling using powerpoint. The results of student knowledge before and after participating increased in the good category by 78.6%. It was seen that 41 students had an increase in knowledge scores on the posttest. Keywords: Food additives; nutrition education; adolescent    Abstrak: Jurusan tata boga merupakan salah satu jurusan SMK yang saat ini mulai berkembang sesuai dengan kebutuhan dan minat. Siswa SMK jurusan tata boga sering mempergunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) untuk membuat produk makanannya. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan diskusi dengan guru SMKN 33, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum terpapar banyak mengenai BTP alami dan sintesis, serta belum terbiasa membaca label pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan siswa tentang BTP di SMKN 33 Jakarta. Jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 56 siswa. Adapun rangkaian kegiatan dimulai dengan pretest, pemaparan materi dengan ceramah, lalu dilanjutkan dengan diskusi, games dan posttest. Materi mencakup pengertian dan jenis BTP, BTP yang aman dan berbahaya, ciri makanan dengan BTP berbahaya, serta dampaknya bagi tubuh. Media yang digunakan dengan penyuluhan menggunakan powerpoint. Hasil yang diperoleh yaitu sebelum edukasi, sebanyak 25% siswa berada pada kategori pengetahuan baik, dan setelah edukasi, jumlah tersebut meningkat menjadi 78,6%. Selain itu, 41 siswa mengalami peningkatan nilai pengetahuan pada saat posttest. Kata kunci: Bahan tambahan pangan; edukasi gizi; remaja

Pelatihan Manajemen Keuangan Dalam Meningkatkan Daya Saing Serta Keberlanjutan Bisnis UMKM di Desa Burai

Purnamasari, Endah Dewi, Aziatul, Reny, Asharie, Asmawati
Abstract: Abstract: Burai Village in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, has significant potential in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, particularly in the creative industry, culinary arts, and handicrafts. However,… wever, MSMEs in this village face various challenges, especially in financial management, such as unstructured bookkeeping, low financial literacy, and limited access to formal capital. This community service program aims to enhance MSME actors’ understanding of the importance of sound financial management and the use of technology in managing their finances. The program was implemented in three stages: preparation (survey and material development), implementation (socialization and training), and evaluation to ensure participants' understanding and application of financial management practices. The training results showed a significant improvement in MSME actors' knowledge of financial recording, separation of personal and business finances, and the use of digital tools such as Sepran accounting apps and e-wallets. MSME actors also began preparing more structured financial reports to facilitate access to funding. This program successfully improved the competitiveness and sustainability of MSMEs in Burai Village. Keywords: financial management; UMKM; digital technology   Abstrak: Desa Burai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki potensi besar dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan. Namun, UMKM di desa ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan yang tidak terstruktur, rendahnya literasi keuangan, serta kesulitan dalam mengakses permodalan formal. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya manajemen keuangan yang baik dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan mereka. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survey dan penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan), serta evaluasi  untuk memastikan pemahaman dan implementasi pengelolaan keuangan oleh pelaku UMKM di Desa Burai Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pencatatan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi akuntansi sepran dan e-wallet. Pelaku UMKM juga mulai mempersiapkan laporan keuangan yang lebih terstruktur untuk mempermudah akses modal. Program ini berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis UMKM di Desa Burai. Kata kunci: manajemen keuangan; UMKM; teknologi digital

Edukasi Keamanan Digital Untuk Melindungi Data Pribadi Pada Siswa MA Al Washliyah Kisaran

Sinuraya, Khairul Abdi, M, Yori Apridonal, Nurhasanah, Nurhasanah
Abstract: In the ever-evolving digital era, technological advancements have affected  various aspects of life, including data security. Personal data protection has been crucial, especially for students who actively use the internet… net and they are vulnerable to cyber threats. However, many students at MA Al Washliyah Kisaran are not fully aware of the digital security risks and the importance of their personal information protection. Therefore, an educational activity was conducted to enhance students’ understanding and skills in maintaining digital security. The methods used in this program were socializing and educating about digital threats such as phishing, data breaches, and social media security. This avticity aims to raise awareness and encourage responsible internet usage among students. Through this activity, students are expected to have better understanding of digital threats and the preventive measures needed to protect their personal data. Keywords: digital security; personal data protection; MA Al washliyah kisaran    Abstrak: Di era digital yang terus berkembang, kemajuan teknologi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk keamanan data.  Perlindungan data pribadi menjadi sangat penting, terutama bagi siswa yang aktif menggunakan internet dan mudah terkena ancaman siber. Namun, banyak siswa di MA Al Washliyah Kisaran yang belum sepenuhnya menyadari risiko keamanan digital serta pentingnya melindungi informasi pribadi mereka. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menjaga keamanan digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai ancaman digital seperi phishing, kebocoran data, dan keamanan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong penggunaan internet secara bijak di kalangan siswa. Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat lebih memahami potensi ancaman digital serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi data pribadi mereka. Kata kunci: keamanan digital; perlindungan data pribadi; MA Al washliyah kisaran