Abstract:Abstract: Food is the most important foodstuff needed by humans, in addition to consumption, the production of food crops can also be used as a source of business in the economy. This study aims to predict the production…
of food crops in the Agriculture Office of Asahan Regency. Based on data on food crop production from 2012 to 2019 at the Asahan District Agriculture Office experienced ups and downs, food crop production sometimes does not meet the consumption of people in Asahan Regency (devisit) and sometimes overproduction (surplus). So far, the Agriculture Office of Asahan Regency has predicted the production of food crops only with estimates so that the results are not accurate. Based on these problems, a proper forecasting system is needed so that it is able to predict the production rate of food crops quickly and accurately. Applications are built using Visual Basic Net 2010 and MySQL databases and use the Single Moving Average method. The results of this study can help the Agriculture Office of Asahan Regency in predicting the amount of food crop production in the next period according to the needs.
Keywords : Forecasting, Production, Food Crops, Single Moving Average
Abstrak: Pangan merupakan bahan makanan paling utama yang di butuhkan oleh manusia, selain untuk dikomsumsi, hasil produksi dari tanamana pangan juga dapat dijadikan sebagai sumber usaha dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi produksi tanaman pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Berdasarkan data produksi tanaman pangan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2019 pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan mengalami naik turun, produksi tanaman pangan terkadang tidak memenuhi konsumsi masyarakat di Kabupaten Asahan (devisit) dan terkadang kelebihan produksi (surplus). Selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Asahan melakukan prediksi produksi tanaman pangan hanya dengan perkiraaan-perkiraan saja sehingga hasilnya tidak akurat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sistem peramalan yang tepat sehingga mampu meramalkan tingkat produksi tanaman pangan dengan cepat dan akurat. Aplikasi dibangun menggunakan Visual Basic Net 2010 dan database MySQL serta menggunakan metode Single Moving Average. Hasil dari penelitian ini dapat membantu Dinas Pertanian Kabupaten Asahan dalam memprediksi jumlah produksi tanaman pangan pada periode berikutnya sesuai dengan kebutuhan.
Kata Kunci : Peramalan, Produksi, Tanaman Pangan, Single Moving Average
Abstract:Abstract : This study aims to determine thecrime rate in motorbike theft cases using the programmeing langiage PHP and MySQL as a database and the application of the Exponential Smoothing method to determine the crime rate…
te of motorcycle theft that occurs in the city of Tanjung Balai for the next period. The data used in this study is motorcycle theft report data from 2018 to 2019 wich was obtained from the Tanjung Balai Police. The benefits of this research can be used by the Tanjung Balai police to determine the extent of the motorcycle theft crime that will occur in a shorter, easier and more accurate manner so that it can take optimal prevention. With the Exponential Smoothing method the alpha value will be searched randomly to find an alpha value that was a minimum error value calculated using Means Absolute Percetage Error (MAPE). Then the prediction results that have an alphan with a minimum error are the best of recommended as a prediction result for the next period. Based on this research, the prediction results obtained from the prediction of the number of motorcycle theft cases the occurred in the city of Tanjung Balai in 2020 were 12 units with an MAPE error value of 0,153%.
Keyword : Exponential Smoothing, Theft, Motorcycle, Forecasting
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kriminalitas kasus pencurian sepeda motor dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis data serta penerapan metode Exponential Smoothing untuk menentukan tingkat kriminalitas pencurian sepeda motor yang terjadi di kota Tanjung Balai untuk periode berikutnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan pencurian sepeda motor dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 yang diperoleh dari POLRES Tanjung Balai. Manfaat dari penelitian ini dapat digunakan oleh kepolisian Tanjung Balai untuk menentukan seberapa besar tindak kriminalitas pencurian sepeda motor yang akan terjadi secara lebih singkat, mudah dan akurat sehingga dapat melakukan pencegahan yang optimal. Dengan metode Exponential Smoothing akan dicari nilai alpha secara acak sampai menemukan nilai alpha yang memiliki nilai error yang minimum yang dihitung menggunakan Means Absolute Percetage Error (MAPE). Maka hasil prediksi yang memiliki alpha dengan error minimumlah yang paling baik atau direkomendasikan sebagai hasil prediksi untuk periode selanjutnya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil prediksi peramalan jumlah kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kota Tanjung Balai tahun 2020 adalah 12 unit dengan nilai error MAPE sebesar 0,153%.
Kata Kunci : Exponential Smoothing, Pencurian, Sepeda Motor, Forecasting
Abstract:Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble…
determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.
Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.
Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.
Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan Pencurian.
Abstract:Abstract: PT. Mitra Zetta Ugraha Lestari is a company engaged in the contractor and developer sector. Company goal to create quality housing with high quality and use value that gives satisfaction to consumers. This study…
y uses the weighted product method. Some of the factors used as measurement tools are density in the population area, land heigh, distance between main roads, distance from shopping centers and market, distance betwen education or school place. The programming language used in this study are visual basic net 2010 and mysql data base
Keywords: Decision support system, weighted product method, housing.
Abstrak: PT. Mitra Zetta Ugraha Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang Kontraktor dan Developer. Tujuan perusahaan Mewujudkan perumahan yang berkualitas dan memiliki nilai jualiyang tinggi serta nilai pakaiiyang memberikan kepuasan pada konsumen. Penelitian ini menggunakan metode weighted product. Beberapa faktor yang menjadi alat ukur adalah kepadatanidi area penduduk, ketinggihanitanah, jarak antara jalaniutama, ijarak dengan sentral perbelanjaan/pasar, ijarak antara tempat pendidikan disekolah. Bahasa pemograman yang digunakan pada penelitian ini yaitu Visual Basic NET (VB.NET) 2010 dan MYSQL.
Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, metode weighted product, perumahan.
Abstract:Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program…
was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values.
Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia.
Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines
Abstract:Abstrak: Digital reports are technology-based reporting systems that function to record, process, and present information on students’ learning progress in a structured and real-time manner. This study aims to analyze the…
the implementation of digital reports in improving the quality of educational services at the Bright Education tutoring institution in Kisaran. The method used is a descriptive approach by examining the utilization of digital systems in the students’ academic reporting process. The results of the study indicate that the use of digital reports is able to enhance transparency, administrative efficiency, and learning effectiveness. Through this system, data such as attendance, practice scores, evaluation results, and students’ learning progress can be well documented and accessed by various parties, including administrators, tutors, students, and parents. The implementation of the program at Bright Education Tutoring Institution has shown positive results and provided a significant impact on improving the quality of educational services. After the implementation of mentoring programs and the utilization of digital reports, the institution experienced improvements in academic data management, learning administration, and monitoring of student development in a more effective and structured manner. The activities carried out at Bright Education Tutoring Institution have successfully supported the transformation of educational administration toward a more modern, effective, and efficient system, thereby improving the quality of educational services within the tutoring environment. The activities carried out at Bright Education Tutoring successfully supported the transformation of educational administration into a more modern, effective, and efficient system through the implementation of digital reports. This innovation improved service quality, transparency, and students’ learning outcomes sustainably.
Kata kunci: tutoring institution; digital report; information System
Abstract: Digital report merupakan sistem pelaporan berbasis teknologi yang berfungsi untuk merekam, mengolah, dan menyajikan informasi perkembangan belajar siswa secara terstruktur dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digital report dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan pada lembaga bimbingan belajar Bright Education Kisaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mengkaji pemanfaatan sistem digital dalam proses pelaporan akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital report mampu meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, serta efektivitas pembelajaran. Melalui sistem ini, data seperti kehadiran, nilai latihan, hasil evaluasi, dan progres pemahaman siswa dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh berbagai pihak, termasuk pengelola, tutor, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education menunjukkan hasil yang positif dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. Setelah diterapkannya program pendampingan dan pemanfaatan digital report, mitra mengalami peningkatan dalam pengelolaan data akademik, administrasi pembelajaran, serta monitoring perkembangan siswa secara lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education berhasil mendukung transformasi administrasi pendidikan menjadi lebih modern, efektif, dan efisien melalui penerapan digital report. Inovasi ini meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan hasil belajar siswa secara berkelanjutan.
Keywords: bimbingan belajar; rapor digital; sistem informasi
Abstract:Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.…
ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy.
Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management
Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga.
Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah
Abstract:Abstract: This Community Service Program was carries out at SMK Mambaul Ulum to motivated by the limited digital competence of teachers, who have primarily used information technology for administrative tasks, thereby hindering…
ndering the integration of environmental values into learning. The objective of this community service (PKM) activity is to enhance teachers' digital competence through education and training on the utilization of belajar.id accounts, Canva for Education, Interactive PowerPoint, and Google Classroom, focusing on developing environment-oriented media (green education). The implementation method consists of four stages: preparation, execution (workshops and hands-on training), intensive mentoring, and evaluation. The results indicate a significant increase in teachers' digital competence, with average understanding scores rising from 45% to 85%. The most dramatic improvement was observed in the optimization of belajar.id accounts, reaching 90%. Quantitatively, this mentoring produced 25 digital learning media products, including environmental education posters and interactive presentations. The conclusion of this activity is that strengthening teachers' digital capacity can transform the learning paradigm into one that is more innovative, effective, and environment-based, ultimately strengthening students' environmental literacy in the digital era.
Keywords: interactive learning; information technology utilization; environmental education; belajar.id account; green education.
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Mambaul Ulum untuk mengatasi permasalahan keterbatasan kompetensi digital guru yang selama ini hanya memanfaatkan teknologi informasi untuk tugas administratif, sehingga menghambat integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan akun belajar.id, Canva for Education, PowerPoint Interaktif, dan Google Classroom dengan fokus pada pengembangan media berwawasan lingkungan (green education). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: persiapan, pelaksanaan (workshop dan hands-on training), pendampingan intensif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang signifikan, di mana rata-rata skor pemahaman meningkat dari 45% menjadi 85%. Peningkatan paling drastis terlihat pada optimalisasi akun belajar.id yang mencapai 90%. Secara kuantitatif, pendampingan ini menghasilkan 25 produk media pembelajaran digital, termasuk poster edukasi lingkungan dan presentasi interaktif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan kapasitas digital guru mampu mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih inovatif, efektif, dan berbasis nilai lingkungan, yang pada gilirannya memperkuat literasi lingkungan peserta didik di era digital.
Kata kunci: pembelajaran interaktif; pemanfaatan teknologi informasi; pendidikan lingkungan; akun belajar.id; green education.
Abstract:Abstract: The development of Artificial Intelligence (AI) technology offers substantial potential for providing interactive educational media, yet its implementation at the elementary education level is frequently impeded…
d by educators' limited digital literacy. This situation was observed at SDN 15 Padang Genting, where English language instruction remains dominated by conventional methods with minimal utilization of adaptive digital media. Therefore, this community service program aims to enhance teachers' competencies and skills in utilizing AI technology as a medium for English language learning. The implementation adopted a Capacity Building approach comprising three structured stages: initial evaluation (pre-test), hands-on practice training, and final evaluation (post-test). The training focused on introducing text and visual generative AI, along with basic prompt engineering techniques. The results demonstrated a highly significant increase in teachers' capacity; comprehension of basic AI concepts surged from 15% to 85%, and the perceived ease of using the technology rose from 20% to 85%. Furthermore, the program successfully facilitated participants in independently producing educational media, such as interactive vocabulary flashcards and bilingual short stories. The hands-on training approach proved effective in overcoming the anxiety of non-technical teachers while accelerating their creativity in designing English learning materials that are relevant and engaging for digital-generation students.
Keywords: artificial intelligence; capacity building; english language; learning media; teacher training.
Abstrak: Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan potensi besar dalam penyediaan media pendidikan yang interaktif, namun implementasinya di tingkat pendidikan dasar seringkali terhambat oleh keterbatasan literasi digital pendidik. Kondisi ini ditemukan di SDN 15 Padang Genting, di mana pembelajaran Bahasa Inggris masih didominasi oleh metode konvensional dan minimnya pemanfaatan media digital adaptif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan ini mengadopsi pendekatan Capacity Building yang mencakup tiga tahapan terstruktur: evaluasi awal (pre-test), pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on practice), dan evaluasi akhir (post-test). Pelatihan difokuskan pada pengenalan AI generatif teks dan visual serta teknik rekayasa prompt dasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru yang sangat signifikan; pemahaman konsep dasar AI melonjak dari 15% menjadi 85%, dan persepsi terhadap kemudahan penggunaan teknologi meningkat dari 20% menjadi 85%. Lebih lanjut, kegiatan ini berhasil memfasilitasi peserta untuk memproduksi luaran media pembelajaran secara mandiri, seperti flashcard vocabulary interaktif dan naskah cerita dwibahasa. Pendekatan pelatihan berbasis praktik terbukti efektif meruntuhkan kecemasan guru non-teknis, sekaligus mengakselerasi kreativitas mereka dalam merancang materi Bahasa Inggris yang relevan dan menarik bagi siswa generasi digital.
Kata kunci: artificial intelligence; capacity building; media pembelajaran; bahasa inggris; pelatihan guru
Abstract:Abstract: Bullying in Malaysian secondary schools is a serious issue with the prevalence of cases continuing to increase and adversely affecting the mental health of adolescents. At SAM Tengku Ampuan Jemaah Selangor, Malaysia…
aysia it was found that more than 30% of stu-dents still consider bullying to be a normal social dynamic. This service aims to raise awareness of the dangers of bullying, equip school residents with social-emotional skills, and create a safe and inclusive school environment. The method used in the PkM-International Partnership uses a holistic approach that combines anti-bullying education and psychosocial reinforcement for four days for 219 students. The implementation strategy includes interactive workshops, case discussions, role-play simulations, and educational poster creation. The results of the service showed a significant increase in participants' understanding with an increase in the average score from 2.99 to 3.74 (25.10%). The real impact of this activity is the strengthening of anti-bullying literacy and the formation of a more responsive internal school mechanism to build a school cul-ture that is free of violence and compassion.
Keywords: bullying; awareness; school environment; holistic approach; students
Abstrak: Perundungan di sekolah menengah Malaysia merupakan isu serius dengan prevalensi kasus yang terus meningkat dan berdampak buruk pada kesehatan mental remaja. Di SAM Tengku Ampuan Jemaah Selangor, Malaysia ditemukan bahwa lebih dari 30% siswa masih menganggap perundungan sebagai dinamika sosial yang wajar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, membekali warga sekolah dengan keterampilan sosial-emosional, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Metode yang digunakan dalam PkM-Kemitraan Internasional ini menggunakan pendekatan holistik yang memadukan edukasi anti-bullying dan penguatan psikososial selama empat hari terhadap 219 peserta didik. Strategi pelaksanaan mencakup workshop interaktif, diskusi kasus, simulasi role-play, dan pembuatan poster edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta dengan kenaikan skor rata-rata dari 2,99 menjadi 3,74 (25,10%). Dampak nyata dari kegiatan ini adalah penguatan literasi anti-bullying serta terbentuknya mekanisme internal sekolah yang lebih responsif guna membangun budaya sekolah yang bebas kekerasan dan penuh kasih sayang.
Kata kunci: bullying; kesadaran; lingkungan sekolah; pendekatan holistik; peserta didik