Abstract:Abstract: The 2024 Bureaucratic Reform Index (IRB) of Jayapura City, categorized as "CC", reflects sub-optimal civil servant management and public service quality, rooted in weak work culture and organizational capacity.…
This Community Service activity aims to enhance civil servants' understanding of the strategic position of Mental Revolution in bureaucratic reform through the lens of Public Value Governance. The method used is participatory advocacy through material presentation and Focused Group Discussion (FGD) involving the Government Division, Inspectorate, and Organization and Management Division of the Jayapura City Regional Secretariat. The results showed an increase in collective understanding among civil servants regarding the importance of behavioral transformation for substantive public services. The concrete output of this activity is the presentation of strategic recommendations containing proposals for the 2025-2030 Mental Revolution roadmap and the reorientation of training curricula based on local competencies. In conclusion, strengthening integrity, work ethic, and mutual cooperation through this approach serves as a strategic foundation to reinforce governance and increase public value in Jayapura City.
Keywords: civil servant; mental revolution; participatory advocacy; public value governance; bureaucratic reform.
Abstrak: Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kota Jayapura tahun 2024 yang berada pada kategori "CC" mencerminkan belum optimalnya manajemen ASN dan kualitas pelayanan publik, yang berakar pada lemahnya budaya kerja dan kapasitas organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai posisi strategis Revolusi Mental dalam reformasi birokrasi melalui lensa Public Value Governance. Metode yang digunakan adalah advokasi partisipatif melalui paparan materi dan diskusi terfokus (Focused Group Discussion) yang melibatkan Bagian Pemerintahan, Inspektorat, dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kolektif ASN mengenai pentingnya transformasi perilaku untuk pelayanan publik substantif. Output nyata kegiatan ini berupa paparan rekomendasi strategis terkait roadmap Revolusi Mental ASN 2025-2030 dan reorientasi kurikulum diklat berbasis kompetensi lokal. Kesimpulannya, penguatan integritas, etos kerja, dan gotong royong melalui pendekatan ini menjadi fondasi strategis untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai publik di Kota Jayapura.
Kata kunci: advokasi partisipatif; ASN; public value governance; reformasi birokrasi; revolusi mental.
Abstract:Abstract: This community service activity aims to strengthen the economy of the Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pekon Srikaton, Adiluwih District, Pringsewu Regency, through the implementation of digital marketing…
and diversification of processed chili products. The main problems of KWT include limited skills in chili processing and low utilization of digital technology for marketing. The method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of socialization, chili processing training, digital marketing training, mentoring, and evaluation. The training activities increased the skills of KWT members in processing chili peppers into various products such as chili flakes, chili powder, and chili oil, as well as improving their ability to utilize social media for promotion. The results of the evaluation showed a significant increase in technical skills, entrepreneurial interest, and motivation of members to develop a business based on chili derivative products. This activity has proven to be effective in encouraging the economic independence of women through the use of technology and product innovation.
Keywords: chili; digital marketing; product diversification
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, melalui penerapan digital marketing dan diversifikasi produk olahan cabai. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan keterampilan dalam pengolahan cabai serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan turunan cabai, pelatihan digital marketing, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota KWT dalam mengolah cabai menjadi berbagai produk seperti bon cabai, cabai bubuk, dan chili oil, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis sebesar 60%, minat berwirausaha, dan motivasi anggota untuk mengembangkan usaha berbasis produk turunan cabai sebesar 20%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi produk.
Kata kunci: cabai; digital marketing; diversifikasi produk
Abstract:Abstract : This Community Service program was motivated by educational issues in Segeram Village, where apologetic and textual religious understandings have developed. Educational institutions in Segeram Village have not…
yet become a strong force in transforming the mindset of the younger generation, particularly in fostering a moderate understanding of religion to support the creation of a harmonious, dynamic, and diverse society. The community service team used the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of three main stages: Focus Group Discussion (FGD), Training, and Implementation. Based on findings from the field activities, the following conclusions can be drawn: a) Educators are capable of formulating and implementing the Independent Curriculum based on Religious Moderation. b) There is active involvement of students, allowing the acquired knowledge to be applied in their daily lives. c) The community’s understanding of religious moderation has contributed to environmental harmony, encouraging people to better preserve and nurture human resources as vital sources of life that must be protected.
Keywords: independent curriculum, religious moderation, PAR
Abstrak : Pengabdian Kepada Masayarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan yang ada di kampung Segeram dimana berkembang paham keagamaan yang bersifat apologis dan tektual. Lembaga Pendidikan yang ada di Kampung Segeram tidak banyak menjadikan kekuatan perubahan pola pikir Masyarakat muda di Kampung Segeram, terutama dalam pemahaman agama yang moderat untuk menopang bangunan Masyarakat yang harmonis, dinamis dan beragam. Tim PKM menggunakan Metode Participary Action Reaserch (PAR) dimana memiliki 3 tahapan utama yaitu : FGD, Pelatihan dan Implementasi. Berdasarkan temuan pada kegiatan pengabdian di lapangan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a)Tenaga pendidik sudah mampu merumuskan dan menerapkan materi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama. b) Perlibatan aktif peserta didik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c) Pemahaman masyarakat terkait moderasi beragama berdampak pada tercipta harmonisasi alam sehingga masyarakat lebih menjaga dan merawat sumber daya manusia sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga.
Kata kunci: kurikulum merdeka, moderasi beragama, PAR
Abstract:Abstract: This community service program was carried out by Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) with the aim of strengthening digital skills and English proficiency among high school/vocational school graduates in…
order to improve their job readiness. The activity took place at Balai RW 08, Kalideres, and West Jakarta. This program was motivated by the condition of high school/vocational graduates in RW 08, most of whom come from lower-middle-income families and are therefore more inclined to enter the workforce directly rather than pursue higher education. Thus, training is needed to enhance practical skills relevant to industry requirements.The training focused on three main aspects, developing a professional curriculum vitae (CV), strategies for facing job interviews in both Indonesian and English, and practicing digital skills through the use of Canva for CV creation. Participants were actively engaged through interactive sessions, simulations, and collaborative exercises. The results of the program indicated increased awareness, confidence, and skills among participants in preparing themselves to enter the workforce. The conclusion of this program is that integrating digital literacy and English proficiency in community-based training can enhance the competitiveness of high school/vocational school graduates and make a tangible contribution to supporting their readiness for the job market.
Keywords: english proficiency, job readiness, digital skills, community service, vocational education
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan tujuan memperkuat keterampilan digital dan kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMA/SMK untuk meningkatkan kesiapan kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai RW 08, Kalideres, Jakarta Barat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lulusan SMA/SMK di RW 08 yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, sehingga cenderung lebih memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama: penyusunan curriculum vitae (CV) profesional, strategi menghadapi wawancara kerja dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keterampilan digital melalui penggunaan Canva untuk pembuatan CV. Peserta terlibat secara aktif melalui sesi interaktif, simulasi, dan latihan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulannya, integrasi literasi digital dan kemampuan bahasa Inggris dalam pelatihan berbasis masyarakat dapat meningkatkan daya saing lulusan SMA/SMK serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan mereka menghadapi pasar kerja.
Kata kunci: kemampuan bahasa Inggris, kesiapan kerja, keterampilan digital, pengabdian masyarakat, pendidikan vokasi
Abstract:Abstract: The literacy and numeracy achievements of elementary school students in Indonesia still face various challenges, despite showing an upward trend based on the results of the National Assessment. One cause is the…
implementation of conventional and less interactive learning models. This community service activity aims to develop and train the use of the interactive Learning Management System (LMS) kelaspetualang.com integrated with Scratch-based educational games to support literacy and numeracy learning at SD Negeri 067240 Medan. The implementation method used an interactive workshop based on practice-based learning that included needs analysis, material development, training, implementation, mentoring, and evaluation. The activity participants consisted of 20 teachers. The evaluation was conducted using a 1–5 Likert scale questionnaire to measure understanding, interest, and effectiveness of the activity. The results of the activity showed that 18 teachers successfully developed and uploaded game-based teaching materials to the LMS, while two teachers experienced technical difficulties with the device. The evaluation results showed a very good level of understanding and enthusiasm, especially regarding interest in developing game-based learning media, although further mentoring is still needed on technical aspects. This activity has been proven to improve teachers' digital competence and literacy and has the potential to enrich literacy and numeracy learning in an innovative way.
Keywords: educational; games; scratch; literacy; numeracy
Abstrak: Capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan melatih pemanfaatan Learning Management System (LMS) interaktif kelaspetualang.com yang terintegrasi dengan game edukatif berbasis Scratch guna mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di SD Negeri 067240 Medan. Metode pelaksanaan menggunakan workshop interaktif berbasis practice-based learning yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman, minat, dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 18 guru berhasil mengembangkan dan mengunggah materi ajar berbasis game ke dalam LMS, sementara dua guru mengalami kendala teknis perangkat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman dan antusiasme yang sangat baik, terutama pada minat pengembangan media pembelajaran berbasis game, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan pada aspek teknis. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru serta berpotensi memperkaya pembelajaran literasi dan numerasi secara inovatif.
Kata kunci: pendidikan; permainan; Scratch; literasi; numerasi.
Abstract:Abstract: Digitalization 5.0 has opened wide opportunities for students to build digital-based startups. However, many student startups face challenges in financial management, developing a Minimum Viable Product (MVP),…
and ensuring business sustainability. This program aims to implement Digital Business Incubation as a strategy for developing student digital startups. The methods used include observation, tenant selection, interviews, and intensive mentoring for incubation program participants. As a result of the selection process, 14 businesses were chosen to be incubated, consisting of service-based and product-based ventures. The program is designed to provide entrepreneurship training, financial management workshops, business legality assistance, investor networking opportunities, and technological support. The outcomes of the program indicate that through digital incubation, average 77,91% of the participating students were able to enhance their digital entrepreneurship skills, strengthen their business models, and optimize the potential for business sustainability. Therefore, Digital Business Incubation has proven to be an effective mechanism for fostering the growth of student digital startups that are adaptive, innovative, and competitive in the digital economy era.
Keywords: bussiness digital, enterprise, student, service
Abstrak: Digitalisasi 5.0 telah membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk membangun usaha rintisan (startup) berbasis digital. Namun, banyak startup mahasiswa menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan keuangan, Minimum Viable Product, dan keberlanjutan usaha. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan program Digital Business Incubation sebagai strategi pengembangan startup digital mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi observasi, seleksi tenant, wawancara, serta pendampingan intensif terhadap peserta program inkubasi. Dari hasil seleksi terpilih 14 usaha yang akan diinkubasi yang terdiri dari usaha yang bergerak dibidang jasa dan produk. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan kewirausahaan, pelatihan keuangan, pendampingan legalitas usaha, akses bersama investor, serta dukungan teknologi. Hasil program ini menunjukkan bahwa melalui inkubasi digital, rata rata 77,91% mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan wirausaha digital, memperkuat model bisnis, serta mengoptimalkan potensi keberlanjutan usaha. Dengan demikian, Inkubasi bisnis digital terbukti menjadi mekanisme efektif dalam mendorong lahirnya startup digital mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Kata kunci: bisnis, mahasiswa, jasa, startup digital
Abstract:Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR…
HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production.
Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak
Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.
Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak
Abstract:Abstract: The development of artificial intelligence (AI) technology presents new opportunities in education, particularly in lesson planning. However, most vocational high school teachers in Palembang City, including those…
ose at SMK PGRI 2, still have limited knowledge and skills in utilizing AI. This problem is the background to the implementation of community service activities (PkM) with the aim of improving teacher competency in using Large Language Models (LLM) such as Gemini and ChatGPT to develop Lesson Implementation Plans (RPP). The methods used included needs surveys, interactive workshops, hands-on practice, and evaluation through post-tests and participant feedback. The results of the activity showed a significant increase, where teacher knowledge increased from 20% to 80% and the application of AI in lesson plans increased from 10% to 65%. The contribution of this activity lies in improving teachers' ability to utilize AI to develop lesson plans more effectively and providing a scientific basis for the application of LLM in lesson planning in vocational education.
Keywords: artificial intelligence, lesson planning, vocational school teachers
Abstrak: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menghadirkan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam perencanaan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru SMK di Kota Palembang, termasuk di SMK PGRI 2, masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan AI. Permasalahan ini melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Large Language Models (LLM) seperti Gemini dan ChatGPT untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, workshop interaktif, praktik langsung, serta evaluasi melalui post-test dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana pengetahuan guru meningkat dari 20% menjadi 80% dan penerapan AI dalam RPP naik dari 10% menjadi 65%. Kontribusi kegiatan ini terletak pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI untuk menyusun RPP secara lebih efektif serta penyediaan dasar ilmiah bagi penerapan LLM dalam perencanaan pembelajaran di pendidikan vokasi.
Kata kunci: artificial intelligence, guru SMK, perencanaan pembelajaran
Abstract:Abstract: English is a universal language used in many countries around the world. SDN Bicorong II is located in Bicorong Village, Pamekasan Regency. Students often struggle with English and are reluctant to learn it. As…
a means to improve their English communication skills, a tutoring program offers basic English instruction to SDN Bicorong II students. A total of 29 students participated in the community service program for basic English tutoring. Each session lasted 90 minutes and was conducted over two days. Socialization, instruction, mentoring, and assessment were part of the approach implemented to provide basic English tutoring to students. Only 17.24% of students who completed the test passed, while 82.76% of the other students failed, based on the learning outcomes of elementary school students before the tutoring program. The overall average score was 62. The results after the basic English tutoring program showed that of the 29 elementary school students who took the test, 86.21% passed and 13.79% failed. The data shows that students who did not pass the test got a score range of 55-69 while students who passed the test got a score range of 70-100. The average score of 29 students was 76. Thus, basic English tutoring can improve the abilities and learning outcomes of students at SDN Bicorong II.
Keywords: basic english; communicative approach; evaluation; learning; training
Abstrak: Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan di banyak negara di seluruh dunia. SDN Bicorong II terletak di Desa Bicorong Kabupaten Pamekasan. Para siswa biasanya kesulitan berbahasa Inggris dan enggan mempelajarinya. Sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, program bimbingan belajar menawarkan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada siswa SDN Bicorong II. Sebanyak 29 siswa berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat bimbingan belajar bahasa Inggris dasar. Setiap sesi berdurasi 90 menit selama dua hari. Sosialisasi, instruksi, pendampingan, dan penilaian merupakan bagian dari pendekatan yang diterapkan untuk memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar kepada siswa. Hanya 17,24% siswa yang menyelesaikan tes lulus, sementara 82,76% siswa lainnya tidak lulus, berdasarkan hasil belajar siswa sekolah dasar sebelum program bimbingan belajar. Skor rata-rata keseluruhan adalah 62. Hasil setelah dilakukan bimbingan belajar bahasa Inggris dasar menunjukan bahwa dari 29 siswa SD yang ikut tes 86,21% siswa lulus tes dan 13,79% siswa tidak lulus. Data menunjukan bahwa siswa tidak lulus tes mendapat rentang nilai 55-69 sedangkan siswa yang lulus tes mendapat rentang nilai 70-100. Hasil nilai rata-rata dari 29 siswa adalah 76. Dengan demikian bimbingan belajar bahasa Inggris dasar dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa SDN Bicorong II.
Kata kunci: bahasa inggris dasar; evaluasi; pelatihan; pembelajaran, pendekatan komunikatif
Abstract:Abstract: The village of Sumberjaya has considerable local economic potential through the management of the Bagjawaluya Village-Owned Enterprise (BumDes), particularly in the Mini Soccer, Campground, Kiosk Rental, Water…
Supply, and Village Internet business units. However, limitations in the use of digital technology and promotional media have resulted in low effectiveness of services to the community. This community service activity aims to support the optimization of company profile creation and online booking systems for existing business units at BumDes Bagjawaluya. The target partners in this activity are BumDes managers, with 15 participants involved. To measure the effectiveness of the activity, an evaluation method consisting of a pre-test and post-test was used to assess the increase in participants' understanding, as well as a questionnaire to explore their perceptions and readiness to adopt digital technology. The results of the activity showed an increase in understanding of company profile management by 86.67% and business unit ordering applications by 93.33%. These results indicate that the community service activity had a positive impact on improving the digital literacy of BumDes managers.
Keyword: BumDes; Company Profile; Digitalization; Ordering; Optimization
Abstrak: Desa Sumberjaya memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Bagjawaluya, khususnya pada unit usaha Mini Soccer, Bumi Perkemahan,Sewa Kios, Air weslik, Internet Desa. Namun, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital dan media promosi menyebabkan rendahnya efektivitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi pembuatan company profile, dan sistem pemesanan online untuk unit usaha yang ada pada BumDes Bagjawaluya. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah pengelola BumDes dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 15 orang. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, digunakan metode evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta, serta kuisioner untuk menggali persepsi dan kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman untuk pengelolaan Company Profile 86,67%, aplikasi pemesanan unit usaha 93,33%. .Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital pengelola BumDes.
Kata Kunci: BumDes; Company Profile; Digitalisasi; Pemesanan; Optimalisasi