Abstract:Batik ikat celup adalah salah satu teknik pembuatan batik yang memiliki ciri khas tersendiri, dimana proses pengikatan kain diikuti dengan pencelupan warna untuk menciptakan motif yang unik dan penuh ekspresi. Meskipun teknik…
eknik ini tidak se-populer batik tulis atau cap, batik ikat celup memiliki nilai estetika yang tinggi dan menyimpan kekayaan budaya yang mendalam. Teknik ini melibatkan pengikatan kain pada bagian-bagian tertentu yang ingin dipertahankan warnanya, diikuti dengan pencelupan dalam pewarna alami atau sintetis untuk menciptakan pola-pola yang bervariasi. Proses pengikatan ini memungkinkan terciptanya motif dengan gradasi warna yang indah, yang sering kali memiliki makna filosofis dan simbolis dalam budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang batik ikat celup, baik dari segi teknik pembuatan, karakteristik motif, serta relevansinya dalam konteks budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui studi literatur, wawancara dengan pengrajin batik, dan observasi langsung terhadap proses pembuatan batik ikat celup, penelitian ini mencoba mengungkap bagaimana teknik ini berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pengrajin batik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi kontribusi batik ikat celup terhadap industri tekstil dan pasar global, mengingat semakin meningkatnya permintaan akan produk-produk tekstil yang bernilai seni dan budaya tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa batik ikat celup memiliki kekayaan simbolik yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam, kehidupan sosial, dan spiritualitas. Meskipun teknik ini menghadapi tantangan dari perkembangan teknologi dan perubahan pasar, batik ikat celup masih tetap memiliki tempat penting dalam budaya dan industri kreatif Indonesia. Pelestarian teknik ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutannya, baik melalui pendidikan, promosi, maupun dukungan terhadap pengrajin lokal. Dengan demikian, batik ikat celup tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai teori dan teknik heat transfer printing menggunakan pewarna dispersi pada tekstil untuk memperoleh hasil superlatif yang diharapkan. Dengan referensi dan produk…
roduk buatan pribadi menggunakan heat transfer printing, metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan topik yang dibahas. Sumber data yang dirujuk berasal dari banyak artikel dan jurnal online di internet oleh orang-orang yang telah menyentuh subjek yang dibahas dalam penelitian ini. Pengumpulan dan analisis data menghasilkan temuan teknik tertentu yang sangat dibutuhkan untuk berkontribusi pada keberhasilan penggunaan pencetakan perpindahan panas ke tekstil, ditemukan bahwa alat pemanas tertentu seperti setrika yang tepat berfungsi paling baik, sementara subjek kesukaan yang dicetak pada tekstil secara khusus bersifat pribadi dan bergantung pada setiap individu. Temuan kecil ini akan digunakan jika diperlukan dalam sebuah proyek untuk membantu masyarakat dengan lebih baik.
Abstract:Penelitian ini mengkaji tantangan dan strategi yang dihadapi oleh musyrif-musyrifah Mabna Arrazi dalam pelaksanaan Shobahul-Lughoh di Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Shobahul-Lughoh, sebagai…
agai program unggulan yang berbasis pesantren, bertujuan untuk menciptakan generasi mahasantri yang unggul dalam penguasaan bahasa Arab dan Inggris serta memiliki karakter religius yang kuat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, seperti keterbatasan jumlah tenaga musyrif-musyrifah, minimnya fasilitas pendukung, dan adanya kesenjangan kurikulum bagi mahasantri baru tahun 2024. Pengembangan bahan ajar berbasis interaksi telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan motivasi dalam pembelajaran bahasa. Meskipun demikian, strategi kreatif seperti pengelompokan belajar berdasarkan tingkat kemampuan dan pendampingan intensif oleh musyrif-musyrifah terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasantri. Penelitian ini tidak hanya memperkaya wacana mengenai pembelajaran berbasis pesantren, tetapi juga menawarkan pendekatan strategis untuk mengoptimalkan pembelajaran di lingkungan asrama. Dengan fokus pada solusi, studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan tantangan di era globalisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan kreativitas siswa. Fokus utama penelitian adalah untuk menggali cara-cara yang…
dapat digunakan pendidik untuk merangsang kreativitas siswa melalui materi dan metode pengajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah yang telah menerapkan metode pembelajaran kreatif dalam PAI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru PAI, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta kegiatan diskusi dan refleksi, dapat merangsang kreativitas siswa dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai ajaran agama Islam. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pendidik untuk mengintegrasikan pendekatan kreatif dalam pembelajaran PAI guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Kontribusi penelitian ini juga memperlihatkan bahwa kreativitas siswa dapat berkembang lebih baik jika dibarengi dengan metode pembelajaran yang menantang dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas siswa, dan dengan demikian, perlu adanya penguatan metode pengajaran yang dapat mendukung perkembangan kreativitas siswa secara maksimal di sekolah.
Abstract:Kepemimpinan yang efektif dalam pendidikan sangat penting untuk menyelesaikan konflik. Kepemimpinan di lingkungan pendidikan memainkan peran krusial dalam menyelesaikan konflik yang sering muncul di antara siswa, guru,…
dan bahkan orang tua. Dalam konteks ini, kepala sekolah dan pemimpin pendidikan lainnya berfungsi sebagai mediator yang efektif, yang tidak hanya mengidentifikasi sumber konflik tetapi juga mengembangkan strategi untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan Kepala Sekolah juga harus memiliki keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola dinamika tim. Dengan menangani konflik secara konstruktif, pimpinan sekolah dapat mendorong staf untuk bekerja lebih kreatif dan produktif. Dengan demikian, kepemimpinan yang efektif tidak hanya menyelesaikan konflik namun juga membangun budaya sekolah yang positif. Konflik dalam lingkungan pendidikan merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali tidak dapat dihindari. Kepala sekolah dan pimpinan sekolah berperan penting dalam mengelola konflik untuk menyelesaikannya dan menjadi sarana pencapaian visi dan misi organisasi atau forum pendidikan (sekolah). Kepemimpinan senior adalah kemampuan memotivasi guru dan staf untuk bekerja sama mencapai tujuan sekolah
Abstract:Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 menjadi topik penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Era Society 5.0 memerlukan profesionalisme guru yang handal dalam menyiapkan generasi unggul masa kini dan…
masa yang akan datang. Guru harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan literasi digital untuk menghadapi tantangan era teknologi yang semakin kompleks. Di era Society 5.0, guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dan ilmu sosial ke dalam proses pembelajaran. Mereka harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif. Guru juga harus memiliki kemampuan hidup abad ke-21 dan ketrampilan digital untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengajar. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.
Abstract:Pendidikan tidak lepas dari peranan seorang guru, peserta didik dan kurikulum. Sebab tiga komponen tersebut merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan nasional.menjadi seorang guru harus memerlukan keahlian khusus…
dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala implementasi kurikulum pai di MTs. Muhammadiyah Curup. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi riset kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian tentang Problematika Implementasi Kurikulum PAI Dan Upaya Pengentasannya di MTs. Muhammadiyah Curup maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum telah diimplementasikan pada aspek: penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meluas, pembelajaran tematik, bertambahnya jam pembelajaran, metode pembelajaran student center, serta penerapan penilaian autentik. Untuk mengatasi problematika Implementasi Kurikulum PAI di MTs. Muhammadiyah Curup, yaitu dengan cara meningkatakan kreatifitas dan keterampilan dalam proses pembelajaran dan teknologi, melakukan kolaborasi antar guru atau mengadakan Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Serta bekerjasama dengan orang tua siswa, peserta didik, dan guru lainnya dalam mengatasi problematika yang dihadapi
Abstract:Guru dalam pelaksanaan belajar mengajar cenderung membosankan dan monoton, menyebabkan peserta didik mengantuk dan tidak mendengarkan penjelasan serta tidak memahami materi yang disampaikan. Metode yang diterapkan dalam…
penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana peneliti mengambil sampel atau data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti bahwa Strategi Mengajar Guru Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sangatlah penting dengan program-program yang telah diadakan oleh kepala sekolah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar yang efektif, menyenangkan dan kreatif dengan pengelolaan kelas yang sudah tersusun rapih, walaupun ada faktor-faktor penghambat tetapi didukung dengan faktor-faktor pendukungnya. Gaya belajar siswa kelas 3 di MTs Darunnajah 2 Cipining yaitu audio visual dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta metode ta’lim wa mutaa’lim.
Abstract:Dalam dunia pendidikan, menumbuhkan minat belajar siswa merupakan tantangan yang penting. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah melalui penerapan metode pembelajaran kreatif. Metode ini menekankan pada keterlibatan…
libatan aktif siswa dalam pembelajaran, memungkinkan mereka untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berkreasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, minat belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Faktor penentu minat belajar siswa sangat beragam. Mulai dari motivasi intrinsik, dukungan sosial, pengalaman belajar sebelumnya, preferensi belajar, hingga kualitas lingkungan pembelajaran. Motivasi intrinsik, misalnya, mendorong siswa untuk belajar karena minat dan kepuasan pribadi, sementara dukungan sosial dari keluarga, teman, dan guru memberikan dorongan tambahan. Pengalaman belajar sebelumnya dan preferensi belajar turut memengaruhi minat belajar siswa, begitu dengan kualitas lingkungan pembelajaran yang memfasilitasi eksplorasi dan pembelajaran yang bermakna. Metode pembelajaran kreatif memainkan peran kunci dalam mempengaruhi minat belajar siswa. Dengan memanfaatkan teknik-teknik seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan role-playing, siswa dihadapkan pada pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Mereka dapat mengeksplorasi konsep-konsep secara praktis, berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan kolaborasi. Pendekatan ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang dan memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Penerapan metode pembelajaran kreatif dapat menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Melalui pendekatan ini, pendidik dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna, memicu minat belajar yang lebih besar, dan membantu siswa untuk mencapai potensi belajar mereka secara optimal.
Abstract:Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa (KEMAS) merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan perguruan tinggi untuk menumbuhkan jiwa kreatifitas mahasiswa melalui acara kesenian yang dipadukan dengan kegiatan berwirausaha. Tujuan…
ujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengalaman nyata kepada para mahasiswa untuk menjalankan usaha dan meningkatkan daya minat berwirausaha mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan program kewirausahan dari Ndou dan metode pembelajaran kewirausahaan dari Esmi, yang mempunyai 4 tahap dan metode sebagai berikut; ) Fase Inspirasi (Inspiration); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran langsung dengan cara mengundang tamu pengusaha (inviting guest entrepreneurs), seminar kewirausahaan (entrepreneuship talks), dan bimbingan wirausaha (entrepreneurship tutoring), 2) Fase Keterlibatan (Engagement); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran operasional praktek yaitu memulai bisnis (starting business), 3) Fase Eksploitasi (exploitation); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran operasional praktik dengan cara melakukan kelas praktek (class practice). 4) Fase Keberlanjutan (Sustainment); kegiatan pada fase ini menggunakan metode pembelajaran interaktif dengan cara membangun jaringan relasi (networking). Secara keseluruhan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terlaksana dengan baik. Kami memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Stiami (KEMAS) yakni; a) Perguruan tinggi harus membuat inkubator bisnis sebagai wadah kolaborasi para wirausaha mahasiswa, b). Perguruan tinggi perlu menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan berwirausaha mahasiswa seperti kantin khusus produk-produk mahasiswa, c) Perguruan tinggi perlu membentuk tim khusus terkait event-event dan workhshop kewirausahaan agar memotivasi dan meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, d) perguruan tinggi perlu mensosialisasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memfasilitasi kegiatan wirausaha mahasiswa seperti Wirausaha Merdeka, Porgram Kreatiftas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) agar daya minat mahasiswa berwirausaha semakin meningkat dan melahirkan para mahasiswa yang berminat untuk menjadi pengusaha.