Abstract:The digital disruption era has significantly impacted startups, requiring them to adopt innovative Human Resource Management (HRM) strategies to remain competitive. This study examines HRM technology adoption, including AI-based…
ng AI-based recruitment, cloud-based HRIS, and digital collaboration tools, and the challenges that hinder their full implementation. Despite the benefits, budget constraints, lack of managerial support, and low digital competencyremain major obstacles. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from Indonesian startups through in-depth interviews, observations, and document analysis. Findings indicate that startups with clear digital transformation roadmaps, strong leadership engagement, and structured employee training programs are more successful in integrating HRM technology. However, many startups still rely on manual HR processes, limiting efficiency and innovation. This study highlights that HRM should be a strategic function rather than an administrative task, focusing on technology-driven efficiency, digital upskilling, and cultural adaptation. To ensure sustainable growth, startups must prioritize digital innovation, workforce development, and managerial commitment in their HRM transformation.
Abstract:The era of artificial intelligence (AI) has brought significant changes in Strategic Human Resource Management (SHRM). This study aims to explore organizational adaptation strategies in facing the integration of AI in SHRM…
RM after 2024. Using the Scoping Review method, this study identifies key trends, challenges, and best strategies in implementing AI in HR management. The review results show that AI improves efficiency in recruitment, performance evaluation, and employee skills development, but also presents ethical challenges such as algorithmic bias and personal data protection. In addition, companies that are successful in adopting AI implement reskilling and upskilling strategies to ensure workforce readiness. This study provides insights for academics and practitioners in developing HR policies that balance technological efficiency and a human value-based approach.
Abstract:This study examines the phenomenon of siri’ killing in the Bugis-Makassar community, which has received limited attention in global discussions on honor-based killings. The background of this research is rooted in the strong…
strong value of siri’ as a system of collective honor that not only regulates social behavior but also has the potential to generate violence as a means of restoring dignity. The research problem focuses on how the construction of siri’ shapes collective honor, how patterns of honor-motivated killings occur, and how Indonesian criminal law responds to this phenomenon without legitimizing violence. This study employs a normative legal method with statutory, case, and conceptual approaches to analyze the relationship between legal norms and cultural values. The findings indicate that siri’ is understood as a collective family identity that significantly influences individual behavior, with women becoming the most vulnerable group due to the unequal distribution of moral burden. Patterns of siri’ killing are generally associated with control over sexuality and marriage and are driven by social pressure and collective moral legitimacy. The response of criminal law tends to be ambivalent, as cultural motives are not justified but are often considered as background factors. The conclusion emphasizes that siri’ killing is a complex phenomenon that cannot be understood merely as a criminal act, but rather as the result of interactions among culture, gender, and law. The novelty of this study lies in the integration of cultural, criminal law, and gender perspectives in explaining siri’ killing as a localized form of honor killing with distinctive characteristics in Indonesia.
Abstract:Penelitian ini mengkaji transformasi Human Resource Development (HRD) dalam meningkatkan efisiensi proses industri manufaktur. Metode yang digunakan adalah kualitatif literature review dengan data dari jurnal nasional terkait…
rkait HRD, digitalisasi HR, pengembangan kompetensi, dan budaya kerja adaptif. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Human Resource Information System (HRIS) mempercepat administrasi, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan pengelolaan tenaga kerja. Program upskilling, reskilling, dan workplace learning meningkatkan kompetensi karyawan dan mendukung kualitas produksi. Budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi. Sintesis literatur menegaskan bahwa kombinasi digitalisasi HR, pengembangan kompetensi, dan budaya kerja adaptif berkontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional manufaktur. Transformasi HRD menjadi faktor strategis untuk mendukung keberhasilan produksi modern.
Abstract:Implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses produksi telah mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas organisasi. Namun, penerapan AI juga membawa dampak terhadap pengembangan sumber daya…
aya manusia (SDM), terutama terkait perubahan kompetensi dan pola kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi AI dalam proses produksi serta dampaknya terhadap transformasi pengembangan SDM. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam produksi menuntut penyesuaian strategi pengembangan SDM melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan teknologi. Dengan demikian, kesiapan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi AI di organisasi.
Abstract:Kriminalisasi honor killing atau pembunuhan demi kehormatan menghadirkan tantangan serius terhadap rasionalitas putusan pidana, khususnya ketika klaim kehormatan diperlakukan sebagai alasan yang meringankan tanpa pemeriksaan…
saan yang memadai terhadap hubungannya dengan fakta-fakta yang relevan secara hukum. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja pemberian alasan yang dapat diaudit untuk menilai posisi motif kehormatan dalam hukuman pidana dan untuk merumuskan kriteria yang membedakan kehormatan sebagai dasar faktual dari kehormatan sebagai faktor pemberat. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat uji pemberian alasan yang memeriksa dasar bukti, relevansi hukum, dan kesesuaian tujuan hukuman, serta uji pembobotan motif yang mengoperasionalkan enam indikator: persetujuan masyarakat, tindakan kolektif, perencanaan, kekejaman, intimidasi saksi atau campur tangan dalam proses peradilan, dan dampak diskriminatif terhadap korban. Hal ini menutup pintu bagi simpati sosial sebagai faktor yang meringankan, sekaligus memberikan dasar normatif untuk memperlakukan kehormatan sebagai faktor pemberat ketika berfungsi sebagai legitimasi kekerasan pribadi dan mekanisme kontrol sosial. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi untuk memperkuat disiplin dalam menentukan dasar-dasar hukuman dan konsistensi dalam penerapan pedoman hukuman pada kasus pembunuhan demi kehormatan.