Abstract:Penelitian ini menganalisis karakteristik biogeofisik Daerah Aliran Sungai (DAS) Paguyaman untuk mendukung pengelolaan wilayah yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis data spasial dengan memanfaatkan Geographic Information…
formation System (GIS). Data yang digunakan mencakup survei lapangan, citra satelit, model elevasi digital (DEM) beresolusi 30 meter, serta data iklim dari stasiun meteorologi setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah yang dominan adalah Latosol, yang mencakup 51,35% dari total luas wilayah, diikuti oleh Podsolik (21,57%) dan Aluvial (17,09%). Latosol yang subur memerlukan manajemen konservasi yang tepat untuk mencegah degradasi, sementara Podsolik yang bersifat asam memerlukan perlakuan khusus guna mendukung produktivitas pertanian. Tutupan lahan didominasi oleh hutan lahan kering sekunder, yang mencakup 36,43% dari total area, berperan penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan mencegah erosi. Topografi DAS Paguyaman, yang didominasi oleh perbukitan (55,24%) dan pegunungan (26,67%), menunjukkan risiko tinggi terhadap erosi, sehingga diperlukan strategi konservasi seperti reboisasi dan teknik terasering. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi data biogeofisik dalam merumuskan strategi pengelolaan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan iklim, serta mendukung kebutuhan masyarakat lokal. Temuan ini dapat menjadi referensi strategis bagi penelitian lanjutan dan pengembangan kebijakan pengelolaan DAS yang lebih efektif.
Abstract:Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dan menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Tingginya potensi…
si kejadian banjir perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Namun, informasi mengenai tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks kesiapsiagaan berdasarkan indikator pengetahuan, sikap, sistem peringatan dini, rencana tanggap darurat, dan mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori cukup siap. Pengetahuan kebencanaan dan pengalaman menghadapi banjir menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan masyarakat, sedangkan sosialisasi kebencanaan, sistem peringatan dini, keberadaan tim siaga bencana, dan fasilitas evakuasi masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat memerlukan penguatan edukasi kebencanaan, kelembagaan, serta sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana banjir.
Abstract:Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di kawasan perkotaan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana…
ncana adalah penyediaan jalur evakuasi yang efektif. Namun, efektivitas jalur evakuasi pada kawasan permukiman rawan banjir masih belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi jalur evakuasi serta mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi bencana banjir di Lingkungan VI Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian telah memiliki titik evakuasi berupa masjid dan dilengkapi dengan papan penunjuk arah evakuasi. Namun, jalur yang digunakan masih berupa jalan umum yang tidak dirancang secara khusus untuk evakuasi. Kondisi jalan yang sempit, berlubang, menanjak, serta masih terdampak genangan banjir menyebabkan efektivitas jalur evakuasi belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan kondisi fisik jalur dan peningkatan aksesibilitas untuk mendukung proses evakuasi yang lebih aman dan efektif saat banjir terjadi.
Abstract:Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh pada tahun 2025 merupakan bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh curah hujan ekstrem serta diperparah oleh degradasi lingkungan dan perubahan tutupan…
pan lahan. Peristiwa ini menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerugian materiil yang signifikan, termasuk korban jiwa, kerusakan permukiman, serta lumpuhnya infrastruktur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen bencana pasca peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh tahun 2025, dengan meninjau tahapan mitigasi, tanggap darurat, dan pasca bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen, dengan memanfaatkan data dari laporan resmi pemerintah, regulasi kebencanaan, pemberitaan media nasional, serta pendapat pakar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanganan bencana di Aceh telah dilakukan melalui upaya mitigasi struktural dan nonstruktural, respons darurat yang melibatkan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam aspek pengelolaan lingkungan, sistem peringatan dini, dan penataan ruang berbasis risiko. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan ketangguhan wilayah Aceh terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Abstract:The Malacca Strait is a vital maritime route that faces significant challenges from high traffic volumes and increasingly frequent extreme weather scenarios. These conditions pose serious risks to navigational safety, environmental…
vironmental integrity, and maritime operational security. This study aims to analyse the needs and components of a robust maritime surveillance architecture in the Malacca Strait, particularly in dealing with the impacts of extreme weather and climate change. Additionally, this research will explore the role of geospatial maritime intelligence in enhancing situational awareness and response to maritime incidents. The study findings indicate that a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait requires the integration of advanced sensor systems (including multi-spectral radar and meteorological/oceanographic sensors), redundant communication networks, and AI/ML-based intelligent data processing. The adaptive capabilities of the system, including the use of UAVs and USVs, are critical to maintaining operational effectiveness in adverse weather conditions. Additionally, international cooperation and a robust policy framework, encompassing climate change adaptation and ethical considerations, are fundamental to the successful implementation and sustainability of surveillance systems. The Malacca Strait case study highlights specific vulnerabilities and proposes concrete solutions, illustrating a shift from a reactive to a proactive paradigm in maritime security. Building a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait is a strategic imperative to safeguard global trade, regional stability, and environmental sustainability amid increasing climate uncertainty. Integrating cutting-edge technology with robust policies and international collaboration will ensure the safety and security of this vital waterway, making it a model for resilient maritime governance globally. A new aspect emphasised is the importance of adapting to climate change and the role of AI in predictive decision-making. This article presents a comprehensive and integrated approach to building a resilient maritime surveillance architecture, with a particular focus on the challenges of extreme weather in the Malacca Strait. Its originality lies in its emphasis on multi-sensor data fusion, the role of artificial intelligence in predictive analytics, and the integration of climate change adaptation into surveillance system design. Additionally, the article underscores the importance of a robust policy framework and international cooperation as the cornerstones of maritime surveillance resilience, offering a blueprint applicable to other critical maritime routes worldwide
Abstract:Pemantauan cuaca yang akurat dan terkini sangat penting untuk berbagai aplikasi, termasuk navigasi penerbangan, pertanian, dan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring pengukur…
engukur cuaca menggunakan platform Arduino untuk Stasiun Meteorologi Kelas III di Banyuwangi. Metode penelitian mencakup pemilihan sensor cuaca yang sesuai, pengembangan perangkat lunak untuk pengambilan data dan visualisasi, serta integrasi sistem secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang mampu secara real-time mengukur suhu udara, kelembaban, tekanan udara, dan kecepatan angin. Diskusi tentang hasil menyoroti kehandalan sistem dalam memantau kondisi cuaca lokal dan potensi pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi dengan sistem pemantauan yang lebih luas. Kesimpulannya, sistem yang dikembangkan dapat menjadi alat yang berharga dalam pemantauan cuaca di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya