Abstract:Abstract: Household food waste remains a major environmental challenge due to its high volume and potential to cause pollution when not properly managed. This community service program aimed to improve community knowledge,…
e, attitudes, and skills in converting household food waste into liquid organic fertilizer. The activity was conducted on 11 October 2025 in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, involving 50 participants from the Women Farmers Group, youth organizations, housewives, and local residents. The program included an initial survey, socialization, practical training, mentoring, and evaluation through observation, interviews, pre-tests, post-tests, and documentation. The results showed improvements in all evaluated aspects. The average knowledge score increased from 3.33 to 4.33, the attitude score from 3.70 to 4.57, and the skills score from 3.23 to 4.23. These findings indicate that socialization, interactive discussion, hands-on practice, and mentoring were effective in strengthening community capacity to process household organic waste into useful products and to support sustainable waste reduction.
Keywords: community service; food waste; liquid organic fertilizer, waru village
Abstrak: Permasalahan sampah makanan rumah tangga menjadi tantangan penting dalam pengelolaan lingkungan karena volumenya tinggi dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sampah makanan rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan dilaksanakan pada 11 Oktober 2025 di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan 50 peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Karang Taruna, ibu rumah tangga, dan warga sekitar. Metode kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek evaluasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 3,33 menjadi 4,33, sikap dari 3,70 menjadi 4,57, dan keterampilan dari 3,23 menjadi 4,23. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi, diskusi interaktif, praktik langsung, dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat serta mendukung pengurangan sampah secara berkelanjutan.
Kata kunci: desa waru; pengabdian masyarakat; pupuk organik cair; sampah makanan
Abstract:Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining…
g positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education.
Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students
Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner.
Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner
Abstract:Abstract: Reading habits in Indonesia remain low, including among learners at PKBM Gempita. Although PKBM Gempita has a Community Reading Park (TBM), reading has not yet become a routine literacy activity, resulting in limited…
imited reading proficiency among learners. This Community Service Program (PKM) aimed to improve learners’ reading ability through meaningful reading training using the Sprites Technique. The program was implemented through preparation, training, technology application, mentoring, and evaluation stages. The Sprites Technique consists of five steps: enhancing interest and motivation, improving peripheral vision, increasing eye movement speed, surveying discourse, and strengthening concentration. The results showed a significant improvement in reading ability based on pre-test and post-test scores. After the training, 19% of participants achieved a very good level, 54% a good level, and 27% a moderate level. The findings indicate that intensive and consistent practice is required to achieve optimal reading improvement.
Keywords: literacy; PKBM gempita; reading skills; sprites technique
Abstrak: Minat baca masyarakat yang rendah karena tingkat kebiasaan membaca membaca juga rendah, termasuk di PKBM Gempita. PKBM Gempita sudah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namun, membaca belum menjadi kegiatan rutin literasi di PKBM ini sehingga kemampuan membaca warga belajar belum baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pelaksanaan PKM ini adalah melakukan pelatihan kegiatan membaca yang bermakna dengan menerapkan Teknik Sprites untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahap persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Teknik Sprites terdiri atas lima langkah, yaitu meningkatkan minat dan motivasi, meningkatkan periferal, meningkatkan kecepatan gerakan mata, melakukan survei wacana, dan meningkatkan konsentrasi. Penerapan teknik tersebut telah dilakukan dalam pelatihan dengan hasil yang cukup baik, yaitu terjadi peningkatan kemampuan membaca peserta pelatihan berdasarkan hasil pretes dan postes. Kemampuan membaca peserta pascapelatihan adalah 19% pada kategori baik sekali, 54% pada kategori baik, dan 27% pada kategori sedang. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, satu di antaranya adalah kesadaran dalam latihan mandiri peserta di rumah belum maksimal. Proses latihan harus dilakukan intensif agar memperoleh hasil maksimal.
Kata kunci: kemampuan membaca; literasi; PKBM gempita; teknik sprites
Efendi, Syahril, Fauzan Nurahmadi, Fuzy Yustika Manik, Seniman, T. Henny Febriana Harumy, Ivan Jaya, Yeni Absah, Muhammad Romi Syahputra, Liana Dwi Sri Hastuti, Pauzi Ibrahim Nainggolan, Tulus Joseph Herianto, Dewi Sartika Br Ginting, Yudhistira
Abstract:Abstract: The digital transformation of village administration has become an urgent need to enhance public service efficiency and ensure transparent local governance. This study analyzes the implementation of the Village…
Information System (SID) in Kuta Mbelin Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency, as a mechanism for supporting administrative digitalization. It also evaluates the role of information technology in village governance and the integration of village statistical data within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research employs a combination of literature review, field observation, and interviews with village officials and community members. The findings indicate that the adoption of SID in Kuta Mbelin Village improves administrative efficiency, accelerates public service delivery, and enables evidence-based data management that supports sustainable village development planning. This study recommends enhancing SID by integrating data analytics and strengthening information security to maximize its usefulness in village governance.
Keywords: village digitalization; village information system; governance; SDGs; kuta mbelin village
Abstrak : Transformasi digital dalam administrasi desa menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, dalam mendukung digitalisasi administrasi desa. Studi ini juga mengevaluasi peran teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa serta integrasi data statistik desa dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SID di Desa Kuta Mbelin meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pelayanan publik, dan memungkinkan pengelolaan data berbasis bukti yang mendukung perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan optimalisasi SID dengan integrasi analitik data dan keamanan informasi untuk meningkatkan daya guna dalam tata kelola desa.
Kata Kunci: digitalisasi desa; sistem informasi desa; tata kelola pemerintahan; SDGs; desa kuta mbelin
Abstract:Abstract: This community empowerment initiative aims to enhance the digital readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency, through the implementation of information…
systems and digital promotion strategies. Prior to the program, local MSME actors faced several challenges, including limited digital literacy, a lack of understanding of online marketing strategies, and minimal utilization of social media as a promotional tool, resulting in restricted market reach. The program adopts an educational and participatory approach, combining community-based learning, interactive discussions, and consultation sessions facilitated by lecturers and students from the Faculty of Economics, Sriwijaya University. The findings indicate strong enthusiasm among MSME participants and an improved understanding of how digitalization can expand market access. Participants have begun to utilize social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok to promote their products. Overall, this initiative contributes to advancing digital literacy and technology-based marketing skills among rural MSMEs, thereby fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Keywords: community engagement; digital literacy; digital promotion; information systems; MSMEs; rural development
Abstrak: Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir, melalui penerapan sistem informasi dan strategi promosi digital. Sebelum program ini dilaksanakan, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya literasi digital, kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran daring, serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pasar mereka relatif sempit. Program ini mengadopsi pendekatan edukatif dan partisipatif, yang menggabungkan pembelajaran komunitas, diskusi interaktif, dan sesi konsultasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Temuan menunjukkan bahwa peserta UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat memperluas akses pasar. Mereka telah mulai memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk promosi produk. Secara keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi untuk memajukan literasi digital dan keterampilan pemasaran berbasis teknologi di kalangan UMKM pedesaan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; literasi digital; promosi digital; sistem informasi; UMKM; pembangunan perdesaan
Abstract:Abstract: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality in East Lombok Regency. In 2023, 2,689 cases of preeclampsia were recorded among 108,035 pregnant women. Limited competence of midwives in early detection,…
etection, midwifery care, and preventive strategies remains a major challenge. This community service program aimed to improve midwives’ knowledge and skills through a workshop consisting of seminars and case-based learning (CBL). The activity was conducted on August 25, 2025, at the East Lombok District Health Office Hall, involving 35 midwives from 35 primary health centers (34 respondents were analyzed as one participant did not complete the pre- and post-tests). The workshop covered preeclampsia screening, midwifery care, MgSO₄ administration, and the use of local natural resources as preventive strategies. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in the mean score from 78.23 to 94.85, with an average improvement of 16.62 points. Notably, 44.1% of participants achieved a perfect score of 100. These findings confirm that interactive and practical workshop approaches effectively enhance midwives’ competencies. Therefore, this program contributes to strengthening primary health care services and supporting maternal mortality reduction efforts in East Lombok.
Keywords: early detection; maternal mortality; midwives competence; preeclampsia; primary health care
Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 2.689 kasus preeklampsia dari 108.035 ibu hamil. Keterbatasan kompetensi bidan dalam deteksi dini, asuhan kebidanan, dan pemanfaatan strategi preventif menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan melalui workshop yang terdiri dari seminar dan praktik berbasis kasus (Case Based Learning/CBL). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 di Aula Dinas Kesehatan Lombok Timur, dengan peserta 35 bidan dari 35 Puskesmas. Materi workshop mencakup skrining preeklampsia, asuhan kebidanan, pemberian MgSO₄, serta pemanfaatan bahan alam lokal sebagai strategi preventif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 78,23 menjadi 94,85, dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,62 poin. Sebanyak 44,1% peserta mencapai skor sempurna 100. Hasil ini membuktikan bahwa workshop interaktif dan aplikatif efektif meningkatkan kompetensi bidan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan layanan primer dan upaya penurunan angka kematian ibu di Lombok Timur.
Kata kunci: angka kematian ibu; deteksi dini; kompetensi bidan; pelayanan kesehatan primer; preeclampsia
Abstract:Abstract : This Community Service program was motivated by educational issues in Segeram Village, where apologetic and textual religious understandings have developed. Educational institutions in Segeram Village have not…
yet become a strong force in transforming the mindset of the younger generation, particularly in fostering a moderate understanding of religion to support the creation of a harmonious, dynamic, and diverse society. The community service team used the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of three main stages: Focus Group Discussion (FGD), Training, and Implementation. Based on findings from the field activities, the following conclusions can be drawn: a) Educators are capable of formulating and implementing the Independent Curriculum based on Religious Moderation. b) There is active involvement of students, allowing the acquired knowledge to be applied in their daily lives. c) The community’s understanding of religious moderation has contributed to environmental harmony, encouraging people to better preserve and nurture human resources as vital sources of life that must be protected.
Keywords: independent curriculum, religious moderation, PAR
Abstrak : Pengabdian Kepada Masayarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan yang ada di kampung Segeram dimana berkembang paham keagamaan yang bersifat apologis dan tektual. Lembaga Pendidikan yang ada di Kampung Segeram tidak banyak menjadikan kekuatan perubahan pola pikir Masyarakat muda di Kampung Segeram, terutama dalam pemahaman agama yang moderat untuk menopang bangunan Masyarakat yang harmonis, dinamis dan beragam. Tim PKM menggunakan Metode Participary Action Reaserch (PAR) dimana memiliki 3 tahapan utama yaitu : FGD, Pelatihan dan Implementasi. Berdasarkan temuan pada kegiatan pengabdian di lapangan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a)Tenaga pendidik sudah mampu merumuskan dan menerapkan materi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama. b) Perlibatan aktif peserta didik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c) Pemahaman masyarakat terkait moderasi beragama berdampak pada tercipta harmonisasi alam sehingga masyarakat lebih menjaga dan merawat sumber daya manusia sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga.
Kata kunci: kurikulum merdeka, moderasi beragama, PAR
Abstract:Abstract: Pregnancy and toddlerhood are crucial periods that determine a child’s future growth and development. In Wonosari Village, the nutritional intake of pregnant women and toddlers is below the recommended dietary…
y allowance. One of the specific nutritional interventions that can be implemented is the provision of supplementary food (PMT) based on local food. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of posyandu cadres regarding the PMT based on local food for toddlers and pregnant women. The program involved training 40 cadres in the working area of Dalu Sepuluh Health Center, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, on May 28, 2025. The training consisted of delivering material on the concept of local food-based PMT and hands-on practice in processing supplementary food. Knowledge was evaluated through pre- and post-tests. Skills were evaluated through observation during processing practices. The results indicated an increase in cadres’ knowledge, with the average score rising from 95.4 to 99.4. Skills also improved, particularly in the accuracy of ingredient measurement and appropriate portion determination. These findings imply that local food-based PMT training can enhance the capacity of posyandu cadres and contribute to strengthening community-based efforts in improving maternal and child nutrition.
Keywords: cadres; PMT; pregnant women; toddlers
Abstrak: Masa kehamilan dan balita merupakan fase penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Di Desa Wonosari, asupan gizi ibu hamil dan balita di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan, sehingga diperlukan intervensi gizi spesifik melalui PMT berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan sasaran 40 orang kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dalu Sepuluh, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Pelatihan dilaksanakan pada 28 Mei 2025, terdiri dari penyampaian materi tentang PMT berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. Evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Keterampilan dievaluasi dengan observasi pada saat praktik pengolahan. Pelatihan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan kader posyandu dari 95,4 menjadi 99,4, dan peningkatan keterampilan tentang ketepatan penggunaan jumlah bahan pangan dan porsi PMT untuk ibu hamil dan balita.
Kata kunci: balita; ibu hamil; kader; PMT
Abstract:Abstract: English proficiency from an early age plays a significant role in shaping the competence of the younger generation to face global challenges. At Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, English learning is not yet optimal…
timal because the teachers lack a for-mal educational background in the field, causing students to have difficulty mastering basic vocabulary, pronunciation, and understanding instructions. This research aims to address this problem by implementing an Activity Based Learning (ABL) approach, which emphasizes active student involvement through direct activities such as games, songs, visual simulations, and pronunciation exercises. This activity was carried out in four sessions on July 22, July 25, July 29, and August 4, 2025. Evaluation results indi-cate notable improvement. Among the five participating students, four students (80%) showed an average 20% increase in basic vocabulary mastery compared to pre-activity levels. Ninety percent demonstrated clearer pronunciation, and all students (100%) re-ported feeling enthusiastic and more motivated to learn. These findings confirm that the Activity Based Learning (ABL) approach is effective in enhancing participation and learning motivation while creating an enjoyable and meaningful learning experience. All students expressed interest in joining similar activities in the future.
Keywords: activity-based learning; early english acquisition; vocabulary development; community service program; learner motivation; pronunciation improvement.
Abstrak: Penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi generasi muda untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Di Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, pengajaran Bahasa Inggris belum optimal karena pengajar tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang tersebut, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata dasar, pelafalan, serta pemahaman instruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan pendekatan. Activity Based Learning (ABL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui aktivitas langsung seperti permainan, lagu, dan latihan pelafalan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat sesi pada tanggal 22 Juli, 25 Juli, 29 Juli, dan 4 Agustus 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari lima siswa peserta, empat siswa (80%) mengalami peningkatan penguasaan kosakata dasar rata-rata 20% dibandingkan sebelum kegiatan. Sebanyak 90% siswa menunjukkan per-baikan pelafalan, dan seluruh peserta (100%) menyatakan merasa senang serta lebih termotivasi mengikuti pembelajaran.Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Activity Based Learning (ABL) efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Seluruh siswa juga menyampaikan minat untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang.
Kata kunci: activity-based learning; keterlibatan siswa; pembelajaran bahasa inggris; pembelajaran anak usia dini; sanggar belajar sidomulyo.
Abstract:Abstract: The rapid pace of digital transformation highlights the need to empower Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Jayapura City by integrating Artificial Intelligence (AI) into their business strategies.…
This community service initiative aims to assess MSME actors’ initial understanding of AI, deliver targeted training, and evaluate improvements in strategic planning using the Value Proposition Canvas (VPC). The program was conducted in three stages: pre-assessment, training implementation, and post-training evaluation. Initial findings revealed that most participants had limited knowledge of AI and its applications. However, after the training, there was a significant increase in participants’ confidence and capability. The training effectively reduced lack of knowledge by 40%, addressed infrastructure and internet challenges by 45%, and decreased uncertainty regarding AI's return on investment by 30%. Participants began applying tools such as ChatGPT, Canva AI, and the VPC method to better understand customer needs. Although the study was limited by a short evaluation period and a specific geographic focus, it offers valuable insights for policymakers, educators, and development stakeholders. The findings support the importance of accessible, hands-on training in making AI a practical and beneficial resource for small businesses, ultimately promoting inclusive, technology-driven growth.
Keywords: artificial intelligence, business strategy, jayapura, MSME, youth
Abstrak: Transformasi digital yang pesat mendorong perlunya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Jayapura melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam strategi bisnis mereka. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai pemahaman awal pelaku UMKM terhadap AI, memberikan pelatihan terarah, dan mengevaluasi peningkatan dalam perencanaan strategis menggunakan Value Proposition Canvas (VPC). Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: pra-asesmen, pelatihan, dan evaluasi pascapelatihan. Hasil awal menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan terbatas tentang AI dan penerapannya. Namun, pascapelatihan terlihat peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan kemampuan peserta. Pelatihan berhasil menurunkan tingkat ketidaktahuan sebesar 40%, mengurangi kendala infrastruktur dan internet sebesar 45%, serta menekan keraguan atas keuntungan penggunaan AI sebesar 30%. Peserta mulai memanfaatkan alat seperti ChatGPT, Canva AI, dan metode VPC untuk meningkatkan pemahaman kebutuhan pelanggan. Meski terbatas pada waktu evaluasi yang singkat dan wilayah Jayapura, studi ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan UMKM berbasis teknologi secara inklusif.
Kata kunci: anak muda, bisnis strategi, jayapura, kecerdasan buatan, UMKM