Search Articles & Publications

Showing 1285 articles found for "Finding"

PERANCANGAN E-FORM MODEL A SEBAGAI LHPP BAWASLU KABUPATEN ASAHAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER 3

Anlersi, Azelia Zeta, Fauziah, Rizky, Handoko, Wiwin
Abstract: Abstract: In the 2020 regional elections (PILKADA), Bawaslu received approximately 3,100 reports from 25 districts in Asahan Regency. The manual reporting process led to limitations in data accessibility, time efficiency,… , and difficulty in handling the large number of reports. Bawaslu Asahan Regency has not yet developed a specific tool for consistent data entry and database management to accommodate the existing reports. This has resulted in difficulties for Bawaslu when receiving hundreds of reports from district supervisors. Therefore, the E-Form Model A system is urgently needed to simplify the report entry and storage process. The data collection techniques for this research involved direct observation and interviews at the Bawaslu office in Asahan Regency. The development of this e-form system used PHP programming language and CodeIgniter 3 Framework. The research results show that the E-Form Model A system facilitates easier access and report submission, shortens data management time, and automatically displays violation findings, thereby increasing the efficiency and accuracy of election oversight. Thus, this system can make a positive contribution to improving Bawaslu Asahan Regency's performance in election supervision. Keywords: Election Supervision Results Report; Bawaslu Asahan Regency; Model A Form; CodeIgniter 3; PHP   Abstrak: Pada PILKADA 2020, Bawaslu menerima kurang lebih 3.100 laporan dari 25 kecamatan di Kabupaten Asahan. Proses pelaporan yang masih manual mengakibatkan keterbatasan aksesibilitas data, efisiensi waktu, dan penanganan yang sulit terhadap jumlah laporan yang besar. Bawaslu Kabupaten Asahan belum memiliki alat khusus penginputan dan pangkalan data yang konsisten untuk menampung laporan yang sudah ada. Hal ini mengakibatkan Bawaslu mengalami kesulitan saat menerima ratusan laporan dari Pengawas Kecamatan. Maka sistem E-Form Model A sangat diperlukan untuk memudahkan sistem penginputan dan penyimpanan laporan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara langsung di kantor Bawaslu Kabupaten Asahan. Adapun pembangunan sistem e-form ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Framework CodeIgniter 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-Form Model A memberikan kemudahan akses dan pengisian laporan, memperpendek waktu pengelolaan data, serta menampilkan temuan pelanggaran secara otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi pengawasan pemilu. Dengan demikian, sistem ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja Bawaslu Kabupaten Asahan dalam pengawasan pemilu. Kata kunci: Laporan Hasil Pengawasan Pemilu; Bawaslu Kabupaten Asahan; Formulir Model A; CodeIgniter3; PHP  

PENGELOMPOKAN DATA PENDUDUK MISKIN DI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN K-MEANS

Safitri, Ayu, Rahmawati, Rizki, Wandira, Sri Ayu
Abstract: Abstract: The government has made many efforts to eradicate poverty in society by implementing programs such as pro-poor, basic food assistance and cash assistance which are useful for achieving the standards of a prosperous… rous society. The results of data processing are useful in future decision making. Considering the large amount of public data, finding out poor people is not an easy thing for the government to do, as is the case in North Sumatra. This research uses the K-Means Clustering (Multidimensional) method, making it easier to see patterns and structures in data that are difficult to see in the original representation. The application of the K-Means Clustering (Multidimensional) algorithm produces 3 clusters with a silhouette_score value of 33, namely cluster 0 with a high level of population poverty of 1, cluster 1 with a moderate level of population poverty of 4 and cluster 2 with a low level of population poverty as many as 28.   Keywords: Resident; Poor; Data Mining; K-Means     Abstrak: Banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghapus kemiskinan pada masyarakat dengan cara melakukan program seperti pro-poor, bantuan sembako maupun bantuan uang tunai yang berguna untuk mencapai standar masyarakat sejahtera. Hasil pengolahan data tersebut berguna dalam pengambilan keputusan kedepannya. Mengingat banyaknya data masyarakat, maka untuk mengetahui masyarakat miskin bukanlah hal mudah yang dilakukan oleh pemerintah, sama halnya di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode K-Means Clustering (Multidimensi) memudahkan untuk melihat pola dan struktur dalam data yang sulit dilihat dalam representasi aslinya. Penerapan algoritma K-Means Clustering (Multidimensi) menghasilkan 3 cluster, yaitu dengan cluster 0 dengan tingat kemiskinan penduduk yang tinggi sebanyak 1, cluster 1 dengan tingat kemiskinan penduduk yang sedang sebanyak 4 dan cluster 2 dengan tingkat kemiskinan penduduk yang rendah sebanyak 28.   Kata kunci: Penduduk; Miskin; Multidimensi; Data Mining; K-Means

ANALISIS KEAKURATAN METODE DES DALAM MEMPREDIKSI PERMINTAAN KERAMIK DI FITRI KERAMIK

Ramadhan, Fachri Nur, Syafwan, Havid, Latiffani, Chitra
Abstract: Abstract: Fitri Keramik Shop sells various types of ceramics. In this research, the researcher created a system that can make it easier to predict demand for ceramics in the following month based on the categories in Fitri… ri Keramik by explaining the correct method for forecasting, one of the methods that can be used is Double Exponential Smoothing (DES) which is a forecasting method using uses a number of new actual demand data to generate forecast values for future demand by finding the average value as a forecast for the future period. The results of predicting demand for ceramics using an alpha value of 0.3 and having the lowest error rate are May 2023, Terraso: 176; Mosaic : 169; Standard Ceramic Floor: 163; Squared : 117.             Keywords: Analysis, Double Exponential Smoothing, Predicting Demand.     Abstrak: Toko Fitri Keramik melakukan penjualan berbagai jenis keramik. Pada penelitian ini, peneliti membuat sistem yang dapat memudahkan dalam meramalkan permintaan keramik pada bulan berikutnya berdasarkan kategori yang ada pada Fitri Keramik dengan memaparkan metode yang tepat dalam peramalan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu Double Exponential Smoothing (DES) yang merupakan metode peramalan dengan menggunakan sejumlah data aktual permintaan yang baru untuk membangkitkan nilai ramalan untuk permintaan dimasa yang akan datang dengan mencari nilai rata-rata tersebut sebagai ramalan untuk periode yang akan datang. Hasilnya dari memprediksi permintaan keramik dengan menggunakan nilai alpa 0,3 dan memiliki nilai tingkat error terendah yaitu Mei 2023, Teraso : 176; Mozaik : 169; Keramik Lantai Standart: 163; Kuadrat : 117.   Kata kunci: Analisis, Double Exponential Smoothing, Memprediksi Permintaan.

EFEKTIFITAS APLIKASI INSPEKTA DALAM PENINGKATAN BUDAYA K3 DI PLN ULP KISARAN

Sukoco, Duwi Irpan, Puariesthaufani, Achmad
Abstract: Abstract: Enhancing Occupational Health and Safety (OHS) culture is of paramount importance in industrial settings, especially in energy sectors like PLN. Inspekta, an information technology-based application, has emerged… d as a potential solution to boost awareness and compliance with OHS practices at PLN ULP Kisaran. However, a comprehensive evaluation of this application's effectiveness is still necessary. This research aims to assess the effectiveness of the Inspekta Application in fostering an OHS culture at PLN ULP Kisaran. Utilizing a combined approach of literature review, questionnaire surveys, and statistical analysis, the study collected and analyzed relevant data.The research findings reveal that the implementation of the Inspekta Application has had a positive impact on elevating the OHS culture at PLN ULP Kisaran. Improved employee awareness regarding OHS aspects and more efficient incident reporting stand out as significant outcomes. Statistical analysis also indicates a positive correlation between the utilization of the Inspekta Application and the enhancement of the OHS culture. Based on the research insights, it can be concluded that the Inspekta Application is effective in enhancing the OHS culture at PLN ULP Kisaran. The integration of information technology through such applications holds the potential to mitigate workplace accident risks and foster a safer and healthier working environment.   Keywords: inspekta; ohs culture; workplace safety     Abstrak: Peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran yang sangat penting dalam lingkungan industri, terutama di sektor energi seperti PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Inspekta, sebuah aplikasi berbasis teknologi informasi, telah muncul sebagai solusi potensial untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap budaya K3 di PT. PLN (Persero). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Aplikasi Inspekta dalam meningkatkan budaya K3 di PLN ULP Kisaran. Dengan pendekatan kombinasi studi literatur, survei kuesioner, dan analisis statistik, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan. Hasil penelitian baik dari kajian literature, observasi dan wawancara partisipatif menunjukkan bahwa Aplikasi Inspekta mendapat tanggapan positif yang signifikan dengan rata-rata indikator tanggapan diatas 50%, sehingga berdampak dalam memperkuat pemahaman budaya K3 di lingkungan kerja PLN. Penerapan Aplikasi Inspekta juga terbukti membantu dalam mengidentifikasi potensi bahaya K3, mendorong pelaporan bahaya, serta memungkinkan tindakan cepat setelah pelaporan melalui integrasi teknologi informasi guna mengurangi risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.   Kata Kunci: inspekta; budaya k3; keselamatan kerja

Analisis Mengenali Minat Bakat Siswa SMKN 1 Setia Janji Menurut Teknik Certainty Factor

Bariadi, Rian, Putra, Guntur Maha, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstract: SMKN 1 Setia Janji is one of the State Vocational Schools in Urung Pane, Kec. Faithful Promise, Kab. Asahan, North Sumatra. The determination of the research location at SMKN 1 Setia Janji is due to the lack of… facilities to support students in determining the interests and talents that exist in the students themselves, especially in extracurricular support facilities so as to create a lack of students in finding interests and talents within students. Therefore, this study aims to design an expert system application using Certainty Factor which is intended to provide convenience for students in choosing the right extracurricular according to the interests and talents that exist in the student. This application is designed using the PHP programming language model and the system database uses MySQL. Methods The research uses descriptive qualitative methods and tends to use analysis. The final results obtained in the existing data sample show that student interest in Mading Extracurricular has a percentage of 86.9% and Paskibraka Extracurricular has a percentage of 80.8%, so that the data will be used as a student's choice in determining extracurricular activities at school.   Keywords: extracurricular; certainty factor; PHP; MySQL   Abstrak: SMKN 1 Setia janji ini merrupakan slah satu SMKN yang ada di Urung Pane, Kec. Setia Janji, Kab. Asahan, Sumatera Utara. Penetapan lokasi penelitian di SMKN 1 Setia janji ini dikarenakan masih minimnya fasilitas untuk mendukung para siswa dalam menentukan minat dan bakat yang ada pada diri siswa itu sendri terutama dalam fasilitas pendukung ekstrakulikuler sehingga membuat kurangnya siswa dalam menemukan minat dan bakat didalam diri siswa. Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi Sistem Pakar dengan menggunakan Certainty Factor yang ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi  siswa dalam memilih ekstrakurikuler yang tepat sesuai minat dan bakat yang ada pada diri siswa tersebut. Aplikasi ini dirancang menggunakan Model bahasa pemograman PHP dan database sistem menggunakan MySQL. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil akhir yang di dapat dalam sample data yang ada menunjukan bahwa minat siswa tentang Ekstrakurikuler Mading memiliki persentasi sebesar 86.9 % dan Ekstrakulikuler Paskibraka memiliki persentasi sebesar 80.8 %, sehingga data tersebut akan bisa di gunakan sebagai pilihan siswa dalam menentukan Ekstrakurikuler di sekolah.   Kata Kunci : ekstrakurikuler; certainty factor; PHP; MySQL.

Analisis Model Penelusuran Case Based Reasioning Dalam Mendiagnosa Penyakit Kecanduan Internet (Internet Addiction)

Bancin, Dani, Siregar, Iqbal Kamil, Handayani, Masitah
Abstract: Abstract : Excessive use of the internet can interfere with health so that it will be classified as internet addiction (internet addiction) which can have an impact on the health of users and their social life. A solution… n is needed for the increasing growth rate of internet users every year, especially in Indonesia. Until now, there are no findings or an application for diagnosing internet addiction that can be used in general so that it can reduce the intensity of surfing in cyberspace. Therefore, for the initial stage it is necessary to have an application that can diagnose the initial internet addiction. By utilizing computer programming algorithms such as PHP and supported by inference engines such as Case Based Reasoning (CBR) so that it can replace an expert to be able to diagnose early symptoms by utilizing a knowledge base such as symptoms or facts about a disease, especially internet addiction. Based on the test results, the system designed can provide predictive values about internet addiction, then the machine will perform a search and issue the results of the diagnosis and the best possible solution. Keywords: Expert System; Case Based Reasoning; Internet Addiction.     Abstrak : Penggunaan internet yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan sehingga akan tergolong dalam internet addiction (kecanduan internet) yang dapat berdampak pada kesehatan pengguna dan kehidupan sosial mereka. Diperlukan suatu  solusi atas meningkatnya angka pertumbuhan pengguna internet setiap tahunnya khususnya di Indonesia. Hingga saat ini belum adanya temuan atau sebuah aplikasi untuk mendiagnosa kecanduan internet yang dapat digunakan secara umum sehingga dapat mengurangi intensitas berselancar di dunia maya. Oleh karena itu untuk tahap awal perlu adanya suatu aplikasi yang dapat mendiagnosa awal kecanduan internet tersebut. Dengan memanfaatkan algoritma pemrograman komputer seperti PHP serta didukung oleh inferensi engine seperti Case Based Reasoning (CBR) sehingga dapat menggantikan seorang pakar untuk dapat mendiagnosa gejala awal dengan memanfaatkan basis pengetahuan seperti gejala-gejala atau fakta mengenai suatu penyakit khususnya penyakit kecanduan internet. Berdasarkan hasil pengujian sistem yang dirancang dapat memberikan nilai prediksi tentang penyakit kecanduan internet, kemudian mesin akan melakukan penelusuran serta mengeluarkan hasil diagnosa dan kemungkinan solusi terbaik.   Kata Kunci : Sistem Pakar; Case Based Reasoning; Kecanduan Internet.

Pengembangan Aplikasi Monitoring Inventaris Barang Pada Universitas Ibnu Sina Batam Berbasis Web

Permana, Agum, Jarti, Nanda, Suryadi, Agus
Abstract: Abstract: A The inventory system at Ibnu Sina University in the facilities and infrastructure section of the old system still has several shortcomings, therefore the authors are interested in developing from the old system… em so as to produce an updated and user friendly system which has more advantages including barcode features, control features goods, then the chairman has direct access that previously did not have the old system. The development of this inventory system, the author uses a prototype method with a development model using the Unified Model Language (UML). The purpose of this research will be to facilitate facility staff in finding information on goods by means of barcode scanners on QR labels that have been affixed to goods, making it easier to find out the condition of goods that are carried out regularly with the goods control feature, having three actors in using the inventory system which the main actor has full access and the other two actors have limited access in using the system. With the hope that the facilities section will make it easier to control all assets or inventory of goods at Ibn Sina University. So that it can be a solution to existing problems.   Keywords: Goods Inventory, Prototype, QR Code.     Abstrak: Sistem inventarisasi pada Universitas Ibnu Sina pada bagian sarana dan prasarana pada sistem yang lama masih memiliki beberapa kekurangan oleh karena itu penulis tertarik mengembangkan dari sistem yang lama sehingga menghasilkan sistem yang ter-update dan user friendly yang mana lebih memiliki kelebihan diantaranya fitur barcode, fitur kontrol barang, kemudian ketua memiliki akses secara langsung yang sebelumnya tidak dimiliki sistem lama. Pengembangan pada sistem inventaris barang ini penulis menggunakan metode prototype dengan model pengembangan menggunakan Unified Model Language (UML). Adapun tujuan dari penelitian ini nantinya dapat mempermudah staff sarana dalam pencarian informasi barang dengan cara scanner barcode pada label QR yang sudah ditempel pada barang, mempermudah mengetahui kondisi barang yang dilakukan secara berkala dengan adanya fitur kontrol barang, mempunyai tiga aktor dalam penggunaan sistem inventaris yang mana aktor utama memiliki akses secara penuh dan dua aktor lainnya memiliki akses terbatas dalam penggunaan sistem. Dengan harapan agar bagian sarana lebih mudah dalam pengkontrolan semua asset ataupun inventaris barang yang ada pada Universitas Ibnu Sina. Sehingga dapat menjadi solusi dalam permasalahan yang ada.   Kata kunci: Inventaris Barang, Prototype, QR Code.  

Cultivating Intercultural Communication Through The Indonesian Language and Cultural Understanding for Misamis University Students

Turistiati, Ade Tuti, Intan Saputri, Apik Anitasari, Saputra , Farrel Ega, Pratama, Dimas Rizky
Abstract: Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program… was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values. Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines.   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines

Optimalisasi Bank Sampah Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Sirkular di Desa Waru

Septiani, Triana, Vidriza, Ullya
Abstract: Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.… ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy. Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management   Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah

Edukasi Perawatan Kaki Dan Skrining Kaki Pada Peserta Prolanis Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Diabetik

Lisum, Kristina, Suryani, Diah, Melin, Sesela, Sabila, Vika
Abstract: Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production and/or function. The prevalence of DM in Indonesia continues to rise, posing a significant… nt public health concern, particularly due to its complications such as peripheral neuropathy, which may lead to diabetic foot ulcers. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge and preventive practices through an educational and participatory approach focusing on diabetic foot care and screening. A total of 21 participants enrolled in the Prolanis program at St. Carolus Paseban Primary Clinic were involved in this activity. Data analysis showed that most participants were male (52.4%), aged 65–74 years (57.1%), and had a duration of DM of less than 4 years (57.1%). The majority had no history of foot ulcers (81%) and did not perform regular physical exercise (57.1%). The results of diabetic foot screening indicated that most participants were categorized as very low risk (57.1%). Based on these findings, recommendations and follow-up actions were provided according to the screening protocol. It is expected that participants will be able to regularly monitor their blood glucose levels and implement appropriate foot care practices to prevent the occurrence of diabetic foot ulcers Keywords: Diabetes Mellitus; health education; foot screening   Abstrak : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini semakin meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan  salah satu komplikasi serius yaitu neuropati perifer yang menyebabkan timbulnya ulkus diabetes pada kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan  pasien DM dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Adapun tindakan yang dilakukan adalah pemberian edukasi kesehatan terkait perawatan kaki  dan pemeriksaan atau skrining kaki DM.  Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien yang tergabung dalam Prolanis di Klinik Pratama St. Carolus Paseban sejumlah 21  peserta. Hasil analisis data pada kegiatan  tersebut adalah mayoritas peserta laki laki (52,4 %), berusia 65 s.d 74 thn (57,1)dengan lama sakit DM adalah kurang dari 4 tahun (57,1 %). Selain itu mayoritas peserta tidak memiliki riwayat luka pada kaki (81%) dan tidak melakukan olahraga (57,1 %). Dari hasil skrining kaki DM yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah yaitu sejumlah 57,1 %.  Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman  peserta Prolanis  yang meningkat tentang cara perawatan kaki dan pencegahan ulkus kaki diabetic. Selain itu juga terjadinya perubahan perilaku peserta Prolanis untuk melakukan pemantauan gula darah dan  skrining ulang ke klinik pratama sebagai upaya pemeliharaan kesehatan. Kata Kunci:  diabetes Mellitus; edukasi kesehatan; skrining kaki