Abstract:Perilaku perawatan kaki yang kurang baik pada pasien diabetes melitus sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti, selalu memberikan pelembap pada sela jari kaki, menggunakan sendal jepit, berjalan tanpa alas kaki.…
i. Hal ini terjadi karena rendahnya efikasi diri. Rendahnya efikasi diri dapat dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik,seperti penglihatan dan mobilitas, serta adanya penyakit (komorbiditas), membuat pasien kurang yakin untuk melakukan perawatan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Sampel sebanyak 75 responden diambil secara purposive sampling dari total 286 pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing. Pengumpulan data dilakukan pada 16 Mei-05 Juni 2025 menggunakan kuesioner efikasi diri dan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % memiliki perilaku perawatan kaki yang kurang baik dan 52% responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Diharapkan kepada pihak puskesmas dapat memberikan edukasi efikasi yang terjadwal, sehingga angka komplikasi seperti ulkus diabetikum dan amputasi dapat diminimalisir, serta kualitas hidup pasien diabetes melitus.
Abstract: Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh…
auh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.
Abstract:Cakupan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Sumatera Barat tahun 2023 sebesar 41,2% masih belum mencapai target 95% berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang. Puskesmas Padang Pasir mempunyai cakupan terendah…
pemberian imunisasi tetanus toksoid sebesar 42,57% di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 29 Juli 2025. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berjumlah 59 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total population. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% ibu hamil yang tidak patuh 60,5% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang 72,1% ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan suami. 51,2% ibu hamil yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan. Dalam imunisasi tetanus toksoid terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,041), dukungan suami (p value = 0,005), peran petugas kesehatan (p value = 0,020) dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid. Berdasrakan hasil pengetahuan, dukungan suami, peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Padang Pasir dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan yang terjadwal dan media edukasi yang menarik serta mudah dipahami. Hal yang perlu ditingkatkan dengan cara memberikan informasi yang akurat, pelayanan yang ramah, dan memanfaatkan setiap kunjungan ibu hamil sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi dan memotivasi pelaksanaan imunisasi.
Abstract:Penggunaan smartphone di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi, hiburan, dan media sosial. Menurut APJII (2024), 98% remaja menggunakan smartphone, sementara data dari Badan Pusat…
sat Statistik Sumatera Barat (2024) menunjukkan bahwa 67,78% remaja memiliki akses ke smartphone. Penggunaan berlebihan ini membuat remaja kesulitan mengelola waktu, mengurangi konsentrasi, sering menunda-nunda tugas, dan mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang Tahun 2025, dengan pengumpulan data dilakukan pada 26-28 Mei 2025. Populasi penelitian terdiri dari 261 siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang pada tahun 2025. Sampel sebanyak 72 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik sampling acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner MSLQ, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 45,8% remaja memiliki motivasi belajar rendah, sementara 44,4% memiliki penggunaan smartphone yang tinggi. Secara bivariat, terdapat hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Diharapkan guru dapat meningkatkan program pendidikan tentang penggunaan smartphone yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Smartphone use among adolescents is increasing along with easier acces to information, entertainment, and social media. According to APJII (2024), 98% of adolescents use smartphones, while data from the West Sumatra Statistics Agency (2024) shows that 67,78% of adolescents have acces to smartphones. This excessive use makes it difficult for teenager to manage their time, reduces their concentration, causes them to frequently procrastinate, and affects their motivation to learn. This study aims to determine the relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in August 2025, with data collection carried out on May 26-28, 2025. The study population consisted of 261 eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. A sample of 72 respondents was taken using the Slovin formula with random sampling technique. Data collection was conducted using observation sheets and MSLQ questionnaires,analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 45,8% of adolescents had low learning motivation, while 44,4% had high smartphone usage. Bivariate there is a relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. It is hoped that teachers can improve educational programs on healthy smartphone use and create a create a conducive learning environment.
Abstract:Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program kesehatan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014. Permasalahan yang harus diperhatikan BPJS KC Padang…
adang adalah mengukur kualitas pelayanan. Berdasarkan ulasan website komentar tentang pelayanan di BPJS Kesehatan KC Padang menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan KC Padang Tahun 2024.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus tahun 2024 di BPJS KC Padang. Populasi penelitian yaitu peserta yang berkunjung di BPJS KC Padang bulan Juli-Agustus sebanyak 912.242. Jumlah Sampel sebanyak 100 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 52% menyatakan kualitas pelayanan tidak bermutu, 59% menyatakan tidak puas terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan (p value = 0.000), ditemukan hubungan pada dimensi kualitas dengan kepuasan pada dimensi keandalan (0,000), daya tanggap (0,002), Jaminan (0,009) kepedulian(0,003) dan ditemukan tida ada hubungan pada dimensi kualitas dengan kepuasan pada dimensi bukti fisik (1,000) dengan kepuasan Peserta BPJS.
Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan peserta BPJS. Disarankan untuk perlu peningkatan fasilitas kenyamanan, penerapan sistem antrian elektronik melalui aplikasi pendaftaran online atau tiket digital untuk mengurangi penumpukan pasien. Penambahan jumlah petugas frontliner juga penting untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan pelayanan yang lebih cepat.
Abstract:Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah. Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol,…
l, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.
Abstract:Puskesmas Andalas merupakan puskesmas dengan kasus hipertensi tertinggi dari 23 puskesmas di Kota Padang tahun 2022 sebanyak 14.161 orang. Puskesmas Andalas menargetkan penderita hipertensi yang dilayani sesuai standar sebanyak…
ebanyak 3.248 orang, dengan pencapaian 3.215 orang (98,98%). Jika hipertensi tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan perkembangan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RW 5 dan RW 9 Kelurahan Jati Kota Padang pada bulan Maret 2024 – Februari 2025. Populasi pada penelitian adalah lansia yang berada di RW 5 dan RW 9 Kelurahan Jati Kota Padang sejumlah 495 orang. Sedangkan, sampel penelitian sebanyak 74 orang diambil dengan teknik cluster random sampling menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (27%) mengalami hipertensi, 7 responden (9,5%) memiliki pola makan yang tidak baik, 36 responden (48,6%) melakukan aktivitas fisik ringan dan 38 responden (51,4%) mengalami stress pada kategori berat. Ada hubungan antara pola makan (p=0,014) dan aktivitas fisik (p=0,021). Selain itu, tidak ada hubungan antara stress (p=0,147) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kejadian hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik dan stress.menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan berlemak serta mampu melakukan aktivitas yang dapat mencegah stress dan hipertensi.
Abstract: Keluhan gangguan kulit banyak dialami oleh pekerja informal yang kurang memperhatikan sanitasi dan perlindungan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan…
angguan kulit pada pekerja industri tahu di Kabupaten Solok Selatan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 56 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p-value = 0,000) dan penggunaan alat pelindung diri (p-value = 0,005) dengan keluhan gangguan kulit. Faktor usia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disarankan kepada pengelola industri tahu untuk menyediakan APD lengkap dan mengawasi kepatuhan penggunaannya.
Kata Kunci : APD, Industri Tahu, Keluhan Gangguan Kulitma
Abstract:Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2024, prevalensi stunting di dunia mencapai 149 juta anak (22%). Di Indonesia, angka stunting masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Di Kota Padang, data Dinas Kesehatan tahun…
ahun 2023 menunjukkan prevalensi di Puskesmas Anak Air sebesar 9,24%. Stunting merupakan masalah kesehatan yang krusial yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif serta potensi produktivitas masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan peran kader dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Batipuh Panjang Anak Air Kota Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus tahun 2025. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sebanyak 634 orang. Waktu pengumpulan data di lakukan pada 12 Juli s/d 23 Agustus 2025, dengan sampel 85 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% balita mengalami stunting, 56,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 45,9% kader memiliki peran kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita (p=0,049). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader dengan kejadian stunting pada balita (p=0,122). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Diharapkan Puskesmas Anak Air dapat memberikan informasi dan masukan terkait faktor-faktor penyebab stunting pada balita
Abstract:Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rasidin padang merupakan salah satu Rumah Sakit Yang Memiliki kunjungan pasien terbanyak di Kota Padang dengan jumlah kunjungan 5.335 pasien. RSUD dr. Rasidin juga termasuk 3 dari 10 dari Rumah…
h Sakit dengan jumlah kunjungan terbanyak. Perawat merupakan tenaga kerja di rumah sakit dengan tanggung jawab memberikan pelayanan optimal pada pasien, tuntutan itu dapat menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat RSUD dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Jenis Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus 2025 Populasi penelitian adalah seluruh perawat instalasi rawat inap berjumlah 130 orang, dengan sampel sebanyak 51 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk menilai tingkat kelelahan kerja, serta kuesioner identitas responden terkait umur, shift kerja, dan masa kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% perawat mengalami kelelahan kerja berat, 41,2% perawat mengalami shift kerja beresiko menunjukan 49,0% yang memiliki umur beresiko dan 82,4% masa kerja lama . Analisis bivariat memperlihatkan terdapat hubungan signifikan antara shift kerja (p=0,023), umur (p=0,001), serta masa kerja (p=0,007) dengan kelelahan kerja.