Abstract:Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Talata, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur masih menjadi tantangan, ditandai dengan rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya sehingga kebersihan lingkungan…
ngan tidak terjaga dengan baik. Sebagai bentuk respon terhadap masalah tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan “Aksi Bersih Desa” yang berfokus pada kegiatan kerja bakti rutin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu pada hari Jumat pada tanggal 16, 23, dan 30 Agustus serta 6 September 2024 dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan aksi bersih desa ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan partisipasi aktif dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lingkungan desa, tempat ibadah, dan fasilitas umum tampak lebih bersih. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membangun kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap kebersihan. Dengan demikian, aksi bersih desa dengan kegiatan kerja bakti merupakan pendekatan yang efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat dan diharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin warga Desa Talata sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Abstract:Pengabdian ini merupakan bagian dari program magang MBKM mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah IAIN Palangka Raya yang dilaksanakan di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan…
untuk mendukung efisiensi administrasi bantuan sosial dan koordinasi kegiatan keagamaan, khususnya pada Subbagian Sarana dan Prasarana. Mahasiswa terlibat aktif dalam penerimaan dan dokumentasi proposal bantuan, penginputan data bantuan sapi qurban, pendampingan kegiatan manasik haji di empat kabupaten, serta penyusunan laporan pengeluaran kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ketertiban administrasi, akurasi data, serta efektivitas koordinasi antarinstansi. Selain itu, pengalaman ini juga memperkuat keterampilan profesional mahasiswa dalam menghadapi tantangan birokrasi dan pelayanan publik. Kolaborasi ini menjadi model sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintahan dalam mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Abstract:Work-life balance (WLB) merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan produktivitas karyawan, khususnya di lingkungan kerja yang memiliki beban dan tekanan tinggi seperti PT Sinar Sosro Gunung Slamat.…
. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menciptakan keseimbangan antara peran pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek terdiri atas 14 karyawan unit produksi berusia 23–35 tahun yang bekerja dalam sistem shift. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi selama 120 menit dengan materi meliputi konsep WLB, work-life harmony, teknik regulasi emosi, psychological detachment–reattachment, serta manajemen waktu dengan teknik batching dan time blocking. Analisis data menggunakan paired sample t-test melalui IBM SPSS Statistics 25 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test (p < 0,05) pada sebagian besar item pertanyaan, yang mencerminkan peningkatan pemahaman peserta terhadap definisi, manfaat, dan strategi penerapan WLB. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi secara efektif dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan karyawan dalam menerapkan WLB secara terintegrasi. Dengan demikian, program ini direkomendasikan sebagai bentuk intervensi psikologis yang berkelanjutan guna mendukung budaya kerja yang sehat dan humanistik.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode rekrutmen karyawan yang paling efektif dalam sektor logistik, khususnya dengan membandingkan tes seleksi berbasis daring dan tatap muka. Metode yang…
ang digunakan adalah pendekatan studi pustaka (library research) untuk menggali pengoptimalisasian rekrutmen karyawan melalui tes tatap muka dan daring di perusahaan logistik. Melalui pendampingan dan simulasi proses rekrutmen pada perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik di Kota Makassar, ditemukan bahwa metode rekrutmen tatap muka lebih unggul dan memberikan hasil yang lebih komprehensif dan akurat daripada rekrutmen daring. Tes tatap muka memungkinkan perekrut untuk menilai komunikasi non-verbal, etika kerja, dan kesiapan fisik kandidat secara langsung, aspek yang sulit diperoleh melalui seleksi daring. Meskipun tes daring menawarkan efisiensi dari sisi waktu dan biaya, pendekatan tatap muka terbukti lebih efektif dalam menjaring calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri logistik. Namun, rekrutmen tatap muka masih terdapat beberapa kelemahan. Dengan demikian, rekrutmen secara hybrid direkomendasikan sebagai metode utama dalam optimalisasi seleksi tenaga kerja di sektor logistik.
Abstract:Kebijakan strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dikenal sebagai Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, salah satunya…
atunya melalui magang. Artikel ini berfokus pada pengalaman dan kontribusi mahasiswa dalam magang MBKM di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (DISPARBUDPORA) Kota Palangka Raya, dengan penekanan khusus pada layanan administrasi umum kepegawaian. Selama empat bulan pengabdian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan refleksi kegiatan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa terlibat secara aktif dalam berbagai proses administrasi pegawai, termasuk mengelola data pegawai, menyusun surat dinas, dan pengarsipan. Mereka juga belajar tentang sistem digitalisasi kearsipan melalui aplikasi SRIKANDI yang digunakan oleh organisasi. Kehadiran mahasiswa meningkatkan produktivitas kerja. Kegiatan ini membentuk disiplin, etika birokrasi, dan keterampilan manajerial mahasiswa selain memberikan kontribusi nyata bagi instanti tempat magang. Hasil ini menegaskan bahwa kolaborasi antara praktik lapangan dan dunia pendidikan tinggi sangat penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Untuk meningkatkan produktivitas kegiatan magang di masa mendatang, artikel ini menyarankan pembuatan modul kerja magang yang lebih terorganisir.
Abstract:Balai Pemasyarakatan (Bapas) memiliki peran strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi peserta pemasyarakatan melalui pembimbingan dan pengawasan. Namun, dalam pelaksanaan tugasnya, Pembimbing Kemasyarakatan…
n (PK) sering menghadapi tantangan psikologis dan sosial, khususnya dalam menangani konflik yang muncul antara peserta, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan workshop bertema “Peningkatan Kemampuan Profesional dalam Mediasi bagi Pembimbing Kemasyarakatan” diselenggarakan sebagai upaya untuk membekali PK dengan keterampilan mediasi berbasis pendekatan psikologis dan hukum. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas peningkatan pemahaman peserta. dalam hasil workshop menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik mediasi dan pendekatan restoratif, yang diukur melalui skor pre-test dan post-test serta respons peserta dalam sesi diskusi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan PK mampu menjalankan perannya sebagai agen mediasi yang profesional, netral, dan berpihak pada pemulihan hubungan sosial secara utuh sesuai prinsip keadilan restoratif.
Abstract:Minimnya pemahaman serta tingginya tekanan dari lingkungan akademik dan sosial membuat remaja rentan mengalami gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Oleh karena itu, intervensi berupa psikoedukasi menjadi…
jadi strategi preventif yang penting untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan pelajar. Kegiatan psikoedukasi bertema Kesehatan Mental Remaja yang dilaksanakan di SMAN 23 Makassar pada tanggal 23 April 2025 bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa mengenai dinamika perkembangan remaja dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi mengenai perubahan fisik, kognitif, emosi, dan sosial pada masa remaja, mitos dan fakta terkait generasi Z, serta strategi menjadi remaja yang sehat mental. Selain itu, sesi role play juga dilakukan untuk meningkatkan empati dan keterampilan sosial siswa dalam menghadapi situasi perundungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan mental dan keaktifan mereka dalam berdiskusi serta mengekspresikan pandangan pribadi. Psikoedukasi ini diharapkan dapat menjadi model penguatan karakter dan kesejahteraan psikologis remaja melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan aplikatif di lingkungan sekolah.
Abstract:Permasalahan manajemen waktu di lingkungan kerja masih menjadi tantangan yang berdampak signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi…
rvensi guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam mengelola waktu secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang karyawan PT Pos Indonesia (Persero) Regional VI Makassar 90004. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen waktu setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 80.2 meningkat menjadi 92.2 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 menunjukkan bahwa program psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai manajemen waktu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup. Seminar psikoedukasi ini juga mendapatkan respons positif dari para peserta, yang menilai kegiatan ini bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, seimbang, dan memuaskan.
Abstract:Permasalahan rendahnya self-esteem dan self-image merupakan salah satu hambatan psikologis yang dialami oleh klien rehabilitasi penyalahguna narkotika, terutama akibat adanya stigma sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan…
ujuan untuk memberikan intervensi psikoedukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri klien terhadap harga diri dan citra diri positif. Kegiatan dilakukan pada klien rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari sesi pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan post-test. Materi disampaikan oleh psikolog klinis dengan metode aktif-reflektif, termasuk penulisan versi terbaik diri dan aktivitas eksplorasi kekuatan personal. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari pre-test sebesar 1,50 menjadi 3,56 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan setelah mengikuti psikoedukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan non-medis yang efektif dalam mendukung pemulihan psikologis klien dan dapat dijadikan strategi intervensi alternatif dalam proses rehabilitasi narkotika.
Abstract:Work engagement menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi…
awesi Selatan, ditemukan bahwa beberapa pegawai masih menunjukkan tingkat keterlibatan kerja yang rendah, seperti kurangnya pemahaman terhadap tugas, rendahnya semangat kerja, dan etos kerja yang belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan kerja pegawai melalui kegiatan psikoedukasi yang disampaikan oleh psikolog industri dan organisasi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif dengan pre-test dan post-test kepada 50 dari 67 peserta yang hadir. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0.038), yang mengindikasikan peningkatan tingkat work engagement setelah mengikuti seminar. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang diberikan, dengan 42.6% menyatakan sangat paham dan 57.4% menyatakan paham. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan work engagement pegawai.