Search Articles & Publications

Showing 1675 articles found for "Bela"

Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan Media Audio Visual Dan Media Audio Di Kelas VII MTs Nurul Hikmah Aek Gerger

Hanafi Asnan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbandingan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan media audio visual dan media audio pada kelas VII MTs Nurul Hikmah Aek Gerger. Penelitian ini merupakan… jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Nurul Hikmah Aek Gerger yang terdiri dari 6 kelas. Dari 6 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas yaitu kelas VII-1 dengan jumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen A dengan media audio visual dan kelas VII-2 dengan jumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen B dengan media audio, dimana kedua kelas tersebut dijadikan sampel dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes. Sebelum tes ini ditetapkan sebagai alat pengumpul data, terlebih dahulu dilakukan uji coba pada kelas IX SMANSA Ujung Padang untuk melihat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 1,896 > 1,671. Kemudian dilakukan perbandingan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan media audio visual dan media audio..

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V SD Inpres 2 Sausu Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Made Delva Yanti
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Inpres 2 sausu hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Inpres 2 Sausu tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil  dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Nilai-Nilai Catur Paramitha Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di Sekolah SD Negeri 27 Palu

I Nyoman Adi Putra Wijaya
Abstract: Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan moral siswa sejak usia dini. Salah satu konsep nilai-nilai kebaikan dalam ajaran Hindu yang dapat diterapkan dalam pendidikan karakter adalah Catur… ur Paramitha, yang meliputi Maitri yang artinya suka bersahabat atau memiliki banyak teman, Karuna artinya cinta kasih atau kasih sayang, Mudita artinya memperlihatkan wajah riang gembira atau penuh simpati dan Upeksa artinya tidak mencampuri urusan orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter siswa di SD Negeri 27 Palu serta dampaknya terhadap perilaku siswa dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, seperti saling membantu antarteman (Maitri), menunjukkan empati kepada sesama (Karuna), menghargai keberhasilan teman (Mudita), serta bersikap sabar dalam menghadapi tantangan pembelajaran (Upeksa). Implementasi nilai-nilai ini berdampak positif terhadap sikap dan perilaku siswa, seperti meningkatnya rasa saling menghargai, kerja sama, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Catur Paramitha dalam pendidikan karakter di SD Negeri 27 Palu terbukti mampu membentuk sikap moral dan sosial yang baik pada siswa. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran serta kegiatan sekolah perlu terus dikembangkan agar semakin efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Penerapan Model Pembelajaran PBL Tipe Stad Berbantuan LKS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Catur Purusa Artha Tahun Ajaran 2022/2023 Di SMK Negeri 2 Sukawati

I Gusti Ngurah Agung Yudi Saputra
Abstract: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa SMK Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2022/2023 melalui penerapan model pembelajaran pbl tipe STAD berbantuan… ntuan LKS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Catur Purusa Artha SMK Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2022/2023  berjumlah 32 orang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing- masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata, daya serap dan kriterium ketuntasan belajar. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus I adalah 76,88 dengan daya serap 76,88% dan ketuntasan klasikal 53,13%. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,97 dengan daya serap 82,97% dan ketuntasan klasikal 87,50%. Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan penerapan model pembelajaran pbl tipe STAD berbantuan LKS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Catur Purusa Artha SMK Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2022/2023 dan disarankan kepada guru pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk menerapkan model Pembelajaran pbl tipe STAD berbantuan lembar kerja siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Model Pembelajaran STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pakerti Di SMK Negeri 2 Sukawati Tahun Pelajaran 2022/2023

I Made Dwika Setiyawan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa SMK Negeri 2 Sukawati melalui penerapan Model pembelajaran Kooperatif Type STAD tahun pelajaran 2022/2023 Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan… kan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa SMK N 2 Sukawati  tahun pelajaran 2022/2023 sebanyak 11 orang Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan lembar tes. Data yang didapatkan dari metode tes hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian dengan menerapkan Model pembelajaran STAD ini menunjukkan bahwa (1) rata-rata nilai tes hasil belajar adalah 77 24 Dengan rincian 7 siswa atau 63,63 % kategori bisa memenuhi target KKM yang di tetapkan sekolah standarnya adalah 75,sedangkan 4 orang siswa atau 36,36 % berada di bawah standar KKM ,jadi terdapat 4 orang siswa yang belum tuntas Daya serap siswa 77 24 %, ,sedangkan pada siklus II rata-rata nilai tes hasil belajar adalah 78.19 dengan daya serap siswa adalah 85 71% Tedapat 3 siswa atau 27,27% katagori di bawah KKM yang ditetapkan KKM Pendidikan Agama adalah 75,dan 8 orang 85.71% katagori diatas KKM bidang study. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Kooperatif Type STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa SMK Negeri 2 Sukawati  tahun pelajaran 2022/2023 Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada guru untuk menerapkan Metode Kooperatif Type STAD dalam proses pembelajaran di kelas demi peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V SD Inpres 5 Balinggi Tahun Pelajaran 2023/2024

Ni Wayan Sukarini
Abstract: Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah… dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah Barat hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Inpres 5 Balinggi  tahun pelajaran 2023 – 2024 berhasil dapat menigkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan Model Pembelajaran (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada Materi Panca YADNYA Di Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2024/2025 Di SD Negeri 1 Tolai

I Made Wage Sasmita
Abstract: Penelitian  Tindakan  Kelas  ini  dilaksanakan  di  SD  N 1 Tolai pada  Kelas  V  Semester  I  Tahun  Pelajaran  2024/2025  yang  bertujuan  untuk  mengetahui  apakah  penggunaan  Model  Problem  Based  Learning  dapat … ased  Learning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  Agama  Hindu Dengan Materi Panca Yadnya .  Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  tes  prestasi  belajar  yang  dilaksanakan  saat  berlangsungnya  proses  pembelajaran.  Untuk  memaknai  data  hasil  penelitian,  data  yang  telah  diperoleh  dianalisis  dengan  metode  analisis  deskriptif  kuantitatif,  dengan  menyajikan  rata-rata,  modus,  median  dan  prosentase  ketuntasan  belajar.  Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  adalah  Model  Problem  Based  Leaning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  mata  pelajaran  Agama  Hindu.  Ini  terbukti  dari  hasil  yang  diperoleh  pada  awalnya  rata-rata  67,5,  dengan  prosentase  ketuntasan  belajar  33,33%.  Setelah  diberikan  tindakan  pada  siklus  I  prestasi  belajar  siswa  mengalami  peningkatan  menjadi  rata-rata  74,16,  dengan  ketuntasan  belajar  66,66%. ditetapkan  sehingga  penelitian  ini  adalah  Model  Problem  Based  Learning  dapat  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  Agama  Hindu  di  kelas  V  di  SD  N 1 Tolai

Konsep Sunnah Hadis: Telaah Ontologi, Epistemologi Dan Aksiologi

Sayyid Hafid Abdillah, Hendrawan, Muhammadiyah Amin, Muhammad Amin Shihab, nur’annafi farni syam maella
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan ontologi, epistemologi dan aksiologi sunnah hadis. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (liblary research) dengan pendekatan konseptual dan teoretis. Data penelitian… elitian ini bersumber dari data kepustakaan yang membahas tenang ulumul hadis. Kemudian data sekunder berasal dari literatur yang menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan, Pertama, dari tinjauan ontologis, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait pengertian sunnah dan hadis. Namun, perbedaan ini tidak bersifat mutlak dan cenderung hanya menjadi masalah peristilahan, khususnya di kalangan ulama mutaqaddimîn. Sebaliknya, ulama muta’akhkhirîn tidak lagi mempermasalahkan perbedaan ini secara signifikan, sebagaimana dijelaskan oleh Shubhi al-Shâlih. Dalam penggunaannya, kedua istilah ini sering dianggap identik, sehingga selama periwayatannya dapat dipercaya atau shahîh, keduanya harus diikuti dan diamalkan. Kedua, dari tinjauan epistemologi, kajian tentang sunnah dan hadis mempertimbangkan bagaimana pengetahuan mengenai keduanya diperoleh, dievaluasi, dan diakui sebagai valid. Proses ini melibatkan analisis terhadap unsur-unsur sunnah dan hadis serta pemahaman terhadap klasifikasinya untuk memastikan bahwa keduanya memiliki dasar yang sahih dan dapat dijadikan pedoman. Ketiga, dari tinjauan aksiologi, sunnah dan hadis mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk perilaku dan pandangan hidup umat Islam. Nilai-nilai ini memberikan pedoman bagi umat untuk meneladani Nabi Muhammad Saw. dan menerapkan prinsip-prinsip luhur seperti kejujuran, keadilan, belas kasih, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sunnah Rasulullah Saw. menjadi sumber rujukan utama dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika Islam.  

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Peserta Didik

Devin Anggara, Ade Marlia, Yulia Rahmi Fitri
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya  hasil belajar IPAS peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitan ini yaitu peserta didik kelas IV. Penelitian ini menghasilkan… lkan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes tulis berbentuk objektif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati aktivitas pendidik dan peserta didik. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, ternyata peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar. Perolehan pada siklus I adalah 40% pertemuan I, 46,6% pertemuan II, dan 53,4% pertemuan III. Pada siklus II yang diperoleh yaitu 60% pertemuan I, 66,7% pertemuan 2, dan 100% pertemuan 3 dengan kategori berhasil

Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Husniatul Rahma, Animar Fauziah, Dian Sarmita
Abstract: Husniatul Rahma. 2024. Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model pembelajaran Group Investigation di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program… gram Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Pembimbing Animar Fauziah, S.Pd., M.M. dan Dian Sarmita, M.Pd. ISI:   Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Peneliti bermaksud mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 persentase 46,67% pertemuan 2 meningkat 66,67%, dan siklus II  pertemuan 1 meningkat menjadi 73,33%, pertemuan 2 meningkat 86,67%.. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I pertemuan 1 83,33% dan pertemuan 2 dengan persentase 90% dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 93,3%% dan pertemuan 2 96,6%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 dengan persentase 66,7% dan pertemuan 2 70%, siklus II pertemuan 1 86,6% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 93,3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.